Articles

Found 29 Documents
Search

Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Karper (Cyprinus Carpio) di Kelompok “Sari Nadi”, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan KHOLIFAH, SITI; ANTARA, I MADE; DEWI, RATNA KOMALA
E-Journal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism) Vol.1, No.2, Oktober 2012
Publisher : E-Journal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan Performansi Sistem Suspensi Aktif Bus Menggunakan Linear Quadratic Regulator dan Proportional Integral Derivative Kholifah, Siti; Tjahjana, R. Heru
Jurnal Matematika Vol 1, No 1 (2012): jurnal matematika
Publisher : Jurnal Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan, ketahanan dan keamanan saat berkendara merupakan hal yang berkaitan erat dengan sistem suspensi kendaraan. Seperti pada bus yang merupakan alat transportasi masal, diperlukan sistem suspensi yang baik demi kenyamanan penumpang dan pengemudi. Sistem suspensi bus harus dapat meminimalkan defleksi, terutama saat melintas jalan yang tidak rata dan rusak. Sistem suspensi aktif merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan sistem suspensi yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem suspensi aktif pada model seperempat bus dengan membandingkan hasil dari kontrol optimal LQR dan kontrol PID. Perancangan sistem kontrol optimal dan simulasi respon dari sistem suspensi dilakukan dalam software MATLAB. Defleksi sistem suspensi aktif dengan skema LQR memiliki nilai puncak 0.0668, 0.0143 dan 0.0530 meter, dengan waktu mantap masing-masing 2.4791, 0.2645 dan 0.7916 meter. Sedangkan melalui skema PID nilai puncaknya berada pada 0.0660, 0.0067 dan 0.0640 meter dengan waktu mantap masing-masing 1.0506, 0 dan 0.6756 detik. Dengan gangguan jalan yang tidak rata sistem suspensi aktif dengan kontrol PID menghasilkan nilai defleksi yang lebih rendah dibandingkan kontrol optimal LQR pada badan bus dan daerah kerja sistem. SehinggaPID memberikan tingkat kenyamanan dan ketahanan yang relatif lebih baik. Sedangkan nilai defleksi pada roda pengendali LQR lebih rendah sehingga memberikan keamanan yang lebih baik.
PENDIDIKAN KEPUTRIAN DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIMAH YANG TERAMPIL Kholifah, Siti
TADBIR MUWAHHID Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ta'Dibi
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.871 KB) | DOI: 10.30997/jtm.v5i1.337

Abstract

Pendidikan keputrian adalah proses mendidik yang dilakukan oleh pendidik dalam perubahan watak, perilaku dan kepribadian seseorang yang berhubungan dengan segala hal kegiatan keputrian, baik masalah remaja putri maupun wanita dewasa. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan diklat di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum. Tujuan pendidikan keputrian dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu untuk menambah bekal dalam kehidupan sehari-hari santri dan mengeksplor bakat yang dimiliki santri, sehingga bakat yang dimiliki dapat tersalurkan dan berkembang dengan baik.Kepribadian muslimah yaitu pribadi yang senantiasa segala perbuatan dan ucapannya didasarkan kepada Al-Qur’an dan Hadits. Pribadi muslimah dapat terbentuk dari kebiasaan seseorang dalam bersikap sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendidikan keputrian yang berada di dalam kegiatan ekstrakurikuler tata rias dan kegiatan ta’lim dapat membentuk santri putri menjadi pribadi muslimah yang terampil atau tidak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu suatu pendekatan untuk mempelajari, menerangkan, atau menginterpretasikan suatu kasus dalam konteksnya secara natural tanpa adanya intervensi pihak luar. Maknanya peneliti mengadakan telaah secara mendalam tentang suatu kasus. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti memperoleh data bahwa pendidikan keputrian yang diadakan pada kegiatan ekstrakurikuler tata rias dan kegiatan ta’lim belum sepenuhnya dapat membentuk kepribadian muslimah di karenakan waktu kegiatan yang hanya sebentar, namun dalam keterampilan para santri sudah terampil dalam berbagai hal.
Social Data Analytics sebagai Metode Alternatif dalam Riset Psikologi Yusainy, Cleoputri; Chawa, Anif Fatma; Kholifah, Siti
Buletin Psikologi Vol 25, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.062 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.27751

Abstract

The usage of technological based utilities has been increasing rapidly in our daily life. This phenomenon breeds two fundamental changes: Data explosion and social structures. It takes a different approach to gain insights and benefits from the phenomenon. In psychological science, the acquintance of alternative methods to keep up with the problems should be a necessity. This article introduces two social media data analytical techniques, namely (i) sentiment analysis as the process of computationally identifying, extracting, and quantifying the affective condition towards a particular target, and (ii) social network analysis (SNA) as the process of investigating social structures through the use of Graph Theory dan Network Science. Overviews are presented in general terms with expectation to bring quality of research in Psychology to the next level.
The development of learning video media based on swishmax and screencast o-matic softwares through the contextual approach Kholifah, Siti
Dinamika Pendidikan Vol 11, No 1 (2016): Juny 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low learning outcomes as a result of low students’ interest in learning on the Organizational Behavior subject was the background of the study. The objective of the study was to develop a learning media video based on swishmax dan screencast o-matic softwares through the contextual approach. The study used the ADDIE development model which consisted of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Before using, the learning video media first tested  by the media experts and the subject experts. Then; it needed students’ feedback on questionnaires about the media. The results of the  experts, and students’ questionnaires showed that the media was very good and feasible to be used. The effectiveness of the media was analyzed by t-test. It obtained the mean score of experimental class was 85.03; whereas the mean score of control class was only 79.00. By using the t test scores was 3.30> 1.997; then Ho was rejected. Therefore; it can be concluded that learning by using the learning video media based swishmax and screencast o-matic softwares through the contextual approach was better than the conventional teaching on Organizational Behavior.Rendahnya hasil belajar sebagai akibat dari rendahnya minat belajar mahasiswa pada mata kuliah perilaku organisasi adalah hal yang mendasari dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis Software Swishmax dan Screencast O-matic dengan pendekatan kontekstual. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dimana dalam tahapnya terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis, desain, development, implementasi, evaluasi. Sebelum digunakan, media video pembelajaran terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi. Selain itu diperlukan juga angket tanggapan mahasiswa mengenai media tersebut. Hasil dari validasi ahli media, materi dan angket mahasiswa berkriteria sangat baik dan layak untuk digunakan. Uji keefektifan media menggunakan uji t pihak kanan, diperoleh rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 85,03, dan kelas kontrol adalah 79,00. Dengan analisis menggunakan uji t diperoleh nilai ttabel < thitung yaitu 3,30> 1,997maka H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media video pembelajaran berbasis Software Swishmax dan Screencast O-matic dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada mata kuliah perilaku organisasi.
PENERAPAN STRATEGI MOTIVASI ARCS PADA MATERI MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK NOVEL Kholifah, Siti
MEDIA DIDAKTIKA Vol 2, No 2 (2016): Media Didaktika
Publisher : MEDIA DIDAKTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is 1) to describe the activities of learners in the learning of the application of motivational strategies ARCS on the material listened to the intrinsic elements of the novel 2) describing the thoroughness of the study of students after application of motivational strategies ARCS on the material listened to the intrinsic elements of the novel 3) describe the response of learners after learning ARCS motivation towards the implementation of strategies to material intrinsic elements of the novel.This research is the application of motivational strategies ARCS, with qualitative method is descriptive based on data obtained from the results: Observations to determine the activities of learners (observation sheets) done observers in learning, test questions (essay as much as 7 for students), questionnaire (questionnaire response for students) after learning takes place, data sources totaling 28 students of class VIII A MTs Son-daughter Lamongan in the academic year 2015/2016. The results of data analysis based on data classification research activity of students in three meetings showed an average yield of 98.9% in the first meeting of KD 13.1, 97.4% in the second meeting of KD 13.2 and 98.5%, in the third meeting of KD 13.3. Obtaining an average of three meetings, 98.2% expressed very well. The study of students reached 85% and the students response to the application of ARCS motivation strategy after learning takes to reach an average of 94.5% and is expressed very well.Based on the results of this study concluded that the implementation strategy ARCS motivation in understanding the intrinsic element of the novel material is effectively used and in the implementation of the application in the ARCS motivational strategies need to take into learning-hatikan allocation of time for the learning process goes according to destination.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DENGAN KEJADIAN KELELAHAN MENTAL (BURNOUT) PADA PERAWAT Kholifah, Siti; Soeharto, Setyawati; Supriati, Lilik
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 2, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Kesehatan Mesencephalon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.4 KB)

Abstract

Abstrak : Kondisi pasien di Intensive Psychiatric Care Unit (IPCU) menuntut perawat untuk melakukan observasi ketat selama 24 jam serta selalu menghadirkan dirinya dalam konteks terapeutik melalui interaksi dengan pasien. Rutinitas tersebut dapat menjadi stressor bagi perawat sehingga mengalami kelelahan mental atau burnout. Kelelahan mental dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal menjadi sangat penting karena penilaian individu terhadap faktor eksternal yang dialami sangat bergantung pada faktor internalnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor internal dengan kejadian kelelahan mental (burnout) pada perawat di IPCU RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang.Penelitian ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 40 orang yang didapatkan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kematangan emosi dan kejadian kelelahan mental (p value = 0,001 dan r = -0,500), antara kesejahteraan psikologis dan kejadian kelelahan mental (p value= 0.000dan r = -0,601), serta antara penyesuaian diri dan kejadian kelelahan mental (p value= 0.001dan r = -0,523). Berdasarkan hasil uji regresi linier disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan mental adalah kesejahteraan psikologis (p value< 0,001 dan koefisien korelasi = -0.543). Hal inidimungkinkankarena RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis perawat sehingga meminimalisasi kejadian kelelahan mental. Kata kunci: kelelahan mental, perawat, intensifpsikiatri, faktor internal
IPTEK BAGI MASYARAKAT : “Let’s Be Survivor Cardio” UPAYA REGULASI PERILAKU BERESIKO CARDIOVASCULAR DISEASE TAHUN 2014 Nurwidyaningtyas, Wiwit; Kholifah, Siti
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Mesencephalon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.886 KB)

Abstract

Abstract : Various risk factors such as smoking, hypertension, chronic elevated blood sugar levels, increased blood fat levels that not controlled and the lack of sporting activity are directly proportional to the increase in the prevalence of cardiovascular disease (CVD). But people generally do not realize that these risk factors closely related to unhealthy lifestyles inherent in public behavior, including the family environment. Lack of family awareness about  risk of CVD patterns become an important point in the risk factor control strategies through the dissemination and application of a pilot project in a targeted area. This program aims to encourage families built to be able to control or reduce behaviors or habits that lead to CVD risk behavior. In Higher Education program funded IbM we try to apply the smart card on the family built that called logbook for monitoring indicators of risk behavior includes, waist circumference, blood pressure, blood glucose monitoring and blood fat, diet and exercise and smoking habits. This program is facilitated by local cadres who previously had trained  on CVD risk factors during cadre training program in Rampal Celaket Public Health Services working area has been done in 2013. Then family discipline built for the implementation of an advanced program "One card for my neighbor" will be evaluated. Evaluation of the results of the program indicate that the socialization of the healthy heart control card has been given to the family target is not directly proportional to the discipline of monitoring indicators of risky behaviors. This results still far from the expectation, considering the risk factors for CVD inherent in the life behavior is still not a priority needs and yet to be felt as actual symptoms that adversed family.Keywords : cardiovascular disease, risk, regulation Abstrak: Berbagai faktor resiko seperti merokok, hipertensi, peningkatan kadar gula darah kronis, peningkatan kadar lemak darah yang tidak terkontrol dan kurangnya aktivitas olah raga berbanding lurus dengan peningkatan prevalensi cardiovascular disease (CVD). Namun masyarakat pada umumnya tidak menyadari bahwa faktor resiko tersebut erat kaitannya dengan pola hidup tidak sehat yang melekat pada perilaku masyarakat termasuk lingkungan keluarga. Kurangnya kesadaran keluarga akan pola kebiasaan beresiko CVD menjadi poin penting dalam penyusunan strategi pengendalian faktor resiko melalui sosialisasi dan aplikasi pilotproject dalam suatu area binaan. Program ini bertujuan mendorong keluarga binaan untuk dapat mengendalikan atau berupaya mengurangi perilaku atau kebiasaan yang mengarah pada perilaku beresiko CVD. Dalam program IbM yang didanai DIKTI ini kami mencoba mengaplikasikan kartu cerdas pada keluarga binaan yang disebut sebagai logbook untuk pemantauan indikator perilaku beresiko meliputi, lingkar perut, tekanan darah, pemantauan gula darah dan lemak darah, pola makan dan olahraga serta kebiasaan merokok. Program ini difasilitasi oleh kader setempat yang sebelumnya telah dierikan pelatihan tentang faktor resiko CVD pada program pelatihan kader wilayah kerja PKM Rampal Celaket yang telah dilakukan pada tahun 2013. Kemudian akan dievaluasi kedisiplinan keluarga binaan untuk pelaksanaan program lanjutan “Satu kartu untuk tetangga-Ku”. Evaluasi hasil program menunjukkan bahwa sosialisasi kartu kendali jantung sehat yang telah diberikan pada keluarga binaan tidak berbanding lurus dengan kedisiplinan pemantauan indikator perilaku beresiko dengan hasil yang masih jauh dari harapan mengingat faktor resiko CVD yang melekat pada perilaku hidup masyarakat masih belum menjadi prioritas kebutuhan dan belum dirasakan adanya gejala aktual yang merugikan keluarga.Kata kunci :cardiovascular disease, resiko, regulasi
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING BERBASIS KEBUDAYAAN NASIONAL (BIMAYANA) UNTUK PEMBELAJARAN MATA KULIAH AKUNTANSI KEUANGAN Koerniawan, Iwan; Kholifah, Siti
Jurnal Informatika Upgris Vol 2, No 2: Desember (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiu.v2i2.1251

Abstract

The purpose of this study is developing mobile learning BIMAYANA for learning financial accounting with valid criteria. This study is a Research and Development. The development of research using a modification of the 4D model into 3D with the define (definition), design (planning), and development (development). mobile learning BIMAYANA financial accounting subject first tested the validation by media experts, subject matter experts and also questionnaire responses of college students. Retrieved scoring average 85.2% validation of subject matter experts, media expert validation 89.2%, 85.2% votes college student responses, so a decent media mobile learning BIMAYANA is used with very good category
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DENGAN KEJADIAN KELELAHAN MENTAL (BURNOUT) PADA PERAWAT Kholifah, Siti; Soeharto, Setyawati; Supriati, Lilik
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 2, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Kesehatan Mesencephalon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.4 KB)

Abstract

Abstrak : Kondisi pasien di Intensive Psychiatric Care Unit (IPCU) menuntut perawat untuk melakukan observasi ketat selama 24 jam serta selalu menghadirkan dirinya dalam konteks terapeutik melalui interaksi dengan pasien. Rutinitas tersebut dapat menjadi stressor bagi perawat sehingga mengalami kelelahan mental atau burnout. Kelelahan mental dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal menjadi sangat penting karena penilaian individu terhadap faktor eksternal yang dialami sangat bergantung pada faktor internalnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor internal dengan kejadian kelelahan mental (burnout) pada perawat di IPCU RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang.Penelitian ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 40 orang yang didapatkan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kematangan emosi dan kejadian kelelahan mental (p value = 0,001 dan r = -0,500), antara kesejahteraan psikologis dan kejadian kelelahan mental (p value= 0.000dan r = -0,601), serta antara penyesuaian diri dan kejadian kelelahan mental (p value= 0.001dan r = -0,523). Berdasarkan hasil uji regresi linier disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan mental adalah kesejahteraan psikologis (p value< 0,001 dan koefisien korelasi = -0.543). Hal inidimungkinkankarena RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis perawat sehingga meminimalisasi kejadian kelelahan mental. Kata kunci: kelelahan mental, perawat, intensifpsikiatri, faktor internal