Agung Kristiawan
Program Studi Teknik Sipil, Universitas PGRI Semarang. Jl. Lontar no. 1. Sidodadi Timur (dr. Cipto) Semarang

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN SEKAM PADI PADA BATAKO

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batako merupakan bahan bangunan yang digunakan oleh kebanyakan orang sebagai pasangan dinding. Dari fungsinya sebagai penyekat maka dinding dapat dibuat dari berbagai bahan seperti pasangan bata, pasangan batu kali, papan kayu, bilik partisi dan sebagainya. Limbah sekam padi adalah sisa hasil penggilingan panen padi berupa kulit gabah. Pemanfaatan limbah berupa sekam padi dengan jumlah banyak, pemanfaatannya kurang menguntungkan dan proses penghancuran secara alami sangat lambat. Pemanfaatan limbah sekam padi dengan menggunakan proses yang sederhana sebagai campuran isian batako (bata beton) padat layak dicoba untuk meminimalkan masalah lingkungan. Bahan baku campuran berupa semen, pasir dan sekam padi. Umur batako yang dilakukan pengujian adalah minimal 14 hari dengan menetapkan komposisi semen, pasir dan sekam padi. Rasio perbandingan bahan baku berupa pasir dan sekam padi berdasarkan volume divariasikan. Bagian untuk pasir bervariasi dari 4 bagian, 5 bagian, 6 bagian dan 7 bagian. Sedangkan bagian untuk sekam padi bervariasi dari 1 bagian, 2 bagian dan 3 bagian. Selanjutnya campuran dicetak dan dipres dengan rojok, lalu dilakukan uji kelayakan yang meliputi : uji tampak luar, uji penyerapan air dan uji kuat tekan untuk mengetahui kualitas batako. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan didapat hasil kuat tekan campuran mortar dengan variasi sekampadi yang optimal, meningkat dari campuran 1PC : 4 Psr : 1 Sekam sampai campuran 1PC : 6 Psr : 1 Sekam kemudian menurun pada campuran 1 PC : 7 Psr : 1 Sekam Kata kunci : Limbah sekam padi, Pemanfaatan, Isian batako

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR DAN SABUT KELAPA TERHADAP BOBOT DAN DAYA SERAP AIR BATAKO

Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/November (2015): JITek
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknosains

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang rmemiliki banyak kekayaan hayati. Salah satu kekayaan hayati tersebut adalah bukitbukit kapur dan pohon kelapa yang tumbuh di seluruh pelosok Indonesia. Sabut kelapa banyak dimanfaatkan untukmembuat perkakas rumah tangga. Sabut kelapa memiliki bobot ringan dan merupakan serat alami yang dapat digunakansebagai pengganti serat sintetis. Selain sabut kelapa, ketersediaan kapur di Indonesia sangat melimpah. Kapur juga ringan dandapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisika adukan beton dalam jumlah tertentu. Maksud dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh penambahan sabut kelapa dan kapur dalam campuran batako. Tujuannya adalah untukmembandingkan daya serap air dan bobot batako yang dicampur kapur dan sabut kelapa dengan batako biasa Penelitian inimenggunakan komposisi campuran dengan perbandingan bagian/volume bahan susun batako yang terdiri dari semenportland pozzolan, kapur, sabut kelapa dan pasir. Penelitian ini dibatasi pada komposisi campuran semen:pasir:kapur 1:5:5dengan penambahan sabut kelapa sebanyak 25gr, 50gr dan 75gr. Hasil penelitian ini adalah dengan adanya penambahansabut kelapa dan kapur, berat udara batako akan menjadi lebih ringan tetapi daya serap airnya masih cukup tinggidibandingkan dengan batako biasa.

IbM Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiskamling dibentuk berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah warga, dengan berasaskan semangat budaya kekeluargaan, gotong royong, dan swakarsaSiskamling diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut: Menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram di lingkungan masing – masing Terwujudnya kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulanan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmasPermasalahan yang terjadi di lapangan yaitu :Kondisi fisik bangunan poskamling RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang sudah tidak nyaman karena atapnya dari seng bekas, dengan konstruksi kayu sebagai penyokong atap seng dan tempat dudukan dari kayu dan papan bekas yang sebagian sudah lapuk.Solusi yang ditawarkan : Merenovasi poskamling tersebut hingga layak pakai Membeli material Mengganti sebagian bahan yang sudah tidak dapat terpakai Membuat tempat duduk berkeramik sehingga nyaman untuk siskamlingSebagai wujud dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat maka tim Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas PGRI Semarang bersama warga RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang berhasil membangun POSKAMLING yang layak bagi warga setempat.Tahapan berikutnya adalah pemeliharaan poskamling sebagai fasilitas umum. Untuk mengatasi hal tersebut, kiranya warga sekitar diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal donasi maupun menjaga kebersihan poskamling tersebut. Untuk menunjang kenyamana dan keasrian poskamling, sebaiknya dibuat taman di sekitarnya.Kata kunci : poskamling, pengabdian masyarakat

Ibm Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang

E-DIMAS Vol 7, No 01 Maret (2016): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gapura bukan semata-mata bangunan fisik yang diartikan sebagai pintu gerbang, tanda batas kota, kabupaten, desa atau kampung. Menurut tradisi, gapura merupakan wujud ungkapan selamat datang yang familiar, semanak, welcome.  Gapura  mewakili  keramahan  dan  rasa  hormat  tuan  rumah  kepada setiap orang atau tamu yang datang.Umumnya gapura dibangun   untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Gapura telah menjadi simbol gotong royong, keakraban dan kebersamaan warga masyarakat. Yang menumbuhkan kerinduan setiap tahunnya khususnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Dengan  membangun  atau  merenovasi  gapura,  nilai-nilai  kebersamaan dan semangat gotong royong , diperbaharui dalam hati setiap warga. Kegiatan merenovasi, mengecat ulang, membuat atau membangun gapura menjadi lebih menarik ketika pihak-pihak swasta ikut terlibat dengan cara mengadakan lomba mempercantik gapura. Dalam rangka untuk menyambut hari Kemerdekaan ke-70, maka perlu diadakan perbaikan bando GAPURA di wilayah kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari   Kota Semarang. Oleh sebab itu kami selaku Akademisi dari Universitas PGRI Semarang melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat untuk program Perbaikan Bando Gapura di Jl. Plewan II Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, beserta masyarakat setempat sepakat melakukan kegiatan bersama guna merenovasi gapura.   Kata kunci : gapura , pintu gerbang gapura.

IbM Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang

E-DIMAS Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiskamling dibentuk berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah warga, dengan berasaskan semangat budaya kekeluargaan, gotong royong, dan swakarsaSiskamling diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:?»ÔÇÜ?À Menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram di lingkungan masing ?óÔé¼ÔÇ£ masing?»ÔÇÜ?À Terwujudnya kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulanan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmasPermasalahan yang terjadi di lapangan yaitu :Kondisi fisik bangunan poskamling RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang sudah tidak nyaman karena atapnya dari seng bekas, dengan konstruksi kayu sebagai penyokong atap seng dan tempat dudukan dari kayu dan papan bekas yang sebagian sudah lapuk.Solusi yang ditawarkan :?»ÔÇÜ?À Merenovasi poskamling tersebut hingga layak pakai?»ÔÇÜ?À Membeli material?»ÔÇÜ?À Mengganti sebagian bahan yang sudah tidak dapat terpakai?»ÔÇÜ?À Membuat tempat duduk berkeramik sehingga nyaman untuk siskamlingSebagai wujud dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat maka tim Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas PGRI Semarang bersama warga RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang berhasil membangun POSKAMLING yang layak bagi warga setempat.Tahapan berikutnya adalah pemeliharaan poskamling sebagai fasilitas umum. Untuk mengatasi hal tersebut, kiranya warga sekitar diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal donasi maupun menjaga kebersihan poskamling tersebut. Untuk menunjang kenyamana dan keasrian poskamling, sebaiknya dibuat taman di sekitarnya.Kata kunci : poskamling, pengabdian masyarakat

Ibm Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1874.11 KB)

Abstract

Gapura bukan semata-mata bangunan fisik yang diartikan sebagai pintu gerbang, tanda batas kota, kabupaten, desa atau kampung. Menurut tradisi, gapura merupakan wujud ungkapan selamat datang yang familiar, semanak, welcome. ?é?áGapura?é?á mewakili?é?á keramahan ?é?ádan ?é?árasa ?é?áhormat?é?á tuan ?é?árumah ?é?ákepada setiap orang atau tamu yang datang.Umumnya gapura dibangun?é?á ?é?áuntuk memperingati Hari Kemerdekaan. Gapura telah menjadi simbol gotong royong, keakraban dan kebersamaan warga masyarakat. Yang menumbuhkan kerinduan setiap tahunnya khususnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Dengan ?é?ámembangun?é?á atau ?é?ámerenovasi ?é?ágapura,?é?á nilai-nilai ?é?ákebersamaan dan semangat gotong royong , diperbaharui dalam hati setiap warga. Kegiatan merenovasi, mengecat ulang, membuat atau membangun gapura menjadi lebih menarik ketika pihak-pihak swasta ikut terlibat dengan cara mengadakan lomba mempercantik gapura. Dalam rangka untuk menyambut hari Kemerdekaan ke-70, maka perlu diadakan perbaikan bando GAPURA di wilayah kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari?é?á ?é?áKota Semarang. Oleh sebab itu kami selaku Akademisi dari Universitas PGRI Semarang melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat untuk program Perbaikan Bando Gapura di Jl. Plewan II Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, beserta masyarakat setempat sepakat melakukan kegiatan bersama guna merenovasi gapura. ?é?á Kata kunci : gapura , pintu gerbang gapura.

ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS BANGUNAN PADA PERUMAHAN TINGKAT MENENGAH (STUDI KASUS PERUMAHAN BELLA VISTA SEMARANG)

Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): jitek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.487 KB)

Abstract

Perumahan Bella Vista merupakan salah satu perumahan yang ada di Kota Semarang.  Untuk mendapatkan kepuasan konsumen, pengembang perumahan Bella Vista harus mampu memenuhi kebutuhan penghuni. Pengukuran tingkat kepuasan penghuni perumahan Bella Vista perlu dilakukan agar dapat diketahui bagaimana tingkat kepuasan penghuni. Serta menjadi strategi yang harus dilakukan pengembang dalam meningkatkan kepuasan penghuni. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan penghuni perumahan Bella Vista dan mengidentifikasi atribut yang harus mendapat prioritas perbaikan untuk meningkatkan kepuasan penghuni perumahan Bella Vista. Metode yang digunakan adalah importance-performance analysis (IPA). Secara umum pelanggan atau penghuni perumahan Bella Vista Semarang sudah cukup puas dengan kondisi dan kualitas pelayanan saat ini. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya nilai kinerja, yaitu: aspek penampilan fisik (tangible) 74 % responden menilai baik, aspek kehandalan (reliability) 67 % responden menilai cukup baik, aspek tanggapan (responsiveness) 61 % responden menilai baik, aspek kepastian (assurance) 92 % responden menilai baik, aspek empati (emphaty) 81 % responden menilai baik. Tingkat kepuasan konsumen perumahan terhadap kualitas pelayanan perumahan Bella Vista Semarang dalam dimensi penampilan fisik sebesar 3,88 %, menunjukkan konsumen merasa puas dengan tingkat kinerja developer. Sedangkan 8,3 %  tingkat kepuasan pelanggan berada pada kuadran A yang artinya bahwa pihak pengembang belum memberikan kinerja pelayanan yang diharapkan padahal sangat penting menurut pelanggan sehingga harus menjadi titik fokus dalam meningkatkan kinerja dimasa mendatang.

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR DAN SABUT KELAPA TERHADAP BOBOT DAN DAYA SERAP AIR BATAKO

Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/November (2015): JITek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.712 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang rmemiliki banyak kekayaan hayati. Salah satu kekayaan hayati tersebut adalah bukitbukit kapur dan pohon kelapa yang tumbuh di seluruh pelosok Indonesia. Sabut kelapa banyak dimanfaatkan untukmembuat perkakas rumah tangga. Sabut kelapa memiliki bobot ringan dan merupakan serat alami yang dapat digunakansebagai pengganti serat sintetis. Selain sabut kelapa, ketersediaan kapur di Indonesia sangat melimpah. Kapur juga ringan dandapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisika adukan beton dalam jumlah tertentu. Maksud dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh penambahan sabut kelapa dan kapur dalam campuran batako. Tujuannya adalah untukmembandingkan daya serap air dan bobot batako yang dicampur kapur dan sabut kelapa dengan batako biasa Penelitian inimenggunakan komposisi campuran dengan perbandingan bagian/volume bahan susun batako yang terdiri dari semenportland pozzolan, kapur, sabut kelapa dan pasir. Penelitian ini dibatasi pada komposisi campuran semen:pasir:kapur 1:5:5dengan penambahan sabut kelapa sebanyak 25gr, 50gr dan 75gr. Hasil penelitian ini adalah dengan adanya penambahansabut kelapa dan kapur, berat udara batako akan menjadi lebih ringan tetapi daya serap airnya masih cukup tinggidibandingkan dengan batako biasa.