Articles

Found 28 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun hantap (Sterculia coccinea Jack.) Cahyani, Rezki; Susanto, Yuliet; Khumaidi, Akhmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hantap (Sterculia coccinea Jack) merupakan salah satu tumbuhan di Sulawesi Tengah yang mempunyai potensi sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol daun hantap dengan metode DPPH dan LC50 dengan metode BSLT serta mengetahui kandungan kimianya.Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Penentuan kandungan kimia dilakukan dengan menggunakan pereaksi identifikasi dankromatografi lapis tipis (KLT).Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun hantap diperoleh nilai IC50 sebesar 6,48 ppm dan vitamin C (kontrol positif) 2,71 ppm, sedangkan aktivitas sitotoksiknya dihasilkan nilai LC50 sebesar 591,561 ppm. Hasil identifikasi dengan pereaksi identifikasi dan KLT menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, fenol, saponin, steroid, alkaloid, dan tanin. Berdasarkan hasil uji, ekstrak etanol daun hantap dapat dikatakan memiliki  aktivitas antioksi dan yang sangat kuat, sedangkan aktivitas sitotoksiknya masuk kategori sedang.
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Subfraksi Etil Asetat Myrmecodia tuberosa (non Jack) Bl Khumaidi, Akhmad; Hertiani, Triana; Sasmito, Ediati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan studi sebelumnya diperoleh bahwa kadar flavonoid total subfraksi etil asetat Myrmecodia tuberosa (non Jack) Bl memiliki korelasi positif terhadap aktivitas proliferasi sel limfosit. Subfraksi V (kelima) menunjukkan nilai indeks stimulasi proliferasi sel limfosit tertinggi serta memiliki kadar flavonoid total terbesar (6,158±1,298) diantara semua subfraksi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa flavonoid yang dikandung oleh subfraksi V. Metode pemisahan yang dilakukan adalah melakukan hidrolisis subfraksi V, kemudian dikromatografi lapis tipis preparatif dan dianalisis secara spektroskopi. Hasil spektroskopi  UV-Vis isolat memiliki puncak 1 pada panjang gelombang 324 nm dan puncak 2 pada panjang gelombang 284 nm, spektroskopi infra merah memiliki serapan pada 3.443 cm-1. Data 1H-NMR menunjukkan adanya serapan pada ? 6,74; ? 6,73; ? 6,62; ? 6,10; ? 7,82; ? 7,39; doublet of doublet pada ? 1,14, doublet pada ? 3,47 - ? 3,60 dan singlet pada ? 3,65 serta adanya serapan pada ? 17,81; 71,47; 74,19; 74,51 dan ? 76,78 dari spektrum 13C-NMR. Hasil spektroskopi massa terlihat serapan pada m/z 391,10. Berdasarkan data-data yang diperoleh, senyawa hasil isolasi diduga merupakan senyawa isoflavon.
Faktor faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Sepeda Motor Yamaha Mio Sporty Khumaidi, Akhmad
Jurnal Riset Mahasiswa Manajemen Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yamaha sebagai pelopor sepeda motor matik di Indonesia dapat menggusur dominasi Honda dalam angka penjualan dengan produk Yamaha Mio Sporty, telebih adanya perubahan selera konsumen dari sepeda motor bebek ke sepeda motor matik. Mahasiswa Universitas kanjuruhan Malang sebagai bagian dari konsumen pengguna sepeda motor dijadikan sampel penelitian untuk mengetahui perilaku konsumen yang terdiri dari Faktor Budaya, Faktor Sosial, Faktor Pribadi dan Faktor Psikologi yang dapat mempengaruhi keputusan penbelian sepeda motor matik Yamaha Mio Sporty. Penelitian ini menggunakan metode peneltian explanatory reseach  untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel bebas dengan variabel terikat, dengan sumber data diperoleh dari 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dimana responden adalah pemilik sekaligus pengguna sepeda motor matik merek Yamaha Mio Sporty sebagai sarana transportasi ke kampus melalui pengisian kuisioner. Variabel yang diteliti terdiri dari variabel bebas yaitu faktor budaya (X1),faktor sosial (X2), faktor pribadi (X3), dan faktor psikologi (X4), dan  variabel terikat adalah keputusan pembelian (Y).  Analisis data menggunakan analisis regresi berganda, uji F, uji t, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara perilaku konsumen yang terdiri dari Faktor Budaya, Faktor Sosial, Faktor Pribadi dan Faktor Psikologi terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik Yamaha Mio Sporty baik secara partial maupun secara simultan.  Faktor Sosial merupakan faktor yang berpengaruh dominan  terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik merek Yamaha Mio Sporty oleh Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang
FORMULASI TABLET EFFERVESCENT JAHE (Z Officinale Roscoe) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUMBER ASAM DAN BASA Kholidah, Sitti; Yuliet, Yuliet; Khumaidi, Akhmad
Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2012/

Abstract

Penelitian mengenai formulasi tablet effervescentsari jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi sumber asam dan basa terhadap mutu fisik tablet.  Metode yang digunakan yaitu metode granulasi basah. Empat variasi formula masing-masing dengan konsentrasi asam basa 50%, 60%, 65% dan 70%. Evaluasi mutu fisik granul meliputi ujikadar air, uji kandungan lembab, uji kompresibilitas, uji waktu alir dan sudut diam. Evaluasi tablet pada hari 1 dan 21 untuk mengetahui stabilitas mutu fisik tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, uji kekerasan tablet, uji kerapuhan tablet dan uji waktu larut. Data yang diperoleh dibandingkan dengan Farmakope Indonesia dan literatur lain lalu dianalisis dengan uji oneway ANOVA dan uji t-student. Hasil yang diperoleh menunjukkan penggunaan variasi konsentrasi asam basa tidak berpengaruh terhadap stabilitas mutu fisik tablet yang meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan tetapi berpengaruh terhadap waktu larut  tablet effervescent jahe. Konsentrasi asam basa yang memenuhi mutu fisik tablet yang optimum yaitu formula 4 dengan konsentrasi asam basa 70% (asam sitrat 8,58%, asam tartrat 27,17% dan  natrium bikarbonat 34,45%).
FORMULASI TABLET ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine bulbosa Mill.Urb) Karmini, Karmini; Yuliet, Yuliet; Khumaidi, Akhmad
Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2012/

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi tablet antioksidan ekstrak bawang hutan (Eleutherine bulbosa mill.urb) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan pada mutu fisik dan aktivitas antioksidan tablet, mengetahui konsentrasi ekstrak yang memenuhi mutu fisik yang paling optimum dan mengetahui aktivitas antioksidan (IC50) dari tiap formula. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Proses pembuatan tablet dengan metode granulasi basah. Dilakukan uji mutu fisik granul dan uji mutu fisik tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara in-vitro menggunakan metode DPPH pada formula 1, formula 2, formula 3 dan kontrol negatif dengan penggunaan Vitamin C sebagai kontrol positif. Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik menggunakan metode ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan dengan konsentrasi 3,57%, 7,14% dan 10,71% pada sediaan tablet memperoleh mutu fisik tablet yang baik pada penyimpanan selama ± 1 bulan. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan IC50 yang diperoleh pada hari ke-1 dan hari ke-28 kontrol negatif, formula 1, formula 2, dan formula 3 berturut-turut adalah 2110 ppm dan 2210 ppm; 126,18 ppm dan 135,73 ppm; 91,00 ppm dan 95,45 ppm; 46,87 ppm dan 50,93 ppm; dibandingkan dengan IC50 Vitamin C sebesar 4,93 ppm. Formula 1 mempunyai mutu fisik tablet yang paling optimum. Aktivitas antioksidan dari tiap formula masuk dalam kategori dari sangat kuat sampai sedang.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Ekstrak Kulit Buah Mentah Pisang Ambon (Musa paradisiaca var.sapientum) Terhadap Staphylococcus aureus Normayunita, Sri; Anam, Syariful; Khumaidi, Akhmad
Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2012/

Abstract

Telah diketahui Bahwa ekstrak etanol kulit buah mentah pisang ambon (Musa paradisiaca var.sapientum) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak kulit buah mentah pisang ambon diperoleh melalui ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, dengan fraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum, fraksi yang diperoleh dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan paper disc. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fraksi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan aktivitas tertinggi dan menentukan fraksi yang mempunyai efektivitas hampir sama dengan kontrol positif (tetrasiklin). Data yang diperoleh berupa statistik, dari hasil uji two-way ANOVA menunjukan bahwa secara keseluruhan terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) terhadap semua jenis sampel. Berdasarkan uji Tukey HSD menunjukan bahwa aktivitas paling tinggi dari keempat fraksi dengan konsentrasi 30, 60, dan 90 µg/µL terdapat pada fraksi dengan konsentrasi 90 µg/µL. Pada kontrol positif untuk semua kelompok uji terdapat perbedaan bermakna (p< 0,05), artinya efektivitas kontrol positif dengan semua perlakuan menunjukan perbedaan efektivitas antara kontrol positif dengan semua fraksi uji. Dapat disimpulkan bahwa fraksi aktif dengan konsentrasi 90 µg/µL miliki aktivitas paling besar dan tidak ada efektivitas fraksi yang hampir sama dengan kontrol positif.
Isolasi Senyawa Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Krokot (Portulaca oleracea Linn) Menggunakan Bakteri Uji Staphylococcus aureus Gazali, A.Mirza Fauzan; Anam, Syaiful; Khumaidi, Akhmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

; "> Berdasarkan studi sebelumnya diperoleh bahwa ekstrak etanol akar krokot (Portulacaoleracea L.) dengan konsentrasi 100, 250, 500, dan 750 µg/mL memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 31, 34, 37, dan 40 mm terhadap bakteri Staphylococcusaureus (Dhole et al, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi golongan senyawa kimia yang berkhasiat sebagai antibakteri dari ekstrak etanol akar krokot tersebut. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi yang diulang sebanyak tiga kali menggunakan pelarut etanol 96%. Pemurnian senyawa dilakukan melaui beberapa tahapan partisi yaitu berturut-turut dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air selanjutnya ekstrak air hasil partisi dihidrolisis menggunakan metanol:HCl 2N (1:1). Fase HCl yang sudah bebas metanol selanjutnya dipartisi dengan etil asetat, dan hasil partisi (fase etil asetat) dilanjutkan pada tahap isolasi senyawa dengan kromatografi lapis tipis preparatif, selanjutnya isolat direkristalisasi dan diuji kemurniannya dengan kromatografi lapis tipis multi eluen. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada ekstrak dan isolat hasil pemurnian dengan menggunakan metode difusi agar dan KLT Bioautografi. Identifikasi golongan senyawa isolat menunjukkan hasil positif dengan menggunakan pereaksi AlCl3 5%, dan hasil analisis spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 200-600 nm memperlihatkan 2 puncak pada rentang panjang gelombang 300-550 nm (Puncak I) dan 240-285 nm (Puncak II). Dari hasil tersebut dapat diduga bahwa isolat termasuk dalam golongan flavonoid, sementara pada hasil pengujian aktivitas antibakteri isolat pada konsentrasi 10 mg/mL denganloading dose 200 µg/20 µL menghasilkan diameter zona hambatan sebesar 11,3±0,81 mm.
STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA MAYARAKAT KAILI RAI DI DESA TARIPA KECAMATAN SINDUE KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH Bana, Sri Wahyuni A.; Khumaidi, Akhmad; Pitopang, Ramadhanil
Biocelebes Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to document the types of medicinal plants, how to use medicinal plants, the type of disease that can be cured, and perentase habitus herbs are used daily by the village community Taripa village and to utilization. This study was conducted in April-May 2014. The method used in this study is a combination of qualitative research methods and quantitative research. Recorded 41 species from 28 families were used by villagers Taripa as medicine. The cooking methods, namely by boiling, crushed, chewed, squeezed, the topical and sliced. Organs of traditional medicinal plants in use are the leaves, roots, stems, roots, rhizomes, fruits, bark, and stem. Plant organs most widely utilized is the percentage of leaves with the use of 63 %. The percentage of plants that use and know ledge of the highest of orange (Citrus aurantifolia) by 98 % and the lowest percentage is hiptis (Hyptis capitata) Only by 16 %. Keywords: Medicinal plants, ethnobotany, taripa village
Uji Daya Hambat Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Macaranga tanarius (L.) Mull. Arg Sebagai Antibakteri Salmonella typhi Musdalifah, Musdalifah; Khumaidi, Akhmad; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/25411969.2017.v6.i3.9194

Abstract

Penelitian uji daya hambat dan skrining fitokimia ekstrak daun Macaranga tanarius (L.) M.A sebagai antibakteri Salmonella typhi telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi tumbuhan, mengetahui aktifitas antibakteri, serta kandungan kimia ekstrak daun M.  tanarius (L.) M.A. Penelitian in menggunakan metode deskriptif, analisis skrining fitokimia,dan eksperimental dalam uji daya hambat ekstrak yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi pemberian konsentrasi ekstrak daun 10%, 20%, 40% dan 60%, serta kontrol positif (kloramfenikol 1%) dan kontrol negatif (Na-CMC 1%). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak  tumbuhan M. tanarius (L.) M.A pada konsentrasi 60% menghasilkan zona hambat yang paling besar yaitu 20 mm, lebih tinggi dibandingkan konsentrasi lainnya, namun masih lebih kecil dibandingkan kontrol positif. Hasil skrining fitokimia menunjukan adanya senyawa alkaloid, tanin dan saponin pada tumbuhan Macaranga tanarius (L.) M.A
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DAN PEMANFAATANNYA PADA SUKU KULAWI DI DESA MATAUE KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU Arham, Suhendar; Khumaidi, Akhmad; Pitopang, Ramadhanil
Biocelebes Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnobotany is the study of medicinal plants of plant utilization in both everyday and cultural mores of a nation. The objective of this research was to identified the diversity of traditional medical plant and its utilization in kulawi local people at Mataue village Lore Lindu National Park. The research was conducted during April to May 2014 at Kulawi Sub-district of Sigi Regency Central Sulawesi. Identification process had been done at Biodiversity Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Tadulako University. Methods which used on this study were survey and descriptive, consists of field survey and semi structural interview based on questionnaire. Outcome of the research showed that  there were 49 plant species covered from 30 families which were traditionally used as medicine. Leaves organ was the most widely applied as medicine with 58%  percentage, habitus type which highly found was herbaceous type with 51% percentage, and the most treated disease by the traditional medicine was non-communicable disease as much as 36%. Key words :Ethno botany, Medical Plant, Kulawi Local People.