ADVENDI KRISTIYANDARU
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT KEDISIPLINAN GURU PENDIDIKAN JASMANI YANG SUDAH PNS DAN GTT DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR PENJAS PADA SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN RAMBIPUJI – JEMBER ERFANSYAH, SELA; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING (ORTODOK) MELALUI PENDEKATAN METODE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) (PADA SISWA KELAS VA SDN KEBRAON I SURABAYA) OETAMI, SRI; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
MINAT SISWA SMP N 18 SURABAYA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER ANGGAR (Studi Pada Siswa Ekstrakurikuler Anggar SMP N 18 Surabaya) EKA WAHYU K., NOVI; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH VOLI MELALUI METODE KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS V-A SDN BANGAH GEDANGAN SIDOARJO BUDI HARTANTO, AGUNG; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru pendidikan jasmani dapat memilih dan menggunakan cara-cara pengajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kwalitas pengajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan efektif. Dalam  pembelajaran kooperatif pendekatan tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana sehingga dapat digunakan oleh guru yang menggunakan pendekatan kooperatif. Berdasarkan  uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) apakah  ada peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran  kooperatif dengan penerapan  model Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar passing bawah pada voli dan seberapa besar peningkatanya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah peningkatan penerapan pada model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar siswa dalam melakukan passing bawah pada voli. Sampel seluruh siswa berjumlah 32 siswa. Variabel penelitian, Variabel bebas metode Student Teams Achievement Divisions (STAD). Variabel terikat, hasil belajar passing bawah pada voli. Penelitian ini dibatasi oleh metode Student Teams Achievement Divisions (STAD). Hasil analisis data penelitian, temuan awal ranah psikomotor 50%  tuntas 16 siswa, ranah kognitif 53,12% tuntas 17 siswa, ranah afektif 43,75% tuntas 14 siswa. Pada siklus I ranah psikomotor 75% tuntas 24 siswa, ranah kognitif 75% tuntas 24 siswa, ranah afektif 78,12% tuntas 25 siswa. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam melakukan passing bawah pada voli dapat meningkatkan hasil balajar siswa. Kata kunci : pembelajaran kooperatif STAD passing Bawah, Voli, SD. Abstract Physical education teachers can choose and use teaching methods that purpose to improve the quality of teaching, so that the learning process effectively. In a cooperative learning approach to the type of Student Teams Achievement Divisions (STAD) is one type of cooperative learning the most simple that can be used by teachers who use cooperative approach. Based on the description above, the problem in this study is how can (STAD) can improve student skills learning outcomes with the application of the method Student Teams Achievement Divisions (STAD), is there any improvement in learning outcomes with the implementation of cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) on learning results a volley under hand passing through and how can it increases. The purpose is to find out is there an increase in the application of the cooperative model of type Student Teams Achievement Divisions (STAD) on student learning outcomes in performing a volley under hand passing. Sample that use in this research are 32 students. Research variables, independent variable is a method of Student Teams Achievement Divisions (STAD). Dependent variable, the results of the precepts on learning a volley under hand  passing. The limitationof the tudy is the method of Student Teams Achievement Divisions (STAD). The analysis, 16 students complete with 50% of psikomotor, the cognitive completed 17 students 53.12%, 43.75% completed the affective domain of 14 students. First step, psychomotor asectis completed by 24 students with 75%, 75% of cognitive aspect completed by 24 students, and the affective aspect complete by 25 students with 78,12%. The result of the studyes cooperative learning model of type Student Teams Achievement Divisions (STAD) in conducting a volley under hand passsing Study can improve students students skills. Keywords : STAD cooperative learning under hand passing, volley, Elementary School.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) TERHADAP KETEPATAN LEMPARAN (THROWING) SOFTBALL (Studi pada siswa peserta ekstrakurikuler softball SMK Ketintang Surabaya) SETIA DWI ANTIKA, IVONE; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan lingkungan bagi seorang siswa untuk mengenal kegiatan olahraga melalui pendidikan jasmani dan olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler. Melalui kegiatan tersebut seorang anak dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Salah satu cara yang dapat dipilih adalah dengan menggunakan media audio visual (video) sebagai penyalur informasi dengan harapan siswa dapat mengembangkan bakat dan potensi secara maksimal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh penggunaan media audio visual (video) terhadap ketepatan lemparan (throwing) siswa softball SMK Ketintang pada ekstrakurikuler softball. 2) Seberapa besar pengaruh penggunaan media audio visual (video) terhadap hasil lemparan (throwing) siswa softball SMK Ketintang pada ekstrakurikuler softball. Sasaran penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler softball Sekolah Menengah Kejuruan Ketintang Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes melempar bola softball sebanyak 10 kali lemparank papan sasaran. Kesimpulan: Ada signifikan terhadap ketepatan lemparan (throwing) softball siswa peserta ekstrakurikuler softball SMK Ketintang. Hasil uji t peserta ekstrakurikuler menunjukan nilai thitung 3,32 > nilai ttabel  0,86. Penggunaan media audio visual (video) memberikan pengaruh terhadap ketepatan lemparan (throwing) softball sebesar 29,41%. Kata Kunci: Media Audio Visual, Lemparan, Softball. Abstract School is an environment for students to get to know the sport activity through physical education and sports or extracurricular activities. Through these activities a child can develop their talents and potential. One way to choose is by using audio-visual media (video) as a supplier of information in the hope that students can develop their talents and potential to the fullest. The purpose of this study was to determine: 1) The effect of the use of audio-visual media (video) to the accuracy of the throw (throwing) Ketintang vocational students in extracurricular softball softball. 2) How much influence does the use of audio-visual media (video) on the results of the toss (throwing) Ketintang vocational students in extracurricular softball softball. The target of this research is the extracurricular activities of students who take vocational high school softball Ketintang Surabaya. Data collection was performed by testing the softball throw 10 times lemparank target board. Conclusions: There are significant to the accuracy of the throw (throwing) softball softball student extracurricular participants SMK Ketintang. T-test results showed participants extracurricular tcount 3.32> 0.86 ttabel value. The use of audio-visual media (video) to give effect to the accuracy of the throw (throwing) softball by 29.41%. Keywords: Media Audio Visual, pitch, Softball.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BERORIENTASI TUGAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INSTRINSIK DAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA PRIAMBODO, ANUNG; KRISTIYANDARU, ADVENDI; JANNAH, MIFTAKHUL
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan-perubahan perilaku seseorang selalu didasarkan pada motivasi tertentu. Motivasi bisa muncul dari dalam (instrinsik) dan juga dari luar (ekstrinsik). Motivasi dan disiplin diri merupakan faktor prediktif yang signifikan dalam keberhasilan prestasi (Waschull, S. B, 2005).  Motivasi instrinsik sangat dibutuhkan dalam pencapaian prestasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa motivasi instrinsik bisa ditumbuhkan melalui pemberian tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa dan dalam prosesnya, guru dan orang tua memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap individu tanpa membandingkan dengan orang lain. Secara umum ada dua iklim pembelajaran (motivational climate) yang diciptakan oleh guru yaitu yang berorientasi tugas (task involvement) dan yang berorientasi ego (ego involvement). Tujuan mata pelajaran pendidikan jasmani adalah meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat (Permendiknas 22, 23 tahun 2006). Selama ini, pembelajaran pendidikan jasmani banyak menggunakan pendekatan kompetisi dan komparasi antar siswa dalam menilai kompetensi siswa. Kondisi ini lebih dekat dengan iklim yang berorientasi ego.  Bagi siswa yang tidak memiliki kelebihan atau minat dalam aktivitas gerak (olahraga), kondisi tersebut memberi dampak negatif berupa kecemasan, turunnya percaya diri, minat berolahraga dsbnya. Pembelajaran yang berorientasi tugas (task involvement) mengandung unsur-unsur penghargaan kepada individu sesuai dengan kemampuannya, individu diberi pilihan dalam menguasai materi dan masing-masing memiliki target yang berbeda dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah melihat apakah pembelajaran yang berorientasi tugas (task involvement) akan mempengaruhi motivasi instrinsik dan hasil belajar motorik siswa  dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (development research). Dilaksanakan selama 2 tahun, pada tahun pertama melakukan analisis kebutuhan (need assessment) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pakar tentang pentingnya inovasi pembelajaran pendidikan jasmani untuk meningkatkan motivasi instrinsik dan hasil belajar motorik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun pertama, melalui analisis Content Validity Ratio (CVR) diperoleh hasil bahwa buku panduan guru dan buku jurnal siswa bisa digunakan untuk menerapkan model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas, namun perlu revisi untuk petunjuk dan contoh praktis dalam penggunaannya. Berdasarkan hasil ujicoba lapangan, diperoleh hasil bahwa model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas ini dapat meningkatkan motivasi instrinsik siswa, siswa lebih puas dan senang. Pada aspek kemampuan motorik belum ada perbedaan yang signifikan dibanding dengan kelompok kontrol, sekalipun rata-rata kemampuan motorik kelompok eksperimen lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditetapkanlah sintaks model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas, namun untuk penyempurnaan buku panduan guru, buku jurnal siswa perlu dilakukan uji coba lagi dengan skala yang lebih luas yang akan dilakukan pada tahun kedua penelitian.   Kata kunci: pendidikan jasmani, orientasi tugas, motivasi intrinsik, kemampuan motorik 
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (Studi Pada Mahasiswa Angkatan 2011 Periode Gasal 2013/2014 - Genap 2013/2014) ARISTHA FIBRIANA, BETTY; Kristiyandaru, Advendi
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Persepsi adalah kemampuan untuk membeda-bedakan, mengelompokkan, memfokuskan dan sebagainya yang selanjutnya diinterpretasikan. Persepsi mahasiswa adalah cara mahasiswa menilai sesuatu dari orang lain atau lingkungan sekitar sehingga menghasilkan interpretasi terhadap obyek yang diamati. Pelaksanaan proses belajar mengajar adalah kegiatan dari seorang dosen sebagai tenaga pengajar yang berhubungan dengan mahasiswa sebagai subjek belajar. Hal ini mengimplikasikan bahwa proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi dosen dengan mahasiswa yang bersifat mendidik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar di Jurusan Pendidikan Olahraga FIK Unesa. Populasi dari peneltian ini adalah 136 mahasiswa yang berasal dari kelas A, B, C, dan D. Sampel dari penelitian ini adalah 30% dari jumlah populasi yaitu 40 mahasiswa. Metode pengambilan sampel adalah random sampling. Berdasarkan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut, persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga dapat dikategorikan “baik” dengan mean 111,4, standar deviasi 7, 38. Dalam persentase 67% mahasiswa menilai proses belajar mengajar masuk dalam kategori “sangat baik”; 30,2% mahasiswa menilai dalam kategori “baik”; 17,5% mahasiswa menilai dalam kategori “sedang”; 2,5% mahasiswa menilai dalam kategori “tidak baik”. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar di jurusan Pendidikan Olahraga, FIK, Unesa dilakukan dengan baik, dinilai dari segi pembelajaran, keterampilan, penilaian dan beban kerja, bimbingan dan konseling, sumber pembelajaran, standar dan target serta dampak umum dan mutu. Kata Kunci : Persepsi, Siswa, implementasi proses belajar dan mengajar Abstract Perception is the ability to distinguish, categorize, focus and so on, in which will be interpreted on further steps. Student’s perception is how student assesses something from others or the environment, that resulting in the interpretation of the observed object. Implementation of the teaching and learning process is the activity of a teacher as a lecturer associated with the student as the subject. This implies that the teaching and learning process is an interaction process of lecturer who is educating students in order to achieve goals. The purpose of this study was to determine students perceptions on the implementation of the teaching and learning process in the Department of Physical Education FIK UNESA. The populations of this research are 136 students, ranging from class A, B, C, and D. The sample of this study was 30% of the total population, which are 40 students. The sampling method is random sampling.  The calculation of the data is obtained as the following results; the perception of students of Department of Physical Education can be categorized as "good", with 111.4 of Mean, and 7, 38 for Standard Deviation. In the percentage of 67%, the students rated the teaching and learning process into the category of "very good"; 30.2% of students rated in the category of "good"; 17.5% of students rated in the category of "moderate"; and 2.5% of students rated in the category of "not good". So it could be concluded that the implementation of the teaching and learning process in the Department of Physical Education, FIK UNESA is done well. As they are assessed in terms of learning, skills, workload and assessment, guidance and counseling, learning resources, standards and targets, as well as the general. Keywords : Perception, student, implementation of teaching and learning process.