Articles

Found 23 Documents
Search

A TYPE OF DWARFISM FOUND IN SOUTH BENGKULU TO BE AN X-LINKAGE MUSLIM, CHOIRUL; KARYADI, BHAKTI; RUYANI, ACENG; PURNAMAWATI, ICE; -, HERNANI; -, SUMIYATI
Jurnal Biologi Udayana Vol 12 No 2 (2008): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We have reported here a specific human short stature population in Kedurang District, South Bengkulu. AH those are men, described as a mild dwarf (130-150 cm), detected after 5 to 10 years old, caused by the failure on lumbar backbone growth and development, and only found among the men. In this investigation, we examine the inheritance pattern of the dwarfism by using pedigree analysis, study the morphological comparison between the disorder and normal person, and finally we ascertain the variation among the disorder. We accomplished a survey on pedigree family to at least 3-4 generations related to the disorder. The data are then tested with Chi-square test, and transformed to tree families and pedigree analysis. To investigate morphological performance and their variation, we collected morphometric measurements to both disorder and normal group of sample; they are the height, the vertebral bones length, head measurement, the leg and arm length (upper and fore side), and their indexes. The data were analyzed descriptively. To find out the variation, the quantitative expression and penetrance, we evaluated the data according to normal distribution with Z test. The result showed all the dwarfisms in Kedurang are men, who inherited his gene from his carrier mother. As a result, the gene has tightly linked to X chromosome and supposedly belongs to Spondylo Epiphypeseal Dysplasia Tarda (SEDT). These were concluded from 32 related family of dwarfism. We found 19 dwarf persons, grouped into young, adult, and older persons. The their height were shorter than normal (136,5 cm), and the length of vertebrae was under normal value (51,5 cm). Their frontal extremity were shorter than the normal one, but they are in proportion with any part comprised them. Their feet were shorter, but the proportion of leg is longer than calf. The rest is as normally. Among the dwarf person, there are variations of the length. The phenotypic expressivity is varied in the vertebrae, leg, and calf; but the rest is relatively invariable. Their penetrance is strong, mostly in the height, length of vertebrae, and legs. Based on morphological data we concluded that the disorder in the Kedurang, South Bengkulu belongs to SEDT (Spondyloepiphyseal dysplasia tardd).
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MELALUI LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS MASALAH Arestu, Olyvia Oshi; Karyadi, Bhakti; ansori, irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.726 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.2.58-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Biologi berbasis problem based learning pada materi pencemaran lingkungan dalam upaya meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah R & D dengan mengadopsi model Dick & Carey, yang terdiri dari 9 tahapan. Subjek penelitian adalah 31 orang peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Variabel penelitian adalah kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Instrument yang digunakan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah berupa tes tertulis. Hasil dari pengembangan LKPD Biologi berbasis problem based learning materi pencemaran lingkungan terdiri atas lima unsur kerangka umum dan sembilan unsur kerangka inti. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek pada bahan ajar LKPD Biologi berbasis problem based learning materi pencemaran lingkungan yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 90,62%. Hasil pretest dan posttest kemampuan memecahkan masalah peserta didik sebelum dilakukan uji coba LKPD dan setelah diujicobakan LKPD menunjukkan adanya peningkatan hasil dengan rerata skor 61 menjadi 78. Maka pembelajaran dengan menggunakan LKPD Biologi hasil pengembangan problem based learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan kelas X SMA.Kata Kunci : LKPD, memecahkan masalah,  problem based learning.
Beberapa Kejadian Cacat Bawaan Bayi Lahir Di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu Dalam Satu Dekade Terakhir MUSLIM, CHOIRUL; MARNIS, MUSNI; NADYA, NADYA; HARYANTO, HERRY; KARYADI, BHAKTI; RUYANI, ACENG
Prosiding Seminar Biologi Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membandingkan jenis dan jumlah kejadian cacat bawaan pada bayi lahir, kami telah melakukan dua kali survey rekam medis, dan observasi langsung di RumahSakit M.Yunus dalam jarak lebih dari sepuluh tahun. Pada tahun 2000 kami mengolah data rekam medis periode Agustus 1998 s/d Juli 1999, dan mengamati setiap kelahiran bayi yang lahir di rumah sakit tersebut secara langsung selama bulan Juli 1999. Pada tahun 2013 kami sekali lagi mengolah yang sama pada periode Januari 2010 s/d Juli 2011, dan mengamati setiap kelahiran bayi selama bulan Juli 2011. Dari survey dan pengamatan langsung tersebut kami mencatat jenis-jenis cacat bawaan bayi lahir di Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu, dan membandingkan jumlah dan jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan ada 6 jenis cacat bawaan bayi lahir yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun, ialah Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, Spina bifida, Hernia, dan Hydrocephalus. Peningkatan resiko cacat bawaan bayi lahir tersebut diduga berkaitan dengan semakin banyaknya penggunaan bahan kimia beresiko teratogenik, dan mutagenik di dalam asupan bahan makanan danobat-obatan di luar resep dokter. Kata kunci:   neonatus congenital, rekam medis, Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, Spina bifida, Hernia, Hydrocephalus, teratogenik
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kijing (Pilsbryoconcha exilis) Pada Pemulihan Kualitas Sperma Mencit (Mus musculus) Sari, Erna Yunita; Karyadi, Bhakti; Ruyani, Aceng; Muslim, Choirul
PendIPA Journal of Science Education Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARY
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.582 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.v3i1.6924

Abstract

ABSTRACT[Effect of Kijing Extract (Pilsbryoconcha exilis) on the Recovery of Sperm Quality in Mice (Mus musculus)]. This study aims to determine the effect of Pilsbryoconcha exilis extract on the quality of M. muscullus sperm. The approach used for the study was experiment with a complete randomized design model. In this study, 4 treatments and 5 replications were conducted, including treatment 1 which only administered aquades as control (P0), treatment 2 which only given paracetamol dose 250 mg / kg (P1), and treatment 3 given paracetamol dose 250 mg / kg and P. exilis extract dose 0,46 mg / g (P2) and treatment 4 given paracetamol 250 mg / kg and extract P. exilis 0,69 mg / g (P3). Technique of data analysis using qualitative descriptive and statistical test of One Way Annova parametry, and if obtained significant difference then continued statistic test of Smallest Real Difference. From the results of the study, it was found that P. exilis and paracetamol extract had no effect on sperm quality. Keywords: Sperm; M. muscullus; extract P. exilis; paracetamol.(Received August 14 , 2018; Accepted January 20, 2019; Published February 26, 2019) ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Pilsbryoconcha exilis terhadap kualitas sperma M. muscullus yang diberi parasetamol. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian adalah eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL). Pada penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan meliputi perlakuan 1 yang hanya diberikan aquades merupakan kontrol (P0), perlakuan 2 yang hanya diberikan parasetamol dosis 250 mg/kg bb (P1), dan perlakuan 3 yang diberikan parasetamol dosis 250 mg/kg bb dan ekstrak P. exilis dosisi 0,46 mg/g bb (P2) dan perlakuan 4 yang diberikan parasetamol 250 mg/kg bb dan ekstrak P. exilis 0,69 mg/g bb (P3). Teknik analisa data menggunakan deskriptif kualitatif dan uji statistik parametri One Way Annova, dan jika didapatkan perbedaan yang bermakna maka dilanjutkan uji statistic Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari hasil penelitian diketahui pemberian ekstrak P. exilis dan parasetamol berepengaruh tapi tidak signifikan terhadap kualitas sperma. Kata Kunci: Sperma; M. muscullus; ekstrak P. exilis; parasetamol.
Studi Keanekaragaman Makrobentos Di Wilayah Konservasi Kura-Kura Universitas Bengkulu Sebagai Sumber Belajar IPA Zulistia, Winda; Karyadi, Bhakti; Susanta, Agus
PendIPA Journal of Science Education Vol 1, No 1 (2017): october
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.581 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.v1i1.3055

Abstract

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA SMP Fitriani, Ulvia; Karyadi, Bhakti; Ansori, Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.937 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.1.1.82-90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu melalui penerapan model discovery learning pada materi Pencemaran Lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik penentuan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling. Variabel penelitian ini adalah model discovery learning, aktivitas mengajar guru dan pemahaman konsep siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisa deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh skor rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu 21 (Baik), dan pada siklus II skor aktivitas guru meningkat menjadi 23,5 (Baik). Adapun persentase ketuntasan pemahaman konsep siswa pada siklus I yang termasuk ke dalam kriteria belum tuntas yaitu 55,6% dan pada siklus II persentase ketuntasan pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan menjadi 76,7% dan termasuk dalam kriteria tuntas. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa model discovery learning dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu.Kata Kunci: discovery learning, pemahaman konsep, pencemaran lingkungan
PENERAPAN MODEL PBM UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Lestari, Dini Dwi; Ansori, Irwandi; Karyadi, Bhakti
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.483 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.1.1.45-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, kinerja, dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Ekskresi di kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu dengan menerapkan model Pembelajaran  Berbasis Masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu yang berjumlah 33 orang.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data aktivitas guru dan kinerja siswa adalah teknik observasi, menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi penilaian kinerja. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kritis yaitu tes tertulis menggunakan lembar tes berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, kinerja dan kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata skor aktivitas guru pada siklus I yaitu 28 (baik) meningkat di siklus II menjadi 30 (baik). Kinerja siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I 57,25% dengan kriteria cukup pada siklus II meningkat menjadi 72,5% dengan kriteria baik. Hasil kemampuan berpikir kritis pada siswa di siklus I memperoleh persentase klasikal 59,39% dengan kriteria cukup kritis, di siklus II meningkat menjadi 73,33% dengan kriteria kritis. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas guru, kinerja dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem ekskresi di  kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kinerja dan Kemampuan berpikir kritis, Biologi SMA
Pemahaman siswa SMA tentang keanekaragaman genetik berdasarkan eksperimen DNA mitokondria Cuora amboinensis Sumatera Fitriani, Yulinda; Ruyani, Aceng; Karyadi, Bhakti
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 2 (2018): june
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak           Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah Coura amboinensis yang terletak di Aceh, Bengkulu dan Enggano. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran audio visual yang dikembangkan dari hubungan kekerabatan Coura amboinensis dari Aceh, Bengkulu, Enggano menggunakan DNA mitokondria untuk digunakan sebagai referensi ketika mengisi Lembar Diskusi Siswa untuk mengukur kemampuan siswa kelas 10 Madrasah Aliyah Ja -alhaq Bengkulu untuk materi keragaman genetik. Tipe Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dianalisis pengembangannya. Hasil penelitian menunjukkan desain media dengan merakit kegiatan eksperimen DNA Cuora amboinensis menjadi video pembelajaran melalui tahapan analisis kurikulum, validasi ahli membentuk media audio visual yang mampu menarik perhatian siswa saat pembelajaran karena video terdiri dari video pengantar berasal dari youtube, isi dari seri dan penutup proses eksperimental. Hasil penelitian media ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pengajaran audio visual berhasil membuat siswa mudah memahami materi keragaman genetik. Kata kunci: Pemahaman siswa; keanekaragaman genetik; eksperimen DNA; Cuora amboinensis.
Studi biofisik calon habitat manouria emys di area konservasi kura-kura dan pengembangan pembelajaran di luar kelas Trisnawati, Wiwit; Wiryono, Wiryono; Karyadi, Bhakti
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 1 (2018): February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.893 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.v2i1.4422

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis penyusun tumbuhan dan faktor abiotik (intensitas cahaya, pH tanah, temperatur tanah dan kelembaban udara) yang terdapat di area  konservasi kura-kura Universitas Bengkulu, mengukur keterampilan proses dalam keterampilan mengobservasi, keterampilan mengukur, keterampilan mengolah data, keterampilan mengkomunikasikan dan keterampilan menginferensi, serta mengetahui paradigma siswa kelas XIPA1 SMA/MA terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Pengembangan bahan ajar merujuk pada model pengembangan Dick dan Carey. Pada tahap pengamatan dan pengukuran vegetasi dibuat plot dengan menggunakan metode survey dan penentuan plot dengan cara purposive sampling, untuk plot ukuran 10x10m untuk tingkat pohon, 4x4m untuk tingkat perdu, 1x1m untuk tingkat herba. untuk tingkat pohon ditemukan 11 jenis, tingkat perdu 12 jenis, tingkat herba11 jenis. Indeks Nilai Penting (INP) yang tertinggi pada tingkat pohon adalah Artocarpus elasticus, tingkat perdu Stachytarpheta jamaicensis, tingkat herba Cyrtococcum patens. Indeks keanekaragaman vegetasi secara umum tergolong sedang. Prosedur penelitian di kelas dilakukan dengan langkah pembelajaran IEI dengan tahapan secara indoor, outdoor. Hasil keterampilan kinerja yang meliputi keterampilan mengobservasi, mengukur, mengolah data, mengkomunikasikan, menginferensi data secara klasikal berkategori baik, dan penilaian paradigma peserta didik yang meliputi tiga dimensi yaitu Penilaian tinggi terhadap alam, perhatian terhadap alam, Perencanaan dan bertindak hati-hati untuk menghindari resiko terhadap alam. Secara klasikal penilaian paradigma peserta didik adalah 88% berkategori baik dan 13% berkategori cukup.Kata kunci : Manouria emys; vegetasi; keterampilan proses; paradigma; area konservasi kura-kura Universitas Bengkulu
Studi keanekaragaman arthropoda tanah di area konservasi kura-kura manouria emys universitas bengkulu dan pengembangan pembelajaran siswa sma Suterisni, Meri; Karyadi, Bhakti; Winarni, Endang Widi
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 1 (2018): February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.467 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.v2i1.4425

Abstract

 Abstrak Artikel ini terdiri dari dua studi. Studi pertama bertujuan untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman Arthropoda pada area Konservasi Kura-kura Manouria emys Universitas Bengkulu .Hasil Studi pertama dikembangkan sebagai bahan ajar Biologi Berbasis Lingkungan di SMA Negeri 1 Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Dalam penelitian pertama dilakukan observasi terhadap hewan Arthropoda dengan mengidentifikasi dan inventarisasi jenis sampai tingkat Ordo.Parameter yang diamati adalah indeks keanekaragaman (H dengan nilai 1,17), kemerataan (E) dengan nilai 0,67, indeks dominansi Arthropoda (C) dengan nilai 1 dan Kepadatan Populasi (KP) 5,761. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Jenis Arthrpoda tanah yang ditemukan di Area Konservasi Kura-kura Monuora emys Universitas Bengkulu berjumlah 11 ordo, 2) Keanekaragaman jenis arthropoda tanah yang diperoleh dari Area Konservasi Kura-kura Baning tergolong dalam kategori sedang,3) Spesies yang mendominasi yang tergolong dalam ordo Hymenoptera, dan 4) faktor abiotik pada Area Konservasi Kura-kura Baning termasuk ke dalam kategori normal dengan ekosistem yang seimbang.Perangkat Pembelajaran yang dikembangkan dapat menumbuhkan Keterampilan berpikir kritis peserta didik yang tinggi.Kata kunci: Keanekaragaman, Arthropoda, Area Konservasi, Kura-kura, Manouria emys, Universitas Bengkulu, Keterampilan berpikir kritis.