Kiyatno Kiyatno
Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A Surakarta

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Antioksidan Vitamin dan Kerusakan Otot pada Aktivitas Fisik Studi Eksperimen pada Mahasiswa JPOK-FKIP UNS Surakarta Kiyatno, Kiyatno
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2009:MMI VOLUME 43 ISSUE 6 YEAR 2009
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.934 KB)

Abstract

Vitamin antioxidants administration toward muscle damage on exercise. An experimental study in students of FKIP–JPOK Sebelas Maret UniversityBackground: Exercise has dual effects, which not only enhance health status and performance but also results in muscular damage. The aim of this study is to determine when the administration of vitamin antioxidants is more effective in reducing the muscular damage.Methods: An experimental quantitative study with a 2x2 factorial research design was used in this study. Forty of total students in third semester of JPOK-FKIP Sebelas Maret University were randomly selected to become the experimental subjects and divided equally into four groups. First and second groups performed exercise with strenuous sub maximal intensity (SSI, running 2x800 m) and took the vitamin antioxidants (30 mg vitamin A, 200 mg vitamin C, 50 mg vitamin E, 15 mg Zn and 25 mcg Se) before runningfor first group and after running for second group respectively. Prior to perform prolonged sub maximal intensity (PSI, running 1500 m) third group took the same antioxidants while fourth group took the antioxidant after doing PSI. 48 hours later, MDA plasma levels were determined by using TBARS in order to measure the muscular damage. T-test was use for analyzing all collected data.Results: There is different effect on muscle damage when vitamin antioxidants were taken before and after exercise (obs.T 3.70> tb.T 1.68), which vitamin antioxidants were taken after exercise has a better muscle damage (MDA 200.60><222.38).Conclusions: The administration of vitamin antioxidants after exercise has a better muscle damage.Keywords: Exercise, vitamin antioxidants, muscle damageABSTRAK Latar belakang: Aktivitas fisik selain membuat tubuh menjadi lebih sehat dan lebih bugar, juga dapat menimbulkan kerusakan otot. Tujuan penelitian untuk mengetahui waktu pemberian antioksidan vitamin yang paling efektif untuk mengurangi kerusakan otot.Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif–eksperimental menggunakan rancangan penelitian faktorial 2x2. Subyek penelitian diambil secara acak sederhana (n=40) mahasiswa JPOK-FKIP UNS semester III, dibagi menjadi 4 kelompok: (1) minum antioksidan vitamin lalu lari 2x800 m (2) lari 2x800 m lalu 20 jam kemudian minum antioksidan vitamin (3) minum antioksidan vitamin lalu lari 1500 m (4) lari 1500 m lalu 20 jam kemudian minum antioksidan vitamin. Kerusakan otot diukur berdasarkankadar MDA plasma dengan metode TBARS 48 jam setelah perlakuan. Antioksidan vitamin terdiri vitamin C 200 mg, vitamin E 50 mg, vitamin A 30 mg, Zn 15 mg, Se 25 mcg. Analisis data menggunakan t-test dengan tingkat kepercayaan 95%, dengan komputer minitab for Window release 13.Hasil: Terjadi perbedaan pengaruh yang bermakna terhadap kerusakan otot antara pemberian antioksidan vitamin sebelum dengan sesudah aktivitas fisik (thit 3,70>ttab 1,68). Pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik kerusakan otot lebih kecil dibanding sebelum aktivitas fisik. (MDA 200,60><222,38).Simpulan: Pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik kerusakan otot lebih kecil dibanding sebelum aktivitas fisik.
Contribution of Respiratory System in VO2 Max Dawoes, Muchsin; Kiyatno, Kiyatno; Suradi, Suradi
Journal of Respirology Indonesia Vol. 31 No.1 Januari 2011
Publisher : Journal of Respirology Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Background : Multifactorial influence on VO2 max e.g respiratory, cardiovascular, O2 transport and tissuebiochemicalsystem. The purpose of this study to explore contributional respiratory system to VO2 max onvariety of sport.Method : The study were done from June to August 2008 among 155 sport athletes of 7 sport fields usingsimple random sampling based on minimal sample size. There are 85 athletes met the defined inclusiveand exclusive criterion who were measured accordingly with; (1) spirometric, tidal volume (2) hemoglobinconsentration with cyanmethemoglobine measured (3) Astrand Step Test, VO2 max followed by (4) pulsmeterheart rate determination. Data analysis were done by regression and ANAVA.Results : The results shows that contributional levels of respiratory, O2 transport and cardiovascular systemare 12,32%; 36,97% and 45,51% accordingly.Conclusions : The respiratory contributional levels is under the contributional levels of cardiovascular or O2transport system.Keywords : VO2, cardiovascular, O2
FAKTOR KONDISI FISIK DOMINAN PENENTU PRESTASI BERMAIN TENIS MEJA (Analisis Faktor Fleksibilitas Pergelangan Tangan, Fleksibilitas Pinggul, Waktu Reaksi, Koordinasi Mata Tangan, Kelincahan , dan Power Otot Lengan Pada Mahasiswa Pembinaan Prestasi Tenis Mej Mahendra, Ika Rudi; Sugiyarto, Sugiyarto; Kiyatno, Kiyatno
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tenis meja membutuhkan kelengkapan kondisi fisik agar mampu mendapatkan prestasi lebih tinggi disamping penguasaan teknik dan strategi. Komponen kondisi fisik antara lain, kekuatan, daya tahan, daya ledak otot, kecepatan, koordinasi, fleksibilitas, kelincahan, keseimbangan, ketepatan, dan reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuidiantara faktor fisik fleksibilitas pergelangan tangan, fleksibilitas pinggul, waktu reaksi, koordinasi mata tangan, kelincahan, dan power otot lengan, manakah yang dominan menentukan prestasi bermain tenis meja pada mahasiswa putra pembinaan prestasi tenis meja.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analisis faktor, yaitu analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa pembinaan prestasi UNS. Sampel sebanyak 16mahasiswa diperoleh melalui teknik purposive random sampling. Data yang digunakan diambil melalui serangkaian test terhadap variabel bebas dan terikat. Metode pengujian penelitian ini menggunakan analisis faktor konfirmatori dengan bantuan program SPSS 19 dan amos 21.Hasil pengujian hipotesis penelitian terbukti bahwa keseluruhan faktor kondisi fisik mempunyai pengaruh dan hubungan yang signifikan terhadap prestasi bermain tenis meja. Faktor kondisi fisik tersebut antara lain fleksibilitas pergelangan tangan, fleksibilitas pinggul, waktu reaksi, koordinasi mata tangan, kelincahan dan power otot lengan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, diambil kesimpulan bahwa Faktor dominan dari keenam faktor kondisi Fisik yang mendukung prestasi bermain tenis meja mahasiswa berturut-turut adalah :kelincahan dengan nilai korelasi 0,428, fleksibilitas pinggul dengan nilai korelasi 0,220, koordinasi mata tangan dengan nilai korelasi sebesar 0,165, Waktu reaksi dengan nilai korelasi sebesar 0,149, Fleksibilitas pergelangan tangan dengan nilai korelasi sebesar 0,123 danPower otot lengan sebesar 0,118..
PERBEDAAN PENGARUH TINGKAT KESULITAN DAN TINGGI BADAN TERHADAP HASIL TEMBAKAN FREE THROW BOLABASKET (StudiEksperimenPengaruh Kesulitan Tinggi Ring dan Lebar Ring Terhadap Hasil Tembakan Free Throw pada Ekstrakurikuler Bola Basket Putra SMA 2 Kudus) Andianta, Zuhdi; Kiyatno, Kiyatno; Purnama, Sapta Kunta
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study are to determine (1) variability in the effect of high difficulty level difference and the width of the ring to the board shot the free throw in a basketball game. (2) The difference in height difference in the effect of high, medium height and low height on the free throw shot results in the game of basketball. (3) Whether or not the interaction effect between the level of difficulty and height toweard the shot free throw results in basketball gameThis study use an experimental method which consists of three variables, namely manipulative independent variable (high difficulty level reflective board and ring width), attributive variables (height) and the dependent variable (test basketball free throw). The study design is a 2x3 factorial. The sample used in this study is extracuriculer of boys baketball team of SMA 2 Kudus with a sample of 60 children. Sampling was purposive random sampling. Height data obtained with Anthopometer whereas free throw ability measured by the test results free throwAnalysis using ANOVA. Prior to the ANOVA test, first using sample normality test (Test Lillifors with ? = 0.05), and the homogeneity of variance test (Test Barlet with ? = 0.05 level).Based on the results of the study showed that : ( 1 ) There is a difference between the effect of a high difficulty level training methods and training methods reflective board width of the ring to the basketball free throw shooting results , obtained sig = 0.005 is smaller than 0.05 . Therefore, the null hypothesis ( Ho ) is rejected and the alternative hypothesis ( Ha ) is accepted . Training methods have increased the width of the ring is better than high ring . ( 2 ) There is a significant difference between students who had a height high , medium, low on the basketball free throw shot . Group that has a height high , medium , and low , sig = 0.028 is smaller than 0.05 . Players who have tall height posture has increased capacity free thruow results better than the player who has the posture of the body is medium or low . ( 3 ) There is an interaction between training method and height of the basketball free throw shot the sig = 0.001 is smaller than 0.05 .Keywords: Level of difficulty, Height, results Thruow Free Shots Basketball.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYEDIAAN FASILITAS OLAHRAGA PENDIDIKAN DI SMP SE-KABUPATEN DEMAK (Analisis tentang Prosedur, Pemerataan, Ketersediaan, dan Ketercukupan Fasilitas Olahraga Pendidikan) Mulyo, Sujati; Kristiyanto, Agus; Kiyatno, Kiyatno
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah merupakan produk usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhanrakyat. Implementasi kebijakan setiap daerah berbeda-beda menyesuaikan kebutuhannnya. Salah satukebijakan pemerintah adalah penyediaan fasilitas olahraga pendidikan di SMP. Sehingga diperlukansebuah analisis mengenai kebijakan tersebut. Tujuannya untuk evaluasi kebijakan yang sudah ada danmembuat kebijakan baru yang lebih efektif dan tepat sasaran.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pemerintah tentang prosedur, pemerataan,ketersediaan, dan ketercukupan fasilitas olahraga di SMP di Kabupaten Demak. Penelitian ini dilakukan diKabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah kebijakanpemerintah tentang penyediaan fasilitas olahraga pendidikan. Sumber data berupa dokumen peraturandaerah tentang olahraga pendidikan dan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengkaji dokumen dan arsip (contentanalysis), wawancara mendalam (in-depth interviewing) dan observasi (observation).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur, Pemerataan, Ketersediaan, dan Ketercukupan FasilitasOlahraga Pendidikan di SMP se-Kabupaten Demak belum terprogram dengan baik. Peran pemerintahbelum terlihat dengan jelas dalam penyediaan fasilitas olahraga pendidikan di Kabupaten Demak. Prosedurpenyediaan fasilitas olahraga pendidikan di Kabupaten Demak belum berjalan dengan baik. Pemerataanpenyediaan fasilitas olahraga pendidikan di SMP belum merata ke seluruh sekolah. Ketersediaan fasilitasbelum merata pada semua SMP di Kabupaten Demak. Ketersediaan fasilitas olahraga belum memenuhikebutuhan olahraga pendidikan. Ketercukupan fasilitas olahraga belum maksimal. Sehingga berdampakpada kegiatan belajar mengajar maupun prestasi olahraga pendidikan.
FAKTOR FISIK DOMINAN PENENTU KEMAMPUAN APNEA PADA SELAM (Study Korelasi Panjang Tungkai, Lingkar Dada, Kekuatan Otot Tungkai, Kapasitas Paru, Volume Oksigen Maksimal dan Fleksibilitas Togok Pada Atlet Selam Di Provinsi Jogjakarta) Sistiasih, Vera Septi; Kiyatno, Kiyatno; Purnama, Sapta Kunta
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: diantara variabel panjang tungkai, lingkar dada, kekuatan otot tungkai, kapasitas paru, volume oksigen maksimal dan fleksibilitas togok, yang manakah dominan mempengaruhi kemampuan apnea pada selam. Penelitian ini termasuk “korelasi” yang terdiri dari variabel bebas yaitu panjang tungkai, lingkar dada, kekuatan otot tungkai, kapasitas paru, volume oksigen maksimal dan fleksibilitas togok, dan variabel terikat yaitu kemampuan apnea pada selam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet selam putra Propinsi Jogjakarta sejumlah 25 orang. Data diperoleh dari tes setiap variabel bebas dan termasuk variabel terikat, kemudian dinalisis menggunakan instrument komputer program dengan SPSS dan Amos.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan Analisis Faktor Konfirmatori (Emzir, 2008: 48). Analisis faktor adalah salah satu metode statistik multivariat yang mencoba menerangkan hubungan antara sejumlah perubahan-perubahan yang saling independen antara satu dengan yang lain sehingga bisa dibuat satu atau lebih kumpulan perubahan yang lebih sedikit dari jumlah perubahan awal. Analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor-faktor dominan dalam menjelaskan suatu masalah (http://www.slideshare.net/ganuraga/analisis-faktor).Metode satistik multivariat banyak digunakan. Salah satu multivariat digunakan dalam bidang olahraga untuk mengukur variabel dominan anthropometri dan fisik dalam kemampuan apnea selam dimana variabelnya yaitu (enam variabel bebas dan satu variabel terikat) yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisa menggunakan Program Statistik Komputerisasi dengan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Versi 22 dan menggunakan AMOS 18. Statistik multivariat membutuhkan banyak perhitungan matematis yang tidak memungkinkan dilakukan secara manual. Dengan banyak metode multivariat lain seperti analisis faktor konfirmatori yang tingkat kompleksnya dapat melebihi metode regresi berganda maka dilakukan penghitungan menggunakan SPSS dan AMOS (Santoso, 2012: 58)
Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Bola Basket di Kabupaten Magetan Wibowo, Kristianto; Hidayatullah, M. Furqon; Kiyatno, Kiyatno
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh bagaimana pentingnya pembinaan prestasi olahraga bagi perkembangan prestasi di suatu daerah. Selain itu pembinaan prestasi juga dapat untuk mengembangkan minat, bakat dan juga potensi-pontensi masyarakat di suatu daerah. Fokus dari penelitian ini adalah pada bagaimana pelaksanaan pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analsisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah, Organisasi, Atlet, Pelatih, Ekstrakurikuler, serta sarana dan prasarana bola basket di kabupaten Magetan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan mengenai pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan termasuk dalam kategori kurang baik. Hal itu karena belum berjalan dengan baik faktor-faktor yang membantu mencapai prestasi olahraga yang tinggi yaitu faktor pemassalan, faktor pembibitan serta faktor pencapaian prestasi sehingga prestasi bola basket di kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 1) Dari segi pembinaan prestasi, kabupaten Magetan dalam kategori kurang baik karena belum adanya pembinaan usia dini serta tidak adanya klub-klub bola basket yang ikut membantu pembinaan prestasi di kabupaten Magetan. 2) Dari segi pemerintah, peran pemerintah diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan dana tetapi juga lebih memperhatikan atletnya. 3) Dari segi organisasi, PERBASI kabupaten Magetan diharapkan lebih fokus dalam hal-hal yang mengakibatkan pembinaan prestasi kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 4) Dari segi pelatih, mayoritas pelatih bola basket di kabupaten Magetan belum mempunyai lisensi pelatih dan belum menerapkan program latihan. 5) Dari segi atlet, atlet bola basket di kabupaten Magetan rata-rata baru mengenal dan latihan saat mereka di SMA, serta belum mempunyai rasa disiplin yang tinggi dalam mengikuti latihan. 6) Dari segi ekstrakurikuler, sekolah-sekolah di kabupaten Magetan belum secara penuh mendukung siswanya dalam ekstrakurikuler bola basket. 7) Dari segi sarana dan prasarana bola basket kabupaten Magetan termasuk dalam kondisi cukup baik karena hampir semua sekolah di kabupaten Magetan mempunyai sarana dan prasarana untuk menunjang untuk latihan bola basket. 8) Hambatan yang mempengaruhi pembinaan prestasi olahraga bola basket adalah tidak adanya pembinaan usia dini atlet bola basket di kabupaten Magetan.The background of this research was how important the coaching of sports achievement for the development of achievement in an area. In addition, performance coaching can also develop interests, talents and also the potentials of society in an area. The focus of this research was on how the implementation of basketball sport achievement coaching in Magetan. This research used qualitative descriptive research method. Data collection techniques used are observation techniques, interviews and documentation. Analysis of data by means of data reduction, data presentation and conclusion. The subjects of this study were Government, Organization, Athlete, Coach, Extracurricular, as well as basketball facilities and infrastructure in Magetan. Based on the results of the research, it can be concluded that the development of basketball sport achievements in Magetan was included in the category of less good. That was because the factors that help achieve high sports achievement had not run well which is the bulking, seeding and achievement factors so that the achievement of basketball in Magetan was not getting better. 1) In terms of performance coaching, Magetan in the category of poor because of the lack of early age coaching and the absence of basketball clubs that helped to improve the achievement in Magetan. 2) In terms of government, the expected role of the government was not only to give funds but also pay more attention to the athletes. 3) From the organizational perspective, PERBASI Magetan was expected to put more focus on things that making the achievement of Magetan Regency achievement did not improve. 4) In terms of coaches, the majority of basketball coaches in Magetan did not have a coach license and had not implemented an exercise program yet. 5) In terms of athletes, basketball athletes in Magetan are newly acquainted and exercised when they are in high school, and did not yet have a high sense of discipline in training. 6) In terms of extracurricular, schools in Magetan had not fully supported their students in basketball extracurricular. 7) In terms of facilities and basketball infrastructure Magetan is in good condition because almost all schools in Magetan have the infrastructure to support for the practice of basketball. 8) The obstacles that affect the development of basketball sport achievement is the absence of early age coaching for basketballs athletes in Magetan. .
Hubungan Motivasi, Tinggi Badan dan Power Otot Tungkai terhadap Keterampilan Bolabasket Kusuma, Hangga; Kristiyanto, Agus; Kiyatno, Kiyatno
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bolabasket merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat kompleks dalam permainannya. Terdapat berbagai macam faktor yang dapat berhubungan dan mempengarui dalam penguasaan keterampilan bolabasket.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan serta kontribusi antara motivasi, tinggi badan dan power otot tungkai terhadap keterampilan bolabasket.Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Subyek penelitian: peserta ekstrakurikuler bolabasket SMA 2 Bae Kudus putra, jumlah 50 orang. Dilakukan penilaian motivasi terhadap subyek dengan angket, pengukuran tinggi badan dan power otot tungkai serta keterampilan bolabasket. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi, tinggi badan dan power otot tungkai terhadap keterampilan bolabasket dengan kontribusi sebesar 67%.Basketball is a sport that is very complex in his game. There are several factors that can relate to and influence the acquisition of skills in basketball. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and contribution, height and leg muscle power the basketball skills. The method used is the correlation method. The subject of the research: high school basketball extracurricular 2 Bae Kudus son, total 50 people. Assessment of motivation on the subject of the inquiry, the measurement of height and leg muscle power as well as basketball skills. From the results of this study concluded that there is a positive and significant relationship between motivation, height and leg muscle power on basketball skills with a contribution of 67%.
Partisipasi Masyarakat dan Tingkat Kebugaran Jasmani Bagian dari Pembangunan Olahraga Kabupaten Wonogiri Natalia, Desi; Sugiyanto, Sugiyanto; Kiyatno, Kiyatno
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Dalam bidang keolahragaan, pembangunan tidak hanya berdasarkan perolehan medali di pertandingan multievent, melainkan kontribusi masyarakat dalam berolahraga dan juga tingkat kebugaran jasmani yang merupakan bagian dari Sport Development Index (SDI). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat partisipasi dan kebugaran jasmani masyarakat Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini adalah studi evalusi tentang pembangunan olahraga dengan menggunakan metode campuran antara kuantitatif dan kualitatif dalam konteks evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, Multistage Fitness Test (MFT), dan dokumen. Subyek penelitian terdiri dari usia anak anak (7-12 tahun) 30 orang, usia remaja (13-17 tahun) 30 orang dan usia dewasa (18-40 tahun) 30 orang yang masing masing kelompok usia terdiri dari 15 orang laki laki dan 15 orang perempuan. Subyek mengisi kuesioner partisipasi masyarakat terhadap olahraga sebelum melakukan Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani. Hasil penelitian menunjukkan indeks partisipasi masyarakat sebesar 0, 237 dan indeks kebugaran jasmani sebesar 0,315. Jika ditinjau dari norma Sport Development Index (SDI) berada pada rentang 0,000 0,499 yang berarti partisipasi masyarakat dan tingkat kebugaran jasmani masyarakat Kabupaten Wonogiri berada pada kategori rendah.Development is an effort purposed at achieving better conditions. In the sector of sports, development not only based on the medals procuration in the competition multievent, but public paticipation in exercise and also the level of physical fitness is part of the Sport Development Index (SDI). The purpose of this study to determine the level of public participation and the level of physical fitness society of Wonogiri. This study is evaluation sport development by using a mixture of quantitative and qualitative evaluation context. Data collection technique used observation, questionnaires, Multistage Fitness Test (MFT), and documents. The subject of this study are consisted of the child (7-12 years) 30 people, adolescence (13-17 years) 30 people and adults (18-40 years) 30 people. each age group consisted of 15 men and 15 women. The subjects filled out questionnaires public participation in the sport before Multistage Fitness Test (MFT) to measure the level of physical fitness. Based on the result of study, it can be concluded that the public participation index of 0, 237 and physical fitness index of 0.315. If the terms of the norm Sport Development Index (SDI) is in the range from 0.000 to 0.499, which means public participation and level of physical fitness society of Wonogiri Regency that are in the low category.
Analisis Faktor Psikomotor Dominan Penentu Kemampuan Groundstroke Forehand Tenis Lapangan Pada Mahasiswa Pembinaan Prestasi Tenis Lapangan FKIP UNS Putra, Roy Try; Kiyatno, Kiyatno; Siswandari, Siswandari
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor psikomotor yang menentukan kemampuan groundstroke forehand tenis lapangan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rancangananalisis faktor konfirmatori. Data yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisa menggunakan Program Statistik Komputerisasi dengan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Versi 23 dan menggunakan uji Kaiser-Meyer-Olkin and Bartletts Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pembinaan prestasi tenis lapangan FKIP UNS Surakarta yang berjumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: faktor psikomotor yang menentukan kemampuan groundstroke forehand tenis lapangan atau yang memiliki nilai komponen faktor ? ?0,5?adalah: kecepatan dengan nilai komponen faktor sebesar (0,91), daya tahan kardiovaskular dengan nilai komponen faktor sebesar (0,79), kordinasi mata tangan dengan nilai komponen faktor sebesar (0,50), kelincahan dengan nilai komponen faktor sebesar (0,79), Faktor biomotor dan psikomotor yang kurang dominan penentu kemampuan groundstroke forehand tenis lapangan adalah keseimbangan (0,37). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: faktor psikomotor yang menentukan kemampuan groundstroke forehand yang paling dominan psikomotor adalah kecepatan dengan nilai (0,91).The purpose of this study is: To find out the factors of psychomotor determining tennis groundstroke forehand ability. This research method is using a quantitative approach and confirmatory factor analysis design. The data collected will be processed and analyzed using Statistical Program Computerized system with SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Version 23 and try-out Kaiser-Meyer-Olkin and Bartletts Test. The population in this study was 40 students of coaching achievement tennis FKIP UNS Surakarta. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques were used test and measurement. The results of this study were as follows: biomotor and psychomotor factors which determines the tennis ability of forehand groundstrokes that have components value factor ? ?0,5? is: speed with the factors component value of (0.91), cardiovascular endurance the factors component value of (0.79), hand-eye coordination with the factors component value of (0.50), agility with the factors component value of (0.79). The conclusions of this study were as follows: psychomotor was the most dominant factors determining the ability of the forehand groundstrokes. psychomotorfactor wass the speed with the value (0.91).