Articles

SINDROMA DISPEPSIA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA khotimah, nurul
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.095 KB)

Abstract

Abstrak Dispepsia merupakan kumpulan gejala berupa keluhan nyeri, perasaan tidak enak perut bagian atas yang menetap atau episodik disertai dengan keluhan seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, heartburn, kembung, sendawa, anoreksia, mual, dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sindroma dispepsia mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Populasi penelitian sebanyak 291 orang mahasiswa S1 Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara jalur reguler angkatan 2008-2011 dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Data penelitian dianalisa dengan analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisa Chi Square didapatkan nilai p value < 0,05 untuk masing-masing variabel. Ini berarti semua faktor memiliki hubungan yang bermakna dengan sindroma dispepsia. Hasil analisa menggunakan regresi logistik ganda model prediksi didapatkan bahwa tingkat stres memberikan pengaruh terbesar terhadap sindroma dispepsia dimana nilai OR tingkat stres adalah 10,068, berarti mahasiswa yang mengalami stres sedang beresiko10 kali lebih besar menderita sindroma dispepsia dibandingkan dengan mahasiswa yang mengalami stres ringansetelah dikontrol keteraturan makan dan makanan/minuman iritatif. Penelitian selanjutnya diharapkan memaparkan lebih banyak lagi faktor-faktor yang mempengaruhi sindroma dispepsia, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan sebagainya. Kata kunci : Sindroma Dispepsia, Faktor-Faktor, Mahasiswa
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG INAYAH RUMAH SAKIT PKU MUHAMMDIYAH GOMBONG Khotimah, Nurul; -, marsito; iswati, ning
JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2012): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of therapeutic communication can improvesatisfaction of nursing services in felt by the patient. Therapeuticcommunication that is able to determine patient satisfaction to nursingservice. Lack of communication between the patient interacting with thenurses will nurture good relationships with the families of patients.Patient satisfaction is one indicator in assessing the quality of serviceprovided by a hospital.This research is to determine the relationship between therapeuticnursing communication techniques nursing service satisfaction in a PKUMuhammadiyah Hospital Inayah Gombong. The study was descriptivecorrelative cross sectional design. The analysis technique used is thebivariate analysis with Kendall´s tau correlation test at 95% significancelevel.Most patients who were treated at PKU Muhammadiyah HospitalRoom Inayah Gombong states that nurses perform therapeuticcommunication with both (69.8%) and expressed satisfaction of nursingservices in both categories (51.0%).Statistically, there is a relationship between the variables oftherapeutic communication techniques with the satisfaction of nursingservice in PKU Muhammadiyah Hospital Room Inayah Gombong (τ =0.541, pv = 0.000 at α = 0.05).Keywords: Therapeutic Communication, Satisfaction, Nursing Services
PEMBELAJARAN BERBASIS ANAK DALAM PENGEMBANGAN BIDANG SENI (RUPA) DI PAUD BATIK DAN PAUD SABITUL AZMI SIDOARJO Khotimah, Nurul
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i2.2522

Abstract

Pembelajarannya berbasis anak adalah pembelajaran yang diterapkan di sekolah berdasarkan kebutuhan anak, berorientasi pada perkembangan anak, bermain sambil belajar, pengajaran berpusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Penelitian ini  menggunakan pendekatan  kualitatif, studi komparatif yaitu studi perbandingan  diusahakan untuk menemukan persamaan dan  perbedaan  kualitas pembelajaran pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo berbasis anak, pembelajaran  mengacu pada kurikulum Diknas dan kurikulum Depag yang terintregasi pada menu pembelajaran generik dengan metode BCCT dalam pengembangan bidang seni (rupa) melalui menggambar sederhana, mewarnai sederhana, dan menciptakan sesuatu dengan berbagai media dengan pendekatan ekspresi anak. Kegiatannya dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan menghasilkan karya anak. Kelebihan pembelajaran berbasis Anak di antaranya: mengutamakan kebebasan anak, sesuai ekspresi anak, dan menghasilkan karya sesuai keinginan anak, serta meningkatkan aktivitas anak. Child-based learning is applied at pre-kindergartens based on children’s needs; it is child development-oriented and children-centered, which enables them to play and learn so that it is often referred to one motto PAKEM (an Indonesia abbreviation, which means being active, creative, affective, and fun learning). This research used qualitative approach, comparative study to find out similarity and difference of learning quality in the two pre-kindergartens. The findings show that the learning in the two pre-kindergartens refer to National Education Curriculum and Department of Religion Curriculum integrated in generic learning menu with BCCT method in art development through simple drawing, coloring, and creating a craft with various media for children’s expression. The activity began with planning, implementation, and children’s products. The advantages of this learning method are that this method prioritizes children freedom, enables them to show their expression and increases their creativity.
PENGUKURAN KERENTANAN LONGSOR LAHAN SEBAGAI UPAYA MlTIGASI BENCANA DI PERBUKITAN MENOREH Sugiharyanto, Sugiharyanto; Khotimah, Nurul
Jurnal Penelitian Saintek Vol 15, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The objectives of this research are to: Investigating the level of landslide susceptibility and identifying the distribution of landslide   susceptibility locations in Menoreh Mountains area. This is the  explorative research. The subject of this research are Menoreh Mountains  area in Bagelen, and Bener districts Purworejo regency, in addition to Samigaluh District in Kulonprogo Regency. Land units  were chosen as the sample using the purposive area sampling technique.  Thirty land units were obtained by overlay maps of slope, geology,  and soil types. Data collecting  was conducted  with observation method and documentation  to be analyzed by qualitative deskriptif. Findings shown that (I) the level of landslide susceptibility  that is in four  categories in Samigaluh and Bener districts are low, medium, high, and very high.  While three categories were low, medium, and high clasified in Bagelen  district. The distributions of low landslide susceptibility covered about 46.500.527,08 m2 (2 land units in Samigaluh, 3 land units in Bener, and 3 land units in Bagelen). The medium categories covered about  104480073,8  m2 (l land units in Samigaluh,  4 land units in Bener, and 7 land units in Bagelen). High categories covered about 67734399,31 m2 (each of district is 2 land units). The very high categories covered about 12228602,01 m2 (2 land units for both, Samigaluh and Bener District).   Key words: landslide, susceptibility,  mitigation, hazard, Menoreh
PENGARUH PERMAINAN MAGIC BOX TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL BENTUK DAN WARNA ANAK KELOMPOK A DI TK BUDI LUHUR SURABAYA Rohmawati, Fanti; Khotimah, Nurul
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Budi Luhur Surabaya dalam mengenal bentuk dan warna. Hal ini disebabkan karena guru seringkali menggunakan media LKA tanpa memberikan kegiatan bermain yang menyenangkan bagi anak, sehingga kemampuan kognitif anak cenderung rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan adanya pengaruh permainan  Magic Box terhadap kemampuan kognitif mengenal bentuk dan warna anak kelompok A di TK Budi Luhur Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Adapun sampel penelitian sebanyak 24 anak. Uji validitas instrumen menggunakan uji validitas konstruksi, sedangkan uji reliabitas menggunakan uji reliabilitas pengamatan. Analisis data menggunakan uji wilcoxon match pairs test. Hasil perhitungan diperoleh bahwa skor total pretest kemampuan kognitif mengenal bentuk dan warna menunjukkan hasil 108 sedangkan skor total posttest menunjukkan hasil 183, sehingga hasil perhitungan  diketahui bahwa nilai Thitung yang diperoleh adalah 0. Kemudian Thitung dibandingkan dengan TTabel dengan taraf signifikan 0,05 dan N=24. Dari tabel nilai kritis untuk uji jenjang bertanda wilcoxon diketahui bahwa nilai TTabel untuk N=24 dan taraf signifikan 0,05 adalah 81. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh permainan Magic Box terhadap kemampuan kognitif mengenal bentuk dan warna anak kelompok A di TK Budi Luhur Surabaya. Kata kunci: Kemampuan Kognitif, Permainan Magic Box Abstract This research is based on by A group of children at Budi Luhur kindergarden Surabaya are experiencing problems in the cognitive development to recognize shapes and colors. The reason that the teaching and learning strategies in learning activities, teachers often use the worksheet media without giving fun activities for children, so that children tend to have low cognitive abilities. The purpose of this study to prove the influence of the game against the Magic Box cognitive ability to recognize shapes and colors in A group of children at Budi Luhur kindergarden Surabaya This research uses pre experimental research design with one-group pretest-posttest design. The data collecting technique that used are observation and dokumentation. There are 24 children who become the subject of this research. To get the validity of the instrument, the researcher uses construct validity.To get the  reliability using by the test observation. The data is analyzed by using wilcoxon match pairs test. Based on the counting process,the total score of the pretest cognitive ability to recognize shapes and colors all children A class amount to 108 while the total score of the posttest shows 183 results, so the results of the calculation of t is known that the value obtained is 0. Then tcount compared with table with significance level of 0.05 and N = 24. From the table of critical values ​​for the Wilcoxon test marked ladder known that table value for N = 24 and a significance level of 0.05 is 81. It can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, then there is the influence of the game against the Magic Box cognitive ability to recognize shapes and colors A group of children at Budi Luhur kindergarden Surabaya. Keywords: Cognitive Ability, Magic Box Game
PENINGKATAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1 SAMPAI 5 DENGAN METODE BERMAIN BERMEDIA FLANEL GANTUNGAN ANGKA PADA ANAK KELOMPOK B DI PPT TERATAI PACARKEMBANG TAMBAKSARI SURABAYA Sunarti, Emi; Khotimah, Nurul
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak kelompok B di PPT Teratai Pacarkembang Tambaksari Surabaya sebagian besar dalam mengenal konsep bilangan 1 sampai 5 masih kurang, dikarenakan anak hanya menghafal tanpa mengerti konsep satu persatu bilangan 1 sampai 5 itu seperti apa, selain itu cara penyampaian guru yang kurang bervariasi membuat anak bosan. Maka perlu dilakukan tindakan menggunakan metode bermain dan yang berbeda salah satunya media flanel gantungan angka. Tujuan mengenal konsep bilangan diberikan kepada anak Kelompok B di PPT Teratai Pacarkembang Tambaksari Surabaya adalah untuk mendeskripsikan bagaimana metode bermain media flanel gantungan angka dapat meningkatkan mengenal konsep bilangan 1 sampai 5 pada anak kelompok B di PPT Teratai Pacarkembang Tambaksari Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek pada penelitian ini adalah anak kelompok B di PPT Teratai Pacarkembang Tambaksari Surabaya, yang berjumlah 13 anak, yang terdiri dari 9 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil analisis data peningkatan mengenal konsep bilangan 1 sampai 5 dengan bermain bermedia flanel gantungan angka pada siklus I diperoleh data 61,54%. Hal ini menunjukkan penelitian tindakan kelas ini belum berhasil oleh karena target yang ditentukan adalah ≥75%, maka penelitian ini berlanjut pada siklus ke II. Pada siklus ke II diperoleh data tentang peningkatan mengenal konsep bilangan 1 sampai 5 dengan metode bermain bermedia flanel gantungan angka mencapai 100%. Berdasarkan analisis data pada siklus ke II maka target yang diharapkan tercapai dan penelitian ini dinyatakan berhasil. Selain itu dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bermain bermedia flanel gantungan angka dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan 1sampai 5 pada anak kelompok B di PPT Teratai Pacarkembang Tambaksari Surabaya.Kata Kunci : kemampuan mengenal konsep bilangan 1 sampai 5, bermain media flanel gantungan angka.AbstrakChildren in group B PPT Teratai Pacarkembang Tambaksari Surabaya mostly in the concept of numbers 1 through 5 are still lacking , because children simply memorize without understanding one by one the numbers 1 to 5 as to what and how delivery also makes children tired . It is necessary to act with the playing of media using flannel hanger figures . The purpose of the concept of numbers given to children in Group B PPT Teratai Surabaya mendeskripsikan is to play the media like where the method can increase the number of hangers flannel familiar concept of numbers 1 through 5 in group B children in PPT Teratai Surabaya . This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle . Each cycle consists of four stages , namely planning , implementation , observation and reflection . Subjects in this study were children in group B at the PPT Teratai Surabaya , which amounts to 13 children , which consisted of 9 girls and 4 boys . Data collection techniques used observation and documentation , while data analysis using descriptive statistics . From the analysis of data enhancement familiar concept of numbers 1 through 5 with the playing of media hanger flannel figures in the first cycle of data obtained 61.54 % . This suggests the study of this class action have not been successful because the specified target is ≥ 75 % , the study continues on to the second cycle . In cycle II data showed an increase tenteng familiar concept of numbers 1 through 5 with flannel hanger method of media play rate reaches 100 % . Based on the data analysis to the second cycle of the target is reached and the study declared successful . Moreover, it can be concluded that by using the method of play of media figures flannel hanger can improve childrens ability to recognize the concept 1sampai number 5 in group B children in PPT Teratai Surabaya Pacarkembang Tambaksari Surabaya.Keywords : ability to recognize the concept of numbers 1 to 5 , play media hanger flannel figures
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK B Pertamawati, Ida; Khotimah, Nurul
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia TK adalah masa “usia emas” (golden age), yang didalamnya terdapat “masa peka” yaitu suatu masa yang menuntut perkembangan anak dikembangkan secara optimal. Untuk itu diperlukan stimulasi dan pembinaan yang tepat agar potensi yang ada pada diri anak dapat berkembang secara optimal. Dari observasi awal yang telah dilaksanakan peneliti bersama teman sejawat, bahwa kenyataan di lapangan diperoleh data dari 20 siswa tersebut 15 anak menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan motorik halusnya yang ditandai dengan kurang terampilnya anak dalam mengkoordinasi gerakan jari jemari tangan saat memasukkan puzle pada tempatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan metode pemberian tugas melalui kegiatan menganyam. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Di setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek pada penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Pancasila I Surabaya berjumlah 20 anak yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil analisis data peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan metode pemberian tugas melalui kegiatan menganyam pada siklus I diperoleh data 74,7%. Hal ini menunjukkan penelitian tindakan kelas ini belum berhasil oleh karena target yang ditentukan 85%, maka penelitian ini berlanjut pada siklus II. Pada siklus ke II diperoleh data mengenai peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan metode pemberian tugas melalui kegiatan menganyam mencapai 85,3%. Berdasarkan analisis data pada siklus II maka target yang diharapkan tercapai dan penelitian ini dinyatakan berhasil. Selain itu dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan menganyam dengan menggunakan metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Pancasila I Surabaya dilakukan dengan cara menganyam 4 jelujur, menganyam 6 jelujur, menganyam 8 jelujur dan menganyam 6 jelujur dengan variasi warna.Kata kunci : Kemampuan Motorik Halus, Metode Pemberian Tugas, Menganyam.AbstractChildren kindergarten age is the period of "golden age" (golden age), in which there are "sensitive period" is a time that demands the development of children developed. It is necessary for the proper stimulation and guidance so that potential that exists in children can develop optimally. From the initial observation research conducted with colleagues, that the reality in the field of data obtained from 20 of the 15 students showed a delay in the childs fine motor skills are characterized by less skilled children in coordinating the movement of the hand fingers when inserting puzle in place. The purpose of this study was to describe the childs fine motor skills improvement by using the method of administration tasks through weaving. This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle. In each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. Subjects in this study were children in the kindergarten group B Pancasila I Surabaya totaled 20 children comprising 11 boys and 9 girls. Data collection techniques used observation and documentation while data analysis using descriptive statistics. From the analysis of the increase in childrens fine motor skills by using the method of assignment to weave through the data obtained in the first cycle of 74,7%. This suggests the study of this class action have not been successful because the specified target 85%, this research continues on the second cycle. In cycle II obtained data on the increase in childrens fine motor skills by using the method of administration tasks through weaving activity reached 85,3%. Based on the data analysis of the second cycle of the target is reached and the study declared successful. Moreover, it can be concluded that by weaving activity using the method of administration tasks can improve fine motor skills kindergarten children in group B Pancasila I Surabaya done by weaving 4 baste, baste 6 weaving, plaiting and weaving 8 baste 6 baste with color variations.Keywords : fine motor skills, Method of Providing Duty, Weaving.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA BAHAN ALAM KELOMPOK BERMAIN Wahyuni, Sri; Khotimah, Nurul
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan fisik motorik merupakan salah satu pengembangan dasar bagi anak usia dini. Perkembangan motorik anak sangat penting terutama perkembangan motorik halus anak. Perkembangan motorik halus anak dilakukan oleh tangan dengan menggunakan alat/ media kreatif. Anak dapat melaksanakan kegiatan yang dapat melatih otot-otot tangan dan koordinasi mata, pikiran dan tangannya. Pada penelitian ini permasalahan yang mendasar dalam kegiatan pengembangan motorik halus anak kelompok bermain Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto masih kurang berani menunjukkan kreatifitasnya dan kurang percaya diri dalam kegiatan kolase. Didalam kegiatan kolase anak masih belum berani menggunakan semua bahan yang disediakan guru. Oleh karena itu, peneliti mencoba menerapkan kegiatan kolase dengan media bahan alam dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktifitas guru anak dan peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase dengan media bahan alam pada anak kelompok bermain Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Di setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak Kelompok Bermain Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto dengan jumlah anak didik sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan prosentase kemampuan motorik halus anak pada siklus I sebesar 68.8%, sehingga hasil penelitian belum memenuhi standar kriteria tindakan yaitu ≥76%. Oleh sebab itu penelitian ini berlanjut pada siklus II. Data yang diperoleh pada siklus II, kemampuan motorik halus anak menjadi 86.6%. Berdasarkan data siklus II maka penelitian ini berhasil sesuai dengan kriteria tindakan yang diharapkan dan dapat disimpulkan melalui kegiatan kolase dengan media bahan alam ternyata meningkatkan kemampuan menyimak anak kelompok bermain Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto.Kata kunci: Motorik Halus, Kolase, Media Bahan AlamAbstractDevelopment of physical ability motor is one of the foundations for the development of early childhood . Motor development of children is very important especially fine motor development of the child . The development of fine motor done by hand using a tool / creative media . Children can carry out activities that can train the muscles of the hand and eye coordination , mind and hands . In this study a fundamental problem in the development of fine motor activities play group Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto still not dare to show their creativity and lack of confidence in collage activities . In activities collage kids still do not dare to use all materials provided teachers . Therefore , researchers are trying to implement activities with media collage of natural materials with the hope to improve fine motor skills of children. The purpose of this study was to describe the activities of teachers and the improvement of children fine motor skills through media collage with natural materials on child play groups Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto.  This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle . In each cycle consists of four stages , namely , planning , implementation , observation and reflection . The subjects were preschool children Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto the number of students as many as 15 children . Data collection techniques in this study using observation and documentation . Analysis of the data used is descriptive statistics .  The results show the percentage of childrens fine motor skills in the first cycle of 68.8 % , so the research results have not met the criteria for action that is ≥ 76 % . Therefore, this study continues on the second cycle . The data obtained in the second cycle , fine motor skills a child becomes 86.6 % . Based on data from the second cycle of this study it can be concluded declared a success and learning with activities that improve fine motor skills through media collage with natural materials is quite effective in improving the listening skills of children in group play Putra Harapan Gumeng Gondang Mojokerto .Keywords : Fine motor skills , Collage , Media Natural Ingredients
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI KEGIATAN GERAK DAN LAGU ANAK DI KELOMPOK BERMAIN Analupin, Woro; Khotimah, Nurul
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, gerakan ini lebih menuntut kekuatan fisik dan keseimbangan. Pembelajaran gerak dan lagu merupakan sebuah kegiatan dalam bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Berdasarkan kenyataan yang ada dilapangan, kondisi jalan desa yang masih berbatu-batu menyebabkan anak lebih banyak diasuh didalam rumah. Sehingga anak di Kelompok Bermain Mentari cenderung kurang aktif dalam melakukan kegiatan motorik kasar. Oleh karena itu, peneliti ingin memberikan solusi melalui kegiatan gerak dan lagu untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di Kelompok Bermain Mentari Desa Dilem Gondang Mojokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana aktifitas guru dan aktifitas anak dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar serta bagaimana meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan gerak dan lagu anak di kelompok bermain Mentari Desa Dilem gondang Mojokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Di setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak Kelompok Bermain Mentari Desa Dilem Gondang Mojokerto pada tahun pelajaran 2013-2014 yang berjumlah 9 anak terdiri dari 4 anak laki-laki dan 5 anak perempuan dengan rentang usia 2-4 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan prosentase kemampuan motorik kasar anak pada siklus I sebesar 44% (4 anak yang mampu), sehingga hasil penelitian belum memenuhi standar kriteria tindakan yaitu ≥76%. Oleh sebab itu penelitian ini berlanjut pada siklus II. Data yang diperoleh pada siklus II, kemampuan motorik kasar anak sebesar 77% (7 anak yang mampu dari jumlah total 9 anak). Berdasarkan data siklus II, maka penelitian ini berhasil sesuai dengan kriteria tindakan yang diharapkan dan dapat disimpulkan melalui kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.Kata Kunci : kemampuan motorik kasar, kegiatan gerak dan lagu.AbstractGross motor activity is part of the motor which includes large muscles skills , this movement is more demanding physical strength and balance . Learning motion and activity in the song is a play while learning and learn while playing . Based on the fact that there are in the field , the condition of village roads are still rocky causing more children cared for in the home . So that children in preschool Mentari tend to be less active in gross motor activities . Therefore, the researchers wanted to provide a solution through movement activities and songs to improve gross motor skills in preschool children Mentari Desa Dilem Gondang Mojokerto . The purpose of this study is to describe how the activities of teachers and childrens activities in improving gross motor skills as well as how to improve gross motor skills through movement activities and songs children in group play Mentari Desa Dilem Gondang Mojokerto . This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle . In each cycle consists of four stages , namely , planning , implementation , observation and reflection . Subjects were preschool children Mentari Desa Dilem Gondang Mojokerto in the school year 2013-2014 , amounting to 9 children consisted of 4 boys and 5 girls with an age range of 2-4 years . Data collection techniques in this study using observation and documentation . Analysis of the data used is descriptive statistics . The results show the percentage of gross motor skills a child in the first cycle by 44 % ( 4 children who are able to ) , so the research results have not met the criteria for action that is ≥ 76 % . Therefore, this study continues on the second cycle . The data obtained in the second cycle , gross motor skills children by 77 % ( 7 children were capable of a total of 9 children ) . Based on data from the second cycle , the study is successful according to the criteria of what you expect and can be inferred through movement activities and songs can enhance the childs gross motor skills .Keywords : gross motor skills , movement activities and songs .
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENCETAK MENGGUNAKAN MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK A Syavaliani, Titis; Khotimah, Nurul
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan fisik motorik halus sangat penting untuk anak usia dini karena akan menciptakan pengalaman-pengalaman yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap positif untuk perkembangan anak secara optimal. Setelah berusia 5 tahun karena koordinasi otot-otot yang lebih kecil digunakan untuk menggambar, mewarnai, melukis, menggunting, meronce, mencetak atau stempel akan membantu perkembangan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus mengarahkan anak pada kegiatan seni. Bahan serta peralatan yang digunakan hendaknya dapat dipenuhi dalam melakukan kegiatan motorik halus supaya anak bebas berkreasi dan berinisiatif membuat karya seni. Namun pada kenyataannya dalam kegiatan mencetak anak sering tergesa-gesa mengambil warna untuk segera dicetak atau distempelkan diatas kertas sehingga bentuk gambar tidak terlihat. Media bahan alam dalam kegiatan mencetak adalah perlengkapan yang diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia dari alam bukan merupakan hasil buatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan mencetak dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A1 TK Tunas Cendekia Puri Mojobaru Cj-23 Canggu Jetis Mojokerto tahun ajaran 2013-2014. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Disetiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A1 TK Tunas Cendekia Puri Mojobaru Cj-23 Canggu Jetis Mojokerto yang berjumlah 16 anak terdiri dari 8 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Data pada siklus I diperoleh hasil kemampuan motorik halus anak sebesar 43.75 %, sehingga hasil penelitian belum memenuhi standar kriteria tindakan yaitu ≥75%.  Maka dilakukan perbaikan tindakan lagi pada siklus II dengan hasil yang diperoleh kemampuan motorik halus anak sebesar 81.25 %. Berdasarka data pada siklus II, maka penelitian ini berhasil sesuai dengan kriteria tindakan yang diharapkan dan dapat disimpulkan melalui kegiatan mencetak menggunakan media bahan alam dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A1 TK Tunas Cendekia Puri Mojobaru Cj-23 Canggu Jetis Mojokerto. Kata kunci : kemampuan motorik halus, mencetak menggunakan media bahan alam Abstract Physical development of fine motor skills is essential for early childhood because it will create experiences that can foster self-confidence and a positive attitude for optimal child development . After a 5 -year -old because of the coordination of the muscles used for smaller drawing , coloring , painting , cutting , meronce , print or stamp will help fine motor development of children. Fine motor skills directing children in art activities . Materials and equipment used should be met in performing fine motor activities so that children are free to be creative and take the initiative to make works of art . But in fact the activities of child scored often hastily took the colors to be printed immediately or stamped on paper so that the shape of the image is not visible . Media natural materials in the printing activity is obtained supplies of ingredients available from nature is not the result of man-made . The purpose of this study is to describe how the printing activities can improve fine motor skills kindergarten children in group A1 TK Tunas Cendekia Puri Mojobaru Cj - 23 Canggu Jetis Mojokerto 2013-2014 school year . This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle . In each cycle consists of four stages: planning , implementation , action , observation and reflection . The subjects of this study were kindergarten children in group A1 TK Tunas Cendekia Puri Mojobaru Cj - 23 Canggu Jetis Mojokerto totaling 16 children consisted of 8 girls and 8 boys . Data collection techniques in this study using observation and documentation . Analysis of the data used is descriptive statistics . The data obtained in the first cycle results fine motor skills for children 43.75 % , so the research results have not met the criteria for action that is ≥ 75 % . Remedial action is carried out again in the second cycle with the results obtained by children fine motor skills 81.25 % . Based upon the data in the second cycle of this research has achieved the standard criteria can be concluded that the actions and activities through print media use of natural materials can improve fine motor skills kindergarten children in group A1 TK Tunas Cendekia Puri Mojobaru Cj - 23 Canggu Jetis Mojokerto . Keywords : fine motor skills , print media use of natural materials