Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN METODE RAPID APPRAISAL FOR FISHERIES (RAPFISH) YANG MULAI DIPERKENALKAN OLEH FISHERIES CENTER, UNIVERSITY OF COLUMBIA DI TAHUN 1999 SA AT INI TELAH BANYAK DILAKUKAN DI BERBAGAI NEGARA. NAMUN DEMIKIAN, RAPFISH SEBAGAI SUATU METODE UNTUK MENGUKUR DAN MENGGAMBARKAN KONDISI LESTARI SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN DI SUATU TEMPAT ATAU WILAYAH MASIH TETAP AKTUAL UNTUK DILAKUKAN DI INDONESIA. MASIH RELEVANNYA PENGGUNAAN ANALISIS RAPFISH DI INDONESIA DIKARENAKAN DATA-CLATA AKTUAL YANG MEN Hartono, Tjahjo Tri; Kodiran, Taryono; Iqbal, M Ali; Koeshendrajana, Sonny
Buletin Ekonomi Perikanan Vol. 6 No. 1 (2005): Buletin Ekonomi Perikanan
Publisher : Buletin Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan metode Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) yang mulai diperkenalkan oleh Fisheries Center, University of Columbia di tahun 1999 sa at ini telah banyak dilakukan di berbagai negara. Namun demikian, RAPFISH sebagai suatu metode untuk mengukur dan menggambarkan kondisi lestari sumberdaya kelautan dan perikanan di suatu tempat atau wilayah masih tetap aktual untuk dilakukan di Indonesia. Masih relevannya penggunaan analisis RAPFISH di Indonesia dikarenakan data-clata aktual yang menggambarkan kondisi wilayah pengelolaan perairan di Indonesia masih sangat minim. Oi sisi lain kebutuhan akan pengelolaan yang berkelanjutan atas wilayah tersebut semakin mendesak. Makalah ini memaparkan upaya pengembangan metode RAPFISH yang sesuai dengan kondisi perikanan tangkap di Indonesia. Kesesuaian metode RAPFISH ini diharapkan dapat menggambarkan dengan cepat dan akurat suatu kondisi pemanfaatan dan pengelolaan perikanan tangkap di suatu wilayah, sehingga dapat digunakan sebagai indicator kinerja pembangunan berkelanjutan perikanan tangkap di Indonesia.
ANALISIS HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL EKSPOR UDANG INDONESIA Aisya, Lia Kamelia; Koeshendrajana, Sonny; Hartono, Tjahjo Tri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3922.899 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.1-14

Abstract

Kajian analisis hambatan perdagangan internasional ekspor udang lndonesia dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan September 2004. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang menghambat dalam peningkatan kinerja ekspor Indonesia dengan menggunakan metode analisis deskriptif-tabulatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa selain hambatan tarif yang tinggi, ekspor udang Indonesia juga menghadapi berbagai hambatan non tarif yang berhubungan dengan standar konservasi internasional yang menambah biaya sehingga menurunkan keunggulan kompetitif Indonesia.
PERTUMBUHAN, MORTALITAS, DAN PENANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG DIINTRODUKSIKAN DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Kartamihardja, Endi Setiadi; Koeshendrajana, Sonny; Satria, Hendra
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2514.483 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.2.2006.77-87

Abstract

Waduk Darma dengan luas 400 ha merupakan perairan waduk dengan tingkat kesuburan yang tinggi sehingga waduk tersebut sangat potensial untuk pengembangan perikanan tangkap Penebaran udang galah (Macrobrachium roserbergii) dl Waduk Darma dilakukan untuk memanfaatkan kesuburan perairan yang tersedia.
ANALISIS SITUASI PENGELUARAN DAN KONSUMSI RUMAH TANGGA TERHADAP KOMODITAS IKAN DI INDONESIA Suryawati, Siti Hajar; Saptanto, Subhechanis; Koeshendrajana, Sonny
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3801.809 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.63-72

Abstract

Riset bertujuan untuk mengkaji situasi pengeluaran dan konsumsi rumah tangga untuk komoditas ikan di Indonesia telah dilakukan pada tahun 2004. Metoda eksploratif-analitik digunakan dalam kajian tersebut. Analisis deskriptif statistik digunakan untuk eksplorasi data SUSENAS tahun 1996, 1999 dan 2002.
BIO-ECONOMIC APPROACH ON ASSESSING MANAGEMENT OPTIONS FOR THE FISHERY: The Case of Open Water Fishery of South Sumatra, lndonesia Koeshendrajana, Sonny; Cacho, Oscar
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 7, No 1 (2001): (2001)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5392.441 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.7.1.2001.54-61

Abstract

The issue of better management for tropical inland fisheries has become one of the major problems for Indonesia. For the decision-makers, the question of to whom to assign property rights is difficult because it involves an assessment of who can use the resource in the best interests of society.
KAJIAN TINGKAT PARTISIPASI DAN KONSUMSI IKAN DITINJAU DARI ASPEK REGIONAL KOTA DAN DESA DIINDONESIA Saptanto, Subhechanis; Suryawati, Siti Hajar; Koeshendrajana, Sonny
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2291.908 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.73-82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi dan konsumsi ikan di masyarakat perkotaan dan pedesaan berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Metode yang digunakanadalah metode analisis deskriptif dan studi literatur. Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data SUSENAS tahun 1996, 1999,2002. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat partisipasikonsumsi ikan di wilayah perkotaan umumnya lebih tinggi daripada daerah pedesaan.
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI DANAU TOBA PASKA INTRODUKSI IKAN BILIH Koeshendrajana, Sonny
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (2011): (Mei 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.108 KB) | DOI: 10.15578/jkpi.3.1.2011.1-12

Abstract

Pengelolaan perikanan tangkap pada hakekatnya adalah pengendalian penangkapan (control of fishing) dan pengendalian upaya penangkapan (control of fishing effort) melalui sejumlah opsi pengelolaan yang diimplementasikan oleh pihak pengelola (management authority). Kajian kebijakan dan strategi pengelolaan perikanan tangkap di perairan Danau Toba pasca introduksi ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) dimaksudkan untuk memberikan panduan praktek pengelolaan yang mampu menjamin keberlanjutan perikanan ikan bilih di perairan Danau Toba. Metode survei penilaian cepat (rapid appraisal survey) dan review literatur digunakan dalam kajian ini; sedangkan metode analisis deskriptif tabulatif dan content analysis digunakan untuk membantu pengambilan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ikan bilih yang ditebarkan ke Danau Toba 2.840 ekor dengan ukuran panjang berkisar antara4,1-5,7 cm dan bobot 0,9-1,5 g pada tahun 2003 telah mampu memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar Danau Toba. Penggunaan alat tangkap yang kurang ataupun tidak terkontrol telah memberikan indikasi penurunan jumlah dan kualitas stok ikan bilih; sehingga implementasi opsi pengelolaan yang meliputi pengembangan kawasan konservasi dan pengaturan serta pengendalian penggunaan alat tangkap bagan untuk menjamin keberlanjutan perikanan ikan bilih perlu segera diterapkan oleh pihak pengelola.Fishery management is essentially a control of fishing and fishing effort through various management options implemented by a management authority. Studies on policies and strategies for fishery management in the Lake Toba water body post introducing or stocking of bilih fish (Mystacoleucus padangensis Bleeker)aimed at providing a sort of guidelines for management practice in order to ensure sustainability of such the fishery. Rapid appraisal survey method and literature review were used in this study. Analysis of the study used a descriptive method compounded by cross tabulated data techniques and a content anaysis method. Results show that introducing of bilih fish in the Toba Lake amounted of 2,840 piece with body length of 4.1-5.7 cm and body weight of 0.9-1.5 g in 2003 has been able to provide a positive impact to social and economic aspects of the society surrounding the Lake Toba. However, the use of uncontrolled fishing and fishing effort was led to indication of decreasing quantitatively and qualitatively such of the fish stock; therefore, implementation of management options of developing a protected or conserved area and controlled the use of bagan fishing gear has to be imposed by management authority.
KARAKTERISTIK LIMNOLOGIS, PERKEMBANGAN POPULASI IKAN PATIN SIAM (Pangasionodon hypophthalmus) INTRODUKSI DAN PERIKANAN DI WADUK WONOGIRI, JAWA TENGAH Kartamihardja, Endi Setiadi; Purnomo, Kunto; Koeshendrajana, Sonny; Umar, Chairulwan
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (2011): (Mei 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.292 KB) | DOI: 10.15578/jkpi.3.1.2011.37-50

Abstract

Ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) diintroduksikan ke Waduk Wonogiri (luas 8.800 ha), Jawa Tengah pada tahun 1999-2002 yang ditujukan untuk mengisi relung ekologis yang kosong dan meningkatkan produksi ikan. Penelitian tentang perubahan karakteristik limnologis waduk, perkembangan dan kontribusi sumber daya ikan patin terhadap hasil tangkapan serta implikasi pengelolaan dan konservasinya telah dilakukan pada tahun 2009. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapang, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waduk Wonogiri telah mengalami penyuburan (eutrofikasi). Makanan utama ikan patin adalah plankton, ikan ini dapat memijah secara alami di waduk namun diduga laju rekruitmennya lebih rendah dari laju penangkapannya. Pemanfaatan sumber daya ikan patin siam telah mencapaitingkat optimum yang diindikasikan dengan hasil tangkapan yang stabil pada kisaran 149,6-155,2 ton selama periode tahun 2005-2009. Langkah-langkah pengelolaan yang perlu diterapkan meliputi perlindungan daerah pemijahan dan asuhan ikan patin di muara Sungai Keduwang; perlindungan induk ikan patin di kawasan budi daya keramba jaring apung Cakaran; penebaran benih patin untuk menambah rekruitmen; pengawasan dan penegakkan hukum dalam penggunaan alat tangkap yang merusak dengan melibatkan kelompok masyarakat pengawas; monitoring dan evaluasi hasil tangkapan dengan melibatkan peran serta pedagang pengumpul; dan penguatan kelembagaan pengelola perikanannya. Introduction of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) to Wonogiri Reservoir (a surface water area of 8,800 ha), at Central Java has been conducted in the period 1999-2002. A field observation, desk study, and interview aimed to evaluate limnological characteristics of the reservoir, growth and development of the striped catfish resource, the contribution to total yield and its management and conservation implication has been conducted in 2009. Results of the study showed that the Wonogiri Reservoir developed to become an eutrophic waters. The Striped catfish feed on plankton, grew faster and spawn naturally but it is estimated that the recruitment rate was lower than that the exploitation rate. The exploitation of the catfish resource has reached the optimum utilization which is indicated with stabilize the catfish yield at a range of 149.6-155.2 ton in the period of 2005-2009. Management measures which should be implementedinclude: protecting of the striped catfish spawning and nursery ground at mouth of Keduwang River; protecting the striped catfish brood stock at fish cage culture area at Cakaran; restocking of striped catfish juvenile to increase their recruitment;surveilance and law enforcement of the destructive fishing gear through participation of the society group; monitoring and evaluation of the fish yield through participation of the fish broker; and increasing capacity building of the local fisheries management unit.
INDEKS SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN INDONESIA Ramadhan, Andrian; Yuliati, Christina; Koeshendrajana, Sonny
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.677 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v12i2.6497

Abstract

Indeks Sosial Ekonomi merupakan indeks komposit yang menunjukkan kondisi sosial ekonomi  rumah tangga berdasarkan tiga aset modal yaitu modal finansial, modal sumberdaya manusia dan modal sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kondisi sosial ekonomi nelayan berdasar kelas armada. Metode yang digunakan merupakan modifikasi dari kerangka sustainable livelihood dengan analisis dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa nilai indeks yang terbesar terletak pada kelas armada 11-30 GT. Data ini menunjukkan bahwa nelayan pada kelas tersebut memiliki kondisi sosial ekonomi yang lebih baik. Namun demikian, semakin besar ukuran armada tidak selalu menunjukkan hubungan yang positif karena nilai indeks yang terkecil justru terjadi pada kelas armada 5-10 GT. Oleh karena itu pengembangan usaha nelayan berdasarkan kelas armada akan lebih baik bila dikembangkan pada dua kelas yaitu kurang dari 5 GT atau 11-30 GT.Ttile: Socio Economics Index of Fisher Household in IndonesiaThe socio-economic index is a composite index showing the socio-economic conditions of households based on three capital assets namely financial capital, human capital and social capital. The purpose of this research is to understand the difference of socio-economic condition of fisher based on fleet class. The method used is a modification of the sustainable livelihood framework with the analysis conducted descriptively. Based on the analysis results, it is known that the largest index value lies in the class of 11-30 GT fleet. These data indicate that fisher in those classes have better socioeconomic conditions. However, the larger the size of the fleet does not always show a positive relationship because the smallest index value actually occurs in the 5-10 GT fleet class. Therefore, the development of fishing business based on fleet class will be better if developed in two classes that is less than 5 GT or 11-30 GT.
Front Matter Koeshendrajana, Sonny
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 2 (2016): DESEMBER (2016)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.98 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v11i2.4946

Abstract