Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : BUANA SAINS

KAJIAN BEBERAPA DEKOMPOSER TERHADAP KECEPATAN DEKOMPOSISI SAMPAH RUMAH TANGGA Krismawati, Amik; Hardini, Dini
BUANA SAINS Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v14i2.350

Abstract

Bertumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mengakibatkan menurunnya sanitasi lingkungan dan estetika kota, sehingga menimbulkan gangguan bagi wargakota. Untuk mengurangi jumlah sampah dapat dilakukan dengan memanfaatkan kembali limbah organic sampah rumah tangga melalui proses daur ulang menjadi kompos. Strategi proses pengomposan yang saat ini banyak dikembangkan adalah dengan menambahkan aktivator/decomposer pengomposan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecepatan dekomposisi beberapa dekomposer pada sampah rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011. Penelitian terdiri dari 4 perlakuan dengan ulangan dua kali yakni perlakuan A = Sampah rumah tangga 50 kg + pupuk kandang 5 kg + dedak 5/6 kg + Molase 1/6 liter dan dekomposer BPTP 1 67 ml yang dilarutkan 1 liter air bersi;.B = Sampah rumah tangga 50 kg + pupuk kandang 5 kg + dedak 5/6 kg + Molase 1/6 liter dan dekomposer SuperDegra 67 ml yang dilarutkan 1 liter air bersih; C = Sampah rumah tangga 50 kg + pupuk kandang 5 kg + dedak 5/6 kg + Molase 1/6 liter dan dekomposer BPTP 2 67 ml yang dilarutkan 1 liter air bersih; dan D = Sampah rumah tangga 50 kg + pupuk kandang 5 kg + dedak 5/6 kg + Molase 1/6 liter dan dekomposer BPTP 3 67 ml yang dilarutkan 1 liter air bersih. Parameter pada penelitian ini adalah suhu, warna, aroma, kandungan C-organik (%), C/N rasio, dan reduksi (%) pada kompos sampah rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengomposan memerlukan waktu 4 – 5 minggu, kandungan C-organik tertinggi terdapat pada perlakuan A yakni 43,28%, kandungan C/N rasio tertinggi terdapat pada perlakuan A yakni 25,63. Berat bahan kompos pada akhir proses pengomposan mengalami penyusutan (reduksi) tertinggi pada perlakuan A1 sebanyak 88,4 %, sedang terendah pada perlakuan C2 sebanyak 80,8%. Berat akhir setelah menjadi kompos yang tertinggi pada perlakuan C2 yakni 9,3 kg sedang yang terendah pada perlakuan A1 yakni 5,8 kg