Articles

Found 17 Documents
Search

A TYPE OF DWARFISM FOUND IN SOUTH BENGKULU TO BE AN X-LINKAGE

Jurnal Biologi Vol XII, No 2
Publisher : Jurnal Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We have reported here a specific human short stature population in Kedurang District, South Bengkulu. AH those are men, described as a mild dwarf (130-150 cm), detected after 5 to 10 years old, caused by the failure on lumbar backbone growth and development, and only found among the men. In this investigation, we examine the inheritance pattern of the dwarfism by using pedigree analysis, study the morphological comparison between the disorder and normal person, and finally we ascertain the variation among the disorder. We accomplished a survey on pedigree family to at least 3-4 generations related to the disorder. The data are then tested with Chi-square test, and transformed to tree families and pedigree analysis. To investigate morphological performance and their variation, we collected morphometric measurements to both disorder and normal group of sample; they are the height, the vertebral bones length, head measurement, the leg and arm length (upper and fore side), and their indexes. The data were analyzed descriptively. To find out the variation, the quantitative expression and penetrance, we evaluated the data according to normal distribution with Z test. The result showed all the dwarfisms in Kedurang are men, who inherited his gene from his carrier mother. As a result, the gene has tightly linked to X chromosome and supposedly belongs to Spondylo Epiphypeseal Dysplasia Tarda (SEDT). These were concluded from 32 related family of dwarfism. We found 19 dwarf persons, grouped into young, adult, and older persons. The their height were shorter than normal (136,5 cm), and the length of vertebrae was under normal value (51,5 cm). Their frontal extremity were shorter than the normal one, but they are in proportion with any part comprised them. Their feet were shorter, but the proportion of leg is longer than calf. The rest is as normally. Among the dwarf person, there are variations of the length. The phenotypic expressivity is varied in the vertebrae, leg, and calf; but the rest is relatively invariable. Their penetrance is strong, mostly in the height, length of vertebrae, and legs. Based on morphological data we concluded that the disorder in the Kedurang, South Bengkulu belongs to SEDT (Spondyloepiphyseal dysplasia tardd).

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MELALUI LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS MASALAH

Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan dan Pembelajaran Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.726 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Biologi berbasis problem based learning pada materi pencemaran lingkungan dalam upaya meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah R & D dengan mengadopsi model Dick & Carey, yang terdiri dari 9 tahapan. Subjek penelitian adalah 31 orang peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Variabel penelitian adalah kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Instrument yang digunakan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah berupa tes tertulis. Hasil dari pengembangan LKPD Biologi berbasis problem based learning materi pencemaran lingkungan terdiri atas lima unsur kerangka umum dan sembilan unsur kerangka inti. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek pada bahan ajar LKPD Biologi berbasis problem based learning materi pencemaran lingkungan yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 90,62%. Hasil pretest dan posttest kemampuan memecahkan masalah peserta didik sebelum dilakukan uji coba LKPD dan setelah diujicobakan LKPD menunjukkan adanya peningkatan hasil dengan rerata skor 61 menjadi 78. Maka pembelajaran dengan menggunakan LKPD Biologi hasil pengembangan problem based learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan kelas X SMA.Kata Kunci : LKPD, memecahkan masalah,  problem based learning.

Beberapa Kejadian Cacat Bawaan Bayi Lahir Di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu Dalam Satu Dekade Terakhir

Prosiding Seminar Biologi Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.815 KB)

Abstract

Untuk membandingkan jenis dan jumlah kejadian cacat bawaan pada bayi lahir, kami telah melakukan dua kali survey rekam medis, dan observasi langsung di RumahSakit M.Yunus dalam jarak lebih dari sepuluh tahun. Pada tahun 2000 kami mengolah data rekam medis periode Agustus 1998 s/d Juli 1999, dan mengamati setiap kelahiran bayi yang lahir di rumah sakit tersebut secara langsung selama bulan Juli 1999. Pada tahun 2013 kami sekali lagi mengolah yang sama pada periode Januari 2010 s/d Juli 2011, dan mengamati setiap kelahiran bayi selama bulan Juli 2011. Dari survey dan pengamatan langsung tersebut kami mencatat jenis-jenis cacat bawaan bayi lahir di Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu, dan membandingkan jumlah dan jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan ada 6 jenis cacat bawaan bayi lahir yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun, ialah Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, Spina bifida, Hernia, dan Hydrocephalus. Peningkatan resiko cacat bawaan bayi lahir tersebut diduga berkaitan dengan semakin banyaknya penggunaan bahan kimia beresiko teratogenik, dan mutagenik di dalam asupan bahan makanan danobat-obatan di luar resep dokter. Kata kunci:   neonatus congenital, rekam medis, Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, Spina bifida, Hernia, Hydrocephalus, teratogenik

STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROBENTOS DI WILAYAH KONSERVASI KURA-KURA UNIVERSITAS BENGKULU SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA

PendIPA Journal of Science Education Vol 1, No 1 (2017): october
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA TANAH DI AREA KONSERVASI KURA-KURA Manouria emys UNIVERSITAS BENGKULU DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SISWA SMA

PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 1 (2018): February
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Artikel ini terdiri dari dua studi. Studi pertama bertujuan untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman Arthropoda pada area Konservasi Kura-kura Manouria emys Universitas Bengkulu .Hasil Studi pertama dikembangkan sebagai bahan ajar Biologi Berbasis Lingkungan di SMA Negeri 1 Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Dalam penelitian pertama dilakukan observasi terhadap hewan Arthropoda dengan mengidentifikasi dan inventarisasi jenis sampai tingkat Ordo.Parameter yang diamati adalah indeks keanekaragaman (H dengan nilai 1,17), kemerataan (E) dengan nilai 0,67, indeks dominansi Arthropoda (C) dengan nilai 1 dan Kepadatan Populasi (KP) 5,761. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Jenis Arthrpoda tanah yang ditemukan di Area Konservasi Kura-kura Monuora emys Universitas Bengkulu berjumlah 11 ordo, 2) Keanekaragaman jenis arthropoda tanah yang diperoleh dari Area Konservasi Kura-kura Baning tergolong dalam kategori sedang,3) Spesies yang mendominasi yang tergolong dalam ordo Hymenoptera, dan 4) faktor abiotik pada Area Konservasi Kura-kura Baning termasuk ke dalam kategori normal dengan ekosistem yang seimbang.Perangkat Pembelajaran yang dikembangkan dapat menumbuhkan Keterampilan berpikir kritis peserta didik yang tinggi.Kata kunci: Keanekaragaman, Arthropoda, Area Konservasi, Kura-kura, Manouria emys, Universitas Bengkulu, Keterampilan berpikir kritis.

STUDI KOMUNITAS NEKTON DI KAWASAN KONSERVASI KURA-KURA UNIVERSITAS BENGKULU DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN

PendIPA Journal of Science Education Vol 1, No 1 (2017): october
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA SMP

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu melalui penerapan model discovery learning pada materi Pencemaran Lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik penentuan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling. Variabel penelitian ini adalah model discovery learning, aktivitas mengajar guru dan pemahaman konsep siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisa deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh skor rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu 21 (Baik), dan pada siklus II skor aktivitas guru meningkat menjadi 23,5 (Baik). Adapun persentase ketuntasan pemahaman konsep siswa pada siklus I yang termasuk ke dalam kriteria belum tuntas yaitu 55,6% dan pada siklus II persentase ketuntasan pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan menjadi 76,7% dan termasuk dalam kriteria tuntas. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa model discovery learning dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu.Kata Kunci: discovery learning, pemahaman konsep, pencemaran lingkungan

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan menalar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu melalui model pembelajaran Siklus Belajar 5E. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif. Penelitian terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 31 orang. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes kemampuan menalar siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung rerata skor dan menentukan kriteria aktivitas dan kemampuan menalar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor aktivitas siswa pada siklus I sebesar 2,9 (Baik), dan pada siklus II meningkat menjadi 3,0 (Baik). Rerata skor kemampuan menalar siswa pada siklus I yaitu 76,41 (Cukup), dan pada siklus II meningkat menjadi 85,48 (Baik). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penerapan model Siklus Belajar 5E dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan menalar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu pada materi Sistem Ekskresi.Kata Kunci: aktivitas siswa, kemampuan menalar, model siklus belajar 5E

PENERAPAN MODEL PBM UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, kinerja, dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Ekskresi di kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu dengan menerapkan model Pembelajaran  Berbasis Masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu yang berjumlah 33 orang.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data aktivitas guru dan kinerja siswa adalah teknik observasi, menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi penilaian kinerja. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kritis yaitu tes tertulis menggunakan lembar tes berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, kinerja dan kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata skor aktivitas guru pada siklus I yaitu 28 (baik) meningkat di siklus II menjadi 30 (baik). Kinerja siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I 57,25% dengan kriteria cukup pada siklus II meningkat menjadi 72,5% dengan kriteria baik. Hasil kemampuan berpikir kritis pada siswa di siklus I memperoleh persentase klasikal 59,39% dengan kriteria cukup kritis, di siklus II meningkat menjadi 73,33% dengan kriteria kritis. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas guru, kinerja dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem ekskresi di  kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kinerja dan Kemampuan berpikir kritis, Biologi SMA

Pemahaman siswa SMA tentang keanekaragaman genetik berdasarkan eksperimen DNA mitokondria Cuora amboinensis Sumatera

PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 2 (2018): june
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak           Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah Coura amboinensis yang terletak di Aceh, Bengkulu dan Enggano. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran audio visual yang dikembangkan dari hubungan kekerabatan Coura amboinensis dari Aceh, Bengkulu, Enggano menggunakan DNA mitokondria untuk digunakan sebagai referensi ketika mengisi Lembar Diskusi Siswa untuk mengukur kemampuan siswa kelas 10 Madrasah Aliyah Ja -alhaq Bengkulu untuk materi keragaman genetik. Tipe Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dianalisis pengembangannya. Hasil penelitian menunjukkan desain media dengan merakit kegiatan eksperimen DNA Cuora amboinensis menjadi video pembelajaran melalui tahapan analisis kurikulum, validasi ahli membentuk media audio visual yang mampu menarik perhatian siswa saat pembelajaran karena video terdiri dari video pengantar berasal dari youtube, isi dari seri dan penutup proses eksperimental. Hasil penelitian media ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pengajaran audio visual berhasil membuat siswa mudah memahami materi keragaman genetik. Kata kunci: Pemahaman siswa; keanekaragaman genetik; eksperimen DNA; Cuora amboinensis.