Ruly Krisdiana
Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Jl. Raya Kendalpayak, km 7 Malang, Jawa Timur

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KEDELAI DOMESTIK DALAM MENGANTISIPASI ERA PERDAGANGAN BEBAS

Majalah Ekonomi Vol 17, No 3 eks (2007): MAJALAH EKONOMI
Publisher : Majalah Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.954 KB)

Abstract

The dynamic of world economic globalization will influence the production condition of produced commodities in Indonesia, that demanded to have high comparative and competitive advantages. On soybean commodity, the decreasingly planting area from year to year and low productivity is one of factors that make low soybean production in Indonesia. On other side, soybean demand for food and feed increase steadily. The lack should be fulfilled by importing the commodity.Various efforts to improve productivity and supperss the import has been done. Soybean development will be better if directed for making new superior variety that has yield level more than 2,5 t/ha, suitable with user preference, that is moderate – big seed, medium age and high protein content.The effective superior variety dissemination that suitable to market demand is with JABAL system (Inter-Field Seed Lane). The efforts yo implement high competitive-ness technology by developing soybean at location/ region that has LQ (Location Quotient) value in moderate – high category and implementing innovative technology for the soybean cultivation.Keywords: Soybean Commodity; New Superior Variety; JABAL system (Inter-Field Seed Lane); LQ (Location Quotient); Innovative Technology for the Soybean Cultivation.

DINAMIKA PREFERENSI PETANI DAN PENYEBARAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Buletin Palawija No 28 (2014)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan penyumbang produksi kedelai ketiga terbesar setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dinamika preferensi petani dan penyebaran varietas unggul kedelai di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2012 mengalami pergeseran dan perbedaan dengan tahun 2008. Penulisan ini adalah untuk menelaah dinamika preferensi petani dan penyebaran varietas kedelai di Nusa Tenggara Barat. Makalah disusun berdasarkan suatu telaah beberapa studi perilaku petani pada tahun 2008 dan 2012. Hasil telaah mampu memberikan gambaran bahwa adanya dinamika preferensi petani dalam kurun waktu tahun 2008 sampai dengan 2012, kecuali keinginan petani dari aspek kulit biji kedelai yang tetap yakni kuning sampai dengan putihkekuningan dan bentuk biji yang oval. Di sisi lain, telah terjadi pergeseran preferensi petani terhadap kedelai yang mengarah ke biji besar dan umur panen genjah. Implikasinya adalah pengembangan kedelai berbiji besar, bentuk biji yang oval, berumur genjah dan warna kulit biji kuning atau putihkekuningan mempunyai peluang besar untuk diterima petani secara cepat. Dari aspek penyebaran varietas kedelai memberikan pengertian bahwa varietas unggul kedelai yang ukuran bijinya besar mendominasi areal tanam atau panen kedelai (Anjasmoro dan Grobogan). Peran pemerintah melalui program bantuan langsung benih unggul (BLBU) mempercepat penyebaran varietas unggul baru.

MODEL RESPON PENAWARAN KOMODITAS UBIKAYU DI INDONESIA

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Airlangga (J E B A) | Journal of Economics and Business Airlangga Vol 21, No 3 (2011): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS AIRLANGGA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the previous years, increasing the powerful of cassava would be impact increasing the cassava demandin the markets. The arising problem is how the supply of cassava to responses. Therefore, the research ofthat is needed. The main objective of research is to identify the factors that influencing the supply responseof cassava. Research was conducted in Indonesia using the time series data comprising sweet potatoproduction, harvested area and price from 1966 to 2004. In addition the groundnut, soybean, paddy, sweetpotato and maize prices were recorded to identify the role of the commodity to cassava supply. Data wasanalysis with supply function model was developing by Nerlove (1956; 1958).The research results indicate that the supply response of cassava is influenced by the prices of cassava,soybean and groundnut in the previous years, with positive sign exclude the groundnut price. Base on theown price elasticity, cassava is inelastic. But the cross price elasticity with groundnut price, it is competitiveproducts of cassava. And with the soybean price, it is joint product. The implication of research is theincreasing cassava supply policy could be aborted through the increasing the cassava yields, in order toanticipate the increasing demand of cassava.Key word: Cassava; Supply Response; and Price Elasticity

DINAMIKA PREFERENSI PETANI DAN PENYEBARAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI DI PROPINSI KEDELAI DI PROPINSI JAWA TIMUR

CAKRAWALA Vol 5, No 2: Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1961.49 KB)

Abstract

Tujuan utama kajian ini adalah untuk menelaah dinamika preferensi dan penyebaran varietas kedelai. Kajian ini ditulis berdasarkan suatu “review” beberapa studi perilaku petani. Hasil kajian memberikan gambaran bahwa dinamika preferensi petani terhadap varietas kedelai memberikan makna terjadinya pergeseran preferensi petani dari ukuran biji kecil-sedang ke ukuran biji besar di daerah Jawa Timur. Hal ini memberikan implikasi upaya penyebaran varietas unggul kedelai dengan ukuran biji besar mempunyai peluang untuk dapat diterima petani.

Tingkat Penerimaan Industri Terhadap Varietas Unggul Kedelai di Jawa Timur

CAKRAWALA Vol 7, No 1: Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2452.621 KB)

Abstract

Kebutuhan kedelai domestic sekitar 2,3 juta ton per tahun,sedangkan produksi kedelai dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 30-40% dari kebutuhan nasional,sedang selebihnya dicukupi oleh kedelai impor. Hingga tahun 2011 telah dilepas 72 varietas unggul kedelai oleh pemerintah, baik yang berbiji besar, sedang, dan kecil. Permasalahan mendasar adalah: varietas unggul mana yang relative banyak diusahakan oleh industri yang berbahan baku kedelai. Oleh karena itu kajian tentang tingkat penerimaan industri terhadap varietas unggul komoditas kedelai diperlukan. Penelitian dilaksanakan di industri tahu, temped an kecap di Jawa Timur (Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Surabaya,Jombang Nganjuk,Kediri,Bangkalan) secara survey dengan metode purposive sampel ke industri tahu, temped an kecap pada 2011.