Articles

Found 28 Documents
Search

Prediksi Sebaran Suhu dari Air Buangan Sistem Air Pendingin PT. Badak NGL di Perairan Bontang Menggunakan Model Numerik

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 4 (2010): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.419 KB)

Abstract

Tingginya suhu buangan air pendingin PT. Badak NGL yang dilepas ke Perairan Bontang menyebabkan terganggunya berbagai sumberdaya pesisir yang ada disekitarnya. Karena itu perlu diketahui pola sebaran suhu agar dampak yang mungkin timbul dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pola sebaran suhu dari buangan air pendingin PT. Badak NGL di Perairan Bontang, Kalimantan Timur. Prediksi dilakukan dengan menggunakan model hidrodinamika dan transpor suhu 3-D yang dimodifikasi dari model POM (Princeton Ocean Model). Gaya pembangkit yang digunakan dalam model adalah pasang surut, debit buangan air pendingin dan debit sungai. Pemilihan langkah waktu (t)=0,5 detik, dengan 118 grid (barat-timur) dan 187 grid (utara-selatan), ukuran grid Δx=Δy=30 m. Nilai awal : u=v=ζ=0, T0 = 28 °C dan S0 = 32 ‰. Verifikasi elevasi dan suhu antara hasil model dengan hasil pengukuran menunjukkan kesesuaian yang baik dengan nilai korelasi 0,97 dan Kesalahan Relatif Rata-rata (Mean Relative Error/MRE) 1,31% untuk verifikasi elevasi, korelasi 0,90 dan MRE 5,17% untuk verifikasi suhu permukaan pada saat bulan purnama serta korelasi 0,87 dan MRE 7,12% saat bulan perbani. Hasil simulasi menunjukkan perbedaan pola sebaran suhu permukaan paling ekstrim ditemukan pada saat purnama untuk kondisi cuplik pasang maksimum dan surut maksimum. Perbedaan terutama terlihat pada Stasiun 8 (Muara Kanal Pendingin) yakni 41 °C saat surut maksimum dan saat pasang maksimum (ΔT=6 °C). Adapun perbedaan suhu antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup besar ditemukan di Stasiun C yakni sekitar 2,54 C saat  untuk skenario musim kemarau dan 2,32 C untuk skenario musim hujan Kata kunci : POM, buangan air pendingin, sebaran suhu, debit sungai, model numerik, Perairan Bontang High temperature of cooling water discharge of PT. Badak NGL that released to Bontang waters caused disturbances to the coastal resources in its surrounding. Therefore, it is urgent to understand the pattern of thermal dispersion in order to minimize the possible impacts occurred.  This research was aimed to predict the pattern of thermal dispersion from cooling water discharge of PT. Badak NGL in Bontang waters, East Kalimantan. Prediction was done using hydrodynamic model and 3-D thermal transport modified from POM (Princeton Ocean Model). Driving forces used in this model were tides, flows of cooling water discharge and rivers discharge.  Choice of time step (t)=0.5 second, with 118 grids (west-east) and 187 grids (north-south), grid size Δx=Δy=30 m. Initial value : u=v=ζ=0, T0 = 28 °C and S0 = 32 ‰. Verification of elevation and temperature between results of models and direct measurement showed a good suitability with correlation value was 0.97 and Mean Relative Error (MRE) 1.31% for elevation verification, correlation 0.90 MRE 5.17% and correlation 0.87 MRE 7.12% for thermal verification during spring and neap tides, repectively. Results simulation revealed the most extreem difference in pattern surface thermal dispersion that found during spring tide for sampling condition of maximum tide and ebb. Distinct difference was especially found at station 8 (mixing point) i.e. 41 °C during maximum ebb and 35 °C during maximum high tide. Whereas, significantly high thermal difference between upper layer and bottom layer was found at station C i.e. around 2,54 °C for dry season scenario and 2,32 °C for wet season scenario Key words: POM, cooling-water discharge, thermal dispersion, rivers discharge, numerical model, Bontang waters

KARAKTERISASI SIFAT FISIK BIOBRIKET CAMPURAN BATUBARA BUOL, ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN TONGKOL JAGUNG

Gravitasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.403 KB)

Abstract

ABSTRAKKarakterisasi sifat fisik biobriket campuran batubara Buol, arang tempurung kelapa, tongkol jagung, dan tepung kanji telah dilakukan untuk menentukan rasio campuran optimum terhadap sampel biobriket yang dihasilkan. Pada pembuatan sampel biobriket, batubara Buol, arang tempurung kelapa, tongkol jagung, dan tepung kanji, masing-masing dimanfaatkan sebagai bahan utama, bahan pencampur dan bahan perekat. Dalam penelitian ini, batubara Buol terlebih dahulu dikarbonisasi pada suhu 550°C selama 45 menit. Dengan karbonisasi, nilai kalor batubara tersebut meningkat hingga 37%. Batubara yang terkarbonisasi kemudian dicampurkan dengan arang tempurung kelapa, tongkol jagung dan tepung kanji dengan komposisi (95:0:0:5), (50:5:40:5), (50:15:30:5), (50:30:15:5), (50:40:5: 5), (60:5:30:5), (60:10:25:5), (60:25:10:5), dan (60:30:5:5). Pada pengukuran sampel-sampel tersebut, sifat fisik yang dievaluasi adalah nilai kalor, waktu pembakaran, dan suhu pembakaran. Dari hasil pengujian nilai kalor dengan menggunakan kalorimeter bom dan sifat penyalaan menggunakan termometer dan stop watch diperoleh bahwa rasio campuran optimum adalah (60:30:5:5) dengan nilai kalor sebesar 6636 kal/gr, waktu pembakaran selama 85 menit, dan suhu pembakaran tertinggi adalah 178 °C. Hal ini menunjukkan bahwa rasio campuran mempengaruhi secara signifikan nilai kalor, waktu pembakaran dan suhu pembakaran pada biobriket yang dihasilkan. Kata kunci: karbonisasi, biobriket, nilai kalor, sifat penyalaan

PERAN WALISONGO DALAM MENTRANSFER TASAWUF

El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4 No 01 (2018): Februari
Publisher : El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufism originally entered in the archipelago was brought by walisongo. The famous scholar in spreading Islam in the area of ​​Java Island is "walisongo". In the struggle in developing Islam, many wisdom that can be taken and emulated. The strategy they use can be accepted by many people, from the bottom to the upper classes of the nobles and kings. This is because the walisongo wearing tasawuf knowledge in da'wah, so much in demand by various circles. Walisongo is nine people who have been able to reach the level of guardian, a high degree of degree that is able to escort babanga sanga (guarding the nine holes in human beings), so it has a ranking guardian who spread Islam in Java. The teachings of Sufism that are taught include tasawuf akhlaqi and tasawuf falsafi. How to teach through 1) Da'wah with Education, Institution and Science of Wisdom; 2) Using wisdom and acculturation of Islamic teachings with local culture; 3) Acculturating the arts with the teachings of Sufism.

A Study of the Effect of Thermal Annealing on the Morphology of Copper Foils as Catalyst for Graphene Growth

Gravitasi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.192 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh “thermal annealing” terhadap morphology pada tembaga (Cu) sebagai katalis penumbuh graphene.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu kondisi optimal untuk mempersiapkan katalis tersebut pada penumbuhan graphene.Dalam penelitian ini, foil tembaga telah diteliti dengan memvariasikan suhu annealing, waktu annealing dan laju gas hydrogen. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi optimal adalah annealing pada suhu 900 oC selama 10 menit dengan laju aliran hydrogen sebesar 100 sccm. Selain itu, penelitian “pre-thermal annealing” telah juga dilakukan untuk menguji perubahan sifat-sifat struktur dan morphology tembaga tersebut.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tembaga tersebut memiliki “nanocrystalline cubic structure” yang baik, di mana didominasi oleh (100) dengan ukuran crystal ~200 nm.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa gas hydrogen efektif dalam mereduksi impurity dari oksidasi tembaga.Dan juga, annealing pada suhu 900 oC ke atas, sampel tersebut memiliki morphology yang halus pada seluruh permukaannya dan grain-grain berukuran ~ 88 µm. Kata kunci : Foil tembaga, Thermal annealing, Ukuran crystal,  and Ukuran grain.

PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KARET DALAM USAHA PENINGKATAN EKONOMI DAERAH DAN PENDAPATAN PETANI DI PROVINSI ACEH

Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 10, No 2 (2009): JEP Desember 2009
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.533 KB)

Abstract

The government’s effort to reduce the number of unemployment and poverty in ac- cordance with the Medium Term Development Plan amounted 5,1 percent is difficult to achieve if there is no effort to develop the Rill Sector. The revitalization of Rubber Plantation is based upon: (1) has a strategic role as a source of public revenue, (2) both domestic and export markets, (3) able to absorb labor, (4) ensuring environmental sustainability. The obstacles faced by the Rubber development focus on: (1) Productivity of the plantation is low, because there are many plantation which are damage by wild plant material, (2) the domestic downstream industry is less developed, (3) there is no special funding available for plantations, and (4) the policies are less supportive the development of plantation. Based on the development of rubber in 1992-1996, the result has been able to encourage economic growth and to increase the farmer’s incomes in Aceh significantly.

Pengaruh Pemanasan Terhadap Morfologi Permukaan dan Ukuran Grain pada Lapisan Tipis Tembaga Sebagai Katalis pada Penumbuhan Graphene

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.973 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemanasan terhadap morfologi permukaan dan ukuran grain pada lapisan tipis tembaga sebagai katalis pada penumbuhan graphene. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi optimal pada katalis tersebut dalam persiapan penumbuhan graphene.  Dalam penelitian ini, lapisan tipis tembaga yang digunakan memiliki kemurnian  99.99+ % dan ketebalan 500 nm telah divariasikan pada suhu  pemanasan (450-900 °C), waktu pemanasan (0-1200 min) dan laju aliran hydrogen (0-100 sccm). Morfologi pada sampel-sampel yang dihasilkan telah diuji dengan menggunakan peralatan seperti XRD, SEM and EDS analysis. Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa sampel tersebut memiliki nanocrystalline cubic structure yang baik dengan didominasi oleh bidang (111). Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa sampel yang dipanaskan pada suhu 900 oC memiliki ukuran grain yang lebih besar size (~ 1.3 µm) dibandingkan dengan sampel lainnya.  Hasil analisis EDS menunjukkan adanya puncak-puncak tembaga oksida pada sampel yang tidak dialirkan gas hydrogen, yang berarti bahwa gas hidrogen sangat berperan dalam mengeliminir impurity dari tembaga oksida.  Berdasarkan hasil-hasil pengujian di atas maka kondisi optimal dalam pemanasan lapisan tipis tembaga sebagai katalis pada penumbuhana graphene adalah pemanasan pada 450 °C selama 20 jam dengan laju aliran hydrogen sebesar 50 sccm.

Implementation of Playout Algorithm to Streaming Media File for Reducing Packet Loss Over Internet Protocol

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.679 KB)

Abstract

PlayOut Algorithm has considerable contributed to the interactive communication over Internet like voice communication and VoIP. Some papers have, including playout adaptive Algorithm, investigated how to reduce and minimize the effect of Jitter which are much constitute to the packet loss. In streaming media file using H.323 format for video has been investigated in this paper. By using Network Analyzer for various network condition has represented network behaviour over the network VLAN. The use of playout Algorithm to estimate the buffering delay time for scheduling each packet arrived in receiver has remained the reduction of packet loss under 5% for traffic load utilization generator up to 21% using Network Analyzer.

DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2015): MKMI MARET 2015
Publisher : Media Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.109 KB)

Abstract

Pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Hal ini disebabkan presentasi bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Alalak tahun 2015. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitin analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitin adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi umur 7-24 bulan di Desa Tanjung Harapan sebanyak 55 orang dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan ujistatistik chi-squere dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif. Tidak ada hubungan antara tempat persalinan dengan pemberian ASI Eksklusif. Disarankan agar petugas meningkatkan penyuluhan tentang pemberian ASI Ekslusif pada masyarakat, keluarga dan para ibu hamil dan menyusui untuk meningkatkan pengetahuan agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.Kata kunci : Pengetahuan, pendidikan, ASI eksklusif

Critical Discourse Analysis of Ahoks Speech in Kepulauan Seribu

TRANSFORMATIKA Vol 2, No 1 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.22 KB)

Abstract

The background of this research comes from a controversial speech of Ahok. Speech delivered in the Kepulauan Seribu must be seen from the capacity of Ahok as the head of a region that has its own power and ideology. This research are not intended to see the true and false aspects of Ahoks speech that alludes to Surah Al-maidah verse 51, but this study aims to: (1) analyze ideological discourse; (2) analyze discourse and power relations; and (3) analyzing the implicatures that emerged from Ahoks speech in Kepulauan Seribu. The approach used in this research is critical discourse analysis. Sources of data in this study is the video of Ahoks speech in Kepulauan Seribu. The research data is a fragment of transcription of speech Ahok. The video of the speech is downloaded from the Youtube page. The analysis is not only in the textual aspect but also on the contextual aspect. The results of this study can be concluded that there are: (1) elements of Islamic ideology and the ideology of feminism in Ahoks speech; (2) power relations in Ahoks speech; (3) implicatures as a model of meaning implied in Ahoks speech.

STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pendidikan kesehatan dalam mencapai tujuan melalui perubahan perilaku remaja yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu materi atau pesan yang disampaikan alat peraga, metode dari petugas atau pendidik yang melakukan promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara penggunaan media leaflet dan video terhadap pengetahuan bahaya merokok pada remaja. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen-Semu dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest without Control Group Design dengan menggunakan media leaflet dan video sebagai bentuk edukasi pada 40 remaja. Pengukuran pengetahuan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisis degan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua penggunaan media leaflet dan video sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. Ada perbedaan pengaruh antara kelompok video dan leaflet, dimana nilai p = 0.004 ≤ α = 0,05, diketahui rata-rata peningkatan sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan dari kelompok leaflet adalah 36,67 dan kelompok media video adalah 22,48. Media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dibandingkan video, walaupun kelompok media video juga menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan. Kata-kata kunci: Leaflet, video, pengetahuan, bahaya merokok, remaja  Abstract The process of education health in achieving its objectives by the behavior teenager influenced by several factors including the matter or the message was props, methods of a clerk or educator who promote health. The purpose of this research to know the difference between the use of the influence of the media leaflets and video on knowledge about the dangers of smoking on teenage. The type of this research is a quasi-experiment with research design of Pretest and Posttest without Control Group by using leaflet and video media as a form of education on 40 adolescents. Measurement of pre-test knowledge and post-test using questionnaire then analyzed by t test. The results show that both the use of leaflets and video media is equally effective in enhancing adolescent knowledge about the dangers of smoking. There is a difference of influence between video groups and leaflets, where the value p = 0.004 ≤ α = 0.05, known that the average increase before and after being given health education from leaflet group is 36,67 and video media group is 22,48. leaflets are more effective in increasing adolescent knowledge about the dangers of smoking than video, although video media groups also show an average increase in knowledge. Keywords : Leaflets, videos, knowledge, dangers of smoking, youth