NUR KOMALASARI
Universitas Udayana

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Tampilan Broiler Betina yang Diinjeksi Kombinasi Tylosin dan Gentamicin

Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging broiler dipilih sebagai salah satu alternatif, karena kita tahu bahwa  broiler sangat efisen diproduksi. Kendala yang dihadapi peternak saat ini adalah tingginya harga pakan dan kompleksitas penyakit yang muncul dikalangan peternak. Penggunaan antibiotik di bidang peternakan sudah sangat luas, baik sebagai imbuhan ransum maupun untuk tujuan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin terhadap performan broiler betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian broiler strain CP 707 Produksi PT. Charoen Pockphard Jaya Farma sebanyak 24 ekor betina yang dipelihara selama 35 hari. Pada hari kesebelas ayam dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, yang setiap kelompoknya berjumlah 6 ekor. Ransum yang diberikan pada penelitian ini yaitu ransum starter dan finisher CP 11 produksi PT. Charoen Pockphard Jaya Farma, Surabaya. Penelitian ini menggunakan antibiotik kombinasi tylosin dan gentamicin dengan dosis 0,1 ml, 0,2 ml, dan 0,3 ml. Injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin 0,1 ml, 0,2 ml, dan 0,3 ml tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat badan, pertambahan berat badan, dan konversi ransum. Sedangkan lama pemeliharaan (hari) berpengaruh sangat  (P<0,01) terhadap berat badan, pertambahan berat badan, dan konversi ransum.

FORMULASI GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) dengan BASIS CARBOPOL

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Pada masa kini perawatan kulit sangat diperlukan untuk melindungi kulit dari efek oksidatif radikal bebas yaitu dengan menggunakan antioksidan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung xanton yang merupakan antioksidan yang sangat kuat. Antioksidan merupakan zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi sistem biologi tubuh dari efek merugikan yang timbul dari proses ataupun reaksi yang menyebabkan oksidasi yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi tertentu dalam bentuk sediaan gel antioksidan dan mengetahui sifat fisik dan kimianya.            Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diekstrasi menggunakan cara maserasi. Formula dibuat dengan mevariasikan 3 konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis 0,2%, 0,4%, dan 0,6% menggunakan gelling agent karbopol 940 0,5%. Pengujian sediaan gel dilakukan terhadap organoleptis (bau, warna, tekstur), homogenitas, pH, iritasi kulit, dan daya sebar gel antioksidan.            Hasil pengujian sifat fisik, gel ekstrak etanol kulit buah manggis menggunakan basis karbopol 940  pada formula I dengan konsentrasi ekstrak 0,2% berwarna kuning keputihan, formula II dengan konsentrasi 0,4% berwarna kuning coklat muda, formula III dengan konsentrasi 0,6% berwarna kuning coklat tua dan masing-masing formula berbau oleum citri dan bertekstur kental halus, memiliki nilai pH 6 dengan homogenitas yang baik dan tidak mengiritasi. Daya sebar yang dihasilkan pada masing-masing formula gel antioksidan memiliki nilai yang tidak memenuhi persyaratan daya sebar.             Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat diformulasikan sebagai gel antioksidan. Formula gel antioksidan yang terbaik yaitu pada formula I dengan konsentrasi ektrak 0,2% dengan hasil pengujian sifat fisik yang cukup stabil serta memiliki warna yang lebih transparan. Kata Kunci : Buah manggis (Garcinia mangostana L), Antioksidan, Gel

MENGUKUR EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN FISIKA CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

Wahana Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2018): Wahana Pendidikan Fisika (WAPFI) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.383 KB)

Abstract

ABSTRAKPembelajaran fisika di tingkat SMK kurang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu model yang biasa digunakan dalam pembelajaran di kelas adalah model Contextual Teaching Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengunaan model CTL pada proses pembelajaran fisika. Untuk mengukur efektivitas penggunaan proses pembelajaran CTL digunakan penilaian dengan teknik Authentic Assesment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Activity Sheet (SAS). Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan sampel penelitian kelas X RPL 1 dan X RPL 2 SMK Bakti Nusantara 666. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Tingkat konsentrasi belajar dan pendalaman materi fisika setiap peserta didik bervariasi. (2) Kurang sesuai antara rancangan dan tujuan pembelajaran yang disiapkan guru dengan capaian tujuan pembelajaran peserta didik. Hasilnya menunjukkan kurang efektif, berada pada kategori kurang tinggi dengan rata-rata 57,14 dan 59,29. (3) Proses pembelajaran fisika CTL berdasarkan sintaks menunjukkan kurang efektif, berada pada kategori kurang tinggi dengan rata-rata 58,5 dan 61,5. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan AABTLT with SAS untuk mata pelajaran yang lain.Kata Kunci: AABTLT with SAS; Contextual Teaching and Learning; Efektivitas Proses PembelajaranABSTRACTPhysics learning at SMK level is less related to daily life. One of the models commonly used in classroom learning is the Contextual Teaching Learning (CTL) model. This study aims to determine the effectiveness of using CTL model in physics learning process. To measure the effectiveness of the use of CTL learning process used assessment with Authentic Assessment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) technique with Student Activity Sheet (SAS). This study used quashes experimental method of X class RPL 1 and X RPL 2 SMK Bakti Nusantara 666 study. The result concluded that (1) the level of learning concentration and the deepening of the physics of each learner varied. (2) Less appropriate between the design and learning objectives prepared by the teacher with the achievement of learning goals of learners. The results show less effective, are in the less high category with an average of 57,14 and 59,29 (3) CTL physics learning process based on syntax shows less effective, is in the category of less high with an average of 58,5 and 61,5. The results of this study recommend the application of AABTLT with SAS for other subjects.Keywords: AABTLT with SAS; Contextual Teaching and Learning; Effectiveness of Learning Process.