Articles

Found 21 Documents
Search

Pemaparan merkuri nitrat (Hg (No3)2) dengan konsentrasi berbeda pada jaringan hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch): tinjauan histologi Khalil, Munawar
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.488 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.3.972

Abstract

Abstract. The aims of this study is to evaluate the effect of the mercury nitrate (Hg(NO3)2) on the histological  of the liver structure of Asian seabass (Lates calcarifer Bloch) fingerling which reared in the sea water. The fingerling liver tissue structure was analyzed using histological technique method. The result shown that Hg(NO3)2 gave negatively effect on the liver of the fingerling. The Hg(NO3)2 was caused atrophy, necrosis, coat inter the liver cellparted, fatty degeneration, cloudy swelling, vacuola degeneration, forming room in the cell, hepatitis, sirrhosis and metal accumulation.Keywords : Liver tissue, Asian Seabass fingerling, heavy metal compound. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh logam berat merkuri nitrat (Hg(NO3)2) pada struktur histologis hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) yang dipelihara di air laut. Analisis struktur jaringan hati dilakukan melalui teknik histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hg(NO3)2 memberikan efek negatif pada hati benih ikan. Pada jaringan hati, (Hg(NO3)2) menyebabkan kerusakan atrophy, necrosis, lapisan antar sel hati berpisah, perlemakan hati, pembengkakan sel yang tidak beraturan, degenerasi pada vacuola, terbentuknya ruang antar sel, hepatitis, sirrhosis dan terdapatnya akumulasi logam berat Hg(NO3)2 dalam jaringan hati.Kata kunci: Jaringan hati, benih kakap putih, Senyawa logam berat.
Acta Aquatica: Terbitan Perdana Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu-Ilmu Perairan Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.586 KB) | DOI: 10.29103/aa.v1i1.289

Abstract

Terimakasih atas bantuan dan dukungan dari segala pihak sehingga kami dengan berbangga hati dapat menerbitkan edisi perdana dari jurnal Acta Aquatica ini. Jurnal ini merupakan salah satu jurnal saintifik yang berfokus pada bidang ilmu perairan yang diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Acta aquatica mempublikasikan hasil penelitian, ikhtisar dan penelaahan yang berhubungan dengan sistem lingkungan perairan (lahan basah, perairan tawar dan perairan laut) dan kawasan pembatas sistem lingkungan tersebut serta dampak aktivitas manusia terhadap sistem lingkungan. Acta Aquatica memiliki cakupan studi dalam bidang bioekologi sumberdaya perairan, hidrologi, biodiversitas biosfer perairan, oceanologi, rekayasa teknologi eksploitasi dan eksplorasi sumberdaya perairan, mikrobiologi akuatik, pemodelan akuatik, sistem informasi geografi akuatik, dan sosial ekonomi sumberdaya perairan. Acta Aquatica bertujuan untuk mempublikasikan jurnal saintifik yang berkualitas tinggi untuk peneliti, pegiat, akademisi dan kepada seluruh khalayak yang berminat tentang ilmu perairan. Kami berusaha sekuat tenaga untuk menjaga publikasi ilmiah ini agar dapat terbit secara berkala dan dengan cakupan distribusi nasional bahkan internasional. Penyempurnaan-penyempurnaan tentu saja akan terus kami lakukan agar jurnal ini menjadi salah satu jurnal terbaik dalam lingkupnya. Kami juga akan terus berusaha untuk melakukan perbaikan dalam hal konektifitas jurnal ini dengan media internet sehingga para penulis dan pembaca jurnal ini dapat secara leluasa berinteraksi dengan tulisan atau ulasan yang termuat dalam jurnal. Tentu saja ini semua memerlukan waktu dan sumberdaya yang luar biasa besarnya, namun sebuah cita-cita pasti akan terlaksana karena kemauan keras dan kerjasama yang kuat. Tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi dari berbagai sumber selalu kami undang serta nantikan untuk dapat direview kelayakannya sehingga dapat dimuat ke dalam jurnal ilmiah ini. Akhirnya Editor, Reviewer dan Mitra Bebestari mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas saran, masukan, komentar dan bimbingan dari berbagai pihak. Keterlibatan anda sangat berguna untuk menjadikan Acta Aquatica ini menjadi salah satu jurnal terbaik dalam bidang sains akuatik. Kami selalu menanti anda untuk berpartisipasi dalam pengembangan jurnal ini. Terima kasih!!!!
Penggunaan Keong Bakau Telescopium sp (Gastropoda: Potamididae) dan Siput Bakau Cerithidea sp (Gastropoda: Potamididae) Sebagai Biofilter terhadap Limbah Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos) Khalil, Munawar; Ezraneti, Riri; Jannatiah, Jannatiah; Hajar, Siti
Journal Omni-Akuatika Vol 12, No 3 (2016): OmniAkuatika special edition Kripik SCiFiMaS
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.219 KB) | DOI: 10.20884/1.oa.2016.12.3.129

Abstract

 Mangrove snail Telescopium sp and Cerithidea sp are natural biofilter that able used to manage the changes in water quality caused by the culture sewage. This research aimed to analyze the utilization of Telescopium sp and Cerithidea sp as natural biofilter for re-improving water quality level from culture sewage in the laboratory scale. The outcome of this study was expected to be valuable information that mangrove gastropods not only as pests in mariculture ponds, but also able to use as natural biofilter in pond sewage management for recovering water quality level. This research was conducted from April to July 2016 in Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory, Aquaculture Department, Agriculture Faculty, Malikussaleh University. Descriptive and quantitative methods used in this research including two treatment and three replications. Water quality such as turbidity, temperature, ammonia, nitrate, nitrite, orthophosphate, pH and dissolved oxygen measured periodically as research parameters. The result showed that the utilization of mangrove gastropod Telescopium sp and Cerithidea sp as natural biofilter was able to re-improving the water quality value such as pH, ammonia, nitrat, nitrit, orthophosphate and turbidity to the normal level. Meanwhile, the utilization of mangrove gastropods as natural biofilter does not gave any significant changes in the value of temperature, salinity and dissolved oxygen. Cerithidea sp also has better performance to reduce the water nutrient level in culture sewage compared than Telescopium sp. Keyword: mangrove gastropod, biofiltration, water quality, culture sewage
PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT PADA PEMBUATAN SILIKA GEL DARI SEKAM PADI Meriatna, Meriatna; Maulinda, Leni; Khalil, Munawar; Zulmiardi, Zulmiardi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.258 KB) | DOI: 10.29103/jtku.v4i1.65

Abstract

Sekam padi adalah salah satu bahan baku yang bisa dibuat menjadi silica gel karena komponen utama dari abu sekam padi adalah silika sekitar 86,9 – 97,8% Silika gel merupakan salah satu jenis adsorben yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan, kandungan utama silika gel adalah silika. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan silika gel dari sekam padi dan mengkaji pengaruh variabel temperature pengeringan (160, 180, 200, dan 220 oC), dan konsentrasi asam sitrat (5, 10, 15, dan 20%) terhadap kadar air, kadar abu, densitas dan pH. Proses pembuatan silika gel dari sekam padi melalui tahap pembentukan larutan natrium silika dan pembuatan silika gel kering, dan setelah itu dilakukan tahap analisa. Dari hasil penelitian didapatkan nilai silika gel tertinggi adalah 82,02 dengan suhu 1800C, konsentrasi HCl 10% dan konsentrasi asam sitrat 20%,. pH sesuai dengan standar yang telah ditentukan yaitu kisaran pH antara 7-8 dan nilai densitas adalah 2,03 gr/ml terendah sedangkan densitas tertinggi tertinggi adalah 2,27 gr/ml.
Studi pembesaran tiram (Crassostrea sp) melalui desain tata letak yang berbeda Zainura, Zainura; Rusydi, Rachmawaty; Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 2 (October, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.891 KB) | DOI: 10.29103/aa.v3i2.393

Abstract

Tiram (Crassostrea sp) merupakan salah satu bivalvial potensial yang dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi. Tata desain media budidaya tiram yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tata desain media budidaya tiram yang baik sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram. Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung Loskala Lhokseumawe dan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Reulet Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari bulan Juni sampai Agustus 2015. Adapun perlakuannya yaitu metode peletakkan benih tiram secara rak (horizontal), gantung (vertikal) dan didasar perairan dengan substrak batuan. Adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dan 3 perlakuan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertambahan panjang, lebar, ketebalan cangkang, pertambahan bobot dan kualitas air. Pertambahan bobot, lebar, panjang, dan ketebalan cangkang tertinggi terdapat pada perlakuan B yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 42,95 gram, 1,331 mm, 1,487 mm, 1,843 mm dan pertambahan bobot, lebar, panjang, dan ketebalan cangkang terendah terdapat pada perlakuan C yaitu 0,00 gram dan 0,00 mm. Rata-rata kelangsungan hidup yaitu 84% pada perlakuan A dan B, 0% pada perlakuan C. parameter kualitas air berada pada kisaran yang baik untuk pertumbuhan tiram dalam kisaran suhu 27 - 30 oC, pH 6,8 – 7,5 , dan DO 4,8 – 7,4 ppm.Oysters (Crassostrea sp) is one of the bivalves that is potential to be developed for improving the economic income. The good layout design for culturing oyster will affect its growth and survival. This study aimed to evaluate the layout design which was good for oyster cultivation affecting the growth and survival of oyster. This research was conducted at floating cage Loskala,  Lhokseumawe and in Hatchery and Technology Laboratory, Aquaculture Department, Agriculture Faculty Malikussaleh University fwhich was held on June to August 2015. The treatments were to use rack method (horizontal), hanging (vertical) and bottom methods. Completely randomized design (CRD) was used as research design with three replication for three treatments. Then it was continued by LSD (Least Significant Difference) Test,if there was a difference.Parameters measured were survival length, width, thickness of the shell, weight and water quality.The highest weight, width, length, and thickness of shell were obtained in treatment B which were 42,95 gram; 1,331 mm, 1,487 mm, 1,843 mm. other wise, the lowest one were obtained in treatment C which were 0 gram and 0 mm.The survival rate of both treatment A and B was 89%, which treatment C was 0%. water quality parameters were in good range for growth of oysters where as temperature 27-30 ° C, pH 6,8 to 7,5, and DO 4,8 to 7,4 ppm.
Studi Pengunaan Pakan Pelet Hasil Formulasi dari Bahan Baku Nabati Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Benih Ikan Gurami (Osphronemusgouramy) Khalil, Munawar; Zahnila, Zahnila; Hartami, Prama
126-4265
Publisher : Jurnal Terubuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the effect of formulated feed from different vegetable sources onto growth of gouramy fingerling (Osphronemus gouramy). The method used a non factorial completely randomized design with five treatments and three replications, namely A: commercial feed (control), B: formulated feed of Moringa, C: formulated feed Gliricidia, D: formulated feed ofCentella asiatica and E: formulated feed of three vegetable mixture. The results showed that formulated feed from different vegetable sources gave highly significant effect on growth of length (1,025± 0,126 cm in average) and weight1,133 ± 0,212 gram in average), feed conversion ratio (6,96±0,32 in average)and the response of fish to feed (25,61±0,65 minutes), which was Fcount > F table. The highest value on growth and feed conversion ratio was obtained in treatment B, whereas, the best response of fish to formulated feedwas obtained in treatment A (commercial feed). Furthemore, formulated feed also provided survival rate of gouramy (Osphronemus gouramy) relatively well.
Identifikasi kawasan penangkapan induk udang windu (Penaeus monodon) pada perairan pesisir Kabupaten Aceh Jaya Khalil, Munawar; Zulfikar, Zulfikar; Saifullah, Saifullah
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.22 KB) | DOI: 10.29103/aa.v1i1.299

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan kawasan penangkapan induk udang windu (Penaeus monodon) dan kondisi lingkungan perairannya ditinjau dari aspek fisika kimia perairan pada kawasan perairan kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey dan teknologi system informasi geografis. Kawasan penangkapan induk udang di Kabupaten Aceh Jaya pada umumnya terdapat pada titik ordinat: (1) H 950 34’ bujur timur dan 040 38’ lintang utara, (2) H 950 33’ bujur timur dan 040 39’ lintang utara, (3) H 950 34’ bujur timur dan 040 40’ lintang utara, (4) H 950 34’ bujur timur dan 040 33’ lintang utara. Parameter fisika kimia perairan yang diukur pada kawasan penangkapan induk udang menunjukkan kondisi yang sangat sesuai bagi sistem kehidupan udang.The aims of this study was to establish the broodstock catchment areas of tiger prawn (Penaeus monodon) and the condition of the waters which was surrounding their habitat in terms of environmental aspects of physical chemical water parameter in the coastal waters of Aceh Jaya region. This study used survey approach and geographic information system technology as methodelogy. The catching areas of broodstock in Aceh Jaya region commonly found on the ordinate point: (1) H 950 34 east longitude and 040 38 north, (2) H 950 33 east and 040 39 north, (3) H 950 34 east and 040 40 north, (4) H 950 34 east and 040 33 north. Physical and chemical parameters of water measured at catchment areas showed that the water parameters in the prawn habitat were very suitable for supporting of tiger prawn living.
Observasi aktivitas pengeraman telur dan perkembangan larva lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) Khalil, Munawar; Ramadhani, Ita; Ayuzar, Eva
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.842 KB) | DOI: 10.29103/aa.v5i1.717

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkah laku induk lobster air tawar pada saat proses perkawinan, pengeraman dan pemeliharaan telur, Penelitian ini juga melakukan observasi terhadap tahapan perkembangan larva yang dilihat melalui mikroskop. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu untuk melihat tingkah laku induk betina selama proses pengeraman telur dan perkembangan larva pada lobster air tawar. Parameter uji dilakukan selama pemeliharaan induk dan pengeraman telur menetas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkah laku induk selama proses pengeraman telur terlihat mulai dari 15 hari setelah induk melakukan perkawinan. Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari atau menjelang pagi hari. Selama proses pengeraman yang terjadi selama lebih kurang 35 hari, telur lobster mengalami beberapa kali pembelahan dan perkembangan telur itu terlihat dengan adanya perubahan warna telur. Pada tahap perkembangan larva, bagian larva yang di amati adalah pada bagian yang di mulai dengan tumbuh atau terjadi penambahan bulu-bulu halus, umbai-umbai (setae), bintik hitam pada cangkang larva, serta bentuk perubahan pada selubung kepala.The purpose of this study was to observe the behavior of freshwater lobster broodstock during the process of mating, incubation and egg nursering. This research also observed the development stages of larvae through microscope. The method used in this research was experimental that was to observed the behavior of freshwater lobster broodstock during the process of egg incubation and larval development. The tested parameters during the lobster broodstock nursering phase and egg nursering until they hatched. The results showed that the behavior of the lobster broodstock during the process of egg nursering seen starting from 15 days after the broodstock mating. Spawning process will occur at night or before the morning. During the incubating process that lasted for approximately 35 days, the lobster eggs experienced several cleavages and the development of the egg was noticeable by the change of egg color. At the developmental stage of the larvae, the larval part observed is on the part that begins with growing or occurring the addition of fine hairs, the tassels (setae), the black spots on the larval shell, and the shape of the change in the head sheath.
Pengaruh penurunan salinitas terhadap laju konsumsi oksigen dan pertumbuhan ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) Khalil, Munawar; Mardhiah, Ainol; Rusydi, Rachmawaty
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.474 KB) | DOI: 10.29103/aa.v2i2.720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penurunan salinitas terhadap laju konsumsi oksigen dan pertumbuhan ikan kerapu lumpur (E. tauvina). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 April sampai 22 Mei 2015 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan tiga ulangan dan dilanjutkan dengan Tukey jika terdapat perbedaan. Perlakuan yang diberikan yaitu : perlakuan A (27 ppt), B (24 ppt), C (21 ppt), D (18 ppt) dan E (15 ppt). Parameter yang diamati adalah laju konsumsi oksigen, pertambahan bobot, pertambahan panjang dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi oksigen tertinggi terdapat pada pelakuan  E (15 ppt) yaitu 0,987±0,085 mgO2/gr/jam dan terendah pada perlakuan A (27 ppt) yaitu 0,612±0,033 mgO2/gr/jam. Pertambahan bobot, panjang dan kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan B (24 ppt) yaitu masing-masing sebesar 1,231±0,153 gram, 0,970±0,083 cm dan 90,476 %. Selama penelitian ini suhu bekisar antara 26,9 – 29 oC, pH 6,8 – 8,2 dan DO 6,8 – 8,1 mg/ L.The purpose of this study was to determine the effect of salinity reduction in the rate of oxygen consumption and growth grouper (E. tauvina). The research was conducted on April 22 to May 22, 2015. The research was conducted at the Laboratory of Aquatic Hatchery and Technology, Department of Aquaculture Faculty of Agriculture, University Malikussaleh. The study design used was completely randomized design (CRD) with three replication and five treatments followed by Tukey if there is a difference. The treatments were as follow: treatment A (27 ppt), B (24 ppt), C (21 ppt), D (18 ppt) and E (15 ppt). Parameters measured were oxygen consumption rate, weight gain, length and survival rate. The results showed that oxygen consumption is highest in the carrying out of  E (15 ppt) is 0,987±0,085 mgO2/gr/h and the lowest in treatment A (27 ppt) is 0,612±0,033 mgO2/gr/h. Weight gain, length and survival rate is highest in treatment B (24 ppt) are respectively 1,231±0,153 gr, 0,970±0,083 cm and 90,476 %. During this study the temperature ranged between 26,9 – 29 oC, pH 6,8–8,2 and DO 6,8–8,1 mg/L.
Pengaruh penggunaan beberapa jenis filter alami terhadap pertumbuhan, sintasan dan kualitas air dalam pemeliharaan ikan mas (Cyprinus carpio) Nasir, Muhammad; Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.298 KB) | DOI: 10.29103/aa.v3i1.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan beberapa jenis filter alami zeolit, arang dan sabut kelapa dalam menetralisir pH dan Amoniak untuk memperbaiki kualitas air pada wadah pemeliharaan ikan mas dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan sintasan serta mengetahui media filter mana yang terbaik untuk pertumbuhan ikan mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November - Desember 2015 yang bertempat di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan, dimana A: kontrol (tanpa filter), B: filter zeolit, C: filter arang, D: filter sabut kelapa dan E: kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan Zeolit, Arang, Sabut kelapa dan Kombinasi dapat memperbaiki kualitas air untuk menetralisir pH dan amoniak. Pertumbuhan dan konversi pakan terbaik ditemukan pada perlakuan E (kombinasi) sedangkan untuk tingkat kelangsungan hidup terbaik ditemukan pada perlakuan D (sabut kelapa).This study aimed to determine the effectiveness of the use of several types of natural zeolite filter, charcoal and coconut fiber in neutralizing the pH and ammonia to improve the quality of water in the goldfish maintenance container and the effect on growth and survival rate and determine the best filter media for the growth of gold fish. This study was conducted on November to December 2015 at Laboratory of Aquaculture Hatchery and Technology Studies Program Aquaculture Faculty of Agriculture, University of Malikussaleh. The research design uses a completely randomized design (CRD) with 5 treatments 3 replications, that is A: control (without filter), B: zeolite filter, C: charcoal filters, D: coconut fiber filter and E: combination. The results showed zeolite, charcoal, coconut fiber and combination can improve water quality neutralize pH and ammonia. The best growth and feed conversion ratio are found in treatment E (combination) while for the best survival rate is found in treatment D (coconut fiber).