Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian Politik

ANEKSASI RUSIA DI KRIMEA DAN KONSEKUENSI BAGI UKRAINA Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 11, No 2 (2014): Tantangan Politik Lokal Pasca SBY
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.015 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v11i2.199

Abstract

Aneksasi wilayah Krimea oleh Rusia terjadi menyusul jatuhnya Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yangdianggap pro Rusia oleh kelompok oposisi. Referendum yang dilakukan rakyat Krimea pasca aneksasi menegaskankembali tuntutan kemerdekaan Krimea dari Ukraina dan pilihan untuk bergabung dengan Rusia. Meski referendumtersebut dianggap tidak sah oleh Kiev, secara de facto Krimea kini berada di bawah penguasaan Kremlin. Tulisanini memfokuskan pada aksi aneksasi Rusia di Krimea dengan menganalisis kepentingan strategis Rusia di wilayahKrimea yang mendorong aksi aneksasi; termasuk menganalisis posisi Ukraina, Krimea, dan Rusia pasca runtuhnyaUni Soviet; serta konsekuensi lepasnya Krimea dari Ukraina yang merubah konstelasi politik domestik, sosial, danekonomi, serta batas wilayah Ukraina-Krimea-Rusia.Kata Kunci : aneksasi, Rusia, Krimea, Ukraina.
Pemilu Presiden Iran 2009 dan Upaya Destabilisasi Iran Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 6, No 1 (2009): Kisruh Pemilu 2009
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.703 KB)

Abstract

Iran s 2009 presidential election became a big challenge for President Mahmud Ahmadinejad to preserve hispowerfor a second term The challenges were not only comefrom reformist groups but alsofrom conservative groups of which his political affiliation belong In addition international society also concerned with Ahmadinejad political statement andpolicy that could harm Iran national interests This paper will examine Iran s 2009 presidential election and the efforts offoreign forces to destabilize the Islamic Republic of Iran In this paper the electoral process including electoral competition between conservative and reformist groups and allegation offraud will be analyzed This paper will argue that tense competition between conservative and reformist groups in presidential elections has sharpened political division in Iran.
MINORITAS MUSLIM DI AUSTRALIA DAN INGGRIS Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 3, No 1 (2006): Papua Menggugat
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.578 KB)

Abstract

The war against terrorism has become the main topic and spread a ll over the w orld since the bombing o f WTC building in September 11" 2001. The issue is that rather fighting terrorist as the actor o f terrorism, the war is blured with fighting M oslem people as the most victimized as the actor o f terrorism. Moslems in Australia and United Kingdom, two countries that become close supporter o f USA in the war against terrorism, has suffered o f negative public perception. It is interesting to analyse policy in those two U S close allies. The research that has been conduct compares p o lic y o f Australia and Britain after the bombing. Image o f Moslem community in those countries is shaped by the role o f mass media as the source o f opinion. The war against terrorism has negative effect that it is victimizing Moslem community as the source o f terror.
DEMOKRASI DAN FUNDAMENTALISME AGAMA : HINDU DI INDIA BUDDHA DI SRI LANKA DAN ISLAM DI TURKI Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 9, No 1 (2012): Pembangunan Papua dalam Pusaran Politik
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.8 KB)

Abstract

Fundamentalisme adalah fenomena yang ada di setiap tradisi agama dunia seperti Kristen Yahudi IslamHindu dan Buddha Dalam beberapa dekade terakhir fundamentalisme memainkan peran penting dalam politikglobal khususnya dalam interaksi dengan demokrasi di beberapa negara Fundamentalisme muncul disebabkanoleh beberapa faktor tidak hanya terkait dengan persoalan agama namun juga kultural sosial politik dan ideologiSebagai sebuah ideologi tujuan fundamentalisme adalah untuk mengatur sistem politik sumber daya ekonomi dankekuatan sosial sebuah negara berdasarkan agama Penelitian ini mengkaji mengapa tren fundamentalisme meningkatdi negara negara seperti India Sri Lanka dan Turki yang menganut paham demokrasi Apakah ada korelasi antararealitas fundamentalisme dengan perkembangan demokrasi di negara negara tersebutKata kunch Politik global fundamentalisme demokrasi Hindu Buddha Islam India Sri Lanka Turki
DEMOKRASI DAN FUNDAMENTALISME PROTESTAN DI AMERIKA SERIKAT DAN YAHUDI DI ISRAEL Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 10, No 1 (2013): Partai Politik dalam Timbangan
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.758 KB)

Abstract

lobalisasi demokrasi menimbulkan persoalan baru dengan menguatnya identitas lokal di ranah publik. Ditengah kondisi tersebut, masyarakat cenderung untuk mengelompokkan diri dalam identitas-identitas asal, baikagama, suku, maupun wilayah.Fundamentalisme agama, baik dalam Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha,menjadi salah satu varian dalam pencarian identitas tersebut.Pemikiran fundamentalisme menawarkan sebuah sistemyang menjanjikan bagi mereka yang mencari alternatif di tengah kegagalan tatanan sosial yang ada.Dalam kondisi semacam inilah muncul gerakan fundamentalisme agama, antara lain fundamentalisme KristenProtestan di Amerika Serikat dan Yahudi di Israel. Fundamentalisme Kristen Protestan menganggap Injil bersifatabsolut. Kelompok ini menolak gerakan modernisme yang menafsirkan kitab suci secara bebas dan elastis yangdisesuaikan dengan kemajuan sains dan teknologi. Begitu juga dengan fundamentalisme Yahudi, yang dalam perkembangannya gerakan ini menggunakan cara-cara kekerasan untuk mengusir bangsa Palestina dari tanah airnya.Kelompok inilah yang sampai di era politik Israel kontemporer memiliki visi fundamentalis ekstrem sehingga acapkalidisebut kaum ultra-ortodoks. Studi ini menganalisis fundamentalisme agama Kristen Protestan di AS dan Yahudidi Israel dan bagaimana kemunculan mereka di kedua negara tersebut yang menganut sistem demokrasi liberal.Kata kunci: demokrasi, fundamentalisme, Protestan, Yahudi, Amerika Serikat, Israel
Dinamika Minoritas Muslim di Amerika Serikat Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 2, No 1 (2005): Politik Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.666 KB)

Abstract

The September 11, 2001 attacks against the United States has become the tragedy for American society, including muslim minority in America. In the days following September 11, many people in America points afinger at a Muslim terror suspect. Muslims and people from various ethnic who appeared to be of Middle Eastern decent become the victims of discrimination and harrasment. The tragedy of September llh, has become the turning point for Bush administration to conduct atough policy in order to fight terrorism. President George W. Bush has dramatically overreacted to the September 11 attacks. It is bitterly ironic that it was Bush s statements condemning secret evidence policy and profiling that earned him the endorsement ofthe Muslim-American block vote in the last elections in the year 2000. However, today Bush administration expand these practices by conducting the USA PATRIOT Act with reckless abandon. The purpose ofthis research was to explore the problems faced by Muslim related to their position as minority in America and how they response to their problems.
Pemilu Parlemen ke-7 dan Prospek Gerakan Reformasi di Iran Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 1, No 1 (2004): Pemilu Legislatif 2004
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.01 KB)

Abstract

Reformism is the belief that gradual changes in a society can change its fundamental structures. This belief also has a great influence in the mind o f many Iranian people whose struggle for a change, including the mullahs and politicians that led them changed their face from radical to moderat e in a tremendous movement called the reform movement. This movement has crystallized since Mohammad Khatami has been elected as the President o fthe Islamic Republic o f Iran in 1997 and this event became the first victory o fth e reform movement. The second victory was obtained by the reformist or the leftist in the 6th parliamentary (Majlis) election in 2000, which strengthened the reform movement. But the scene o f victory now has been turning back into the hands o f the conservative or the rightist. In the 7lh parliamentary election, the rightist who has changed to pragmatic face won the majority o f the Majlis seat. This political change happened because of the disillusioned of Iranian people has frustrated by the leftist due to their failure to bring into reality their reform promises. Therefore, solving the peoples problem will be the big task o f the seventh Majlis, regardless o f which faction forms the majority.
Deklarasi Panmunjom dan Prospek Perdamaian Korea di Era Moon Jae-In dan Kim Jong-Un Kartini, Indriana
Jurnal Penelitian Politik Vol 15, No 1 (2018): Turbulensi Kepemimpinan dan Konektivitas antar Negara
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3086.009 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v15i1.752

Abstract

Abstrak Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani oleh dua pemimpin Korea, Moon Jae-in dari Korea Selatan dan Kim Jong-un dari Korea Utara menandai era baru dalam perdamaian di Semenanjung Korea. Meskipun sikap skeptis akan implikasi positif bermunculan baik di dalam negeri maupun dunia internasional, namun komitmen dua negara Korea untuk mengakhiri perang patut diapresiasi oleh komunitas internasional. Tulisan ini menganalisis bagaimana Deklarasi Panmunjom berpengaruh terhadap keamanan regional dan internasional serta bagaimana prospek perdamaian dan unifikasi Korea pasca perjanjan Panmunjom. Berdasarkan analisis melalui pendekatan kualitatif, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat beberapa persamaan antara Pertemuan Tingkat Tinggi Panmunjom dengan Pertemuan Tingkat Tinggi sebelumnya di tahun 2000 dan 2007, namun yang perlu digarisbawahi adalah kenyataan bahwa kedua negara Korea masih memiliki keinginan untuk menciptakan rezim perdamaian. Meskipun dalam mewujudkan hal tersebut masih diperlukan keterlibatan dua negara sekutu masing-masing negara Korea, yakni AS dan Cina. Kata Kunci : Deklarasi Panmunjom, perdamaian Korea, Korea Selatan, Korea Utara, Moon Jae-in, Kim Jog-un