Articles
54
Documents
STUDI HULLFORM KAPAL IKAN 201 GT UNTUK DAERAH KOTA PEKALONGAN DENGAN RADIUS PELAYARAN 1000 MIL LAUT

KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.93 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya laut ( utamanya perikanan) di daerah kota Pekalongan maka perlu dilakukan kajian yang lebih dalam mengenai perencanaan suatu kapal yang mampu mencapai daerah di luar batas 12 mil laut dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Pada penelitian ini direncanakan desain lambung, penentuan volume tangki-tangki, hidrostatik, hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal yang sesuai dengan standart IMO. Ukuran utama kapal didapatkan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding. Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan linesplan, general arrangement, hambatan kapal, olah gerak kapal dan stabilitas kapal yang sesuai dengan standart IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal (Lpp) = 31,18 m, lebar kapal (B) = 6,82 m, tinggi kapal (H) = 3,12 m, sarat kapal (T) = 2,72 m, dan kecepatan kapal (V) = 11 knot. Volume tanki yang di butuhkan untuk pelayaran selama 20 hari dan menggunakan mesin 272 kw(370HP).Tanki bahan bakar = 47.82738 m3,Tanki minyak pelumas = 0,63628 m3,Tanki air tawar           = 29,8608 ton, Tanki harian = 1,496152 m3. Pada kecepatan maksimal 11 knot hambatan yang di terima sebesar = 30,97 KN dan powes sebesar 335,75 Hp. Nilai GZ  maksimum kapal = 27,3 – 39,1 deg dan nilai GM awal = 1,13 – 1,596 m

PERENCANAAN KAPAL IKAN UNTUK NELAYAN DAERAH TEGAL

KAPAL Vol 9, No 3 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.98 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini direncanakan kapal penangkap ikan jenis purse seine 50 GT untuk daerah tangkapan nelayan kota Tegal yang efektif dan efisien dari segi teknis. Mengingat kapal tradisional yang sudah beroperasi memiliki banyak kerugian dari segi waktu berlayar dan biaya operasional. Perencanaan kapal ini dimulai dengan penentuan parameter-parameter atau batasan-batasan yang sesuai dengan usaha penangkapan yang akan dijalankan. Perencanaan ini menggunakan metode perbandingan harga displacement kapal dan volume dari ruang muat kapal dari kapal pembanding yang kemudian menghasilkan ukuran utama kapal baru. Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, hambatan kapal, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal. Serta perhitungan jaring purse seine yang akan digunakan dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Hasil perancangan kapal penangkap ikan ini didapatkan hasil analisa hidrostatik, stabilitas dan olah gerak serta gambar rencana garis dan rencana umum kapal. Dari hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh 0.360 m. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar dan periode oleng tercepat terjadi pada saat kapal dengan muatan kosong tanpa ada isi yaitu pada saat kapal bersandar didermaga. Pada tinjauan olah gerak, kapal penangkap ikan memiliki olah gerak yang baik terbukti dengan tidak terjadinya deck wetness.

ANALISIS FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN (SIF) DENGAN VARIASI PANJANG RETAK PADA PELAT GELADAK UTAMA KAPAL “ MT. KLAWOTONG “ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (FEM)

TEKNIK Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.176 KB)

Abstract

Crack defect on main deck plate is source of failure ship structure. Small intensity of crack in the future canbe to large influence lateral force and bending moment. Crack defect characteristics can be to know shearintensity factor (SIF) on main deck is used mathematics simulation model based on fracture mechanics (FM)and finite element method (FEM). Goal of this research know characteristics main deck plate get a crack withload forces while deck plate start is loading until to crack propagation good stability.The MT Klawotong is chose in this research . Main deck plate is location as the sample. It is number 3 oncargo oil. Any analysis of data that is to counting of profile constructions, length strength, modeling withANSYS Version 9.0 and counting of shear intensity factor (SIF).Research on this structure failure result any substance that is, Sagging condition plate shears 50.34 MPa withsafety factor 8,939 crack long maximum is 0.02 m, value of shear intensity factor (SIF) KI WD. Pilkey = 12.615MPa m , KII WD. Pilkey = 0 MPa m , KI ANSYS = 13.,451 MPa m , KII ANSYS = 0.693 MPa m . Prosentaso oferror counting programe KI = 0.062 %, KII = 1% . The ather hand Hoging condition plate shears 15.08 MPawith safety factor 29.841 crack long maximum is 0 .3 m , value of shear intensity factor (SIF) KI WD. Pilkey=14.,645 MPa m , KII WD. Pilkey = 0 MPa m , KI ANSYS = 15.585 MPa m , KII ANSYS = 0.352 MPa m ,Prosentaso of error counting programe KI = 0.062 %, KII = 1%.

ANALISA ELECTRODE CONSUMABLE TYPE OK AUTROD 12.10 DENGAN PENGELASAN SUBMERGED ARC WELDING (SAW) PADA BLOCK KAPAL DCV 18500 DWT DI PT. JASA MARINA INDAH SEMARANG

TEKNIK Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.681 KB)

Abstract

In this of globalization is growing very rapidly advancing technology. As well as in shipyard industry is toshipbuilding process. Submerged Arch Welding (SAW) is as joint methode of ship construction. Purpose ofresearch know number of electrodes wich requirement on block welding the ship DCV 18500 DWT in JasaMarina Indah Shipyard Semarang.The specimen experiment used is ST 42 low carbon steel. Variation of plates tickness is 12, 13, 14, 17, 19 and24 mm. Research step is carried out by making the specimen with variation thickness respectively. Specimendimensions length x width is 500 mm x 50 mm. The number of each specimen was made of three pieces. Thendo the measurement welding length, length and weight electrodes and slag welding.The analysis result of data welding on the specimen can be known number of electrode s and fluxs inSubmerged Arch Welding (SAW). The aplication of this research is the block DB 5(p/c/s), SS5A(p/s), SS5B(p/s), UD 5C, and TB 102 (p/c/s. Weight of consumable electrodes is 2185.31 kg (73 roll) and number offlux used wight is 2967.95 kg (119 bag).

ANALISA TEKNIS STABILITAS DAN OLAH GERAK KAPAL PATROL SPEED BOAT “GRASS CARP” DI PERAIRAN RAWA PENING JAWA TENGAH

KAPAL Vol 7, No 2 (2010): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.523 KB)

Abstract

Patrol Speed Boat merupakan kapal cepat yang digunakan untuk melakukan pengawasan dan patroli demi keamanan suatu wilayah perairan. Dalam pengoperasiannya, kapal cepat Grass Carp digunakan untuk berpatroli di perairan Rawa Pening. Kapal ini dibangun menggunakan konstruksi fiberglass yang ringan dan juga kuat. Banyaknya kasus pencurian ikan dan orang tenggelam di Rawa Pening menjadikan kehadiran kapal cepat memang diperlukan untuk keamanan perairan dan keselamatan orang disana. Grass Carp didesain untuk kecepatan, sehingga faktor teknis kapal seperti stabilitas dan olah gerak menjadi penting untuk dianalisa. Perhitungan stabilitas kapal menggunakan standar yang ditetapkan oleh IMO (International Maritim Organization).Dalam perhitungan stabilitasnya, Grass Carp telah memenuhi semua kriteria dari IMO. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperlihatkan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal pada saat diam (V = 0 knot) dan pada saat kondisi beroperasi (V = 9,1 knots) ditinjau dari berbagai sudut masuk gelombang dan ketinggian gelombang. Ketinggian gelombang diasumsikan sebesar 0,50, 0,75, 1,00 dan 1,25 meter. Manuver kapal pada sudut maksimum 35° (derajat) memiliki nilai steady turning diameter = 40,85 meter, tactical diameter = 41,63 meter, advance = 27,58 meter, transfer = 20,10 meter dan steady speed in turn = 6,83 knots.

ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PERENCANAAN SISTEM PENDINGIN RUANG PALKAH IKAN DENGAN SISTEM KOMPRESI UAP MENGGUNAKAN REFRIGERAN R22(MONOKLORO DIFLURO METANA)

KAPAL Vol 8, No 1 (2011): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.602 KB)

Abstract

The fish refrigeration process purposes to resist the bacterium cause fresh fish be rotten. Generally the fishermen using ice to refrigerate the fish. This method has weak like the ice easy to melt so the fresh fish quality be bad and least simple in operation.One of alternative can use to keep the fresh fish quality is using the refrigerant system.    Refrigerant is main component of the refrigeration system.In this system scheme is refrigerant weared  is Refrigerant Monokloro difluro methane ( R-22).). this refrigerant is not flammable and nontoxic.( sumanto,1985) The temperature of the fish holds KM Trevally design that using the refrigeration system is -5°C According to the analysis of refrigeration system design for condensing temperature at 30°C and evaporating temperature at -10 °C, the result showed that the value of coefficient of performance is about 9.9 The refrigeration system using R22 gives the fish hold capacity twice bigger than icing method. Refrigerant´s fish hold system purpose 22 need investment cost as big as Rp 196.729.600,00   and Total overall cost if utilizes system refrigerasi´s fish hold as big as Rp 236.198.012,00. Of analisis´s result by use of method Net Present Value (NPV) with interest rate 15 % pertahun investments by borrows capitals at Bank for investment acquisition Ratch Coolant System Fishes Out by use of tech refrigerasi can be said reasonable with Break Event Point of investment will be reached on  time 2.1 year .

STUDI PENGGUNAAN PERMESINAN GELADAK DAN PERALATAN TANGKAP PADA KAPAL IKAN 12 GT DI KABUPATEN REMBANG

KAPAL Vol 4, No 1 (2007): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.91 KB)

Abstract

Perencanaan kapal ikan memegang peranan penting bagi berkembangnya industri perikanan laut serta peningkatan taraf hidup nelayan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kapal ikan adalah perencanaan kebutuhan daya permesinan geladak (Fishing gear) dan penentuan karakteristik dari peralatan penangkap ikan. Perencanaan tersebut memerlukan data-data yang akurat mengenai daerah operasi dari kapal ikan, jenis ikan yang akan ditangkap. Oleh karena itu diperlukan analisa teknis berupa penentuan kebutuhan daya serta konsumsi energi dari permesinan untuk penangkapan ikan penentuan performance dari alat tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kabutuhan daya permesinan geladak yang sesuai untuk kapal ikan 12 GT di kabupaten Rembang dan Menghitung ukuran peralatan tangkap jaring cincin untuk kapal ikan 12 GT di Kabupaten Rembang, dengan menggunakan tahapan-tahapan metode dalam melakukan penelitian yaitu Studi Literatur meliputi data sekunder untuk mempelajari permasalahan beserta solusinya yang akan dikemukakan dalam tugas akhir ini dari berbagai referensi baik berupa buku, jurnal-jurnal, Studi Lapangan meliputi data primer dari studi lapangan dilakukan secara langsung dan wawancara yang mendapatkan data ukuran utama kapal, yaitu panjang kapal (Lwl), lebar kapal (B), tinggi kapal (H), dan mengukur profil-profil karateristik peralatan tangkap berupa jaring cincin yaitu panjang dan lebar jaring, lebar kantong, jumlah pelampung, dan speck permesinan yang telah ada yaitu mesin dorong, panjang poros, diameter poros, propeller, kecepatan dinas, kecepatan saat tebar jaring, kecepatan tarik kolor, waktu penarikan jaring, mesin tarik tali kolor, diameter drum gardan. Hasil penelitian dan perhitungan menunjukkan bahwa perbandingan antara permesinan geladak dan peralatan tangap dengan kondisi eksisnya perbandingannya lebih kecil daya yang dibutuhkan permesinan geladak KM Raharjo dan lebih kecil pula dimensi ukuran peralatan tangkap dari hasil penelitian dan perhitungan dengan yang telah ada, sehingga dengan ukuran peralatan tangkap dan kebutuhan daya permesinan geladaknya dari penelitian dan perhitungan lebih efisien dan menguntungkan

STUDI ALTERNATIF PENGGUNAAN SERAT KELAPA (COCOFIBER) UNTUK KEKEDAPAN SAMBUNGAN KULIT PADA KAPAL KAYU TRADISIONAL DENGAN PENGUJIAN HIDROSTATIS

KAPAL Vol 5, No 1 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.163 KB)

Abstract

This study explains about the use of coco fiber as an alternative material in ship impermeability process. At impermeability process of traditional wooden ship is applied by bark gelam or by twisted jute fiber as component of caulk for impermeability of junction bark of ship, where at this caulker still leak on bark of wooden ship.Impermeability technology by using bark gelam or by twisted jute fiber which was caulked at junction bark of ship. There is still leak on bark of ship, so this research was applied lay-up coco-fiber with resin as alternative material to overcome leak problem bark of wooden ship.The methodological study was started with make specimen test, after that the putty process with lay up coco fiber with resin and catalyst, and than doing hydrostatic testing. Finally, we analyze the result of research can be used in putty of wooden ship.The result of research, it was concluded that in general pressure maximum each bevel specimen which could endure burden on the bark of ship i.e. : for board joint design 150 is 99,67 lbf/in2 , for board joint design 300 is 91,67 lbf/in2 and for board joint design 450 is 66 lbf/in2. With the result in general pressure maximum above, the bark can receive burden at draft (T) i.e. : for bevel 150 is 68,38 meter (m), for bevel 300 is 62,86 meter (m), and for bevel 450 is 45,16 meter (m).The Putty technology used variety bevel specimen i.e. bevel 150, 300 end 450 could be applicated for impermeability of junction bark of traditioanl vessel

ANALISA TEKNIS REKAYASA SERAT ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KOMPOSIT DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK

KAPAL Vol 5, No 1 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.5 KB)

Abstract

Serat eceng gondok saat ini banyak digunakan dalam industri-industri mebel dan kerajinan rumah tangga (UKM) karena selain mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan, dapat mengurangi polusi lingkungan (biodegradability) sehingga nantinya dengan pemanfaatan sebagai serat penguat komposit mampu mengatasi permasalahan lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik dari komposit berpenguat serat eceng gondok dengan perlakuan pola anyaman variasi arah serat sudut arah serat sudut 00 dan 450. sebagai matrik resin polyester. Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tarik kemudian dibandingkan dengan nilai kekuatan tarik yang diijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat eceng gondok membandingkan arah serat sudut 00 dan 450, perlakuan serat pola anyaman, fraksi volume 32% matrik polyester dan 68% serat eceng gondok, dengan metode hand lay up, hasil pengujian didapat harga kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah serat sudut 00. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari komposit berpenguat serat eceng gondok belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yakni : untuk arah serat 00 searah kekuatan tariknya sebesar 0.648 kg/mm2 dan modulus elastisitasnya sebesar 472,46 kg/mm2, untuk arah serat 450 bersilangan kekuatan tariknya sebesar 0,252 kg/mm2 dan modulus elastisitasnya sebesar 149,462 kg/mm2.

ANALISA PERHITUNGAN FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN (SIF) DENGAN VARIASI PANJANG RETAK PADA PELAT GELADAK KAPAL “ MT. KLAWOTONG “ MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (FEM)

KAPAL Vol 5, No 2 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.399 KB)

Abstract

Adanya cacat retak pada pelat geladak utama merupakan salah satu penyebabkegagalan suatu struktur kapal. Retak terkadang banyak tidak dihiraukan, apalagi bilaretak tersebut kecil dan kurang terlihat oleh mata secara visual. Tanpa kita sadari lambatlaun retak tersebut akan melebar karena pengaruh pembebanan dimana pelat memikulgaya-gaya lateral dan momen lentur. Dengan mempelajari karakteristik retak tersebutdapat diketahui besarnya faktor intensitas tegangan (SIF) pada pelat geladak utama kapalmenggunakan matematis yang disimulasikan dengan model. Model ini didasarkan atasmekanika fraktur (FM) dan metode elemen hingga (FEM). Dengan demikian, perilakupelat geladak utama kapal yang mengalami retak dengan gaya pembebanan dapatdipelajari dengan rinci, sejak saat pelat geladak tersebut mulai dibebani sampaimengalami crack propagation yang masih stabil.Dalam penelitian ini penulis melakukan pencarian data dan wawancara langsungdengan layek yang menangani pembangunan kapal MT. Klawotong, kemudian menentukandaerah yang dikaji adalah pelat geladak utama daerah cargo oil 3. Pengolahan datadimulai dengan menghitung konstruksi profil, kekuatan memanjang, pemodelanmenggunakan program ANSYS Ver. 9.0. dan dilanjutkan dengan perhitungan nilai faktorintensitas tegangan (SIF).Penelitian tentang kegagalan struktur ini menghasilkan beberapa hal antara lain:kondisi Sagging tegangan pelat 50,34 Mpa dengan faktor keamanan 8,939, panjang retakmaksimal yang dikaji 0,02 m, nilai faktor intensitas tegangan (SIF) KI WD. Pilkey = 12,615Mpa m , KII WD. Pilkey = 0 Mpa m , KI ANSYS = 13,451 Mpa m , KII ANSYS = 0,693 Mpa m ,sehingga diperoleh prosentase kesalahan perhitungan program KI = 0,062 %, KII = 1%dan kondisi Hagging tegangan pelat 15,08 Mpa dengan panjang dengan faktor keamanan29,841, panjang retak maksimal yang dikaji 0,3 m, nilai faktor intensitas tegangan (SIF) KIWD. Pilkey= 14,645 Mpa m , KII WD. Pilkey = 0 Mpa m , KI ANSYS = 15,585 Mpa m , KII ANSYS= 0,352 Mpa m , sehingga diperoleh prosentase kesalahan perhitungan program KI =0,062 %, KII = 1%.