Articles

Found 6 Documents
Search

THE ENHANCEMENT OF GIVING REASON AND GIVING HYPOTESIS ALSO MAKING DEFINITION IN CHEMISTRY BY SSCS LEARNING MODEL khususiyah, khususiyah; diawati, chansyanah; kadaritna, nina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to describe the learning model of SSCS that effective to improve the students’ ability in giving reason, giving hypotesis and making definition.   This research used quasi experiment method with Nonequivalent Control Group Design .  The Samples of this research were the second year students of MAN 1 Bandar Lampung in the even of academic year 2011-2012.  The research used two classes, XI IPA2 and X IPA3which had the same characteristic.   The effectiveness of SSCS the learning model was measured by differences of significant n-gain.  The results of this research showed that the mean value of n-gain for students’ ability in giving reason in control and experiment class were -0,04 and 0,45;  the mean value of n-gain for students’  ability in giving hypotesis in control and experiment class were -0,03 and 0,32;  and the mean value of  n-gain for students’ ability in making definition in control experiment class were -0,26 and 0,40.  Based on hypotesis test, it can be seen that the SSCS learning model is effective to improve the student’ ability in giving reason, giving hypotesis and making definition.Keywords: SSCS learning model, students’ ability in giving reason, giving hypotesis and making definition.
Brief group counseling focuses on the solution to improve the independence of decision making students in class XI at SMKN 2 Kediri Dewi, Risky Frahmatika; Khususiyah, Khususiyah; Gumilang, Galang Surya
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta & Ikatan Konselor Indonesia (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/1224

Abstract

This study aimed to obtain accurate data and know the effectiveness of counseling groups that focus on solutions to improve students independence in decision making. This study uses quasi-experimental research with the quantitative approach. The process of data analysis using descriptive analysis and hypothesis analysis using paired sample t test. Research subjects for this study amounted to 10 respondents who are divided to two groups. Each group consists of 5 students of class XI SMKN 2 Kediri. Results of final data analysis are done by using parametric statistic test that is Independent Sampling Test with significance level 0,05 obtained by Sig. (2-tailed) are 0,000 <0,05 then Ho is rejected. The results from this study indicate that focus group counseling services focused on this solution is effective to improve the independence of decision making students class XI SMKN 2 Kediri.
PENGARUH AKTIFITAS PACARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMK PEMUDA PAPAR Afriansyah, Alik Bima; Khususiyah, Khususiyah; Krisphianti, Yuanita Dwi
NUSANTARA of Research Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Research institutions and Community Services, University of Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.362 KB) | DOI: 10.29407/nor.v5i1.12090

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa pacaran digunakan untuk memotivasi dirinya, siswa yang memiliki persepsi mengenai pacaran yang positif akan termotivasi saling bersaing untuk mampu mencapai prestasi belajar yang optimal. Sebaliknya dengan siswa yang mempunyai aktifitas pacaran yang kurang baik akan memiliki keterbatasan dalam mencapai prestasi belajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik kausal assosiatif. Proses analisis datanya menggunakan bantuan program SPSS 23.00 for windows dengan menggunakan uji korelasi product moment. Sampel penelitian ini sejumlah 30 siswa yang di ambil dengan menggunakan simple random sampling. Pengambilan datanya menggunakan intrument angket aktifitas pacaran dan angket motivasi belajar. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi product moment menunjukkan pengaruh aktifitas pacaran terhadap motivasi belajar memperoleh nilai &nbsp;0,415 &nbsp;0,361 dengan taraf signifikansi 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha berbunyi ada pengaruh aktifitas pacaran terhadap motivasi belajar pada siswa kelas XI di SMK PEMUDA PAPAR tahun ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti saran yang perlu dikemukanan adalah sebagai salah satu bahan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan bantuan pacar atau teman.
Penggunaan Proses GURU (Ground, Understand, Revice, Use) untuk Meningkatkan Efikasi Diri Karier Mahasiswa Calon Guru BK Khususiyah, Khususiyah; Setyaputri, Nora Yuniar; Gumilang, Galang Surya; Nawantara, Rosalia Dewi
NUSANTARA of Research Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Research institutions and Community Services, University of Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.319 KB) | DOI: 10.29407/nor.v6i1.13449

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan peneliti dimana terdapat kurangnya efikasi diri karier mahasiswa S1 Bimbingan dan Konseling. Efikasi diri karier merupakan sesuatu kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seseorang. Keberhasilan seseorang dalam segi karier mereka dapat dipengaruhi oleh efikasi diri karier tersebut. Rendahnya efikasi diri karier ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan Proses GURU. Proses GURU merupakan suatu teknik yang luwes dan komplit serta dinilai mampu mengakomodasi dari banyaknya tahapan pembelajaran ekperiensial. GURU merupakan &nbsp;kepanjangan dari&nbsp;ground (G), understand (U), revise (R)&nbsp;dan&nbsp;use (U).&nbsp;Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat efikasi diri karier mahasiswa Calon Guru BK sebelum dan sesudah melakukan pelatihan efikasi diri karier menggunakan Proses GURU. Pendekatan penelitian ini adalaha kuantitatif dengan teknik penelitian&nbsp;experiment&nbsp;dengan jenis&nbsp;one group pretest posttest design.&nbsp;Skala Pengukuran Efikasi Diri Karier adalah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data dari perhitungan uji t&nbsp;paired sample&nbsp;bahwa sigifikansi yang diperoleh dari perbedaan skor posttest dan pretest adalah 0,000 dimana skor signifikansi ini kurang dari 0,05. Maka &nbsp;ditolak atau efikasi diri karier mahasiswa calon Guru BK meningkat setelah diberi perlakuan. Guru BK/konselor dan para dosen BK dapat menggunakan proses GURU untuk meningkatkan efikasi diri karier mahasiswa calon Guru BK. Guru BK dan para dosen BK dapat menggunakan proses GURU ini sebagai teknik untuk pengembangan pribadi konselor.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 8 KEDIRI Mulyah, Ambar Tutut; Khususiyah, Khususiyah; Gumilang, Galang Surya
NUSANTARA of Research Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Research institutions and Community Services, University of Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.268 KB) | DOI: 10.29407/nor.v5i1.12091

Abstract

Kepribadian introvert adalah kondisi individu yang memiliki kecenderungan tertutup, baik sifatnya maupun tingkah lakunya yaitu lebih suka menyendiri, menyukai kesunyian, individual, dan berusaha menarik diri dari lingkungan. Siswa yang memiliki kepribadian introvert memiliki hubungan dengan motivasi belajarnya di sekolah sehingga akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan mendapatkan data yang akurat mengenai hubungan kepribadian introvert dengan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Kediri Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan teknik korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Proses analisis datanya menggunakan Korelasi Product Moment dan sampel dalam penelitian ini sejumlah 70 siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kediri. Pengambilan datanya menggunakan instrumen angket kepribadian introvert dan motivasi belajar. Hasil analisis data menggunakan uji Korelasi Product Moment menunjukkan hubungan positif antara Kepribadian Introvert dengan Motivasi Belajar hubungan antara kepribadian introvert dengan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan nilai r hitung 0,502 lebih besar dari r tabel 0,235 dengan taraf signifikansi 5% (0,502 ? 0,235). Karena nilai korelasi berada di range 0,40 ? 0,599, maka disimpulkan bahwa hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, berbunyi adanya hubungan antara kepribadian introvert dengan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Kediri Tahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan saran yang perlu dikemukakan adalah&nbsp; Hendaknya oleh guru bimbingan dan konseling dapat dijadikan sumber bahan untuk meningkatkan kualitas ilmu bimbingan dan konseling. &nbsp; Kata kunci: Kepribadian introvert,&nbsp;
KENAL DIRI SECARA QUR’ANI MELALUI PROSES TERCIPTANNYA MANUSIA SEBAGAI MODAL PENGUATAN KARAKTER Khususiyah, Khususiyah
NUSANTARA of Research Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Research institutions and Community Services, University of Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.35 KB) | DOI: 10.29407/nor.v5i1.12089

Abstract

&nbsp; Kenal diri secara Qur?ani melalui proses terciptannya manusia&nbsp;&nbsp; merupakan cara yang sangat sederhana dan mendasar untuk penguatan karakter individu. Dengan demikian, key concept dalam penulisan artikel ini adalah&nbsp; kenal diri secara Qur?ani.&nbsp; Dengan harapan&nbsp; kenal diri secara Qur?ani akan memahamkan setiap in-dividu agar mampu memerankan dan memposisikan diri dengan baik dan benar (berkarakter). Sebagaimana yang telah tertulis di dalam Kitab Suci Al-Qur?an (Qs. 51: 21)&nbsp; yang artinya,?Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak mem-perhatikan?? Dari ayat tersebut jelas diterangkan bahwa kenal diri merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh setiap individu. Kenal diri yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah upaya untuk memahami potensi - potensi yang sangat potensial dalam diri individu berdasarkan/dengan cara melalui proses terciptanya manusia&nbsp; sebagai penguat karakter individu agar di-jadikan upaya untuk menghindari mal praktek yang ber-kelanjutan/berkepanjangan dalam memberdayakan potensi diri -yang mampu melemahkan penguatan karakter individu itu sendiri. Dalam arti dengan kenal diri,&nbsp; setiap individu akan mampu mem-berdayakan potensi-potensi yang ada dalam dirinya dengan jujur, cerdas, tangguh dan peduli. Hal tersebut, merupakan satu paket dalam satu rangkaian yang utuh demi terjaminnya penguatan karakter individu. Potensi - potensi yang sangat potensial tersebut, tidak selamanya mampu sebagai penguatan karakter apabila tidak memahami terlebih dahulu jenis dan cara memerdayakannya (potensi diri) bahkan bisa jatuh sebaliknya yakni justru me-lemahkan karakter. Sebagaimana Firman ALLOH S.W.T&nbsp; dalam (QS. 91:7-10). Oleh karena itu, kita harus bisa menentukan pola atau metode atau cara baca yang tepat agar proses memahami ini dapat menghasilkan pribadi berkarakter. Salah satu metode yang akan digunakan dalam artikel ini adalah metode Bismi Robbik (QS.96:1) yang akan membantu kita dalam proses kenal diri secara utuh dan benar. Pada artikel kali ini, penulis&nbsp; berupaya memapaparkan secara global meskipun dengan segala keter-batasan kemampuan dalam hal upaya memahami proses terciptanya manusia secara Qur?ani sebagai modal penguatan karakter.