Ute Lies Siti Khadijah
Fakultas Ilmu Komunikasi

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Twitter Jatinangorku dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Seputar Daerah Jatinangor bagi Followers Perdana, Cepti Rachman Gilang; Rizal, Edwin; Khadijah, Ute Lies Siti
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.697 KB)

Abstract

This research aims to determine the Correlation of Twitter Jatinangorku Towards Fulfilment of Followers Information Needs Around Jatinangor seen from the four approaches of information, wich needs an current need approach, everyday need approach, exhaustic need approach and catching-up need approach. This theory in this research using Uses and Gratifications with corelational methods. Data collection techniques used in this study came from questionnaires, observations, interviews, and literature studies. The data analysis technique used is simple random sampling. The results of this research indicate that twitter Jatinangorku have a significant relationship to the information needs of the area sorrounding Jatinangor for followers. It mean that the existence of twitter Jatinangorku as an informative account for the Jatinangor area sufficent to meet the information needs of the followers need. Keywords :  information needs, twitter
PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT DAN KELANGSUN-GAN WARISAN BUDAYA NASKAH KUNO DI KABUPATEN CIAMIS Khadijah, Ute Lies Siti; -, Sukaesih; Rejeki, Diah Sri
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.8507

Abstract

Abstract.The manuscript that has been found in Ciamis Regency is 15 manuscripts, and only 3 manuscripts have been inventoried and clearly described the form and content. This proves there are still many ancient manuscripts that have not been identified by the agency or the researchers, so there is no picture of the form or content of the manuscript. Seeing the atti-tude of different owners of the manuscript, and still very minimal efforts to save the ancient man-uscripts physically the possibility of extinction manuscripts that are in the community is very large. One of the activities that support the preservation of cultural heritage is preservation by documenting. The purpose of this research is to know the status and condition of ancient manu-script in order to support documentation activity. The research method used is qualitative with the design of action research. The results showed that (1) Identify the existence of ancient manu-scripts scattered in Kabupaten Ciamis. (2) Identification of ancient manuscripts viewed from a socio-cultural point of view (3) Treatment of local people against ancient manuscripts. The con-clusion of this study is the status and condition of the ancient manuscripts in Ciamis Regency is still apprehensive because people's understanding of the importance of the ancient script for the continuity of cultural heritage is still low. Thus, further actions on the importance of loving the cultural heritage of our own country is needed, one of it documentation activities.Abstrak. Naskah yang sudah berhasil di temukan keberadaannya di Kabupaten Ciamis berjumlah 15 naskah, dan baru 3 naskah yang sudah di inventarisasi dan dideskripsikan bentuk dan isinya secara jelas. Hal ini membuktikan masih banyak naskah-naskah kuno yang belum teridentifikasi keberadaannya oleh dinas ataupun pihak peneliti, sehingga tidak ada pula gam-baran mengenai bentuk ataupun isi naskah tersebut. Melihat sikap pemilik naskah yang berbeda-beda, serta masih sangat minimnya upaya penyelamatan naskah-naskah kuno secara fisik maka kemungkinan kepunahan naskah yang berada di masyarakat sangat besar. Salah satu kegiatan yang mendukung kelestarian warisan budaya adalah pelestarian dengan cara mendokumentasi-kan. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui status dan kondisi naskah kuno guna menunjang kegiatan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Identifikasi keberadaan naskah kuno yang tersebar di Kabupaten Ciamis. (2) Identifikasi naskah kuno dilihat dari sudut pandang sosial budaya (3) Perlakuan masyarakat lokal terhadap naskah kuno. Kes-impulan dari penelitian ini adalah status dan kondisi naskah kuno di Kabupaten Ciamis masih memprihatinkan karena pemahaman masyarakat terhadap arti penting naskah kuno bagi ke-langsungan warisan budaya masih rendah. Maka diperlukan suatu tindakan lebih lanjut mengenai pentingnya mencintai warisan budaya yang dimiliki negri sendiri, salah dengan kegiatan dokumentasi.
KEGIATAN PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA PASCA GEMPA DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SUMATRA BARAT Adeliny, Nani; Damayanti, Ninis Agustini; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.726 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i1.9591

Abstract

This study aims to find out about how the preservation activities of library materials after the earthquake in the Library and Archives (CPA) of West Sumatra province. There are two forms of preservation in this study, namely Policy Curative Conservation and Preservation Event. The method used in this research is descriptive qualitative, where the collected data compiled and analyzed with data collection conducted through interviewing, direct observation, and literature study. As for the key informants in this study were employees and staff at the National Library and Archives (CPA) of West Sumatra province. The results of the study provide information that the implementation of the policy of preservation of library materials after the earthquake in the Library and Archives (CPA) of West Sumatra province has not had a policy in writing, but has carried out a policy outside decree governor of West Sumatra by the head of the library to save materials library. In addition, it also found that the curative conservation activities covering search and sorting of library materials that can be salvaged from the aftermath of the earthquake, improve library materials such as Patching and connecting, binding, media control and fumigation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana kegiatan pelestarian bahan pustaka pasca gempa di Badan Perpustakaan dan Kearsipan (BPA) Propinsi Sumatera Barat. Terdapat dua bentuk pelestarian dalam penelitian ini, yaitu Kebijakan Pelestarian dan Kegiatan Pelestarian Kuratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana data yang terkumpul disusun dan dianalisis dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi langsung, dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah para pegawai dan staf di Badan Perpustakaan dan Kearsipan (BPA) Propinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa pelaksanaan kegiatan kebijakan pelestarian terhadap bahan pustaka pasca gempa di Badan Perpustakaan dan Kearsipan (BPA) Propinsi Sumatera Barat belum mempunyai kebijakan secara tertulis, namun telah dilakukan kebijakan di luar surat keputusan Gubernur Sumatera Barat oleh kepala perpustakaan untuk menyelamatkan bahan-bahan pustaka. Di samping itu juga ditemukan bahwa kegiatan pelestarian kuratif meliputi penelusuran dan penyortiran bahan pustaka yang dapat diselamatkan dari pasca gempa, memperbaiki bahan pustaka seperti penambalan dan menyambung, penjilidan, alih media, serta fumigasi. 
Desa Tani, Penduduk Miskin, Lumbung Padi, dan Layanan Implementatif Perpustakaan Desa di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Yusup, Pawit M; Khadijah, Ute Lies Siti; Kurniasih, Nuning; Kuswarno, Engkus
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.23136

Abstract

This preliminary study aims to explore the initial data on the pilot system development joint venture farmer groups in the form of a granary (granaries famine) in the village. These types of business groups based on local knowledge systems are characterized by togetherness, solidarity, mutual help, and proved resilient in the face of global change. To begin the steps necessary technical-strategic and integrated approach, involving various related elements, such as universities, business entities that exist in the village, community leaders, business groups community, village library, and other elements. The approach used is the field observation and interviews with a number of related elements. The technical measures that do are as follows: (a) explore the initial information through discussions with the community about the problems of rural poverty maps from the aspects of the provision of business training based reading information sources entrepreneurship; (b) study with poor rural communities about the potential for business in the village on the basis of their views and experiences; (c) developing a business model based on the use of reading materials that match the type of business in the village; (d) a discussion on the pilot implementation of a business group based Lumbung Padi village, which proved resistant to global change; and (e) to synergize all activities performed by each of the above elements, in the form of a model village harmony peasants, the poor, granary, and the village library.
Desa Tani, Penduduk Miskin, Lumbung Padi, dan Layanan Implementatif Perpustakaan Desa di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Yusup, Pawit M; Khadijah, Ute Lies Siti; Kurniasih, Nuning; Kuswarno, Engkus
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.228 KB) | DOI: 10.22146/bip.23136

Abstract

This preliminary study aims to explore the initial data on the pilot system development joint venture farmer groups in the form of a granary (granaries famine) in the village. These types of business groups based on local knowledge systems are characterized by togetherness, solidarity, mutual help, and proved resilient in the face of global change. To begin the steps necessary technical-strategic and integrated approach, involving various related elements, such as universities, business entities that exist in the village, community leaders, business groups community, village library, and other elements. The approach used is the field observation and interviews with a number of related elements. The technical measures that do are as follows: (a) explore the initial information through discussions with the community about the problems of rural poverty maps from the aspects of the provision of business training based reading information sources entrepreneurship; (b) study with poor rural communities about the potential for business in the village on the basis of their views and experiences; (c) developing a business model based on the use of reading materials that match the type of business in the village; (d) a discussion on the pilot implementation of a business group based Lumbung Padi village, which proved resistant to global change; and (e) to synergize all activities performed by each of the above elements, in the form of a model village harmony peasants, the poor, granary, and the village library.
Penggunaan layanan open library dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa Telkom University Oktaviani, Fikri Dwi; Yusup, Pawit M; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 2 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.528 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i2.12856

Abstract

This study aimed to find out the use of open library digital library services  in meeting the information needs of Telkom University students. The study used the qualitative method with case study approach. Data collection techniques were conducted through interviews with Telkom University students, observation, and literature study. Study results showed that the initial stage was based on the motivation and goals arising from self-awareness and the need to increase knowledge in completing tasks and scientific works (thesis/TA). Browsing began with authentication using an SSO account (Igracias), and information retrieval began with using a simple search facility. Students also used the internet to access various other sources with the Google search engine to further enrich the required information. Then, At the formulation stage, students conducted brainstorming by learning and understanding the problem-solving process related to the appropriate topic and discussing it with friends, lecturers, or people who were considered understandable and could be invited to discuss related topics that were being deepened. The collection stage was done by downloading the file and storing it in their laptop folder. At the presentation stage, students would feel satisfied after getting the information so it is possible to do monitoring.  The presentation was performed in the form of writing a new document or as a complement in both the completion of lecture assignments (proposal and paper) as well as the writing of scientific papers (thesis/TA).  
PRESERVASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS MENGENAI PRESERVASI PREVENTIF DAN KURATIF MANUSKRIP LONTAR SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN KLUNGKUNG BALI). Sedana, I Nyoman; Damayani, Ninis Agustini; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.294 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i1.9616

Abstract

Lontar an ancient manuscript that is made from the leaves tal, in addition to the palm as well as a very important source of information for the public, because of the ejection public can obtain information or documentation and proof of the important events that occurred during the days ago. Papyrus manuscripts in Klungkung regency given hundreds of years old as the central government of Klungkung regency of Bali in the past or in the days of empire. Lontar in Klungkung regency is still in good condition or it can be clearly read the letter. The theory used in this research is the theory of preservation and the method used is a qualitative method that aims to study the processes of preservation preventive and curative papyrus manuscripts based on local wisdom based system of values, tare method and conditions; and assess the role of local government in the preservation of papyrus manuscripts based lokal.Subjek wisdom in this study as many as seven people respectively two pedanda / sulinggih / pastor, stakeholders, practitioners papyrus and one from the Department of Cultural district voters Klungkung.Teknik informants by way of technical snowball (snowball sampling). The findings indicate papyrus manuscript preservation in Klungkung regency in the manufacturing process should use the good ejection accompanied by offerings or offerings. Lontar stored on taksu in merajan shrine or temple shrines of storage in which each day dihaturkan offerings or offerings in addition also every six months during the festival of Saraswati, during the festival of Saraswati also conducted cleanup on kropak and shrine (where the palm). Lontar damaged in Klungkung regency will do transiliterasi or rewriting of the strands ejection ejection damaged in storage (in merajan or temple) to deliver to the offering or offerings first. Preservation curative manuscript ejection in Klungkung regency in the process of relaxation and discolor papyrus used oil serei blended pecans, while to overcome the ejection damaged in Klungkung regency will instantly transliterate or rewriting of the strands ejection damaged done by expert authors characters (letters) bali , The participation of the local government of Klungkung never participating in the preservation of papyrus manuscripts. The conclusion from this study that the preservation of preventive manuscript ejection in Klungkung regency with nurturing and caring for palm every day menghaturkan offerings or offerings in storage areas ejection in addition also perform ceremonies every six months during the festival of Saraswati, preservation curative manuscript ejection in Klungkung do relaxation, discolor letter ejection and overcome faulty ejection do transiliterasi or writing back in palm leaves, there has never been the role of local governments in the Klungkung regency papyrus manuscript preservation activities.Lontar merupakan naskah masa lampau yang terbuat dari daun tal, disamping itu lontar juga sebagai sumber informasi yang sangat penting bagi masyarakat, karena dari lontar masyarakat dapat memperoleh informasi atau dokumentasi dan bukti dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dimasa silam. Manuskrip lontar yang ada di Kabupaten Klungkung berumur ratusan tahun mengingat kabupaten Klungkung sebagai pusat pemerintahan pulau Bali di masa lampau atau pada jaman kerajaan. Lontar yang ada di Kabupaten Klungkung hingga saat ini masih dalam kondisi yang bagus atau dapat terbaca dengan jelas hurufnya. Teori yang di digunakan dalam penelitian ini adalah teori preservation dan Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji proses preservasi preventif dan kuratif manuskrip lontar berbasis kearifan lokal berdasarkan sistem nilai, tara cara dan ketentuan khusus; serta mengkaji peran serta pemerintah daerah dalam preservasi manuskrip lontar berbasis kearifan lokal.Subjek dalam penelitian ini sebanyak tujuh orang yaitu masing-masing dua orang pedanda/sulinggih/pendeta, pemangku, praktisi lontar dan satu orang dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung.Teknik pemilih informan dilakukan dengan cara teknik bola salju (snowball sampling). Hasil temuan menunjukkan preservasi manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dalam proses pembuatan lontar harus menggunakan hari baik yang disertai dengan banten atau sesajen. Lontar tersimpan pada pelinggih taksu di merajan atau gedong penyimpanan di pura yang setiap hari dihaturkan banten atau sesajen disamping pula setiap enam bulan pada hari raya Saraswati, pada hari raya Saraswati dilakukan pula pembersihan pada kropak dan pelinggih (tempat penyimpanan lontar). Lontar yang rusak di Kabupaten Klungkung akan dilakukan transiliterasi atau penulisan kembali pada helai lontar yang rusak pada tempat penyimpanan lontar (di merajan atau pura) dengan menghaturkan sesajen atau banten terlebih dahulu. Preservasi kuratif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dalam proses pelemasan dan menghitamkan lontar mempergunakan minyak serei dicampur kemiri, sedangkan untuk mengatasi lontar yang rusak di Kabupaten Klungkung akan langsung melakukan transliterasi atau penulisan kembali pada helai lontar yang rusak yang dilakukan oleh ahli penulis aksara (huruf) bali. Peran serta pemerintah daerah Kabupaten Klungkung tidak pernah ikut berpartisipasi dalam kegiatan preservasi manuskrip lontar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa preservasi preventif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dengan memelihara dan merawat lontar setiap hari menghaturkan sesajen atau banten pada tempat penyimpanan lontar disamping pula melakukan upacara setiap enam bulan pada hari raya Saraswati, preservasi kuratif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dilakukan pelemasan, menghitamkan huruf lontar dan mengatasi lontar yang rusak dilakukan transiliterasi atau penulisan kembali di daun lontar, belum pernah ada peran serta pemerintah daerah Kabupaten Klungkung dalam kegiatan preservasi manuskrip lontar.
PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT AL-HIDAYAH DESA CITIMUN KABUPATEN SUMEDANG Budiono, Agung; Sukaesih, Sukaesih; Khadijah, Ute Lies Siti
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman bacaan masyarakat (TBM) merupakan jantung pendidikan masyarakat sehingga diharapkan mampu memotivasi dan mengembangkan minat, kegemaran hingga pada informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap masyarakat terhadap lingkungan kondisi masyarakat, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan dan kemudahan akses terhadap informasi yang dapat diperoleh. Kemudahan akses adalah tersedianya sarana dan prasarana dimana masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang penyebaran literasi informasi kesehatan melalui kegiatan yang ada di TBM Desa Citimun Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Urgensi penelitian adalah meningkatkan pemahaman literasi kesehatanyang menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas manusia dan produktivitas. Penelitian ini akan mengidentifikasi peran pemahaman masyarakat terhadap kesehatan.Penelitian ini akan menggunakan metoda action research atau penelitian tindakan yang akan dibagi ke dalam dua tujuan kegiatan. Tujuan pertama, untuk melakukan assessment kondisi eksisting upaya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan yang saat ini dilakukan; termasuk di dalamn ya cara mengidentifikasi pemahaman masyarakat dalam mengadaptasi media; mengidentifikasi efektifitas media komunikasi untuk memperoleh informasi yang digunakan saat ini; dan mengidentifikasi komponen TBMdengan melakukan kerjasama dalam menyebarkan kesehatan. Tahap kedua, bertujuan untuk merumuskan model keberadaan TBM dalam konsep penyebaran literasi kesehatan. Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Penyebaran Informasi, Taman Bacaan Masyarakat
KEGIATAN PRESERVASI DI MUSEUM DALAM MELESTARIKAN BUDAYA Damayani, Ninis Agustini; Rusmana, Agus; Khadijah, Ute Lies Siti
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang tindakan pencegahan kerusakan pada koleksi manuskrip yang dimiliki Musium Sri Baduga. Pendokumentasian dengan upaya untuk melestarikan nilai budaya yang terkandung dalam manuskrip. Penelitian ini menggunakan metode deskpriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 3 metode yaitu studi pustaka, interview dan observasi. Pengamatan yang akan dilakukan selain pemahaman dalam konteks budaya juga melihat pada aspek teknis yaitu penyimpanan dengan suhu dan kelembaban udara yang tepat, pelaksanaan perawatan yang sesuai dengan budaya yang dianut, maka keberadaan manuskrip dapat dipertahankan dan dihindarkan dari kerusakan. Selain itu tindakan alih bentuk ke media digital juga dilakukan untuk menghindarkan kerusakan fisik koleksi manuskrip, walaupun isi manuskrip tetap dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Nilai guna manuskrip dari pendokumentasian ini tidak hanya bersifat informatif, historis dan edukatif, tetapi lebih banyak bernuansa budaya karena memang tujuan dari pendokumentasian ini lebih banyak diarahkan untuk tujuan pengembangan budaya dalam hal pengenalan masyarakat terhadap pemahaman nilai guna manuskrip sebagai aset dan warisan yang tidak ternilai. Melalui metode penelitian kualitatif, dengan informan sebanyak sepuluh orang yang bekerja di museum, maka diperoleh hasil bahwa penyimpanan dengan suhu dan kelembaban udara yang tepat serta fumigasi yang teratur, maka keberadaan manuskrip dapat dipertahankan dan dihindarkan dari kerusakan. Kata Kunci: Pelestarian, Museum, Budaya
PRESERVASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS MENGENAI PRESERVASI PREVENTIF DAN KURATIF MANUSKRIP LONTAR SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN KLUNGKUNG BALI). Sedana, I Nyoman; Damayani, Ninis Agustini; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.294 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i1.9616

Abstract

Lontar an ancient manuscript that is made from the leaves tal, in addition to the palm as well as a very important source of information for the public, because of the ejection public can obtain information or documentation and proof of the important events that occurred during the days ago. Papyrus manuscripts in Klungkung regency given hundreds of years old as the central government of Klungkung regency of Bali in the past or in the days of empire. Lontar in Klungkung regency is still in good condition or it can be clearly read the letter. The theory used in this research is the theory of preservation and the method used is a qualitative method that aims to study the processes of preservation preventive and curative papyrus manuscripts based on local wisdom based system of values, tare method and conditions; and assess the role of local government in the preservation of papyrus manuscripts based lokal.Subjek wisdom in this study as many as seven people respectively two pedanda / sulinggih / pastor, stakeholders, practitioners papyrus and one from the Department of Cultural district voters Klungkung.Teknik informants by way of technical snowball (snowball sampling). The findings indicate papyrus manuscript preservation in Klungkung regency in the manufacturing process should use the good ejection accompanied by offerings or offerings. Lontar stored on taksu in merajan shrine or temple shrines of storage in which each day dihaturkan offerings or offerings in addition also every six months during the festival of Saraswati, during the festival of Saraswati also conducted cleanup on kropak and shrine (where the palm). Lontar damaged in Klungkung regency will do transiliterasi or rewriting of the strands ejection ejection damaged in storage (in merajan or temple) to deliver to the offering or offerings first. Preservation curative manuscript ejection in Klungkung regency in the process of relaxation and discolor papyrus used oil serei blended pecans, while to overcome the ejection damaged in Klungkung regency will instantly transliterate or rewriting of the strands ejection damaged done by expert authors characters (letters) bali , The participation of the local government of Klungkung never participating in the preservation of papyrus manuscripts. The conclusion from this study that the preservation of preventive manuscript ejection in Klungkung regency with nurturing and caring for palm every day menghaturkan offerings or offerings in storage areas ejection in addition also perform ceremonies every six months during the festival of Saraswati, preservation curative manuscript ejection in Klungkung do relaxation, discolor letter ejection and overcome faulty ejection do transiliterasi or writing back in palm leaves, there has never been the role of local governments in the Klungkung regency papyrus manuscript preservation activities.Lontar merupakan naskah masa lampau yang terbuat dari daun tal, disamping itu lontar juga sebagai sumber informasi yang sangat penting bagi masyarakat, karena dari lontar masyarakat dapat memperoleh informasi atau dokumentasi dan bukti dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dimasa silam. Manuskrip lontar yang ada di Kabupaten Klungkung berumur ratusan tahun mengingat kabupaten Klungkung sebagai pusat pemerintahan pulau Bali di masa lampau atau pada jaman kerajaan. Lontar yang ada di Kabupaten Klungkung hingga saat ini masih dalam kondisi yang bagus atau dapat terbaca dengan jelas hurufnya. Teori yang di digunakan dalam penelitian ini adalah teori preservation dan Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji proses preservasi preventif dan kuratif manuskrip lontar berbasis kearifan lokal berdasarkan sistem nilai, tara cara dan ketentuan khusus; serta mengkaji peran serta pemerintah daerah dalam preservasi manuskrip lontar berbasis kearifan lokal.Subjek dalam penelitian ini sebanyak tujuh orang yaitu masing-masing dua orang pedanda/sulinggih/pendeta, pemangku, praktisi lontar dan satu orang dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung.Teknik pemilih informan dilakukan dengan cara teknik bola salju (snowball sampling). Hasil temuan menunjukkan preservasi manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dalam proses pembuatan lontar harus menggunakan hari baik yang disertai dengan banten atau sesajen. Lontar tersimpan pada pelinggih taksu di merajan atau gedong penyimpanan di pura yang setiap hari dihaturkan banten atau sesajen disamping pula setiap enam bulan pada hari raya Saraswati, pada hari raya Saraswati dilakukan pula pembersihan pada kropak dan pelinggih (tempat penyimpanan lontar). Lontar yang rusak di Kabupaten Klungkung akan dilakukan transiliterasi atau penulisan kembali pada helai lontar yang rusak pada tempat penyimpanan lontar (di merajan atau pura) dengan menghaturkan sesajen atau banten terlebih dahulu. Preservasi kuratif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dalam proses pelemasan dan menghitamkan lontar mempergunakan minyak serei dicampur kemiri, sedangkan untuk mengatasi lontar yang rusak di Kabupaten Klungkung akan langsung melakukan transliterasi atau penulisan kembali pada helai lontar yang rusak yang dilakukan oleh ahli penulis aksara (huruf) bali. Peran serta pemerintah daerah Kabupaten Klungkung tidak pernah ikut berpartisipasi dalam kegiatan preservasi manuskrip lontar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa preservasi preventif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dengan memelihara dan merawat lontar setiap hari menghaturkan sesajen atau banten pada tempat penyimpanan lontar disamping pula melakukan upacara setiap enam bulan pada hari raya Saraswati, preservasi kuratif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dilakukan pelemasan, menghitamkan huruf lontar dan mengatasi lontar yang rusak dilakukan transiliterasi atau penulisan kembali di daun lontar, belum pernah ada peran serta pemerintah daerah Kabupaten Klungkung dalam kegiatan preservasi manuskrip lontar.