p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik PWK
Meinar Kartikasari
Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMUGARAN TAMAN MUSTIKA DI KOTA BLORA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Kartikasari, Meinar; Wahyono, Hadi
Jurnal Teknik PWK Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 No 4 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan taman sebagai ruang terbuka publik yang begitu penting menjadikan Pemerintah berupaya untuk menyediakan taman dengan berbagai cara termasuk pemugaran. Pemugaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk merombak/membangun kembali suatu objek dengan tujuan yang lebih baik. Kawasan perkotaan Blora merupakan kawasan yang padat bangunan dan minim ruang terbuka publik. Pemugaran taman pasif yang berada di jantung kota menjadi sebuah taman aktif merupakan suatu hal yang baru yang ada di Blora dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik yang aksessibel bagi masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap pemugaran Taman Mustika di Kota Blora sebagai ruang terbuka publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualtatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil temuan dari penelitian adalah kondisi Taman Mustika sebelum pemugaran berdasarkan persepsi masyarakat sangatlah tidak layak, masyarakat tidak dapat memanfaatkan taman tersebut sebagai ruang terbuka publk. Berdasarkan persepsi masyaraat kondisi Taman Mustika sesudah pemugaran banyak memiliki manfaat seperti sebagai tempat bersantai, menunggu, dan belajar. Kondisi taman sesudah pemugaran juga jauh lebih baik karena masyarakat dapat mengakses Taman Mustika dan mampu melayani kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik. Dari persepsi masyarakat sebelum dan sesudah pemugaran Taman Mustika, peneliti menemukan adanya perubahan fungsi taman dari taman pasif menjadi taman aktif. Kondisi taman sebelum dan sesudah pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora mengalami perubahan yang signifikan dan mampu menampung aktivitas masyarakat.  Berdasarkan hasil temuan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora telah merubah Taman Mustika dari taman pasif menjadi taman aktif. Perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya yang berada pada kawasan perkotaan Blora. Masyarakat berpendapat bahwa Taman Mustika setelah pemugaran lebih bermanfaat bagi mereka sebagai tempat berinteraksi, bersantai, hiburan, berkreasi dan belajar. 
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMUGARAN TAMAN MUSTIKA DI KOTA BLORA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Kartikasari, Meinar; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan taman sebagai ruang terbuka publik yang begitu penting menjadikan Pemerintah berupaya untuk menyediakan taman dengan berbagai cara termasuk pemugaran. Pemugaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk merombak/membangun kembali suatu objek dengan tujuan yang lebih baik. Kawasan perkotaan Blora merupakan kawasan yang padat bangunan dan minim ruang terbuka publik. Pemugaran taman pasif yang berada di jantung kota menjadi sebuah taman aktif merupakan suatu hal yang baru yang ada di Blora dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik yang aksessibel bagi masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap pemugaran Taman Mustika di Kota Blora sebagai ruang terbuka publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualtatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil temuan dari penelitian adalah kondisi Taman Mustika sebelum pemugaran berdasarkan persepsi masyarakat sangatlah tidak layak, masyarakat tidak dapat memanfaatkan taman tersebut sebagai ruang terbuka publk. Berdasarkan persepsi masyaraat kondisi Taman Mustika sesudah pemugaran banyak memiliki manfaat seperti sebagai tempat bersantai, menunggu, dan belajar. Kondisi taman sesudah pemugaran juga jauh lebih baik karena masyarakat dapat mengakses Taman Mustika dan mampu melayani kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik. Dari persepsi masyarakat sebelum dan sesudah pemugaran Taman Mustika, peneliti menemukan adanya perubahan fungsi taman dari taman pasif menjadi taman aktif. Kondisi taman sebelum dan sesudah pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora mengalami perubahan yang signifikan dan mampu menampung aktivitas masyarakat.  Berdasarkan hasil temuan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora telah merubah Taman Mustika dari taman pasif menjadi taman aktif. Perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya yang berada pada kawasan perkotaan Blora. Masyarakat berpendapat bahwa Taman Mustika setelah pemugaran lebih bermanfaat bagi mereka sebagai tempat berinteraksi, bersantai, hiburan, berkreasi dan belajar.