Articles

Found 23 Documents
Search

VALUASI EKONOMI TINGKAT KERUSAKAN BANGUNAN PERMUKIMAN AKIBAT BANJIR LAHAR DI KALI PUTIH KABUPATEN MAGELANG Kumalawati, Rosalina
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 13, No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purposes of this study are to identify the zonation of lahar-affected regions and thenumber of damaged houses due to lahar, as well as to make an economic valuation onsettlement building damage due to lahar in Kali Putih, Magelang Regency.The study was conducted by using a survey method based on physical and administrativezonations. The former was based on overflow width of lahar in Kali Putih after the Merapierruption in 2010, while the latter was based on subdistrict. Each of the zonation units wassampled. The sampling was carried out on the basis of settlement building vulnerability dueto lahar. The sample was represented by 59 respondents and three times of Focus GroupDiscussion (FGD) during the study.Results of the study show that, first, the overflow width of lahar in the location of study was1.785 km2. The widest overflow was in Sirahan Village, i.e. 0.813 km2 or 45.532 %, and thenarrowest one was in Blongkeng Village, Ngluwar Subdistrict, i.e. 0.001 km2 or 0.057%.Second, the number of houses affected by lahar was 1,290 houses. Settlement buildingdamage was dominantly due to collapse/washed away (814 houses), moderately damaged(200 houses), ligthly damaged (140 houses), severely damaged (71 houses), and relativelyundamaged (65 houses). A settlement mostly affected by the impact of lahar was SirahanVillage, Salam Subdistrict, i.e. 860 houses. Third, the largest lost resulted from the laharwas related to permanent houses, i.e. approximately IDR104,000,000.00 because theconstruction cost for the permanent houses was more expensive than that for semi-permanentand non-permanent ones.
ANALISIS KESESUAIAN TATA GUNA LAHAN RUANG HIJAU PERMUKIMAN DAN KECENDERUNGAN MASYARAKAT Rahmani, Dienny Redha; Kumalawati, Rosalina; Wahyunah, Wahyunah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang hijau pada dasarnya telah menjadi perhatian penting dalam menyusunan lahan di negara maju dan telah mendapat perhatian di negara berkembang salah satunya Indonesia. Hal ini tercermin dari telah disusunnya berbagai kebijakan terkait penyediaan hingga penataan ruang hijau baik tingkat komunal maupun pribadi. Sehingga perlu dianalisa kesesuaian kondisi aktual lingkungan ruang hijau permukiman baik komunal maupun privat pada aturan yang berlaku. Data diperoleh dengan menggunakan kuisioner dan pengamatan vegetasi permukiman (komunal dan pribadi) pada permukiman komplek perumahan dengan pedoman utama kebijakan pemerintah yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2008 tentang Ruang Terbuka Hijau dengan didampingi oleh peraturan, perudang-udangan dan kebijakan terkait lain yang berlaku. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa 80% masyarakat komplek/perumahan telah memiliki pekarangan yang sesuai dengan aturan yan berlaku. Kecenderungan untuk mimiliki pekarangan dengan kebaradaan vegetasi perdu dan tumbuhan bahwah terdapat pada 13,3% masyarakat. Hanya 6,6% pekarangan yang masih belum sesuai. Sehingga, dapat terlihat bahwa kondisi aktual ruang hijau permukiman dan kecenderungan masyarakat sebagian besar telah taat dan memahami pentingnya Ruang Hijau permukiman sesuai peraturan yang berlaku. Kata kunci :     Pekarangan, Peraturan pemerintah, Ruang hijau permukiman, Tata guna lahan. Green space has basically become an important concern in the preparation of land in developed countries and has received attention in developing countries, including Indonesia. This is reflected in the formulation of various policies related to the provision of communal and private green spaces. So that it is necessary to analyze the suitability of the actual conditions of the environment of green spaces of both communal and private settlements in the applicable rules. Data were obtained using questionnaires and observations of residential (communal and private) vegetation in residential area with the main guidelines of government policy, namely the Minister of Public Works Regulation No. 5 of 2008 concerning Green Open Space accompanied by regulations, barriers and other relevant policies. The data obtained shows that 80% of the residential community already has a yard that is in accordance with the regulation. Only 6.6% of the yard is still not suitable. Thus, it can be seen that the actual conditions of the residential green space and the tendency of the majority of the community have obeyed and understood the importance of the Green Living settlement according to the applicable regulations. Keywords: Government Regulation, Land Use, Residential Green Space, Yard.
Evaluasi Pengembangan Wilayah Permukiman Berdasarkan Pemetaan Kerusakan Permukiman Akibat Banjir Lahar Di Kali Putih, Kabupaten Magelang Kumalawati, Rosalina; Rijal, Seftiawan Samsu; Rijanta, R; Sartohadi, Junun; Pradiptyo, Rimawan
TATALOKA Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study are (1) to assess the damage of settlement due to lahar flood in study area, (2) to analyze the damage of settlement and (3) to analyze the allocated space of settlement development based on classification of damage settlement. Methods that used in this study are GPS Tracking to know the distribution of lahar flood, classification of damage settlement based on predetermined criteria and spatial autocorrelation to know the pattern of damage settlement. The result of this study is showing that damage settlement due to lahar flood is not only caused by the house distance to the river but also by the materials of it. The spatial pattern of damage settlement is 0,68 (clustered) for Collapse, 0,62 (clustered) for High Damaged, 1,05(clustered) for Low Damaged, 0,64 (clustered) for Medium Damaged) and 1,21 (clustered) for No Damaged.
Mapping of Dissaster-Prone Area for Residential Area Development: Evaluation in Barabai City, Hulu Sungai Tengah District, South Kalimantan Kumalawati, Rosalina
Journal of Wetlands Environmental Management Vol 4, No 1 (2016): JANUARY-JUNE, 2016
Publisher : Center for Journal Management and Publication

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood disaster has some influences towards residential area. The effect of flood towards residential area needs to be investigated to determine the correct allocation of residential development space for the people who live in a flood-prone area. This research aims to develop a map of flood-prone areas for the sake of residential development evaluation in Baraba district, Hulu Sungai Tengah Regency, South Borneo.The purposive sampling technique was used to select the research area. The unit analysis is some districts and included in the flood-prone areas. To determine the sample based on flood-prone level, the stratified sampling was used.The result of the research shows that most of the investigated areas prone to flood. A secure location for resident should utilize the land in accordance with the criteria of safe and appropriate settlement layout. The low-prone and safe areas can be used for the space allocation of residential areas development in order to be safer from flooding.
Aplikasi Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh untuk Estimasi Kerusakan Pemukiman Akibat Banjir Lahar di Kecamatan Ngluwar Magelang kumalawati, rosalina; Prasaja, Ahmad Syukron; -, Rijanta; Rijal, Seftiawan Samsu; Sartohadi, Junun; Pradiptyo, Rimawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif di dunia. Secara administratif, lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah  Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada pada Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh erupsi Gunungapi Merapi salah satunya bencana banjir lahar yang dapat menyebabkan beberapa kerusakan, diantaranya kerusakan pemukiman. Magelang merupakan salah satu Kabupaten yang terkena dampak bencana banjir lahar dimana salah satunya Kecamatan Ngluwar yang berbatasan dengan Kecamatan Salam dan Tempel di sebelah timur, dengan Kecamatan Muntilan dan Borobudur di sebelah utara, dengan Kecamatan Kalibawang di sebelah barat dan berbatasan dengan Kecamatan Minggir di sebelah selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh untuk memetakan estimasi kerusakan pemukiman akibat banjir lahar di Kecamatan Ngluwar dengan menggunakan citra Ikonos dan beberapa peta pendukungnya. Penelitian ini tidak mengangkat aktivitas tanggap bencana, akan tetapi lebih fokus pada teknis pemetaan.Daerah yang tidak rusak jauh lebih luas dibandingkan daerah yang rusak. Hal ini mengindikasikan metode ini cukup berhasil dalam menggambarkan kondisi bencana daerah penelitian. Aplikasi SIG dalam menentukan lokasi risiko ini dapat dilakukan pada sungai-sungai yang berhulu di Gunungapi, guna mengurangi dampak akibat dari bencana banjir lahar di masa yang akan datang. Perlunya pengelolaan secara komprehensif antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam hal mengurangi risiko bencana.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KERENTANAN TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KECAMATAN CINTAPURI DARUSSALAM KABUPATEN BANJAR Haris, Muhammad Ainul; Kumalawati, Rosalina; Arisanty, Deasy
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 4 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Identifikasi Faktor-Faktor Kerentanan Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar”. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar.Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner (angket), dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar yaitu faktor alam dan manusia. Tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar berada pada kategori “Sedang” yang banyak dipengaruhi oleh faktor alam. Kata Kunci: Faktor Kerentanan, Kebakaran Hutan dan Lahan
HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI DENGAN KUALITAS RUMAH TINGGAL DI KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH KOTA BANJARMASIN Tyas, Feminin Dwi Ayuning; Arisanty, Deasy; Kumalawati, Rosalina
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kondisi sosial ekonomi di Kecamatan Banjarmasin Tengah. 2) mengetahui kualitas rumah tinggal di Kecamatan Banjarmasin Tengah. 3) menganalisis hubungan kondisi sosial eknomi masyarakat dengan kualitas rumah tinggal masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kecamatan Banjarasin Tengah memiliki 24.541 rumah tangga sehingga seluruh rumah tangga tersebut menjadi populasi penelitian. Sedangkan sampel dari penelitian ini sebanyak 204 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sample. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian korelasional. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi, wawancara dan kajian data sekunder dari instansi terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif persentase dan analisis korelasi.            Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa deskriptif persentase kondisi sosial ekonomi termasuk kategori tinggi dengan rata-rata persentase sebanyak 68% dan deskriptif persentase kualitas rumah tinggal termasuk kategori sangat baik dengan rata-rata persentase sebanyak 90% , ada hubungan yang masuk kategori cukup antara sosial ekonomi dengan kualitas rumah tinggal. 
TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA JARO KECAMATAN JARO KABUPATEN TABALONG Fitriadi, Muhammad Wahyudinoor; Kumalawati, Rosalina; Arisanty, Deasy
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 4 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Tanah Longsor di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong” Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di daerah yang rawan terjadi bencana tanah longsor di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner (angket), dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong bisa dikatakan sudah siap, hal ini dapat dilihat dari program yang dilaksanakan oleh masyarakat tentang program kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.  Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Tanah Longsor, Masyarakat
PEMETAAN BAHAYA BANJIR DI KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Nurlianti, Nurlianti; Kumalawati, Rosalina; Adyatma, Sidharta
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 5 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul ‘’Pemetaan Bahaya Banjir di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar’’. Tujuan penelitian ini adalah memetakan tingkat bahaya banjir  di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.Populasi dalam penelitian ini adalah populasi fisik yang meliputi jumlah Desa dan Jumlah rumah hasil dari interpretasi citra satelit GeoEye dalam bentuk blok bangunan dengan sampel yaitu seluruh blok bangunan dari populasi. Data primer di peroleh melalui GPS, wawancara dan survey lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Kabupaten Banjar Kecamatan Martapura. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan empat kelas bahaya yaitu: bahaya tinggi (luas 5.59 km², kepadatan 761 rumah/km2, 4257 rumah/9.06%), bahaya sedang (luas 7.07 km², kepadatan 404 rumah/km2, 2858 rumah/11.46%), bahaya rendah (luas 8.34 km², kepadatan 302 rumah/km2, 2523 rumah/13.51%), tidak bahaya (luas 40.72 km² , kepadatan 744 rumah/km2, 30330 rumah/65.98%).Kata kunci: Pemetaan, Bahaya, dan Banjir.
DAMPAK BENCANA BANJIR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN BATU BENAWA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH, KALIMANTAN SELATAN Yunida, Reni; Kumalawati, Rosalina; Arisanty, Deasy
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 4 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine : 1) The impact of floods on the social conditions of people in the District Batu Benawa, 2) The impact of floods on the economic conditions of people in the District Batu Benawa. This research is quantitative descriptive. The study population is families (KK) flood victims in Batu subdistrict Benawa totaling 364 respondents. The sampling technique using Proportional Sampling. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results showed that (1) The impact of floods on social respondents visible from : a) demographic conditions have not changed, there were no fatalities due to floods, b) health condition respondent, c) the state of education of household members (ART) of respondents experiencing barriers to learning d) of respondents experienced housing conditions change, which suffered damage to homes mild or only a small portion of damaged such as floor or wall of the house.(2) The impact of the floods on economic conditions seen from :a) conditions of livelihood respondents b) the condition of respondents income changes, the number of respondents with a total income of low category. c) the ownership of valuables respondents judging from the number of respondents who have a motorcycle, television or radio or tape, and mobile phones, respondents who have a status of its own wetland damage.Keywords: Impact, cold lava flood, socio-economic condition