Articles

Found 22 Documents
Search

APPLICABILITY OF BACTERIAL ENDOTOXIN TEST (BET) FOR SOME RADIOPHARMACEUTICAL STERILE KITS BY THE USE OF TACHYPLEUS AMEBOCYTE LYSATE (TAL) Putra, Amal Rezka; Lestari, Enny; Kurniasih, Dede; Karyadi, Karyadi; Sarmini, Endang; Aries, Arni
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Article in Press
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of bacterial endotoxin test (BET) using TAL reagent on radiopharmaceutical kits is very important to conduct. The radiopharmaceutical kits that will be tested are macroaggregated albumin (MAA), tetrofosmin and ethambutol kits. Endotoxin testing stage was TAL 0.25 EU/mL verification test, inhibition/enhancement test, and endotoxin test for sample. Pyrogen testing using rabbits was also performed as a comparison test. The results of the TAL reagent verification test were all samples showed values corresponding to the standards of 2λ = (+), 1λ = (+), 1/2λ = (-), 1/4λ = (-), and negative water control (NWC) = (-). Furthermore, inhibition/enhancement tests for MAA, tetrofosmin, and ethambutol products show non-inhibiting or gel-inducing results, these results are in accordance with acceptability standards, so that the samples can be tested using TAL reagents. The pH measurement results in each sample were MAA of 6.0, tetrofosmin of 7.0, and ethambutol of 8.0. The results of MAA, tetrofosmin, and ethambutol product testing were a sample = (-), positive product control (PPC) = (+), positive water control (PWC) = (+), and NWC = (-). In addition, the results of pyrogen testing also showed negative for MAA, tetrofosmin, and ethambutol.
PREPARASI DAN STUDI AWAL BIODISTRIBUSI 99mTc -IMUNOGLOBULIN M YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI PREPARAT PENATAH INFEKSI/INFLAMASI A, Laksmi; Setiowati, Sri; Karyadi, Karyadi; Mondrida, Gina; W, Widyastuti; A., Agus
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 11 (2008): Jurnal PRR 2008
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.246 KB)

Abstract

PREPARATION AND BIODISTRIBUTION STUDY OF 99mTc . IMMUNOGLOBULIN M AS INFECTION/INFLAMMA TION IMAGING AGENT. Thesuperiority of radiopharmaceutical compare to the other techniques of medical services, especially for diagnosis and therapy of several deadly diseases such as cancer or diagnosis of infection and iflammmation . Infection diseases are common in Indonesia, Nuclear medicine techniques which uses polyclonal antibody based radiopharmaceutical labeled with technetium-99m offers an alternative method of diagnosis infection/inflammation. Preparation of 99mTc- ImmunoglobulinM(99mTc_IgM) and its analysis have been carried out. This preparation needs several steps, first reducing IgM using mercaptoetanol with molar ratio 1:2000-12000, purification using PO-IO column ( sephadex G-25,Pharmacia), and the reduced IgM was labeled with 99mTcand MDP astranschelator. The reduced IgM was analysed using size exlusion_HPLC The radiochemical purity of 99mTc_IgM was analysed using TLC/paper chromatography. The stability in the human body was carried out by using fresh human serum after 1 and 2 hours incubation, Biodistribution test oninfected mice was carried out, the radiochemical purity of 99mTc_IgM analysed with TLC/paper chromatography was higher than 90 % for molar ratio Ab:Me 1:12000. The stability of labeled IgM in fresh human serum was stable after 1 and 2 hours incubation, biodistribution test showed higher uptake in the site of infection ( right thigh) compare to the site of uninfection ( left thigh).Keywords: Antibody, immunoglobulin-M, biodistribution,99mTc, infection/inflammation19
EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG Gunawan, Adang H.; Aguswarini, Sri; Abidin, Abidin; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.855 KB)

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG. Senyawa kompleks renium-186 fosfonat, 186Re-HEDP (hydroxyethylidienediphosphonate) dan 186Re-EDTMP (ethylenediaminetetramethylphosphonate), dewasa ini telah luas digunakan sebagai penghilang rasa nyeri tulang yang disebabkan oleh metastasis kanker prostat, payudara, paru-paru dan ginjal ke tulang. Penggunaan radiofarmaka tersebut merupakan pengganti penggunaan analgesik, hormon, kemoterapi, dan narkotik yang diketahui memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Metode preparasi dan uji kualitas senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP telah dikembangkan untuk tujuan produksi komersial. Penentuan kemurnian radiokimia dengan kromatografi kertas dalam berbagai kepolaran pelarut menunjukkan kemurnian radiokimia diatas 90% sampai hari ketiga setelah proses penandaan dilakukan. Disamping itu hasil pengujian menunjukkan pula bahwa larutan senyawa kompleks bebas pirogen dan steril. Hasil uji pada binatang percobaan tikus putih menunjukkan kandungan senyawa kompleks di dalam darah mencapai puncaknya pada 5 menit setelah penyuntikan. Sedangkan ekskresi radiofarmaka kedua kompleks di dalam urin menunjukkan adanya keradioaktifan sekitar 41% dan 38,5 % dalam bentuk perenat, 186ReO4-, setelah 20 jam penyuntikan. Hasil biodistribusi dan pencitraan (imaging)menggunakan kamera gamma terhadap mencit dan tukus putih normal menunjukkan bahwa senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP terakumulasi cukup nyata di tulang. Kata Kunci : 186Re-HEDP , 186Re-EDTMP, kanker tulang, kemurnian radiokimia, biodistribusi. BIOLOGIC EVALUATION OF PHOSPHONATES COMPLEX LABELLED WITH RHENIUM-186 AS A BONE CANCER PALLIATIVE THEURAPEUTIC RADIOPHARMACEUTICAL. Currently, rhenium-186 phosphonate complexes are widely used as pain palliative agents due to bone metastasis caused by prostate , breast , lung and kidney cancers. Either 186Re-HEDP or 186Re-EDTMP has been used for replacing analgesic therapy, hormone therapy, chemotherapy and narcotic therapy . Preparation and quality control of 186Re-HEDP and 186Re-EDTMP complexes have been developed for commercial production purposes. Radiochemical purity was determined using paper chromatography and afforded maximum yielded for more than 90 % . Both complexes were stable for 3 days. Sterility and pirogenicity tests indicated that these compounds were sterile and pyrogen free. Rhenium-186 HEDP and 186Re-EDTMP complexes contents in the blood achieved optimum activity after 5 minutes post injection. Both complexes showed major renal clearance up to 41 % and 38,5 % as perrhenate ion within 20 hours post injection. Biodistribution pattern and gamma camera image of the injected complexes in rats were accumulated in the bone. Keywords : 186Re-HEDP, 186Re-EDTMP ,bone cancer, radiochemical purity, biodistribution.
PROSES UJI KUALITAS PRODUK Mo-99 HASIL BELAH U-235 DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP PERIODE 1995 -1996 Kadarisman, Kadarisman; Komala, Imas; Gunawan, Adang Hardi; Suparman, Ibon; Sayad, M.; Djoharly, Djoharly; Sovilawati, Evi; Ramli, Martalena; Ritonga, Togar M.; Tahyan, Yayan; Hafid, Dadang; Herlina, Herlina; Karyadi, Karyadi; Lestari, Enny; Sarmini, Endang; Mujinah, Mujinah; Kurniasih, Dede
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 1, No 2 (1998): JURNAL PRR 1998
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3947.404 KB)

Abstract

ROSES UJI KUALIT AS PRODUK 99Mo HASIL BELAH 235U DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP PERIODE 1995 -1996. Telah dilakukan evaluasi kualitas produk 99Mo hasil belah 235U. Konsentrasi radioaktivitas, kemurnian radionuklida, pengotor radionuklida pemancar gamma dan alfa telah dibahas. Sebanyak 44 buah cuplikan produk 99Mo yang diproses dari Januari 1995 sampai dengan Juni 1996 di Pusat Produksi Radioisotop - BATAN, telah diperiksa dan dievaluasi memenuhi persyaratan kualitas sesuai yang ditetapkan oleh Medy-Physics Inc dan layak digunakan untuk pembuatan generator 99Mo - 99mTc. Konsentrasi radioaktivitas produk 99Mo berkisar dari 280 mCi/mL sampai dengan 4500 mCi/mL pada saat kalibrasi. Konsentrasi radioaktivitas total pengotor radionuklida pemancar alfa yang ditetapkan dengan pencacah alfa Eberlin berkisar antara 0,04 x 10-7 µCi/mCi 99Mo sampai dengan 4,55x10-7 µCi/mCi 99Mo, yang menunjukkan semua produk 99Mo yang dianalisis memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, maksimum 1,0 x 10-6 µCi/mCi 99Mo. Demikian juga konsentrasi radioaktivitas pengotor radionuklida pemancar gamma tidak ada yang melampaui persyaratan yang telah ditetapkan, yaitu 131I < 0,05 µCi/mCi 99Mo, 103Ru < 0,05 µCi/mCi 99Mo dan total nuklida pemancar gamma yang lain < 0,1 µCi/mCi 99Mo. Konsentrasi radioaktivitas nuklida pengotor 131I terbesar adalah 0,0125 µCi/mCi 99Mo, untuk 103Ru 0,032 µCi/mCi 99Mo, dan untuk total nuklida lainnya 0,08031 µCi/mCi 99Mo. Nuklida pemancar gamma yang paling dominan mengotori produk 99Mo hasil belah 235U adalah radioiodium yang terdiri dari isotop 133I(dalam 42 batch), 132I(dalam 37 batch) dan isotop 133I (dalam 39 batch). Sedangkan yang paling sedikit adalah nuklida 140Ba dan 132Tc, masing­ masing dalam 1 batch dari jumlah 44 batch. QUALITY CONTROL PROCESS OF 99Mo FISSION PRODUCT IN RADIOISOTOPE PRODUCTION CENTER 1995 - 1996. Quality evaluation of 99Mo fission was carried out. Radioactive concentration, impurities of gamma and alpha emitting radionuclides were investigated. Fourty four batches of 99Mo were processed from January 1995 to June 1996 in Radioisotope Production Center - BATAN, were investigated for the agreement with the quality requirement set out by Medy-Physics Inc. and their suitability for 99mTc generator production. Radioactive concentration of 99Mo solutions were found between 280 mCi/mL to 4500 mCi/mL at calibration time. Radioactive concentration of total alpha emitting impurities were between 0,04 x 10-7 µCi/mCi 99Mo to 4,55 x 10-7 µCi/mCi 99Mo which complied with the impurity limit of 1.0 x 10-6 µCi/mCi 99Mo at calibration time. Radioactive concentration of gamma emitting impurities of all 44 99Mo solutions complied with quality requirements set out by Medy-Physics Inc. i.e. 131I < 0.05 µCi/mCi 99Mo, 103Ru <0.05 µCi/mCi 99Mo and others gamma emitter < 0.1 µCi/mCi 99Mo. The highest radioactive concentartion of impurities observed were 0.0125 µCi 131I/mCi 99Mo, 0.032 µCi 103Ru/mCi 99Mo and other was 0.0803 µCi/mCi 99Mo. Major gamma enitting impurities were radioiodine, i.e: 131I in 42 batches, 132I in 37 batches and 133I in 39 batches, while 140Ba and 132Te were only observed in one batch.
STABILITAS DAN UJI PRAKLINIS 99m Tc-EC UNTUK RADIOFARMAKA PENATAH FUNGSI GINJAL Astuti, Laksmi Andri; Lestiyowati, Sri Aguswarini; Karyadi, Karyadi; Setiyowati, Sri; Yunilda, Yunilda; Widjaksana, Widyastuti
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 16, No 1 (2013): JURNAL PRR 2013
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.604 KB)

Abstract

ABSTRAKSTABILITAS DAN UJI PRAKLINIS99mTc-EC  UNTUK RADIOFARMAKA  PENATAH  FUNGSIGINJAL.Radiofarmaka telah menunjukkan manfaat yang nyata dan spesifik dalam pelayanan kesehatanterutama untuk diagnosis  antara lain untuk diagnosis fungsi ginjal. Saat ini telah dilakukan  preparasi99mTcEC untuk penatah fungsi ginjal melalui beberapa tahapan, yaitu: karakterisasi EC (Ethylene-dicysteine)dengan FT-IR dan pengujian titik leleh, formulasi kit  EC,   penandaan kit basah EC dengan99mTc dilakukandengan menambahkan99mTc perteknetat dari generator99Mo/99mTc. Hasil penandaan dianalisis denganmenggunakan  kromatografi kertas,  sedangkan uji stabilitas kit basah EC dilakukan untuk menentukanwaktu kadaluwarsanya, uji biodistribusi menggunakan hewan percobaan mencit dan pencitraan dengankamera Gamma dengan tikus Wistar. Hasil analisis dengan FT-IR menunjukkan bahwa EC yang akandigunakan sudah  memenuhi persyaratan untuk digunakan formulasi, Uji stabilitas untuk sediaan yang belumdilabel menunjukkan sediaan masih stabil sampai 5 bulan. Pengujian kestabilan99mTc-EC pada suhu kamarmenunjukkan kemurnian radiokimia masih stabil sampai 4 jam setelah penandaan, hasil uji biodistribusidengan hewan percobaan mencit menunjukkan cacahan tertinggi pada kandung kemih sedangkan pencitraandengan Kamera Gamma menunjukkan hasil pencitraan yang cukup jelas di area ginjalKata kunci : radiofarmaka,99mTc, EC (Ethylene-dicysteine ), diagnosis,fungsi ginjal.ABSTRACTSTABILITY AND PRECLINICAL TESTS OF99mTc-EC  RADIOPHARMACEUTICALS  FORRENAL FUNCTION  IMAGING.Radiopharmaceuticals have shown a real and spesific usefulness inmedical services, especially for diagnosis  of several  diseases such as renal function imaging. Preparation of99mTc-EC  and its analysis have been carried out. The preparation consisted of several steps, characterizationof EC with FT-IR, formulation of EC kit, labeling of EC with99mTc followed by radiochemical purity testingusing paper chromatography. Stability test of EC kit is to know The expired date has been carried out.Biodistribution test on normal mice was carried out while imaging in wistar rat using gamma camera TheFT-IR and melting point analysis results showed that EC can be  used for formulation of EC kit. Theradiochemical purity of99mTc-EC is analysed with paper chromatography with the result is  higher than 95%.  The stability test showed that  EC kit was stable until 5 months and the  labeled EC at room temperaturewas stable after  4  hour incubation post labeling, biodistribution test on mice showed higher uptake inbladder,while imaging with gamma camera showed quite clearly in the kidney area.Key words: radiopharmaceutical,99mTc, EC(Ethylene-dicysteine ), diagnosis, renal function
PREPARASI 99mTc_MAb ANTI CEA DAN UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT Widyastuti,, Widyastuti,; Rustendi, Cecep Taufik; Rosseliana, Anna; Karyadi, Karyadi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2803.309 KB)

Abstract

ABSTRAKPREPARASI 99mTc_MAb ANTI CEA DAN UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCITRadiofarmaka 99mTc_MAb antiCEA sudah digunakan secara luas di pasaran dengan nama dagang Zevalin yang digunakan untuk mendeteksi kanker kolorektal. Sampai saat ini MAb yang digunakan berasal dari tikus, meskipun sebenarnya yang lebih disukai adalah yang berasal dari manusia. Antibodi ini berikatan secara spesifik dengan antigen karsinoembrionik (CEA) yang terekspresi melimpah pada permukaan sel kanker kolorektal. MAb AntiCEA direduksi terlebih dahulu dengan 2-merkaptoetanol (1 :2000) sebelum ditandai dengan teknesium-99m, dan MOP digunakan sebagai transkelator pad a penandaan dengan 99mTc.Efisiensi penandaan ditcntukan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan ITLC-SG yang dijenuhkan dengan albumin serum manusia sebagai fasa diamnya dan campuran amonia-etanol-air (I :2:5) sebagai fasageraknya untuk menentukan pengotor polar, sedangkan untuk menentukan pengotor koloid digunakan ITLCSG sebagai fasa diam dan larutan NaCI 0,9% sebagai fasa geraknya. Studi kestabilan dilakukan terhadap antiCEA bertanda yang disimpan pada suhu kamar selama beberapa jam dan terhadap antiCEA tereduksi yang belum ditandai setclah disimpan pada suhu -40°C selama beberapa minggu. Biodistribusi 99mTc_MAbantiCEA pada mencit normal diamati pada I jam dan 4 jam paska injeksi. Penandaan dengan 99mTcmenunjukkan efisiensi penandaan 98,53% ± 0.21 % dan menurun hingga dibawah 90% setelah 9 minggu.MAb anti CEA bertanda yang disimpan pada suhu kamar stabil hingga 5 jam paska injeksi, sedangkan yangbelum ditandai stabil hingga 9 minggu. Biodistribusi 99mTc_MAb anti CEA pada mencit normal I jam dan 4jam paska injeksi menunjukkan penangkapan yang tinggi pada berbagai organ. Katakunci: teknesium-99m, monoklonal antibodi anti CEA, penandaan, biodistribusi, kanker kolorektal. ABSTRACT PREPARATION OF 99mTc_ANTI CEA MAb AND BIODISTRIBUTION TEST IN MICE. 99mTc-antiCEA MAb radiopharmaceutical has been commercially used under the brand name of Zevalinwhich is used to detect colorectal cancer. Although human MAb is preferred but commercial product is stillusing murine originated MAb. This antibody binds specifically to carcinoembrionic antigen (CEA) which isoverexpressed in colorectal cancer cells. AntiCEA Mab was reduced with diluted 2-mercaptoethanol(I :2000) prior to labelling with 99mTc, and MOP was used as transchelating agent. Labeling efficiency wasanalysed with chromatography using HSA impregnated ITLC-SG as stationary phase and mixture ofammona-ethanol-water (1 :2:5) as eluants to determine polar 99mTc impurities, and ITLC-SG eluted with salinto determine 99mTc-colloid. Stability study was carried out on radio labeled antiCEA Mab stored at roomtemperature within several hours and on reduced antiCEA Mab stored at -40°C for several weeks.Biodistribution of 99mTc-antiCEA Mab in normal mice was observed I hour and 4 hours post injection.Labeling efficiency of antiCEA Mab was 98,53% ± 0.21 % and decreasing to less than 90% after 9 weeks.Radiolabeled anti CEA Mab kept at room temperature was stable within 5 hours post injection, and thefrozen kits were stable up to 9 weeks. Biodistribution of 99mTc-antiCEA Mab in normal mice at I hour and 4hours post injection showed high uptake in various organs.Keywords: technetium-99m, anti CEA Mab, labelling, biodistribution, colorectal cancer.    
PEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESA OTOMATIK Purwoko, Purwoko; Chairuman, Chairuman; Gunawan, Adang Hardi; Tahyan, Yayan; Lestari, Eny; Lestiyowati, Sri Aguswarini; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESAOTOMATIK.Radiofarmaka 2-(18F)Fluoro-2-deoksi-O-glukosa at au ISF(FOG) adalah radiofarmaka PET(Positron Emission Tomography) yang sangat penting untuk pencitraan lesi tumor. Oengan teknik PETmetabolisme glukosa dalam jaringan tumor di dalam tubuh dapat dibedakan dan diukur secara kuantitatifsehingga digunakan untuk diagnosa tingkat keganasan serta pemantauan pengobatan penyakit tumor ataukanker dalam bidang onkologi kedokteran. Telah dilakukan uji coba produksi 2-(lSF)Floro-2-deoksi-OglukosaISF_ FOG menggunakan perangkat modul sintesa otomatik TRACERlab MX. Perangkat modul inimemberikan kemudahan dalam sintesa rutin radiofarmaka lsF_FOG yang didasarkan pad a reaksi tlorinasinukleofilik terhadap prekursor manosa tritlat dengan katalisator kriptofik. Perolehan yield radiokimia lSF(FOG) mencapai 53,895% (tanpa koreksi waktu peluruhan) dalam waktu 40 men it, produk berupa larutanjernih tak berwarna pH : 6, steril dan bebas pirogen, kadar pengotor kriptofix sangat rendah dan kemurnianradiokimia 99,595 %.Kata kunci: PET, radiofarmaka,PRODUCTION OF PET RADIOPHARMACEUTICAL 18F_FDG USING SYNTHESIZERAUTOMATIC MODUL.Radiopharmaceutical 2-esF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glukose or IsF(FOG) is animportant PET (Positron Emission Tomography) radiopharmaceutical for tumour imaging. In the PETtechnique glucose metabolism in tumour tissues can be determined quantitatively and used for diagnosisstaging and monitoring of treatment tumour or cancer disease in medical oncology. The production of 2eSF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glucose ISF -FOG using compact automated system module TRACERlab MXhas been carried out. The modular setup of the apparatus permits reliable for routine synthesis ofradiopharmaceuticals lSF -FOG based on kriptofix mediated nucleophilic tluorination to mannose tritlateprecursor. Radiochemical yield of IsF-FOG was 53.895 % (decay time uncorrected) in 40 minutes. Theproduct showed that the colorless and clear solution at pH:6, sterile and pirogen free, kriptofix impuritieswas low and radiochemical purity was 99.595%.Keywords: PET, radiopharmaceutical, FOG
Peningkatan Hasil Belajar Melaporkan Isi Bacaan melalui Metode Diskusi Karyadi, Karyadi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.347 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas II SD Negeri 3 Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek semester I Tahun pelajaran 2012/2013. Dari hasil analis didapatkan bahwa metode diskusi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 64,00%, 80,00%, dan 88,00%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Diskusi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Sintesis Poli N-Isopropilakrilamida (PNIPA)/Polityrosin (PTYR) Interpenetrating Polymer Networks (IPNs) Bertanda Iodium-125 Saptiama, Indra; Herlina, Herlina; Sarmini, Endang; Karyadi, Karyadi; Abidin, Abidin; Widyaningrum, Triani; Awaludin, Rohadi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.835 KB)

Abstract

Saat ini perkembangan polimer telah semakin maju, berbagai aplikasi polimer telah dikembangkan baik di sektor energi, pangan maupun kesehatan. PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 dapat dimanfaatkan sebagai sumber terapi kanker. PNIPA/PTYR merupakan polimer peka temperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah sintesis PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125. Polityrosin ditandai dengan iodium-125 kemudian secara simultan direaksikan dengan monomer N-isopropilakrilamida melalui polimerisasi radikal bebas dengan inisiator amonium persulfat (APS) dan tetrametiletilenediamin (TEMED) untuk memperoleh PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125. Kemurnian radiokimia PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 diukur dengan krom atografi lapis tipis (KLT) dengan fasa gerak 2 propanol: 1 butanol: 0,2 M NH4OH. Selain Itu, stabilitas PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 diuji pada media air. PNIPA/PTYR IPNs telah berhasil ditandai dengan iodium-125 dengan rendemen penandaan sebesar 37,6 ± 4,2 % (n = 3). Hasil pengamatan visual, ditunjukkan bahwa polimer mengalami perubahan sifat pada temperatur 32 oC sampai dengan 34°C. Hasil H-NMR hanya menunjukkan spektrum dari polimer PNIPA. Berdasarkan pemeriksaan KLT, kemurnian radiokimia PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 adalah 95,93%. Pengujian stabilitas polimer bertanda iodum-125 pada media air pada T = 37°C selama 2 minggu menunjukkan bahwa iodium-125 yang masih tertahan pada polimer adalah 71,3 ± 6,2 %. 
Kualitas Pelayanan Pembuatan Tanda Izin Masuk Daerah Keamanan Terbatas atau Kartu Pas Orang di Unit Penyelenggara Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya Karyadi, Karyadi; Hestiana, Miftahul
Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2016): Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.231 KB)

Abstract

The purpose of the research is to explain and describe the Quality of Services for Making a Limited Security Entry Permit or Pass People Card at the Unit Office for the Tjilik Riwut Class I Airport in Palangka Raya. The type of research used in this study is descriptive with qualitative research methods. The type of data in this study is primary data, that is, from the officers making the Entrance Sign for Limited Security Area or Pas Card and the applicants. While secondary data comes from official documents related to this study such as SOP for Pas People. Techniques for collecting data using interviews, observation, and documentation. The focus of his research was the Making of Limited Security Area Entry Signs or Pass People Cards at Unit Offices Organizing the Tjilik Riwut Class I Airport in Palangka Raya. Based on the results of the study, the quality of service provided by the Office of the Unit Operator of Class I Tjilik Riwut Palangka Raya Airport is still not optimal, because of the five service quality indicators there are three indicators that have not run well, namely indicators of Tangibles, Reliability, and Empathy, while two indicators that have gone well are indicators of Responsiveness and Assurance