Articles

Document Additional Evaluation in Information Retrieval System Adisantoso, Julio; Herdiyeni, Yeni; Kartika, Ika
Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pengguna cenderung menyukai pencarian berdasarkan makna. Hal ini disebabkan oleh adanya masalah sinonim dan polisemi dalam pemilihan penggunaan kata. Salah satu teknik yang mencoba mengatasi masalah tersebut Latent Semantic Indexing (LSI). Dalam pengaplikasiannya, LSI dapat menggunakan Singular Value Decomposition untuk mengestimasi struktur penggunaan kata dalam dokumen. Cara yang paling tepat untuk menambahkan dokumen atau istilah adalah melalui penghitungan ulang SVD (recomputing SVD). Namun hal ini menjadi kendala karena dibutuhkannya memory yang cukup besar dan waktu yang semakin lama untuk menghitung ulang matriks istilah-dokumen yang semakin besar. Cara lain yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala tesebut adalah dengan menggunakan teknik folding-in. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan dokumen terhadap hubungan tersembunyi antara semua istilah yang secara kontekstual berdekatan artinya dengan menggunakan teknik folding-in. Tercakup didalamnya proses pembentukan matriks istilah-dokumen dengan menggunakan parsing, penghilangan stop list, serta stemming. Pembobotan istilah untuk dokumen menggunakan skema pembobotan lxn, sedangkan pembobotan istilah untuk kueri menggunakan skema pembobotan cfx. Pengujian menggunakan 150 dokumen untuk membangkitkan matriks istilah-dokumen asal dan 110 dokumen untuk evaluasi penambahan dokumen. Pengukuran kinerja temu kembali dilakukan dengan menggunakan average precision untuk mengetahui rank optimal terhadap sepuluh kueri. Ternyata pada penelitian ini dengan pemilihan rank yang kecil akan memberikan hasil dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi dengan tertanganinya masalah sinonim. Penambahan dokumen dengan folding-in memberikan hasil yang memuaskan. Melalui penambahan 110 dokumen ke dalam koleksi sebagian besar nilai recall bisa dipertahankan apabila menggunakan rank yang kecil, meskipun terdapat distorsi seiring dengan penambahan dokumen. Kata Kunci : Temu Kembali Informasi, Folding-in, Latent Semantic, Indexing, Singular Value Decomposition
APLIKASI ELECfRON PROBE MICROANALIZER ill BmANG TEKNIK METALURGI Lusiana, Lusiana; Kartika, Ika
Jurnal MIKROSKOPI dan MIKROANALISIS Vol 3, No 1 (2000): Buletin Microskopi & Mikroanalisis
Publisher : PTBIN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APLIKASI ELECfRON PROBE MICROANALIZER ill BmANG TEKNIK METALURGI. Elektron ProbeMicro Analyzer merupakan perpaduan dua alat X-Ray Fluorescence dan scanning elektron microscope yang mempunyaikemampuan untuk analisa kualitatif dan semi kuantitatif. Salah satu keunggulan elektron probe micro analyzer adalahkemampuannya untuk menganalisa benda uji sebesar I !.1md engan cepat , akurat dan tidak merusak. Dibidang teknik metalurgisifat-sifat material ditentukan oleh struktur mikro dan elemen-elemen penyusunnya. Dengan adanya alat elektron probe mikroanalizer ini sangat membantu untuk terwujudnya perkembangan material barn
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING (M-LEARNING) BERBASIS MOODLE SEBAGAI DAYA DUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Setiawati, Nopita; Kartika, Ika; Purwanto, Joko
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi sudah merambah di semua bidang termasuk bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengembangkan mobile learning pada materi pokok fluida statis untuk siswa SMA; 2)  mengetahui kualitas mobile learning berbasis moodle menurut ahli media, ahli materi dan guru Fisika SMA serta respon siswa terhadap mobile learning yang telah dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Brog dan Gall yang dapat dilakukan dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba skala besar dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan lembar angket kualitas mobile learning berbasis moodle yang terdiri dari aspek teknis,aspek isi dan aspek desain.Data kualitas yang diperoleh diubah kedalam deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian yang telah dikembangkan berupa: 1) media pembelajaranmobile learning menggunakan softwaremoodle berisi materi fluida statis untuk siswa SMA yang dapat diakses secara online melalui handphone; 2) Kualitas mobile learningyang telah dikembangkan adalah Sangat Baik (SB) berdasarkan penilaian ahli media dengan presentase 90,62% dari skor ideal, ahli materi 80,55% dari skor ideal sedangkan penilaian dari guru fisika 90,83% dari skor ideal; 3) Berdasarkan uji coba lapangan skala kecil diperoleh respon siswa Sangat Setuju (SS) dengan presentase 83,67%, sedangkan uji coba lapangan skala besar 91,08% dari skor ideal.Kata kunci: Mobile learning, moodle ,fisika
PENGEMBANGAN CERPEN IPA TERPADU SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI UNTUK MENANAMKAN KARAKTER SISWA SMP/MTs KELAS VIII SEMESTER 2 Sulastri, Sulastri; Kartika, Ika
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan Cerpen IPA Terpadu sebagai sumber Belajar Mandiri untuk Menanamkan Karakter Siswa SMP/MTs Kelas VIII Semester 2; (2) mengetahui kualitas cerpen menurut ahli media, materi, karakter, sastra indonesia dan guru IPA SMP/MTs; (3) serta mengetahui respon siswa terhadap cerpen IPA Terpadu yang dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development(R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Borgdan Gall yang dapat dilakukan  dengan lebih sederhana dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan;2) mengembangkanprodukawal;3) validasi ahli dan revisi;4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir.Hasil penelitian ini: (1) berupa cerpen IPA Terpadu Sebagai Sumber Belajar Mandiri Untuk Menanamkan Karakter Siswa SMP/MTs Kelas VIII Semester 2; (2) kualitas cerpen berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, ahli karakter, ahli sastra indonesia dan guru SMP/MTs adalah sangat baik(SB) dengan persentase keidealan masing-masing ahli media 86,59%, ahli materi 76,49%, ahli karakter 77,38%, ahli sastra Indonesia 85,75%, dan guru SMP/MTs 74,45%. Sedangkan respon siswa terhadap cerpen IPA Terpadu sebagai sumber belajar mandiri untuk menanamkan karakter siswa SMP/MTs kelas VIII semester 2 pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar adalah sangat setuju(SS) dengan persentase keidealan77,75% dan 80,17%.Kata kunci:Cerpen, IPA Terpadu, Karakter
PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU MODEL WEBBED BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN TEMA LINGKUNGAN PANTAI UNTUK SISWA SMP/MTs KELAS VII Widyarini, Arum; Kartika, Ika
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan LKS IPA Terpadu model webbed berbasis pendidikan karakter dengan tema lingkungan pantai untuk siswa SMP/MTs kelas VII; (2) mengimplementasikan nilai karakter ke dalam LKS; (3) mengetahui kualitas LKS menurut ahli materi, ahli media, dan guru IPA SMP/MTs, serta mengetahui respon siswa terhadap LKS IPA Terpadu yang dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Borg dan Gall yang dapat dilakukan dengan sederhana melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. LKS diberi masukan oleh satu dosen pembimbing, 3 ahli materi, dan 2 ahli media. LKS kemudian dinilai kualitasnya dengan menggunakan angket penilaian kualitas yang sudah di validasi secara teoritik dan logis oleh ahli kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh 5 guru SMP/MTs, 15 siswa SMP/MTs dalam uji coba lapangan skala kecil, dan 30 siswa SMP/MTs dalam uji coba lapangan skala besar.Hasil penelitian ini: (1) tersusunnya LKS IPA Terpadu model webbed berbasis pendidikan karakter dengan tema lingkungan pantai untuk siswa SMP/MTs kelas VII; (2) terdapat 4 nilai karakter yang diimplementasikan dalam LKS, keempat nilai tersebut adalah religius/Ketuhanan, tanggung jawab, bersahabat/komunikasi, dan peduli lingkungan; (3) berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru IPA SMP/MTs LKS IPA Terpadu yang dikembangkan memiliki kualitas Sangat Baik (SB) dengan presentase 92,46% (ahli materi), 86,46% (ahli media), dan 87,76% (guru SMP/MTs). Sedangkan untuk respon siswa pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar mendapatkan respon Sangat Setuju (SS) terhadap LKS dengan presentase masing-masing 87,06% dan 86,52%. Untuk aspek penerapan karakter berdasarkan penilaian guru tertinggi adalah pada pengimplementasian nilai tanggung jawab dengan presentase 90%, sedangkan nilai religius/Ketuhanan, bersahabat/komunikasi, dan peduli lingkungan masing-masing 85%, 80%,dan 80%. Kata kunci: LKS, IPA Terpadu, Model Webbed, Pendidikan Karakter
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR SISWA Fatimah, Siti; Kartika, Ika; Niyartama, Thaqibul Fikri
JURNAL KEPENDIDIKAN Vol 42, No 1: Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dan tanggapan pembelajaran fisika dengan model Cooperative Learning tipe FSLC dan SGD pokok bahasan getaran dan gelombang terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi penelitian ini siswa MTs Plus Az-Zahro Cisumur Kabupaten Cilacap dengan penyampelan secara purposif. Instrumennya adalah tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan Anava Satu Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran fisika dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe FSLC berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Pada ranah kognitif diperoleh Fhitung = 4,8 dengan Ftabel(5%)= 4,03. Pada ranah afektif diperoleh Fhitung = 7,35 dengan Ftabel(5%)= 4,03. Pada ranah psikomotorik diperoleh Fhitung = 13,04 dengan Ftabel(5%)= 4,03; (2) tanggapan siswa terhadap pembelajaran fisika yang menggunakan model Cooperative Learning tipe FSLC berkategori baik (83%) dan tanggapan siswa yang menggunakan tipe SGD berkategori cukup baik (77,5%).
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS SAINS-LINGKUNGAN-TEKNOLOGI-MASYARAKAT DENGAN TEMA TEKNOLOGI BIOGAS Sugiyanto, Sugiyanto; Kartika, Ika; Purwanto, Joko
JURNAL KEPENDIDIKAN Vol 42, No 1: Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul IPA Terpadu berbasis sains-lingkungan- teknologi-masyarakat (salingtemas) yang dipecahkan dengan penelitian pengembangan model prosedural. Prosedur pengembangan sesuai dengan prosedur Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi lima langkah: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. Berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru IPA SMP/MTs modul IPA Terpadu yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik dengan rincian 87,69% dari ahli materi, 76,78% dari ahli media, dan 77,75% dari guru SMP/MTs. Respons siswa pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar mendapatkan respons yang sangat setuju 78,75% dari uji coba lapangan skala kecil dan 81,17% dari uji coba lapangan skala besar.
PEMBUATAN FLIPCHART DINAMIKA BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH COKLAT DAN SAMPAH HIJAU Kartika, Ika; ,, Syamswisna; Yeni, Laili Fitri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dinamika populasi bakteri pelarut fosfat bertujuan untuk mengetahui waktu terbentuknya fosfat dalam proses pengomposan sampah coklat dan sampah hijau. Proses dan hasil pengomposan dijadikan media pembelajaran flipchart dan dilakukan uji validasi oleh 5 (lima) orang validator kemudian dianalisis berdasarkan jumlah rata-rata skor seluruh aspek. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen dengan pembuatan kompos secara aerobik dan perhitungan bakteri menggunakan metode plate count. Hasil penelitian menunjukkan dinamika populasi bakteri mulai terbentuk dihari ke-5 (4.102 unit koloni/gram kompos), maksimum dihari ke-19 (8,5.101 unit koloni/gram kompos), mulai menurun pada hari ke-21 (7,75.101 unit koloni/gram kompos) dan terus menurun hingga hari ke-41 (9.101 unit koloni/gr kompos). Ditemukan 4 isolat bakteri yaitu basil-gram negatif, coccus-gram negatif, basil-gram positif, dan basil-gram negatif. Berdasarkan penilaian dari validator, flipchart dari hasil penelitian ini termasuk ke dalam kategori valid (3,5) atau layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri daur ulang limbah di kelas X SMA. Kata kunci: Bakteri pelarut fosfat, pengomposan sampah, flipchart.   Abstract: Bacterial population dynamics study aims to determine the solvent phosphate formation time in the process of composting bins brown and green waste. Composting process and the results used as a medium of learning flipchart and validation test by 5 (five) people validator then analyzed based on the number average score of all aspects. This research is a form of experimentation with aerobic composting and bacterial count using plate count method. The results showed the dynamics of bacteria begin to form on the day fifth (4.102 colony units/gram), the maximum on the day to nineteen (8,5.101colony units/gram), began to decline on day twenty-one (7,75.101 colony units/gram), and continued to decline until the day of the forty-one (9.101 colony units/gram). Found four bacterial isolates gram-negative bacilli, gram-negative cocci, gram-positive bacilli, and gram-negative bacilli. Based on the assessment of the validator, flipchart of the results of this study are included in the category of valid or feasible to use as a medium of learning in sub-material recycling of waste in class X SMA. Keywords:Bacterial phosphate solvent, waste composting, flipchart.
PROSES SINTER LOGAM BERPORI PADUAN MAGNESIUM DENGAN KALSIUM HIDRIDA SEBAGAI AGEN PENGEMBANG Lestari, Franciska Pramuji; Annur, Dhyiah; Putrayasa A., I Nyoman Gede; Erryani, Aprrilia; Kartika, Ika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, magnesium menjadi perhatian kalangan peneliti, hal ini dikarenakan beberapa kelebihan utama dari magnesium adalah sifat mekanik yang meyerupai tulang dan biokompatibilitasnya yang baik. Dalam tubuh manusia magnesium akan mengalami proses degradasi secara alami, sehingga tidak diperlukan tindakan pembedahan lanjutan untuk pengangkatan implan ketika tulang telah sembuh. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat logam berpori Mg- Zn dengan CaH2 sebagai agen pengembang pembentuk pori dengan metode metalurgi serbuk. Campuran serbuk logam Mg, Zn dan CaH2 dengan komposisi Zn 3% berat dan CaH2 5% konstan kemudian  ditekan dengan beban 200 Psi dalam cetakan berbentuk silinder dengan ø=10 mm pada temperatur kamar. Proses sintering dilakukan pada T=550°, 600° dan 650°C selama 5 jam dalam suasana argon, dan dilakukan pendinginan dalam tungku. Hasil sintering dikarakterisasi dengan XRD (X-ray diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope). Dari hasil SEM terlihat bahwa pori yang terbentuk lebih homogen dengan ukuran pori 50-300µm. Dinding pada pori makro terlihat tebal dan kasar, untuk meningkatkan osteointegrasi implan dan butir paduan Mg-Ca-Zn terlihat lebih halus pada perbesaran 5000x. Hasil XRD menunjukkan terbentuknya fasa Mg, MgO, Mg2Ca, Ca2Mg6Zn3 dan MgZn2.
KARAKTERISTIK MATERIAL BIOKOMPETIBEL APLIKASI IMPLAN MEDIS JENIS BONE PLATE Sutowo, Cahya; Ikhsan, Muhammad; Kartika, Ika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen  bone  plate  adalah  salah  satu  alat  medis  yang  di  buat  untuk  menggantikanstruktur  dan  fungsi  suatu  bagian  biologis.  Di  pasaran komponen  bone  plate  mempunyaiharga  yang  variatif  tergantung  materialnya,  karakterisasi  material  bone  plate  telahdilakukan menggunakan beberapa pengujian yaitu pengujian komposisi kimia, metalografi,pengujian  kekerasan  dan  pengujian  korosi.  Hasil  pengujian  komposisi  kimia  padakomponen bone plate A dan bone plate B menunjukan material klasifikasi jenis baja tahankarat  Austenitik.  Bone  plate  A  baja  tahan  karat  Austenitik  316L  dengan  kandunganmolibdenum  1,94%,  dan  khrom  20,48%,  sedangkan  bone  plate  B  baja tahan  karatAustenitik  304L  kandungan  molibdenum  0,149%,  dan  khrom  20,08%.  Nilai  kekerasanbone plate A sebesar 181,56 HB dan bone plate B sebesar 152,92 HB. Hasil metalografipada  material  bone  plate  A  dan  bone  plate  B  menunjukkan  struktur  mikro  dengan  fasaaustenitik. Hasil pengujian korosi metode CMS menunjukkan bahwa bone plate A denganlaju korosi 0,80 mpy dan bone plate B dengan laju korosi 1,15 mpy. Dari karakterisasi datapengujian  tersebut  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  komponen  bone  plate  yang  berasaldari  material  baja  tahan  karat  Austenitik  316L  dapat  dibuat  melalui  proses  manufakturyang ada tanpa harus import, sehingga dapat lebih tepat dimensinya sesuai dengan anatomidengan harga yang terjangkau.