Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Mengajar Pendidikan Jasmani melalui Perbaikan Pilihan Spektrum Gaya Mengajar Model Mosston Kristiyanto, Agus; Margono, Agus
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 32, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was designed to formulate effective method in improving students? competencies through Mosston?s model of teaching style spectrum. The design of the study were classroom action research. The subjects were students of health and sport education FKIP UNS. The results showed that the action improved subjects? sensitivity about students? need, goal achievement, and subject matter.
KEMAMPUAN TENDANGAN SABIT MAHASISWA PEMBINAAN PRESTASI PENCAK SILAT UNS SURAKARTA DITINJAU DARI KOORDINASI MATA-KAKI KECEPATAN RASIO PANJANG TUNGKAI DAN TINGGI BADAN Subekti, Nur; Kristiyanto, Agus; Purnama, Sapta Kunta
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan baik secara tunggal maupun ganda antara variabel koordinasi mata-kaki, kecepatan dan rasio panjang tungkai-tinggi badan dengan kemampuan tendangan sabit pencak silat dan berapa besar sumbangan dari masing-masing variabel tersebut.Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dengan teknik analisis korelasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa putra pembinaan prestasi pencak silat JPOK UNS Surakarta yang berjumlah 55. Sampel penelitian ini adalah 30 mahasiswa putra yang memiliki tinggi badan (163-165 cm). Variabel penelitian ini terdiri dari tiga variabel bebas yaitu koordinasi mata-kaki, kecepatan, rasio panjang tungkai dan tinggi badan. Variabel terikat yaitu kemampuan tendangan sabit pencak silat. Seluruh data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan pengukuran terhadap masing-masing variabel tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi dengan melakukan pengujian reliabilitas, normalitas, linieritas, dan pengujian hipotesis yaitu analisis korelasi masing-masing prediktor, analisis korelasi parsial dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari masing-masing variabel koordinasi mata-kaki kecepatan dan rasio panjang tungkai dan tinggi badan memiliki hubungan yang signifikan baik secara tunggal maupun ganda dengan kemampuan tendangan sabit pencak silat. Dikaji dari masing-masing prediktor, koordinasi mata-kaki dan kecepatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan tendangan sabit pencak silat baik mengendalikan ataupun tanpa mengendalikan variabel pendukung lainnya. Sedangkan rasio panjang tungkai dan tinggi badan akan memiliki hubungan dengan kemampuan tendangan sabit pencak silat jika dipengaruhi oleh koordinasi mata-kaki dan kecepatan.Sumbangan relatif masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut: koordinasi mata-kaki sebesar 52,17%, kecepatan 35,75%, dan rasio panjang tungkai-tinggi badan 12,02%. Sedangkan sumbangan efektif masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut; koordinasi mata-kaki sebesar 35,11%, kecepatan 24,06% dan rasio panjang tungkai-tinggi badan 8,09% sehingga total sembangan efektif sebesar 67,26%. Upaya meningkatkan kemampuan tendangan sabit pencak silat hendaknya mampu memanfaatkan koordinasi mata-kaki, mampu mengerahkan kecepatan dengan sumbangan rasio panjang tungkai dan tinggi badan yang baik sesuai tuntutan cabang olahraga pencak silat
FAKTOR FISIK DOMINAN PENENTU PRESTASI BERMAIN BULUTANGKIS (Analisis Faktor Power Otot Lengan, Power Otot Tungkai, Fleksibilitas, Koordinasi Mata Tangan, Kecepatan Reaksi dan Kelincahan pada Mahasiswa Putra Pembinaan Prestasi Bulutangkis Universitas Tunas Perdana, Rahmat Putra; Sugiyanto, Sugiyanto; Kristiyanto, Agus
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan bulutangkis membutuhkan kondisi fisik agar mampu mendapatkan prestasi lebih tinggi disamping penguasaan teknik dan strategi. Komponen kondisi fisik antara lain : kekuatan, daya tahan, daya ledak otot, kecepatan, koordinasi, fleksibilitas, kelincahan, keseimbangan, ketepatan dan reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi fisik antara lain : daya ledak otot lengan, daya ledak otot tungkai, fleksibilitas, koordinasi mata tangan, kecepatan reaksi dan kelincahan, manakah yang dominan menentukan keterampilan bermain bulutangkis pada mahasiswa putra pembinaan prestasi bulutangkis.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan analisis faktor, yaitu analisis faktor konfimatori. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa putra pembinaan prestasi bulutangkis Universitas Tunas Pembangunan di Surakarta. Sampel sebanyak 16 mahasiswa diperoleh melalui teknik purpose random sampling. Data yang digunakan diambil melalui serangkaian tes terhadap variabel bebas dan terikat. Metode pengujian ini menggunakan penelitian ini melalui analisis faktor konfimatori dengan bantuan program SPSS 16 dan amos 21.Hasil pengujian hipotesis penelitian terbukti bahwa keseluruhan faktor kondisi fisik mempunyai pengaruh dan hubungan yang signifikan terhadap keterampilan bermain bulutangkis. Faktor kondisi fisik tersebut antara lain : power otot lengan, power otot tungkai, fleksibilitas, koordinasi mata tangan, kecepatan reaksi dan kelincahan. Berdasarkan hasil penelitian ini diambil kesimpulan bahwa dari keenam faktor kondisi fisik yang diteliti yang mendukung keterampilan bermain bulutangkis mahasiswa berturut-turut adalah (1) kelincahan dengan nilai korelasi sebesar 0.390, (2) fleksibilitas dengan nilai korelasi sebesar 0.366, (3) daya ledak otot tungkai dengan nilai korelasi sebesar 0.238, (4) koordinasi mata tangan dengan nilai korelasi sebesar 0.237, (5) daya ledak otot lengan dengan nilai korelasi sebesar 0.151, dan (6) kecepatan dengan nilai korelasi sebesar 0.128.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA BANTU DAN KOORDINASI MATA-KAKI TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN TENDANGAN MELAMBUNG (LONG PASS) DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA (Study Eksperimen Pada Mahasiswa Pembinaan Prestasi Sepakbola JPOK FKIP UNS) Ahmad, Fandi; Kristiyanto, Agus; Purnama, Sapta Kunta
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study used an experimental study. The population of this study is the students of achievement coaching football of JPOK FKIP UNS in the year 2013 amounted to 90 students. The use of sampling technique was proporsional random sampling. From the population of 90 students was taken 45 students based on the test result of ancle coordination ability which is classified into three: the ancle coordination ability in high, medium and low. The sample used 15 students for the ancle coordination ability in high category, 15 students for the ancle coordination ability in medium category and 15 students for the ancle coordination ability in low category. The technique of collecting data used tests and measurements. The data which is collected namely the ability of ancle coordination with “soccer wall volley test” from Ismaryati (2006: 54-56) and long pass kick test from Soekatamsi ( 1988: 258). The technique of analysis data is ANAVA 3 X 3 and Newman Keuls test.The result of the study were obtained as follows : (1) There is the difference of influence in using of aids media circle target exercise, aids media wall, and aids media goal target exercise towards the accuracy of long pass kick on the football game on the students of achievement coaching football of JPOK FKIP UNS in the year 2013. (2)2There is a significant difference in influencing of the ancle coordination ability in high, medium and low towards the accuracy of long pass kick on the football game on the students of achievement coaching football of JPOK FKIP UNS in the year 2013. (3) There is no interaction significant but there is a tendency to interact between the use of aids media circle target exercise, aids media wall, and aids media goal target exercise towards the accuracy of long pass kick on the football game on the students of achievement coaching football of JPOK FKIP UNS in the year 2013.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYEDIAAN FASILITAS OLAHRAGA PENDIDIKAN DI SMP SE-KABUPATEN DEMAK (Analisis tentang Prosedur, Pemerataan, Ketersediaan, dan Ketercukupan Fasilitas Olahraga Pendidikan) Mulyo, Sujati; Kristiyanto, Agus; Kiyatno, Kiyatno
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah merupakan produk usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhanrakyat. Implementasi kebijakan setiap daerah berbeda-beda menyesuaikan kebutuhannnya. Salah satukebijakan pemerintah adalah penyediaan fasilitas olahraga pendidikan di SMP. Sehingga diperlukansebuah analisis mengenai kebijakan tersebut. Tujuannya untuk evaluasi kebijakan yang sudah ada danmembuat kebijakan baru yang lebih efektif dan tepat sasaran.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pemerintah tentang prosedur, pemerataan,ketersediaan, dan ketercukupan fasilitas olahraga di SMP di Kabupaten Demak. Penelitian ini dilakukan diKabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah kebijakanpemerintah tentang penyediaan fasilitas olahraga pendidikan. Sumber data berupa dokumen peraturandaerah tentang olahraga pendidikan dan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengkaji dokumen dan arsip (contentanalysis), wawancara mendalam (in-depth interviewing) dan observasi (observation).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur, Pemerataan, Ketersediaan, dan Ketercukupan FasilitasOlahraga Pendidikan di SMP se-Kabupaten Demak belum terprogram dengan baik. Peran pemerintahbelum terlihat dengan jelas dalam penyediaan fasilitas olahraga pendidikan di Kabupaten Demak. Prosedurpenyediaan fasilitas olahraga pendidikan di Kabupaten Demak belum berjalan dengan baik. Pemerataanpenyediaan fasilitas olahraga pendidikan di SMP belum merata ke seluruh sekolah. Ketersediaan fasilitasbelum merata pada semua SMP di Kabupaten Demak. Ketersediaan fasilitas olahraga belum memenuhikebutuhan olahraga pendidikan. Ketercukupan fasilitas olahraga belum maksimal. Sehingga berdampakpada kegiatan belajar mengajar maupun prestasi olahraga pendidikan.
PERBEDAAN PENGARUH MODEL LATIHAN DAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP KETEPATAN SEPAK MULA PADA PERMAINAN SEPAKTAKRAW (Eksperimen Model Latihan Dengan Jarak Sesungguhnya dan Jarak Bertahap Pada Siswa Putra SMP IT Sinar Permata Bangsa, Kabupaten Sragen, Jawa Ten Muharram, Nur Ahmad; Kristiyanto, Agus; Purnama, Sapta Kunta
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara model latihan jarak sesungguhnya dan model latihan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw, (2) perbedaan hasil ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw pada siswa yang mempunyai tingkat motor educability tinggi, sedang dan motor educability rendah, (3) interaksi antara model latihan dan motor educability terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa putra Siswa Putra SMP IT Sinar Permata Bangsa, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah 103 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 48 siswa. Sampel terdiri dari 16 siswa rnerupakan siswa yang memiliki motor educability tinggi, 16 siswa rnerupakan siswa yang memiliki motor educability sedang dan 16 siswa yang memiliki motor educability rendah. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1) variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari model latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan motor educability tinggi dan rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Pengambilan data ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw dengan tes ketepatan sepak mula. Pengambilan data motor educability dilakukan dengan IOWA Brace Test. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Pengaruh metode latihan dengan jarak bertahap lebih baik dari pada dengan jarak sesungguhnya dalam meningkatkan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (2) Ada perbedaan hasil yang signifikan antara motor educability tinggi, motor educability sedang dan motor educability rendah terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Nilai ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw pada siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih tinggi dari pada yang memiliki motor educability sedang maupun motor educability rendah. (3) Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dan motor educability terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (a) Siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. (b) Siswa yang memiliki motor educability sedang lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. (b) Siswa yang memiliki motor educability rendah lebih cocok jika dilatih dengan jarak sesungguhnya.
PREDIKSI PRESTASI PANAHAN RONDE NASIONAL BERDASARKAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN, KETAJAMAN PENGLIHATAN, DAN KECEMASAN PADA ATLET PPLP PANAHAN JAWA TENGAH Munawar, Munawar; Hidayatullah, Muhammad Furqon; Kristiyanto, Agus
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Prediksi antara daya tahan ototlengan dengan prestasi panahan Ronde Nasional. 2) Prediksi antara ketajamanpenglihatan dengan prestasi panahan Ronde Nasional. 3) Prediksi antara kecemasandengan prestasi panahan Ronde Nasional. 4) Prediksi antara daya tahan otot lengan,ketajaman penglihatan, dan kecemasan secara bersama-sama dengan prestasi panahanRonde Nasional.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatankorelasional. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh atlet panahan PPLP PanahanJawa Tengah yang berjumlah 18 atlet. Pengambilan sampel dilakukan dengan totalsampling. Instrumen yang dipergunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitianini adalah dengan melakukan pengukuran terhadap variabel – variabel yang terdapatdalam penelitian ini Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi sederhana, parsial,multiple dan regresi ganda pada taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Terdapat prediksi antara daya tahan ototlengan (rx1y = 82,8 , p = 0.000) dengan prestasi panahan Ronde Nasional. 2) Terdapatprediksi antara ketajaman penglihatan (rx2y = 77,3, p = 0.000) dengan prestasi panahanRonde Nasional. 3) Terdapat prediksi antara kecemasan (rx3y = 57,1, p = 0.000) denganprestasi panahan Ronde Nasional. 4) Terdapat prediksi antara daya tahan otot lengan,ketajaman penglihatan, dan kecemasan secara bersama-sama (R x1x2x3y = 92,1, p = 0.000)dengan prestasi panahan Ronde Nasional.
PENGUATAN KEBIJAKAN PUBLIK USAHA PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI MIKRO OLAHRAGA* Kristiyanto, Agus
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 12, No 2 (2011): JEP Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to describe a factual account of the various responses of actual perpetrators of the real sector micro-sports industry. Dimensions are expressed related to the growth of the business climate has been done by Government and Local Government, especially for poverty alleviation through the sports industry. Conclusions: Satisfaction micro business sports industry on the performance of Local Government on eight dimensions varied business climate, sports industry in fact just giving a side job for some people, but has not been a big impact for poverty reduction. Business expectations: to contribute to alleviating poverty, the sports industry business developed specifically for quality, Social protection and security should be given to the perpetrators of the sports industry business, clear policy regarding the development of micro industries important sport once to strengthen the real sector, technical assistance by the government is required by the real sector of the sports industry.
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS HASIL PEMERIKSAAN PAJAK (Studi Empiris pada Pemeriksa KPP Madya di Jakarta) Kristiyanto, Agus
Jurnal F. Ekonomi : JRAK Vol 5, No 01 (2014): JRAK
Publisher : Jurnal F. Ekonomi : JRAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine and analyze the influence of competence, independence, and information technology usage on tax audit quality. Population in this research is entire tax auditors exist in Medium Tax Offices located in Jakarta. The sampling method in this research use proportional simple random sampling. Data used in the research is primary data obtained through questionnaires from 142 respondents. The method of data analysis used is multiple regression analysis with SPSS 17.0.The results showed that each independent variable competence and information technology usage have significant influence toward tax audit quality, while independence did not have significant influence. This research results also showed that all independent variables competence, independence, and information technology usage have symultant significantly influence on tax audit quality. Value of the coefficient of determination indicates that together competence, independence, and information technology usage contribute to the dependent variable (tax audit quality) of 63,4%, while the remaining 36,6% are influenced by other factors outside the model. Implications of these findings for efforts to increase of audit quality are each tax auditor has to increase their competence and information technology usage.Keywords: competence, independence, information technology usage, tax audit quality
DEVELOPING A MODEL OF PLAY LEARNING IN CHARACTER-BASED SPORTS, HEALTH, AND PHYSICAL EDUCATION IN PRIMARY SCHOOL Waluyo, Waluyo; Hidayatullah, Furqon; Kristiyanto, Agus
The Journal of Educational Development Vol 5 No 2 (2017): June 2017
Publisher : The Journal of Educational Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goals to be achieved through this research is to result in a product in the form of a model of learning to play in the Health, Sports, and Physical Education (PJOK) in Primary School (SD). This learning model is expected to motivate and appeal learners to learn PJOK which in turn can be a means of internalizing the character values for learners. This study uses research and development approach developed by Borg and Gall. In this research and development design, there were 10 steps that should be implemented. For the benefit of this study, the researcher simplified the ten steps of research and development from Borg and Gall into three stages, namely (1) preliminary study, (2) model development, and (3) assessing the effectiveness of the model. As for the learning design model, this study refers to Dick, Carey, and Carey (2009). The trial employed a small group of students of SDN 15 and SDN 16 Laweyan.  The full trial employed a large number of learners of SDN 15 Laweyan, SDN 16 Laweyan, SD N Sumber I and SD N Sumber II. The test of the effectiveness was conducted in SDN 15 Laweyan attended by 32 students and the final product was disseminated in an international seminar. Instruments for gathering data were questionnaire and observation guidelines. Simple quantitative descriptive analysis techniques were employed to analyze the data. The results obtained in this research and development is an increase of scores from the first effectiveness test to the second one. The results of this research and development leads to some conclusions as follows: (1) The model of learning to play is capable of improving character values of hard work, discipline, tolerance, caring, creativity, honesty, friendship, responsibility; (2) The model learning to play is very effective as efforts to internalize the character values of hard work, discipline, tolerance, caring, creativity, honesty, friendship, and responsibility in learning Health, Sports, and Physical Education (PJOK)  that is based on character education in primary schools.