Fibria Kaswinarni
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN BUNGKIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BIO BRIKET

MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 1 april (2009): MJL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan energi saat ini makin tinggi seiring dengan menipisnya sumber cadanganminyak. Permasalahan emisi bahan bakar fosil dan lonjakan harga minyak memicuterjadinya krisis energi. Mensikapi keadaan tersebut pemerintah merumuskan kebijakanproyeksi terhadap tanaman jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) sebagai tanamanbioenergi dengan menargetkan 1,5 juta Ha hingga tahun 2010. Pengolahan jarak pagarsebesar 7,5-10 ton/ha/tahun, menjadi biodiesel melalui proses ekstraksi diperolehbungkil jarak 5,25-7,0 ton. Bungkil jarak pagar masih mempunyai nilai kalor yangcukup tinggi sehingga berpotensi dijadikan sebagai bahan pembuatan bio briket.Proses pembuatan bio briket dilakukan dengan mencampurkan bahan sekam/serbukgergaji, bungkil biji jarak dan larutan pati 1%, kemudian dicetak lalu dikeringkan. Biobriket bungkil jarak pagar ini dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanahdan merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan.Kata Kunci : Jarak pagar, Bungkil jarak pagar, Bio briket

KAJIAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DAN CAIR INDUSTRI TAHU

MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu saat ini sudah menjamur di Indonesia, dan rata-rata masihdilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan airdan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi.Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf pendidikan yang relatifrendah, serta belum banyak yang melakukan pengolahan limbah. Kalaupun sudah adayang mempunyai unit pengolahan limbah hasilnya juga ada yang belum sepenuhnyasesuai yang diharapkan.Penelitian ini dilakukan pada tiga industri tahu, yaitu Industri Tahu TandangSemarang (Anaerob-Aerob), Sederhana Kendal (Anaerob-Aerob) dan Gagak SipatBoyolali (Anaerob). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengolahan limbahtahu yang efektif dan efisien serta dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.Metode yang dipakai pada penelitian ini survai lapangan dan wawancara. Analisisdata yang digunakan adalah deskriptif analitik dan analisis SWOT.Hasil penelitian untuk pengolahan limbah padat pada setiap industri adalahdengan menjual ampas tahu, dibuat pakan ternak, tempe gembus, kerupuk ampas tahudan roti kering. IPAL Tandang membutuhkan luas lahan 880 m2, biaya investasisebesar ± Rp.2.657.163.236, beban biaya bangunan/m3 limbah ± Rp.115.528.836,biaya operasional/bulan ± Rp.5.251.860, effluen memenuhi syarat (TSS : 66 mg/l,BOD5 : 24,00 mg/l , COD : 125,5 mg/l), debit : 23 m3/detik, biaya operasional/m3limbah/ hari ± Rp.1.167, waktu tinggal 14 hari, pipa flaring tidak difungsikan. IPALSederhana Kendal membutuhkan luas lahan 220 m2, biaya investasi sebesar ±Rp.411.566.509, beban biaya bangunan/m3 limbah ± Rp.11.759.043, biayaoperasional/bulan ± Rp.1.000.000, effluen memenuhi syarat (TSS : 62 mg/l, BOD5 :57,60 mg/l , COD : 203,2 mg/l), debit : 35 m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari± Rp.834, waktu tinggal 7,5 hari, pipa flaring berfungsi. IPAL Gagak Sipat Boyolalimembutuhkan luas lahan 25 m2, biaya investasi sebesar ± Rp.31.397.509, beban biayabangunan/m3 limbah ± Rp.5.232.918, biaya operasional/bulan ± Rp.60.000, effluentidak memenuhi syarat (TSS : 116 mg/l, BOD5 : 337,9 , COD : 759,8 mg/l), debit : 6m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari ± Rp.400, waktu tinggal 6 hari, biogasdimanfaatkan. Hasil analisis SWOT yaitu pada masing-masing industri tahu efisiensipemakaian air masih rendah.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengolahan limbah yang efektif dan efisienadalah IPAL Industri Tahu Sederhana Kendal, diperlukan pengoperasian proses IPALsecara kontinyu agar hasilnya sesuai yang diharapkan dan IPAL yang sesuai untukindustri kecil tahu adalah IPAL yang biaya investasi awal dan operasionalnya murah,perawatannya mudah, proses pengolahan lengkap (anaerob-aerob), kualitas efluenmemenuhi baku mutu air limbah industri tahu, memiliki nilai ekonomis dan ramahlingkungan.Kata Kunci : Industri Tahu, Anaerob, Aerob, Biogas, Pengolahan Limbah.

BENTUK INTERAKSI INTRASPESIFIK LUTUNG BUDENG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN ADINUSO KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.762 KB)

Abstract

Lutung Budeng merupakan jenis asli (endemik) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan individu Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) dalam satu populasi di kawasan hutan Adinuso Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Metode yang digunakan adalah metode pengamatan langsung. Pengambilan data diakukan di Hutan Adinuso Subah Kabupaten Batang selama 14 hari pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2016, sementara analisis data menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yaitu kompetisi, kooperasi, komensalisme, dan netralisme. Interaksi kompetisi dilakukan oleh sesama individu jantan dengan presentase 6,67%, interaksi kooperasi terjadi 33,33% yang dilakukan oleh sesama individu betina dengan persentase 20%, individu betina dengan infant 13,33%. Sementara interaksi komensalisme 26,67% yang seluruhnya dilakukan oleh individu betina dan Infant. Interaksi netralisme terjadi 33,33% dilakukan oleh individu jantan dengan individu betina 13,33%, individu jantan dan infant 13,33%, dan individu betina dengan infant 6,67%. Pada interaksi intraspesifik kompetisi terdapat perilaku agonistik, netralisme terdapat perilaku ingestif dan alelometik, kooperasi terdapat perilaku efimeletik dan play, serta komensalisme terdapat perilaku efimeletik dan etefimeletik. 

KAJIAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DAN CAIR INDUSTRI TAHU

MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu saat ini sudah menjamur di Indonesia, dan rata-rata masihdilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan airdan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi.Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf pendidikan yang relatifrendah, serta belum banyak yang melakukan pengolahan limbah. Kalaupun sudah adayang mempunyai unit pengolahan limbah hasilnya juga ada yang belum sepenuhnyasesuai yang diharapkan.Penelitian ini dilakukan pada tiga industri tahu, yaitu Industri Tahu TandangSemarang (Anaerob-Aerob), Sederhana Kendal (Anaerob-Aerob) dan Gagak SipatBoyolali (Anaerob). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengolahan limbahtahu yang efektif dan efisien serta dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.Metode yang dipakai pada penelitian ini survai lapangan dan wawancara. Analisisdata yang digunakan adalah deskriptif analitik dan analisis SWOT.Hasil penelitian untuk pengolahan limbah padat pada setiap industri adalahdengan menjual ampas tahu, dibuat pakan ternak, tempe gembus, kerupuk ampas tahudan roti kering. IPAL Tandang membutuhkan luas lahan 880 m2, biaya investasisebesar ± Rp.2.657.163.236, beban biaya bangunan/m3 limbah ± Rp.115.528.836,biaya operasional/bulan ± Rp.5.251.860, effluen memenuhi syarat (TSS : 66 mg/l,BOD5 : 24,00 mg/l , COD : 125,5 mg/l), debit : 23 m3/detik, biaya operasional/m3limbah/ hari ± Rp.1.167, waktu tinggal 14 hari, pipa flaring tidak difungsikan. IPALSederhana Kendal membutuhkan luas lahan 220 m2, biaya investasi sebesar ±Rp.411.566.509, beban biaya bangunan/m3 limbah ± Rp.11.759.043, biayaoperasional/bulan ± Rp.1.000.000, effluen memenuhi syarat (TSS : 62 mg/l, BOD5 :57,60 mg/l , COD : 203,2 mg/l), debit : 35 m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari± Rp.834, waktu tinggal 7,5 hari, pipa flaring berfungsi. IPAL Gagak Sipat Boyolalimembutuhkan luas lahan 25 m2, biaya investasi sebesar ± Rp.31.397.509, beban biayabangunan/m3 limbah ± Rp.5.232.918, biaya operasional/bulan ± Rp.60.000, effluentidak memenuhi syarat (TSS : 116 mg/l, BOD5 : 337,9 , COD : 759,8 mg/l), debit : 6m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari ± Rp.400, waktu tinggal 6 hari, biogasdimanfaatkan. Hasil analisis SWOT yaitu pada masing-masing industri tahu efisiensipemakaian air masih rendah.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengolahan limbah yang efektif dan efisienadalah IPAL Industri Tahu Sederhana Kendal, diperlukan pengoperasian proses IPALsecara kontinyu agar hasilnya sesuai yang diharapkan dan IPAL yang sesuai untukindustri kecil tahu adalah IPAL yang biaya investasi awal dan operasionalnya murah,perawatannya mudah, proses pengolahan lengkap (anaerob-aerob), kualitas efluenmemenuhi baku mutu air limbah industri tahu, memiliki nilai ekonomis dan ramahlingkungan.Kata Kunci : Industri Tahu, Anaerob, Aerob, Biogas, Pengolahan Limbah.

PEMANFAATAN BUNGKIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BIO BRIKET

MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 1 april (2009): MJL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan energi saat ini makin tinggi seiring dengan menipisnya sumber cadanganminyak. Permasalahan emisi bahan bakar fosil dan lonjakan harga minyak memicuterjadinya krisis energi. Mensikapi keadaan tersebut pemerintah merumuskan kebijakanproyeksi terhadap tanaman jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) sebagai tanamanbioenergi dengan menargetkan 1,5 juta Ha hingga tahun 2010. Pengolahan jarak pagarsebesar 7,5-10 ton/ha/tahun, menjadi biodiesel melalui proses ekstraksi diperolehbungkil jarak 5,25-7,0 ton. Bungkil jarak pagar masih mempunyai nilai kalor yangcukup tinggi sehingga berpotensi dijadikan sebagai bahan pembuatan bio briket.Proses pembuatan bio briket dilakukan dengan mencampurkan bahan sekam/serbukgergaji, bungkil biji jarak dan larutan pati 1%, kemudian dicetak lalu dikeringkan. Biobriket bungkil jarak pagar ini dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanahdan merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan.Kata Kunci : Jarak pagar, Bungkil jarak pagar, Bio briket

PENGELOLAAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN MASYARAKAT KALICARI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4529.445 KB)

Abstract

PENGELOLAAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN MASYARAKAT KALICARI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

BIOMONITORING PENCEMARAN SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN JUWANA BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb) PADA IKAN LUNDU

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.428 KB)

Abstract

Biomonitoring adalah pemanfaatan organisme untuk memonitor dan menilai/ mendeteksi kondisi suatu lingkungan. Sungai Silugonggo merupakan sungai terbesar di Kecamatan Juwana, yang berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal, MCK, TPI, serta industri yang berpotensi membuang limbah mengandung Pb yang berpengaruh pada kondisi fisik kimia dan organisme yang berada di sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik kimia dan kandungan logam berat timbal (Pb) pada ikan Lundu (Mystus nigriceps) di perairan Sungai Silugonggo Kecamatan Juwana. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan sampel air dan ikan dilakukan pada 3 stasiun, yaitu stasiun pertama Desa Doropayung, stasiun kedua Desa Kauman, dan stasiun ketiga Desa Bajomulyo. Pengambilan sampel dilakukan secara random dengan jarak 100 meter antar titik. Parameter yang diukur meliputi sifat fisik (suhu, kecepatan arus, kecerahan air, kedalaman sungai), sifat kimia (pH, COD, BOD, DO), kandungan logam Pb pada air dan Ikan Lundu. Kondisi Fisik dan Kimia didapatkan hasil antara lain: suhu air Sungai Siugonggo berkisar 280C-29,330C dengan baku mutu deviasi 3COD berkisar 11,3-17,40 ppm dengan baku mutu 25ppm, BOD berkisar 3,68-5,22ppm dengan baku mutu 3ppm. Pengujian Logam Berat Timbal (Pb) pada air dan Ikan Lundu dilakukan di laboratorium Universitas Diponegoro Semarang. Hasil uji kandungan logam timbal (Pb) pada air adalah 0,026-0,056ppm, hasil tersebut melampaui baku mutu air PPRI No.82 Tahun 2001 kelas II yaitu 0,003ppm. Hasil uji kandungan logam timbal (Pb) pada Ikan Lundu 0,497-0,725, hasil tersebut masih dibawah baku mutu BPOM Nomor 03725/B/SK/VII/89 yaitu 2,0ppm.Kata kunci : Biomonitoring, Sifat Fisik Kimia, Logam Timbal (Pb), Ikan

PENERAPAN BAHAN AJAR POP-UP ELEKTRIK BERBASIS SURFACE MOUNTING TECHNOLOGY TEMA LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN NILAI KARAKTER DI SEKOLAH DASAR

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 7, No 1 (2017): Malih Peddas Volume 7 Nomor 1, Juli 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.404 KB)

Abstract

Media pembelajaran  adalah alat bantu mengajar yang berguna menciptakan lingkungan belajar untuk menunjang terhadap proses pembelajaran. Penggunaan media belajar harus dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian siswa. Dengan perhatian siswa yang fokus dalam proses belajar, siswa akan mudah menerima materi dan diharapkan tujuan pembelajaran tersebut tercapai. Media pembelajaran dan metode pembelajaran merupakan hal yang paling mempengaruhi dalam proses pembelajaran. Sehingga dalam pembelajaran, diperlukan pengembangan media, salah satunya dengan media koran pendidikan yang bermuatan nilai karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas media dalam pembelajaran di Sekolah Dasar yang dilaksanakan di SDN 2 Pleburan diperoleh hasil lembar angket respon siswa yang telah dibagikan dengan menggunakan pembelajaran menggunakan media pada pembelajaran bermuatan nilai karakter kelas V dan VI dengan indikator berjumlah 15 maka diperoleh hasil pengisian angket memiliki kriteria baik. Sedangkan hasil yang diperoleh pengisian angket oleh guru memiliki kriteria sangat baik. Maka dapat disimpulkan dari hasil penerapan media komik digital pada sekolah dasar khususnya di SD N 2 Pleburan mendapat respon yang sangat baik dari pihak siswa maupun guru hal tersebut terlihat pada antusias siswa dan guru dalam mengisi kuisioner lembar angket dan siswa dalam penerapan pembelajaran terlihat mengikuti pembelajaran sangat antusias.