Articles

Found 18 Documents
Search

TEORI-TEORI PROSES PEMEROLEHAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Khotijah, Khotijah
TARBAWIYAH Vol 10, No 2 (2013): Tarbawiyah -Edisi Juli-Desember 2013
Publisher : TARBAWIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT, karena dengan bahasa manusia bisa berkomunikasi dan mengembangkan potensinya dengan seluas-luasnya. Menurut teori ahli bahasa pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak anak ketika memperoleh bahasa dari ibunya. Ia akan berbahasa seperti apa yang didengar dan dilihat dari ibu dan orang-orang di sekitarnya  secara struktur dalam semua kompunen bahasa baik fonologi, sintaksis maupun semantiknya. Nabi Adam sebagai manusia pertama mendapat pelajaran bahasa langsung dari Allah SWT sebagai bekal untuk mengemban tugas kekhalifahan di bumi dan diberikan potensi untuk mengembangkan bahasa tersebut. Oleh karena itu teori-teori pemerolehan bahasa yang dikemukakan oleh orang ahli bahasa barat adalah merupakan adopsi dari ilmu Islam dalam Al-Qur’an.Kata Kunci: Proses pemerolehan Bahasa, Perspektif Al Qur’an
Proses Interaksi Seksual dalam Cerita Komik Jepang Terjemahan Khotijah, Khotijah
WIDYATAMA Vol 19, No 2 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Interaksi Seksual dalam Cerita Komik Jepang Terjemahan Khotijah Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bnagun Nusantara Sukoharjo, Jl.Letjend. Sujono Humardani No.1 Jombor, Sukoharjo, Kode Pos 57512. Telpon : 0271593156, Fax : 0271 591065 Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses interaksi seksual yang terdapat dalam cerita komik Jepang melalui tokoh-tokohnya dengan menggunakan teori simbolik interaksionisme sebagai acuan dalam menganalisis. Disinyalir, pada penggambaran proses interaksi seksual inilah para pembaca komik yang sebagian besar masih remaja, belajar banyak tentang seksualitas dan mengaplikasikan kedalam dunia nyata pacaran mereka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dimana thematic content analysis digunakan sebagai metode dalam menganalisis. Sampel dalam penelitian ini adalah komik yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 10 buah dan dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komik yang diteliti, hampir seluruhnya memuat materi pornografi berupa gambar aktifitas seksual mulai dari ciuman sampai dengan senggama. Pada komik yang memunculkan adegan senggama, 80% diantaranya masih terdapat sensor berupa balon dialog dan 20% lainnya digambarkan secara vulgar. Pada gambaran proses interaksi seksual, sebagian besar perilaku seksual yang diceritakan di dalam komik merupakan perilaku seksual yang diskrip di mana tokoh pria digambarkan sebagai pihak yang sering menginisiatori dalam permulaan hubungan seksual. Hanya sebagian kecil cerita dikomik yang menceritakan adanya negosiasi seksual. Setiap gambaran hubungan seksual yang diceritakan juga tidak menunjukkan adanya perilaku seksual aman, misalnya pemakaian kondom pada saat hubungan seksual berlangsung. Sebagian besar pembaca komik yang diwawancarai mengatakan bahwa komik tersebut telah memberikan pengaruh terhadap pola pikir mereka, khususnya tentang seks. Dari komik tersebut mereka bisa belajar menganai seks dan proses pacaran yang diakhiri dengan hubungan seksual. Bahkan, pada beberapa pembaca komik telah mengaplikasikan seluruh gambar aktifitas seksual tersebut ke dalam dunia nyata pacaran mereka.  Kata-kata kunci : Komik Jepang, Porno, Proses interaksi seksual.
PENERAPAN PENCEGAHAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER PENULARAN TB DI TEMPAT KERJA Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Widyaningsih, Vitri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (Tb) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Tb merupakan penyebab kematian dan kesakitan utama akibat infeksi di dunia. WHO mengestimasikan sepertiga penduduk di dunia yang terinfeksi Tb, sekitar 5-10% diantaranya berkembang menjadi Tb aktif yang dapat menular. Industri Batik merupakan industri informal yang mempunyai cukup banyak tenaga kerja. Lingkungan kerja pada workplace printing dan cap yang mengharuskan lembab dan tertutup dapat meningkatkan perkembangbiakan mycobacterium tuberculosis sehingga risiko penularan penyakit Tb pada tenaga kerja sangat tinggi. Perlu dilakukan identifikasi faktor lingkungan di tempat kerja serta kondisi kesehatan secara umum untuk mencegah terjadinya penularan Tb di tempat kerja pada pekerja sektor informal. Langkah yang dilakukan meliputi identifikasi hazard, risk assessment, dan risk control dengan melaksanakan hirarkhi pengendalian yang meliputi eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, serta pemakaian alat pelindung diri. Setiap industri memiliki risiko dan prioritas risiko masing-masing sehingga memerlukan tindakan pengendalian yang berbeda. Pencegahan sekunder dilakukan dengan skrining dan pencegahan tersier dilakukan dengan merujuk penderita Tb ke Puskesmas.Kata Kunci: Pencegahan Primer, Sekunder, Tersier, Tempat Kerja, Tuberculosis
5R SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PRIMER PENULARAN TUBERKULOSIS (TBCC) DI TEMPAT KERJA Khotijah, Khotijah; Kambodiansyah, Bobby Pasca; Kurniastuti, Asri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini penyakit Tuberculosis (TBCC) masih menjadi masalah kesehatan baik pada tingkat dunia maupun di Indonesia. Prevalensi TBCC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65 %. Sektor industri formal telah banyak mendapat perhatian serius pada penanganan penyakit tuberkulosis, namun pada industri informal belum mendapat perhatian yang serius bahkan belum tertangani secara baik. Industri informal seperti industri batik merupakan industri yang rentan dari penularan penyakit menular seperti TBCC. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit TBCC di tempat kerja antara lain faktor host dan lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit ini. Lingkungan yang lembab dan kurang pencahayaan sinar matahari dan terdapat kontak antara penderita TBCC di tempat kerja dengan rekan kerja lainnya. Tidak hanya itu kontak penyakit TBCC ini juga dapat terjadi oleh karena keluarga yang menderita TBCC melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya. Dimana kontak ini utamanya adalah melalui udara yaitu ketika saling berinteraksi satu sama lain. Oleh karena itu perlu adanya penanganan terkait permasalahan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan penyakit tuberkulosis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah problem cycle solving (PSC) dengan analisis diskriptif. Dari hasil kegiatan skrining awal menemukan empat tenaga kerja suspect TBCC dan satu penderita TBCC aktif  dalam pengobatan. Untuk itu perlu upaya pengendalian berupa 5R sebagai salah satu pencegahan primer.  Kata Kunci      : Industri; Kontak; Lingkungan; Tempat Kerja; Tuberkulosis
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MELAUI TABUNGAN SAMPAH Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Astrika, Fresthy
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan masih merupakan permasalahan global, termasuk di Indonesia. Data Kementerian Sosial menunjukkan sekitar 4,5 juta anak jalanan tersebar diseluruh provinsi di Indonesia, sebanyak 80% faktor kemiskinan sebagai pencetusnya. Berbagai solusi telah dilakukan dalam  menangani permasalahan anak jalanan, namun demikian, permasalahan masih muncul. Penanganan anak jalanan secara holistik dengan memperhatikan berbagai dimensi seperti pengembangan masyarakat, karakteritik masyarakat, dan model yang diterapkan akan menghasilkan suatu dampak yang lebih lama pula. Tabungan sampah anak jalanan (tabalan) adalah suatu model yang memiliki konsep menciptakan lapangan pekerjaan tanpa mengikatnya. Karena berbagai dimensi dilibatkan dalam model ini, model tabalan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menangani permasalahan anak jalanan secara holistik. Participatori rurall appraisal digunakan sebagai metode dalam pelaksanaan karena melibatkan banyak elemen seperti pengepul sampah sebagai penadah dari anak jalanan yang bertugas sebagai pemasok sampah daur ulang, karang taruna sebagai pengawas dan wadah anak jalanan, serta kelurahan sebagai pembinanya. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan oleh karang taruna dan dilaporkan ke kelurahan sebagai bahan evaluasi program. Kata Kunci      : Anak Jalanan, Pemberdayaan, Tabungan Sampah
HUBUNGAN KADAR TIMAH HITAM (Pb) DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA SPBU DI KARESIDENAN SURAKARTA Sjarifah, Ipop; Khotijah, Khotijah; Setyawan, Haris
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timah Hitam (Timbal/Pb) merupakan logam berat yang sangat berbahaya dan kontaminasi timbal dalam tubuh berpengaruh terhadap biosintesa hemoglobin, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, dan sistem ginjal. Kontaminasi timbal yang berpengaruh terhadap sistem ginjal dapat menyebabkan pengaruh terhadap tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timah hitam (Pb) dalam darah dengan kadar hemoglobin dan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  observasional analitik, dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel berjumlah 30 orang. Pengujian Pb darah menggunakan alat Atomic Absorbtion Spectofotometeri (AAS) dengan pengambilan darah sebanyak 10 mL dan pengukuran tekanan darah dengan Tensimeter dan pengukuran Hb dengan alat Sfignomanometer. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman. Kadar Pb dalam darah semua pekerja masih dibawah NAB yaitu <40 µg/dL dengan rerata 3,26 µg/d.  Hasil pengukuran kadar Hb 28 responden dengan kadar Hb normal dan 2 responden dengan Hb <12 mmHg . Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan kadar Pb dalam darah dengan kadar Hb dengan p value 0,201 dan r = 0,dan tidak ada korelasi yang signifikan antara pb darah dengan tekanan darah,dengan nilai p = 0.693 dan r= 0,075 untuk tekanan darah systole, dan  p = 0.327 dan r = 0.185 untuk tekanan darah diastole dengan nilai arah korelasi + (positif) dan kekuatan korelasi lemah. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel untuk tekanan darah systole dan diastole, dan kadar Pb dalam darah yang masih dibawah batas normal tidak mengakibatkan anemia.Kata Kunci : Kadar Timah Hitam, Kadar Hemoglobin, Tekanan Darah, Pekerja SPBU
PENDIDIKAN KELUARGA DAN PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK DAN REMAJA Khotijah, Khotijah
JURNAL TARBAWIYAH Vol 12, No 2 (2015): Vol.12 No.2 Januari - Juni 2015
Publisher : JURNAL TARBAWIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The family is the first and primary education for children. Parents have the most decisive role of family atmosphere. The way of Parenting and the atmosphere will influence the children’s attitude and personality  and it will also decide whether or not the children get their success in the future. The childrens self-reliance is one of the important things to decide their success , their parents’ and nations’s sucscess in the future. Therefore, parents should educate, train, and guide their children. Beside that, they have to be  models for their children from an early age in order they become a confident figure and have high self-reliance. If the children have high self-reliance nature, they will not always depend on other parties, then they will be confident, strong and not easily discouraged.Adolescence is a vulnerable period for every child. At this time, parents should be able to create a communicative atmoshphere and harmonious family, so the child will be always extrovert with family members, especially to the parents. It is intended that adolescents will not find more attention from other outside without their parent consent. Harmony doesn’t mean as  living without any problems, but it is how to overcome and resolve the problems. It is now known that the attention is absolutely necessary because there are many factors that influence the development of children as a friend and the electronic media that sometimes display a variety of phenomena that are not in accordance with the purpose of forming attitudes of children and adolescents. The role of parents is needed in educating and guiding children and teens. They also  should be active in a variety of roles in monitoring and assisting them.
STRATEGI PENGEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI Khotijah, Khotijah
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 2 No 2 (2016): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.141 KB)

Abstract

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Perkembangan bahasa bagi anak dimulai sejak bayi melalui pengalaman dan pertumbuhan bahasa. Pengembangan kemampuan berbahasa bagi anak usia dini bertujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Ada empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Konteks pengembangan bahasa hendaknya juga meliputi empat keterampilan tersebut. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa meliputi kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Anak usia dini mempunyai karakteritik yang unik. Dunia mereka adalah dunia bermain. Oleh karena itu kegiatan pengembangan bahasa yang dilakukan harus menggunakan strategi yang sesuai dengan dunia mereka. Banyak media yang bisa membantu guru dan orang tua dalam pengembangan bahasa anak usia dini. Anak-anak sekarang bisa mendownload sendiri seperti lagu/nyanyian dan cerita anak-anak. Media ini sekarang sangat disenangi anak-anak. Orang tua tinggal membimbing agar hasilnya lebih maksimal.
TEORI-TEORI PROSES PEMEROLEHAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Khotijah, Khotijah
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10 No 02 (2013): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.968 KB)

Abstract

Bahasa merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT, karena dengan bahasa manusia bisa berkomunikasi dan mengembangkan potensinya dengan seluas-luasnya. Menurut teori ahli bahasa pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak anak ketika memperoleh bahasa dari ibunya. Ia akan berbahasa seperti apa yang didengar dan dilihat dari ibu dan orang-orang di sekitarnya secara struktur dalam semua kompunen bahasa baik fonologi, sintaksis maupun semantiknya. Nabi Adam sebagai manusia pertama mendapat pelajaran bahasa langsung dari Allah SWT sebagai bekal untuk mengemban tugas kekhalifahan di bumi dan diberikan potensi untuk mengembangkan bahasa tersebut. Oleh karena itu teori-teori pemerolehan bahasa yang dikemukakan oleh orang ahli bahasa barat adalah merupakan adopsi dari ilmu Islam dalam Al-Qur’an.
The Effects of Lead (Pb) Exposure to Blood Pb Concentration and Hemoglobin Levels in Book Sellers and Street Vendors of Surakarta Khotijah, Khotijah; Sjarifah, Ipop; Mahendra, Putu Gede Oka; Widyaningsih, Vitri; Setyawan, Haris
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v13i2.5743

Abstract

Anemia is still a public health problem in the world and in Indonesia. WHO (2008) reported more than 75% of anemia in Asia is iron deficiency and 63.5% anemia in Indonesia is caused by lack of nutrition. Previous studies described that lead (Plumbum /Pb) can decrease hemoglobin levels. Sriwedari markets book sellers and Solo Wholesale Centers street vendors are susceptible populations exposed to Pb as a result of motor vehicle exhaust. Approximately 70% of Pb in vehicle exhausts emissions are emitted into the air. This study aimed to analyze the effects of Pb exposure on blood Pb concentration and hemoglobin levels. This study was a quantitative observational analytic study with cross sectional design conducted in 2015-2016 at Sriwedari Market. Samples were 97 respondents obtained through random sampling and Spearman correlation was used for data analysis. Result showed that there were association between Pb exposure in the air and blood Pb levels (p=0,000; r=0,606) and blood Pb levels and hemoglobin levels (p=0,000; r=-0,623)