Darwin Karyadi
Nutrition Research Institute, "Semboja Unit" Bogor, Ministry of Health

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN CGF 40% DALAM MEMPERCEPAT PENINGKATAN TROMBOSIT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE

Jurnal Gizi dan Pangan Vol 5, No 3 (2010): November 2010
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.694 KB)

Abstract

Aim of this study was to evaluate the effectiveness of CGF 40% in hastening the recuperation, as indicated by reduced length of hospital stay, improvement in clinical status, increase in platelets, and reduction in the hemoconcentration. The study group comprised of 84 consecutive DHF patients, 42 male and 42 female subjects, who were randomized into the control group receiving the WHO standard therapy and the intervention group receiving CGF 40% and the standard therapy. Hemoglobin, hematocrite and thrombocyte counts were taken daily until the subjects were free of the symptoms and signs of DHF, and the thrombocyte count read >100.000. The results were analyzed statistically, student t test and quadratic regression, using SPSS 16 software. The average length of recuperation time in the intervention and control groups were 2.76 days and 4.43 days respectively (p=0.000). Recuperation times of subjects with thrombocyte counts 50,000 of the intervention group (3,09 and 2,37 days) and the control group (4,2 and 4,5 days) were different significantly (p=0.016 and 0.000). When analized specifically in the treatment group, the recuperation time of those with thrombocyte counts 50,000 (3.09 days) with p=0.112. Using quadratic regression, the increase in thrombocytes, reduction in hemoglobin concentrations and hematocrite were faster in the intervention group when compared to the control group, with R2 almost reaching 1. The study disclosed that administration of CGF 40% could reduce the recuperation time and improved the hemoconcentration, which presumably demonstrated the concept of regenerative medicine as indicated by the repairmen of vascular permeability. Key words: Chlorella  Growth  Factors (CGF),  green algae, dengue  fever, and regenerative                   medicine.

PEMANFAATAN SINGKONG (MANIHOT UTILISSIMA) DALAM PEMBUATAN SIROP ISOTONIS UNTUK MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI PADA OLAHRAGAWAN DAN PEKERJA BERAT

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 14 (1991)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi singkong relatif berlimpah di beberapa wilayah tertentu di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal, karena belum banyak industri yang mengolah komoditas ini menjadi produk lain yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian pengolahan singkong menjadi produk sebagai sirop minuman isotonik dan pemacu efisiensi metabolisme energi telah dilakukan untuk pemanfaatannya yang lebih tepat guna. Cara pengolahan yaitu melalui hidrolisa asam dan enzim, dan ditambahkan garam isotonik. Setelah diuji organoleptik terhadap rasa, warna dan aromanya, minuman tersebut dicobakan kepada 10 orang karyawan biasa berolahraga secara tetap serta teratur dan kepada 10 orang pekerja berat. Uji efektifitas jasmani dari sirop tersebut yaitu dengan naik turun banku cara Harvard, selama lima menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karyawan, skor uji naik turun bangku cara Harvard berturut-turut antara I (air putih), II (sirop enzim), III (sirop enzim), dan IV (sirop gula sacharida) adalah 68.3, 78.6, 84.6, 84.4 yang secara statistik perbedaannya tidak bermakna. Sedangkan pada golongan pekerja berat, skor uji naik turun bangku Harvard secara statistik terdapat perbedaan bermakna antara I (sirop enzim) 62.7 dengan II (sirop asam) 91.2, juga antara III (air putih) 106.9 dengan IV (sirop gula sacharose) 128.3. Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah bahwa perlu penelitian lanjutan dengan menggunakan subjek (n) yang lebih banyak.

KADAR AFLATOXIN DALAM KACANG TANAH DAN HASIL OLAHANNYA

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 1 (1971)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar aflatoxin dalam katjang tanah dan hasil olahnja (The aflatoxin contents of peanut and peanut products). Gizi Indonesia, 2: 162, 1970. Samples of peanut and peanut products obtained in Bogor were analyzed for their contents of aflatoxin by the method of Pons and Goldblatt. The peanut products analyzed were peanut oil, peanut presscake, peanut butter and fermented peanut presscake. Most of the aflatoxin found was of Bl type which is the most toxic. The aflatoxin contents of peanut bought from retai­lers (40 to 4100 ppb) were roughly 25 times the safe level desig­nated by the American and Canadian Food and Drug Admi­nistration. It was noticel that the longer the time needed for peanuts to reach the consumer, the greater are the contents of aflatoxin. Kacang tanah merupakan bagian dari menu orang Indonesia. Ada berbagai bahan makanan yang memakai kacang tanah/hasil olahan kacang tanah sebagai bahan dasarnya, yang paling terkenal ialah oncom yang banyak terdapat di Jawa Barat. Mengingat kemungkinan bahaya yang bisa ditimbulkan aflatoxin, maka penelitian kadar aflatoxin pada kacang tanah dan hasil olahannya sangat penting terutama dari segi kesehatan masyarakat.

PICUNG (PANGIUM EDULE) SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 1 (1971)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(Pangium edule) sebagai bahan pengawet ikan (Pitjung (Pangium edule) as a preservative for fish). Pitjung (Pangium edule) contains an antiseptic substance. It can be used as a preservative for fish in combination with salt. The self-life of fish will be increased if, in addition to 3% salt, certain amounts of pitjung are added. Sensory evaluation indicated that a combination of 6% pitjung with 3% salt could keep the fresh characteristics of fish for 6 days, therefore is useful to preserve fish during transport. Cara mengawet ikan seperti dilakukan orang di Labuan Jawa Barat, menggunakan picung (Pangium edule) dan garam. Dengan cara ini garam yang digunakan lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk mengasin. Picung terdapat di seluruh Indonesia, memungkinkan penggunaan cara ini di daerah-daerah penangkapan ikan yang kekurangan es atau garam. Penelitian ini bertujuan menilai kegunaan cara tersebut sehubungan dengan kesukaan konsumen.

PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEADAAN GIZI ANAK-ANAK PRA-SEKOLAH DI LINGKUNGAN KEBON KELAPA BOGOR

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 1 (1971)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh program pemberian makanan tambahan terhadap ke­adaan gizi anak2 prasekolah di Lingkungan Kebon Kelapa, Bogor. (The effect of food supplementation program on the nutritional status of pre-school children). Presented at the Second National Pediatric Congress. Bandung. 1971. One of the main nutrition problems in developing countries is protein calorie malnutrition. The age group that has been most affected is the pre-school child. Serious dietary deficiency will impair his physical and mental developments. The pilot project was designed for the care of pre-school children with signs of malnutrition through a supplementary feeding program. The approach is to educate mothers on how to feed, with locally available foods, and care for their pre-school children; using techniques that are compatible with their under­standing and financial   limitation through   active participation. The duration of the supplementary feeding program was three months. In order to evaluate the program some anthro­pometric measurements, dietary intake study and clinical assess­ment were carried out before and after the program. The results of the study reveal that this program-approach can be recommended in the prevention and in combating malnu­trition in the pre-school child.

KEADAAN GIZI KURANG DAN BEBERAPA ASPEK FUNGSI OTAK

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 1 (1971)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan gizi kurang dan beberapa aspek fungsi otak. (Under­nutrition and some aspects of brain function). Presented at the Second National Pediatric Congress. Bandung, 1971. A group of 31 Indonesian children aged 9 to 15 years whose nutritional status had been studied over a two-year period from 1957 to 1959 were reexamined in 1969. According to their earlier classification which was made in the first examination. 10 chil­dren had been undernourished and 21 children were regarded as healthy mostly during their second and third year of life. The undernourished and healthy groups were significantly smaller than the reference Djakarta standard. Between the ori­ginal undernourished and healthy groups they showed also a significant difference both in height and weight. On the basis of the clinical aspects, the healthy group remained in better physical condition. The dietary study showed low calorie and nutrient intakes particularly protein which were deficient in both groups. The parents of the children of both groups had a low income, were unskilled laborers and were illiterate. Educational place­ment showed that most of the children lag much behind the average for Indonesian school children. The I.Q. values were found significantly lower in the under­nourished group. The large number of cases detected as abnor­mal, recorded as generalized or focal slow activity of the brain waves, was 64.5%. Our observations indicated that early undernutrition during the second and third year of life, also presumably earlier, resulted in retardation of both physical and intellectual developments.

AFLATOXIN DALAM KACANG TANAH, MINYAK, BUNGKIL DAN ONCOM

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 2 (1972)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan aflatoxin kacang tanah, minyak, bungkil, oncom diteliti dari bahan-bahan contoh yang diambil dari beberapa pabrik minyak kacang, pembuat oncom dan pedagang oncom di pasar dalam kotamadya Bandung.Sebagian kecil bungkil dari pabrik minyak kacang langsung diolah menjadi oncom. Sebagian besar melalui penyimpanan dulu. Suhu dan lembab nisbi ditempatkan penyimpanan memungkinkan pertumbuhan cendawan penghasil aflatoxin subur. Pengolahan bungkil kacang menjadi oncom dapat mengurangi kandungan aflatoxin.

PENILAIAN PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEADAAN GIZI DAN BEBERAPA ASPEK KEADAAN MENTAL ANAK-ANAK PRASEKOLAH DI DESA PINGGIR KOTA BOGOR, INDONESIA

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 2 (1972)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Cilibende, desa pinggir Kota Bogor, telah dilakukan penilaian terhadap kelompok eksperimen yang terdiri dari 30 orang anak pra sekolah berumur diantara 1-6 tahun, sebagai peserta Taman Gizi untuk waktu 6 bulan yang dibandingkan dengan kelompok kontrol bukan peserta Taman Gizi. Dasar pemikirannya adalah mendidik para ibu dalam gizi praktis dan sanitasi. Secara aktif mereka diikutsertakan di dalam penyelenggaraan makanan tambahan yang dicampur dengan campuran tempe-ikan-beras.Setelah dievaluasi dalam jangka waktu 6 bulan dan satu tahun, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan-perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Alasan-alasan kegagalan adalah faktor beberapa penyakit infeksi yang saling bertalian, konsumsi makanan yang buruk yang kemudian saling mempengaruhi (kalori dan protein), dan faktor psikologi. Penelitian selanjutnya ditekankan kepada pentingnya faktor-faktor lingkungan terhadap anak.Supaya inteligensia berkembang dan bekerja pada tingkat yang optimal, tindakan perbaikan dan pencegahan seharusnya dimulai pada waktu perkembangan yang sedini mungkin.

PENCEGAHAN PENYAKIT KEKURANGAN VITAMIN A DENGAN PEMBERIAN "ORAL MASSIVE DOSE VITAMIN A EMULSION", DUA KALI SETAHUN

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 2 (1972)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pemberian 200.000 Kesatuan Internasional (KI) vitamin A dicampur dengan 40 KI vitamin E dalam emulsi melalui mulut (oral) dua kali setahun kepada anak-anak pra sekolah, dengan tujuan mencegah xerophthalmia.Hasil penelitian terhadap anak-anak yang diikuti selama satu tahun, menunjukkan penyembuhan dan pengaruh pencegahan. Tanda dan gejala xerophthalmia pada mata menyembuh dan kadar serum vitamin A meninggi. Dosis yang lebih tinggi disarankan untuk dapat memenuhi kebutuhan tambahan pada xerophthalmia yang juga menderita tuberkulosa.

KECUKUPAN ENERGI DAN POLA KEGIATAN GOLONGAN REMAJA PUTRA DI PEDESAAN BOGOR

Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 5 (1975)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi manusia berbeda menurut golongan umur, jenis kelamin serta kegiatan fisiknya. Penelitian mengenai penggunaan energi dan pola kegiatan remaja putra di pedesaan, telah dilakukan, guna menaksir kecukupan energinya. Sebagai subyek ialah siswa dari Sekolah Lanjutan Atas di Kabupaten Bogor, dalam keadaan gizi baik (BB/TB = 90% baku Harvard). Jumlah subyek yang terpilih dari dua sekolah tersebut ada 97 orang, berumur 16-19 tahun. Data jenis serta waktu yang digunakan untuk berbagai kegiatan diperoleh dengan cara mencatat berbagai kegiatan menit demi menit selama 24 jam. Penggunaan energinya diperoleh dengan mengukur penggunaan oksigen pernafasan dalam keadaan "Basal" (Basal Metabolic Rate cara tidak langsung); kemudian dihitung secara faktorial dengan menggunakan konstanta FAO/WHO/UNU 1985. Hasil yang diperoleh ialah rata-rata "Basal Metabolic Rate" sebesar 0.018 Kkal/Kg BB/menit atau 26.43 Kkal/BB/24 jam; besarnya penggunaan energi sehari adalah 2053.6 Kkal atau 40.99 Kkal/Kg BB/hari. Sehingga taksiran kecukupan energi untuk kegiatan putra di pedesaan adalah 40.99 Kkal/Kg BB/hari.