Articles

Found 38 Documents
Search

IDENTIFIKASI MODEL SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) JENJANG SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SE-KECAMATAN SEMARANG SELATAN

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SRA (Sekolah Ramah Anak) dalam pelaksanaan pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data diperoleh melalui kajian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya dilakukan secara deskriptif untuk mendapatkan pemahaman tentang identifikasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa identifikasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan Paud Se-Kecamatan Semarang Selatan sudah cukup baik. Pada prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak sudah hampir mendekati teori yang ada. Ini dibuktikan dengan hasil pengamatan dan dokumentasi pada setiap Jenjang Satuan PAUD se-Kecamatan Semarang Selatan. Pengamatan dan dokumentasi difokuskan pada kelengkapan Sarana dan Prasarana yang digunakan dalam Satuan Paud se-Kecamatan Semarang Selatan, pelaksanaan metode pembelajaran, sikap terhadap siswa, dan kesehatan lingkungan. Sarana dan prasarana yang digunakan di Satuan PAUD se-kecamatan semarang selatan telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara keseluruhan dapat mendukung kegiatan anak, baik secara fisik, mental maupun motorik. Hanya saja pelaksanaa metode pembelajaran yang telah dirancang dan dipersiapkan oleh guru tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan beberapa sebab. Selain itu, dalam penyampaian materi pembelajaran, guru sudah cukup bervariatif dalam penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan materinya dan didukung dengan media permainan serta komunikasi yang aktif antara guru dan peserta didik sudah cukup aktif. Keyword : SRA (Sekolah Ramah Anak), Pembelajaran Anak Usia Dini, Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan.

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA STIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan fisik yang sering dilakukan oleh anak prasekolah seperti: berguling, melompar, meluncur, berputar, berjalan dan berlari dipercaya dapat menjadi sarana dalam merangsang sistem kepekaan dan sensori bagi anak usia dini. Kegiatan tersebut melibatkan emosi dan fisik setiap individu. Setiap kegiatan yang dilakukan mengandung nilai yang penting bagi aspek perkembangan dasar  anak. Nilai-nilaiyang terkandung dalam setiap permainan dapat menjadi sarana dalam pemecahan masalah yg dihadapi. Penelitian tentang “Permainan tradisional sebagai media stimulasi aspek perkembangan  anak usia dini” ini bertujuan untuk : (1) Mencari, merekonstruksi, dan mengklasifikasi permainan tradisional yang ada di Jawa Tengah sesuai dengan nilai budaya masyarakat. (2) Menganalisis permainan tradisional sebagai sarana stimulan empat aspek perkembangan anak usia dini yaitu aspek fisik motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu : Tahap I : Tahap pendahuluan/ awal dilakukan dengan observasi lapangan; Tahap II : Pengembangan awal, rancangan untuk mengidentifikasi permainan tradisional yang dilakukan di TK Tunas Rimba I Semarang;  Tahap III : Melakukan wawancara, pengisian kuisioner / angket tentang permainan tradisional; dan Tahap IV       : menganalisis manfaat permainan tradisional sebagai stimulan aspek perkembangan anak. Kesimpulan yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat lima jenis permainan tradisional yang dilaksanakan di TK Tunas Rimba I Semarang. Jenis permainan tradisional tersebut merupakan sarana dalam mengembangkan aspek perkembangan dasar anak, seperti: pisik-mitorik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa. Terlebih lagi, anak usia dini dapat mengenal nilai-nilai budaya lokal yang terdapat dalam setiap jenis permainan. Hal ini sesuai dengan semboyan pembelajaran pada anak usia dini “Belajar seraya Bermain” stimulasi aspek perkembangan anak berasal dari permainan khususnya permainan tradisional budaya leluhur.   Kata kunci: permainan tradisional, media stimulasi, aspek perkembangan

PEMBELAJARAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK USIA DINI (USIA 4 – 5 TAHUN) DI TK IKAL BULOG JAKARTA TIMUR

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pembelajaran logika matematika anak usia dini (4-5 tahun) di TK Ikal Bulog Jakarta Timur bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk pembelajaran logika matematika di TK Ikal Bulog Jakarta dan (2)mengetahui strategi pembelajaran logika matematika di TK Ikal Bulog Jakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan langkah-langkah penelitian dari Spradley. Data deskriptif yang diperoleh dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan angket. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu: (1) tahap Pendahuluan dilakukan dengan observasi lapangan, (2) kedua, Tahap ini peneliti terlibat di lapangan, dimana peneliti melakukan pengumpulan data terkait dengan tema penelitian, (3)tahap ketiga adalah menganalisis data yang diperoleh, dan (4) Tahap keempat adalah menyusun laporan hasil analisis lapangan.Temuan dari penelitian ini adalah: kegiatan yang dilakukan guru bersama-sama dengan anak anak yang berupa pengenalan angka, pengenalan perbedaan, pengenalan lambang bilangan, klasifikasi, pengenalan bentuk geometri, dan pengenalan warna, maka guru telah mengajarkan bentuk pembelajaran logika matematika”. Dan Apabila guru telah melakukan serangkaian proses pembelajaran seperti menggunakan metode pembelajaran dengan melibatkan anak dalam tanya jawab dan percakapan, memperagakan, praktek langsung, bercerita kepada anak, bernyanyi, melakukan bimbingan dengan penguatan dan peringatan, membiasakan, menggunakan media yang bervariasi dan melakukan evaluasi pembelajaran maka akan memudahkan anak dalam memahami logika matematika.Kata kunci: pembelajaran, logika matematika, usia dini.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI MEDIA APE “KUBUS ANGKA” PADA KELOMPOK A TK TUNAS RIMBA I SEMARANG TAHUN 2013/2014

Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya ( EDUCHILD ) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya ( EDUCHILD )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan, anakanaklebih cepat merasa bosan dan tidak tertarik dalam belajar mengenal konsep bilangan. Halini disebabkan karena setiap harinya anak-anak mengerjakan tugas dalam bentuk lembar kerja.Penggunakan media APE “kubus angka” sebagai media, memberikan kesempatan kepadaanaku ntuk menggembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan yang dimiliki. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana media APE “kubus angka”dapat meningkatkankemampuan anak mengenal konsep bilangan. Metode penelitian ini menggunakan penelitiantindakan kelas. Obyek penelitian tindakan kelas ini adalah anak Kelompok A di TK Tunas RimbaI Semarang yang berjumlah 20 anak. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi yang dilakukanguru saat pembelajaran berlangsung melalui lembar observasi. Penelitian ini dilakukan melaluidua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini yaitu: Terjadi peningkatan kemampuan anakmengenal konsep bilangan dengan penjelasan sebagai berikut: kondisi awal tingkat kemampuananak mengenal konsep bilangan yang mencapai ketuntasan indikator 15% dan yang tidakmencapai ketuntasan indikator 85%. Pada siklus I kemampuan anak mengenal koonsep bilanganyang mencapai ketuntasan indikator 50% dan yang tidak mencapai ketuntasan indikator 50%.Pada siklus II tingkat kemampuan anak mengenal konsep bilangan yang mencapai ketuntasanindikator 77% dan yang tidak mencapai ketuntasan indikator 23%. Hal ini menunjukkan adanyapeningkatan hasil belajar anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media APE “kubusangka” yang telah dilakukan pada siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa penggunaan media APE “kubus angka” dapat meningkatkan kemampuan mengenalkonsep bilangan pada anak kelompok A TK Tunas Rimba I Semarang.Kata kunci: Media APE “kubus angka”, Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan

PENERAPAN PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI PREVENSI KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK

PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.401 KB)

Abstract

ABSTRAKPendidikan keluarga merupakan jenis pendidikan informal sehingga anak akan mendapat pengalaman yang sangat berguna setelah anak memasuki usia dewasa. Pendidikan anak yang didapatkan dari keluarga memiliki beberapa fungsi. Selain diperoleh pengalaman, pendidikan sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional dan jaminan rasa kasih sayang kepada anak. Jalinan kasih sayang yang akan membentuk kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui pola pendidikan keluarga yang sudah diterapkan di keluarga, (2). Mengetahui profil pemahaman orangtua mengenai kekerasan seksual pada anak dan pencegahannya, (3). Mengetahui keefektifan program pendidikan keluarga sebagai upaya prevensi kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Populasi penelitian melibatkan 30 orangtua siswa PAUD dan guru PAUD di Kecamatan Semarang Utara. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan hasil observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengenalan atau sosialisasi program Pendidikan Keluarga yang telah dicanangkan pemerintah kepada pemerintah dapat membantu dalam upaya prevensi kekerasan seksual pada anak.Kata Kunci: Pendidikan Keluarga, Prevensi Kekerasan Seksual, Anak ABSTRACTEducation of the family is a type of informal education so that the child will get a very useful experience after children enter adulthood. Education of children who come from families has several functions. In addition to acquired experience, education affects the emotional state and the guarantee of affection to the child. Warm attachment with child will shape the child's personality. This study aims to (1). Knowing the pattern of family education has been applied in the family, (2). Knowing the profile of understanding by parents about child sexual abuse and its prevention, (3). Knowing the effectiveness of family education program as an effort prevention of sexual abuse in children. This research is the Research and Development (R & D). The study population included 30 parents of early childhood education and early childhood teachers in the District of North Semarang. The sampling technique used in this study is a random sampling. Data collection techniques used in this study using observation, interviews and questionnaires. The results of this study can contribute to the introduction or dissemination Family Education program that has been launched by the government to the government to help in the effort prevention of sexual abuse in children.Keywords: Parents education, child prevention, sexual abuse

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS SENTRA PADA PAUD RUMAH KITA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 8, No 2 Desember (2014): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by how important requirement of education model, because of the successful nation only be generated through education. Education for early childhood in coaching efforts aimed at children from birth to six years old conducted through giving educational stimulation to help the growth and development of childrens physical and spiritual in order to be ready to enter further study (Depdiknas: 2003). The objectives of this research is to find the integrated model based learning center at PAUD Rumah Kita Semarang. This study is a qualitative research by using phenomenological naturalistic approach. 1) Data collection 2) exploration 3) researchers conducted a focused research related to integrated model based learning centers. Data collection techniques applied in this study was: observation, interviews and questionnaires, documentation. The result of this research shown that Integrated learning conducted at PAUD Rumah Kita is a holistic learning system, which combines multidisciplinary of learning centered on an issue or topic or theme, both theoretically and practically, and combines institutional school and outside of the school who developed an integrated program based on students’ need, community’ needs and integrate learning activities to achieve the purpose of students’ personality development as comprehensive and integrated. Integrating learning implemented centers based. Learning centers model focuses on playing centers in learning. Playing centers is an activity area designed inside or outside of the classroom, contains a variety of playing activities with the necessary ingredients and prepared based on the ability of the child and in accordance with the theme developed and designed in advance. Keyword: Integrated Model, Learning Center at PAUD

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI BERMAIN MENCIPTA BIDANG DARI KEPINGAN GEOMETRI PADA KELOMPOK B TK IT PERMATA BUNDA MRANGGEN DEMAK TAHUN AJARAN 2014/2015

PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih kurangnya kreativitas anak. Hal tersebut diindikasikan dengan banyaknya anak yang kurang optimal dalam megerjakan kegiatan cenderung malas-malasan dan kurang antusias karena sering menggunakan lembar kerja, anak juga terlihat mencotek hasil karya temannya. Hal ini terjadi karena proses pembelajaran yang monoton, guru belum mengembangkan permainan yang mampu mengasah kreativitas anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anak pada kelompok B TK IT Permata Bunda Mranggen Demak melalui bermain mencipta bidang dari kepingan geometri.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan alat pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yang terdiri dari satu variabel bebas (independent variable) atau variabel (X) yaitu bermain mencipta bentuk dari kepingan geometri, dan satu variabel terikat (dependent variable) atau variabel (Y) yaitu kreativitas. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK IT Permata Bunda Mranggen Demak tahun ajaran 2014/2015, sebanyak 16 anak.Dari hasil akhir dengan menggunakan teknik permainan dan observasi dengan dua siklus diperoleh hasil peningkatan kreativitas anak, yaitu mencapai 75% pada siklus pertama dan 81,25 % pada siklus kedua (indikator kinerja tercapai). Hasil hipotesis yang berbunyi kreativitas anak meningkat melalui bermain mencipta bidang dari kepingan geometri pada kelompok B TK IT Permata Bunda Mranggen Demak tahun ajaran 2014/2015 dan berdasarkan hasil akhir tersebut, maka hipotesis yang diajukan diterima kebenarannya.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kreativitas anak dapat ditingkatkan melalui bermain mencipta bidang dari kepingan geometri. Oleh karena itu hendaknya guru menciptakan permainan yang lebih kreatif, karena anak akan memperoleh pengalaman secara langsung dengan obyek yang dipelajarinya.

PENGARUH KOLASE DAUN TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK PADA KELOMPOK A DI TK ABA AISYIYAH 51 SEMARANG BARAT 2016/2017

PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.961 KB)

Abstract

Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre Experiment Desaindengan desain yang digunakan adalah One Group Pre-Test And Post-Test Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa TK ABA Aisyiyah 51 Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel yang diambil terdiri dari dua kelas yaitu kelompok A1 berjumlah 23 anak dan kelompok A2 berjumlah 23 anak. Peneliti menggunakan teknik Non-probability sampling dengan jenis sampling purposive. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi dan observasi. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kolase daunterhadap keterampilan motorik halus anak padakelompok A di TK ABA Aisyiyah 51 Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Hal tersebut dapat diketahui dari perolehan   5,55  >1,729 dan meningkatnya rata-rata kolase daun terhadap motorik halus anak, sebelum perlakuan 64,70 menjadi 73,83 sesudah perlakuan. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 9,13% setelah diberikan treatment empat kali.Kata Kunci : Kolase Daun,Ketrampilan Motorik Halus This type of research is quantitative research in the form of Pre Experiment Design with the design used is One Group Pre-Test And Post-Test Design. The population of the study were all students of Kindergarten ABA Aisyiyah 51 Semarang Academic Year 2016/2017. Samples taken consisted of two classes namely group A1 amounted to 23 children and group A2 amounted to 23 children. The researcher used Non-probability sampling technique with purposive sampling type. Data obtained in this study obtained through documentation and observation. The results of data analysis can be concluded that there is a significant effect on leaf collage of fine motor skills of children in group A in kindergarten ABA Aisyiyah 51 Semarang Academic Year 2016/2017. It can be known from the acquisition of 5.55> 1.729 and the increase of leaf collage average to the childs fine motor, before treatment 64,70 to 73,83 after treatment. The experimental group experienced an increase of 9.13% after being given treatment four timesGoogle Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs WebPeluang Pasar GlobalTentang Google TerjemahanKomunitasSeluler.Keywords: Leaf Collage, Fine Motor Skill 

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS SENTRA PADA PAUD RUMAH KITA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 8, No 2 Desember (2014): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by how important requirement of education model, because of the successful nation only be generated through education. Education for early childhood in coaching efforts aimed at children from birth to six years old conducted through giving educational stimulation to help the growth and development of childrens physical and spiritual in order to be ready to enter further study (Depdiknas: 2003). The objectives of this research is to find the integrated model based learning center at PAUD Rumah Kita Semarang. This study is a qualitative research by using phenomenological naturalistic approach. 1) Data collection 2) exploration 3) researchers conducted a focused research related to integrated model based learning centers. Data collection techniques applied in this study was: observation, interviews and questionnaires, documentation. The result of this research shown that Integrated learning conducted at PAUD Rumah Kita is a holistic learning system, which combines multidisciplinary of learning centered on an issue or topic or theme, both theoretically and practically, and combines institutional school and outside of the school who developed an integrated program based on students’ need, community’ needs and integrate learning activities to achieve the purpose of students’ personality development as comprehensive and integrated. Integrating learning implemented centers based. Learning centers model focuses on playing centers in learning. Playing centers is an activity area designed inside or outside of the classroom, contains a variety of playing activities with the necessary ingredients and prepared based on the ability of the child and in accordance with the theme developed and designed in advance. Keyword: Integrated Model, Learning Center at PAUD

IDENTIFIKASI MODEL SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) JENJANG SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SE-KECAMATAN SEMARANG SELATAN

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SRA (Sekolah Ramah Anak) dalam pelaksanaan pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data diperoleh melalui kajian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya dilakukan secara deskriptif untuk mendapatkan pemahaman tentang identifikasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa identifikasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan Paud Se-Kecamatan Semarang Selatan sudah cukup baik. Pada prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak sudah hampir mendekati teori yang ada. Ini dibuktikan dengan hasil pengamatan dan dokumentasi pada setiap Jenjang Satuan PAUD se-Kecamatan Semarang Selatan. Pengamatan dan dokumentasi difokuskan pada kelengkapan Sarana dan Prasarana yang digunakan dalam Satuan Paud se-Kecamatan Semarang Selatan, pelaksanaan metode pembelajaran, sikap terhadap siswa, dan kesehatan lingkungan. Sarana dan prasarana yang digunakan di Satuan PAUD se-kecamatan semarang selatan telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara keseluruhan dapat mendukung kegiatan anak, baik secara fisik, mental maupun motorik. Hanya saja pelaksanaa metode pembelajaran yang telah dirancang dan dipersiapkan oleh guru tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan beberapa sebab. Selain itu, dalam penyampaian materi pembelajaran, guru sudah cukup bervariatif dalam penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan materinya dan didukung dengan media permainan serta komunikasi yang aktif antara guru dan peserta didik sudah cukup aktif. Keyword : SRA (Sekolah Ramah Anak), Pembelajaran Anak Usia Dini, Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan.