Articles

Suplementasi Vitamin E dan Profil Lipid Penderita Dislipidemia: Studi pada Pegawai Rumah Sakit Profesor Dokter Margono Soekarjo Purwokerto

MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2011:MMI Volume 45 Issue 1 Year 2011
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.198 KB)

Abstract

ABSTRACT Vitamin E supplementation and lipid profile in patients with dislipidemia Background: The prevalence of dislipidemia in Indonesia increase lately. Vitamin E has important role in cholesterol metabolism and protecting low density lipoprotein cholesterol against oxidation. This study was to investigate the effect of vitamin E supplementation on lipid profile.Method: The study was a randomised controlled clinical trial. Subjects were the employees of Professor Doctor Margono Soekarjo hospital aged 30-50 years who suffered from dislipidemic. The supplementation groups received 400 IU vitamin E and the control group received placebo once a day for 30 days. Lipid profile was examined using vitros system chemistry analyser 250 dan 350. Nutritional intake were gathered using food recall method and processed with nutrisurvey. Analyses were conducted using T-test, Mann Whitney, Wilcoxon and Chi square tests.  Result: There were no differences in total (p=0.910), LDL (p=0.457) and HDL cholesterol levels (p=0.809) as well as trigliseride level (p=0.687) between the two groups before suplementation. There were differences in total (p=0.004) and LDL (p=0.002), there were no differences in HDL cholesterol level (p=0.332) and trigliseride level (p=0.940) between the two groups after supplementation. There were differences on the changes in total cholesterol (p=0.001) and LDL cholesterol (p=0.000) and no differences on the changes in HDL cholesterol level (p=0.197) as well as trigliserida level (p=0.438). There was no difference in nutritional intake between the two groups. Conclusion: That supplementation of vitamin E 400 IU once daily for 30 days improve lipid profile. Keywords: Dislipidemia, vitamin E, total cholesterol, LDL cholesterol, HDL cholesterol, trigliseride   ABSTRAK Latar belakang: Angka kejadian dislipidemia di Indonesia semakin meningkat. Vitamin E merupakan antioksidan penting dalam metabolisme kolesterol, melindungi kolesterol LDL terhadap oksidasi dan meningkatkan kolesterol HDL. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suplementasi vitamin E terhadap profil lipid penderita dislipidemia. Metode: Desain studi adalah acak buta ganda terkontrol dengan subyek 42 orang karyawan RS Profesor Dokter Margono Soekarjo penderita dislipidemia yang berusia 30-50 tahun, dibagi menjadi dua kelompok yaitu 22 orang memperoleh vitamin E 400 IU dan 20 orang memperoleh placebo sekali sehari selama 30 hari. Karakteristik subyek diperoleh melalui wawancara, berat badan dan tinggi badan diperoleh melalui pengukuran. Profil lipid diukur sebelum dan sesudah suplementasi dengan vitros system chemistry analyser 250 dan 350. Asupan gizi diperoleh melalui food recall dan dianalisis dengan program nutrisurvey. Data dianalisis dengan uji T, Mann Whitney, Wilcoxon dan Chi square. Hasil: Tidak ada perbedaan kolesterol total (p=0,910), kolesterol LDL (p=0,457), kolesterol HDL (p=0,809) dan trigliserida (p=0,687) antara kedua kelompok sebelum suplementasi. Ada perbedaan kolesterol total (p=0,004) dan kolesterol LDL (p=0,002), tidak ada perbedaan kolesterol HDL (p=0,332) dan trigliserida (p=0,940) antara kedua kelompok sesudah suplementasi. Ada perbedaan perubahan kolesterol total (p=0,001) dan kolesterol LDL (p=0,000), tidak ada perbedaan perubahan kolesterol HDL (p=0,197) dan trigliserida (p=0,438) antara kedua kelompok. Tidak ada perbedaan asupan gizi antara kedua kelompok. Simpulan: Suplementasi vitamin E 400 IU sekali sehari 30 hari dapat memperbaiki kolesterol total dan kolesterol LDL penderita.  

FOOD CONSUMPTION AND NUTRITIONAL STATUS OF UNDERFIVE CHILDREN ON FISHERMEN’S FAMILY DURING MONETARY CRISIS PERIOD JUNE 1998-AUGUST 1999 SEMARANG MUNICIPALITY

JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 7, No 2 (2004): Volume 7, Number 2, Year 2004
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.673 KB)

Abstract

Since late 1997 Indonesia has been overwhelmed by monetary crisis and low income communities including fishermen received the worst impact of it.  This study was intended to see whether there was a difference in food consumption and the nutritional status of the underfive years old children in the fishermen community before and during the crisis. Sixty three subjects were chosen by cluster random sampling method and were followed from June 1998 to August 1999.  Food consumption data were gathered by weighing method for two days and food frequency questionnaires.  Paired t-test was used in the analysis. The study revealed that the families income almost doubled, the food consumption was significantly increased in term of energy and protein.  It was found that children have more frequent meal per day and more varieties of food eaten daily.  The children’s weight and height increased in an average of 2.5 kg and 8.7 cm, respectively.  The nutritional status in aggregate data showed an increase in height per age but slightly decrease in weight per age and weight per height indices but not statistically significant.  By group analysis, more children had lower nutritional status in all indices. It is concluded that there were improvement in food consumption of the underfive years old children, as the children grow older.  However, their nutritional status became lower. The primary health care providers in the area should be informed on this situation.  It is important that they should direct nutritional education program to improve the nutritional status of the children in its working area.  

PENGARUH PEMBERIAN MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP STATUS ANTROPOMETRI BB/U, TB/U DAN BB/TB ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN

Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Asupan mikronutrien yang kurang merupakan salah satu penyebab masalah gizi di Indonesia, sehingga suplementasi mikronutrien dapat digunakan untuk meningkatkan status gizi balita. Di negara berkembang, suplementasi micronutrient sprinkle telah dilakukan untuk program suplementasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian micronutrient sprinkle terhadap status antropometri indeks BB/U, TB/U dan BB/TB pada anak stunting usia 12-36 bulan. Metode : Desain penelitian adalah eksperimental dengan pre dan post test dengan control group. Populasi penelitian adalah anak usia 12-36 bulan di Kelurahan Rowosari, Tembalang, Semarang. Lima puluh subjek  dari posyandu dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol secara acak. Kelompok perlakuan berupa pemberian  30  bungkus micronutrient sprinkle selama 60 hari. Kedua kelompok diberi penyuluhan gizi, 2 minggu sekali. Asupan zat gizi diperoleh melalui 3x24 jam recall. Pengukuran BB dan TB dilakukan pada sebelum, 1 bulan dan 2 bulan setelah perlakuan. Analisis data menggunakan Anova and independent t-test. Hasil : Sembilan subjek drop out dalam penelitian dikarenakan tidak mengikuti prosedur penelitian dan pindah. Rerata BB kelompok perlakuan meningkat dari 9,3 ± 1,3 kg menjadi 9,8 ± 1,2 kg setelah 2 bulan sementara di kelompok kontrol berubah dari 9,3 ± 1,5 kg menjadi 9,4 ± 1,4 kg. Rerata TB kelompok perlakuan dari 76,2 ± 6,2 cm menjadi 79,3 ± 5,5 cm, sedangkan kelompok kontrol dari 76,5 ± 5,9 cm menjadi 78,4 ± 5,8 cm. Rerata peningkatan TB kelompok perlakuan lebih tinggi dari kelompok kontrol. Skor z indeks TB/U pada kelompok perlakuan meningkat dari -3,1 ± 0,7 menjadi -2,5 ± 0,6 dan dari -3,0 ± 0,8 menjadi -2,9 ± 0,9 untuk kelompok kontrol. Rerata peningkatan skor z indeks TB/U pada kelompok perlakuan lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kesimpulan : Suplementasi micronutrient sprinkle selama 2 bulan meningkatkan skor z indeks TB/U pada anak stunting usia 12-36 bulan.

PENGARUH PEMBERIAN MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN

Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Stunting disebabkan karena kurangnya asupan makronutien dan mikronutrien dalam jangka panjang. Stunting dapat meningkatkan risiko kesakitan, kematian, hambatan pertumbuhan mental dan motorik. Micronutrient Sprinkle adalah bubuk tabur dari 16 vitamin dan mineral, yang digunakan untuk mengatasi masalah gizi kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian micronutrient sprinkle terhadap perkembangan motorik anak stunting 12-36 bulan Metode: Merupakan penelitian eksperimenal dengan kontrol group yang dilakukan selama 2 bulan pada balita stunting berusia 1-3 tahun di Kelurahan Rowosari, Tembalang, Semarang. Subjek dibagi secara acak menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi berupa pemberian micronutrient sprinkle 2 hari sekali. Kelompok intervensi dan kontrol diberikan penyuluhan 2 minggu sekali. Perkembangan motorik kasar dan halus diukur dengan Denver Development Screening Test II pada sebelum, 1 bulan dan 2 bulan sesudah intervensi. Hasil :Tidak ada perbedaan umur, jenis kelamin dan persen keterlambatan sebelum perlakuan. Persen keterlambatan motorik kasar  sebelum perlakuan adalah 40% pada kelompok perlakuan dan 42% pada kelompok kontrol, sedangkan persen keterlambatan motorik halus adalah 35% pada kelompok perlakuan dan 38,1% pada kelompok kontrol. Pada satu bulan intervensi, belum terjadi penurunan persen keterlambatan motorik kasar tetapi ada penurunan persen keterlambatan motorik halus pada kelompok perlakuan menjadi 15% sedangkan pada kelompok kontrol 33,3%. Setelah dua bulan intervensi terjadi penurunan persentase keterlambatan motorik kasar pada kelompok perlakuan menjadi 10%, pada kelompok kontrol 23,8%, sedangkan persen keterlambatan motorik halus pada kelompok perlakuan menurun secara signifikan menjadi 5% (p=0,031) dan pada kelompok kontrol masih 28,6%. Simpulan : Pemberian micronutrient sprinkle selama 2 bulan, mampu menurunkan presentase keterlambatan perkembangan motorik halus secara signifikan.

FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI KECAMATAN PATI, KABUPATEN PATI

Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:. Tahun 2007, prevalensi stunting pada balita di kabupaten Pati adalah 42,2%. Stunting dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degenaratif dan peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan  kasus kontrol pada 29 kasus (stunting) dan 29 kontrol (normal). Kriteria stunting ditentukan berdasarkan skor z indeks TB/U <-2 SD menurut WHO child growth standart. Data panjang badan lahir, berat badan lahir, usia kehamilan, lama ASI eksklusif, usia pengenalan MP-ASI dan skor pemberian MP-ASI usia 6-12 bulan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstuktur. Analisis dilakukan dengan Pearson Chi-Square untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting. Hasil: Pada kelompok stunting: 55,2% ayah bekerja sebagai  sebagai buruh pabrik, kuli dan petani serta 6,9% tidak bekerja. Ibu dengan pendidikan  tamat akademi/perguruan tinggi adalah sebanyak 17,24% pada kelompok normal dan 6,9% pada kelompok stunting. Penelitian ini menunjukkan, faktor risiko kejadian stunting pada balita 12-36 bulan adalah prematuritas (p=0,025; OR=10,67) dan panjang badan lahir rendah (p=0,000; OR=2,81). Berat badan lahir (p=0,112), lama pemberian ASI eksklusif (p=0,195), usia makan pertama (p=0,113) dan skor MP-ASI (p=1,000) bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada penelitian ini. Simpulan: Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di kecamatan Pati, kabupaten Pati adalah prematuritas dan panjang badan lahir rendah (pendek).

HUBUNGAN STATUS VEGETARIAN DENGAN DERAJAT SINDROMA PRAMENSTRUASI PADA REMAJA

Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sebagian remaja sudah mulai menerapkan diet vegetarian. Diet vegetarian yang kaya akan serat, magnesium dan vitamin B6 berhubungan dengan sindrom pramenstruasi. Sindrom pramenstruasi pada remaja dapat menghambat aktivitas sosial dan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan derajat sindrom pramenstruasi dengan status vegetarian pada remaja. Metode : Desain  penelitian adalah cross sectional.  Subjek terdiri dari 22 remaja vegetarian dan 22 remaja non-vegetarian yang dipilih secara purposive. Variabel dependen adalah sindrom pramenstruasi, variabel independen adalah status vegetarian. Variabel perancu adalah riwayat sindrom pramenstruasi keluarga dan aktivitas fisik. Data sindrom pramenstruasi, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data asupan serat, magnesium, dan vitamin B6 diperoleh dengan Semi Quantitative Food Frequency. Perbedaan sindrom pramenstruasi, magnesium, vitamin B6 diuji menggunakan uji Mann-Whitney, riwayat sindrom pramenstruasi keluarga dan aktivitas fisik diuji menggunakan uji fisher-exact. Uji ancova digunakan untuk mengontrol variabel perancu. Hasil : Tidak terdapat perbedaan skor sindrom pramenstruasi (p=0,274) antara remaja vegetarian (12,5±11,1) dan nonvegetarian (17±9,3). Tidak terdapat perbedaan asupan serat (p=0,133), magnesium (p=0,372), vitamin B6 (p=0,621) antara remaja vegetarian dan non-vegetarian. Ada perbedaan riwayat sindrom pramenstruasi keluarga (p=0,004) pada kelompok vegetarian (0%) dan nonvegetarian (36,4%). Tidak ada perbedaan aktivitas fisik (p=0,698) antara remeja vegetarian dan nonvegetarian. Setelah dikontrol dengan riwayat sindrom pramenstruasi keluarga, skor sindrom pramenstruasi tetap tidak berbeda (15,4±2,3) untuk vegetarian dan nonvegetarian (16,5±2,3). Simpulan : Tidak ada hubungan  sindrom pramenstruasi antara vegetarian dan nonvegetarian sebelum dan sesudah dikontrol oleh riwayat sindrom pramenstruasi keluarga.

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURUH KABUPATEN SEMARANG

Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak pada kematian bayi. Faktor yang mempengaruhi berat lahir bayi meliputi asupan gizi ibu dan status gizi ibu. Prevalensi BBLR Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang sebesar 4,2%, lebih tinggi dari prevalensi Provinsi Jawa Tengah (3,7%). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan hubungan asupan gizi dan status gizi ibu hamil trimester III dengan berat badan lahir bayi di wilayah kerja Puskesmas Suruh.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan longitudinal. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil trimester III di Puskesmas Suruh. Pemilihan subjek (35 ibu hamil) dilakukan secara consecutive sampling. Variabel terikat adalah berat bayi lahir. Variabel bebas meliputi asupan gizi ibu (tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, asupan Fe, asupan folat) dan status gizi ibu (lingkar lengan atas dan kadar hemoglobin). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman kemudian dilanjutkan dengan regresi linier ganda. Hasil penelitian: Rerata umur ibu adalah 26±5,92 tahun. Dibandingkan dengan AKG, asupan energi, protein, Fe dan folat berada dalam kategori kurang sebesar 100%, 91,4%, 25,7% dan 100%. Rerata kadar hemoglobin (10,9±0,62) g/dl dan lingkar lengan atas ibu (25,4±1,78) cm. Persentase anemia pada ibu hamil 57,1% dan jumlah ibu hamil dengan KEK 17,1%. Rerata berat lahir bayi sebesar 2871,4±357,75 gram dan 17,1% menderita berat badan lahir rendah. Ada hubungan tingkat kecukupan energi (r=0,568 p=0,0001), tingkat kecukupan protein (r=0,541 p=0,001), asupan Fe/hari (r= 0,433  p=0,005), asupan folat/hari (r=0,301 p=0,039), lingkar lengan atas ibu (r=0,381 p=0,012) dan kadar hemoglobin ibu (r=0,431 p=0,005) dengan berat bayi lahir. Secara multivariat, tingkat kecukupan protein dan asupan Fe/hari pada ibu hamil merupakan faktor determinan berat badan lahir bayi. Simpulan: Tingkat kecukupan protein dan asupan Fe/hari ibu hamil trimester III berhubungan dengan berat badan lahir bayi.

PERBEDAAN PERUBAHAN KADAR KOLESTEROL LDL SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK DAN REBUSAN DAUN SALAM (EUGENIA POLYANTHA) PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK

Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang : Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid berupa peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, dan penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Quercetin yang terkandung dalam flavonoid daun salam dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan pre-post test randomized control group design. Subjek penelitian adalah 24 tikus Sprague Dawley jantan berumur 8 minggu yang dibagi menjadi 4 kelompok, yang terdiri dari 6 ekor tikus. Keempat kelompok diberi pakan standar dan diet tinggi lemak. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol positif dan kelompok kedua diberi 0,18 g/kg BB simvastatin. Kelompok ketiga diberi 0,034 g/kg BB ekstrak daun salam dan kelompok keempat diberi 0,72 g/kg BB rebusan daun salam. Kadar kolesterol LDL ditentukan dengan metode CHOD-PAP. Normalitas distribusi data diuji dengan Shapiro-Wilks. Data dianalisis dengan uji paired t-test, Kruskall Wallis, dan One Way Anova.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar kolesterol LDL yaitu 79,7 mg/dL pada kelompok kontrol positif; 38,3 mg/dL pada kelompok rebusan; 26,2 mg/dL pada kelompok ekstrak; serta 2,9 mg/dL pada kelompok simvastatin. Kelompok kontrol positif mengalami peningkatan kadar kolesterol LDL paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Peningkatan kadar kolesterol LDL pada kelompok ekstrak (26,2 mg/dL) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok rebusan (38,3 mg/dL). Hasil uji Post Hoc menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perubahan kadar kolesterol LDL antara kelompok simvastatin dan kontrol positif; simvastatin dan ekstrak; simvastatin dan rebusan; ekstrak dan kontrol positif; ekstrak dan rebusan; serta rebusan dan kontrol positif. Simpulan : Pemberian rebusan daun salam tidak dapat menurunkan kadar kolesterol LDL pada tikus Sprague Dawley yang diberi pakan tinggi lemak namun peningkatan kadar kolesterol LDL pada kelompok rebusan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol positif serta lebih tinggi peningkatannya dibandingkan dengan kelompok ekstrak dan simvastatin.

PERBEDAAN PERUBAHAN KADAR TRIGLISERIDA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK DAN REBUSAN DAUN SALAM (EUGENIA POLYANTHA) PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK

Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan kelainan fraksi lipid dalam plasma darah, salah satunya adalah trigliserida. Daun salam (Eugenia polyantha) mengandung zat aktif yaitu flavonoid dan quersetin yang mampu menurunkan kadar trigliserida darah sehingga dapat mencegah terjadinya dislipidemia.Tujuan: Menganalisis perbedaan perubahan kadar trigliserida setelah pemberian ekstrak dan rebusan daun salam pada tikus sprague dawley yang diberi pakan tinggi lemak.Metode: Jenis penelitian adalah true-experimental dengan pre-post randomized control groups design. Subjek penelitian adalah 24 tikus sprague dawley jantan berusia 8 minggu, dibagi menjadi 4 kelompok. Keempat kelompok diberi pakan standar dan diet tinggi lemak selama 19 hari. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol positif, kelompok kedua diberi 0,18 g/kg BB simvastatin, kelompok ketiga diberi 0,034 g/kg BB ekstrak daun salam dan kelompok  keempat diberi 0,72 g/kg BB rebusan daun salam.  Perbedaan  pengaruh ekstrak dan rebusan dianalisis dengan One Way Anova, Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji LSD.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kadar trigliserida setelah perlakuan pada kelompok diet tinggi lemak (kontrol positif) sebesar 96,62 mg/dl; kelompok rebusan: 35,4 mg/dl; kelompok ekstrak: 11,03 mg/dl; serta terjadi penurunan kadar trigliserida pada kelompok simvastatin: 3,53 mg/dl. Hasil uji post hoc menunjukkan perbedaan perubahan kadar trigliserida antara kelompok simvastatin dengan ketiga kelompok lainnya; estrak dengan diet tinggi lemak dan rebusan; serta rebusan dengan diet tinggi lemak.Simpulan: Pemberian rebusan daun salam tidak dapat menurunkan kadar trigliserida darah. Peningkatan kadar trigliserida darah lebih tinggi dengan pemberian rebusan dari pada pemberian ekstrak daun salam.

KETIDAKPUASAN CITRA TUBUH DAN PERILAKU DALAM MENURUNKAN BERAT BADAN PADA SISWI SMA DI SEMARANG

Journal of Nutrition and Health Vol 2, No 1 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Journal of Nutrition and Health

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background : Adolescence is a period of growth spurt which result in the increase of nutritional needs. Physical and emotional changes often lead to body image dissatisfaction among adolescent girls.This study aimed to identify factors associated to body image and behaviors to reduce body weight among female students Methods : This survey study used a cross sectional design, with quantitative approach. This study was conducted on female students at SMAN 3 Semarang. The selection of 107 subjects was performed by stratified random sampling technique. Data on age, family characteristics, peer group influence, body image, motivation and behaviors to achieve ideal body shape collected by interviews using structured questionnaire. Weight, height and percent body fat were measured by Bio Impedance Analyzer (BIA) and microtoise. Data were analyzed by person Product Moment, Rank Spearman correlation tests and multiple liniar regression method. Results: Subjects aged 14-17 years old. One poin nine percents of subjects were obese, and 5.6% were overweight. Forty six point seven percents of the subjects were dissatisfied of their body image, eventhough 38 subjects of them were classified as normal and 7 subjects were underweight. Total of 68.2% of the subjects desired tall and slim body shape. Total of 50.4% subjects had made efforts to reach the ideal body shape in many ways, such as excessive diet (22.2%), consumption of drugs/ slimming tea (9.3%), excessive diet and exercise (37%). Percent body fat and peer group influence were the most affected factors on body image dissatisfaction. There was a possitive correlation between body image, motivation and the inappropriate behaviors to reach the ideal body shape among adolescence. Conclusions: Percent body fat and peers group influence affected body image dissatisfaction, which in turn increasing motivation in doing inappropriate behavior to attain the ideal body shape among female students. Keyword : body image dissatisfaction, behavior, body weight, adolescent ABSTRAK Latar Belakang    : Masa remaja merupakan periode percepatan petumbuhan dan perkembangan sehingga kebutuhan gizi meningkat. Perubahan fisik dan emosi yang tidak stabil seringkali menimbulkan ketidakpuasan citra tubuh di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan citra tubuh dan perilaku dalam menurunkan berat badan pada remaja putri Metode : Penelitian survei ini dilakukan dengan desain cross sectional melalui pendekatan kuantitatif. Populasi adalah siswi SMAN 3 Semarang. Pemilihan 107 subjek dilakukan dengan rancangan stratifikasi sederhana. Data usia, karakteristik keluarga, pengaruh teman sebaya, citra tubuh, motivasi dan perilaku pencapaian bentuk tubuh ideal diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Berat badan, tinggi badan dan persen lemak tubuh diukur menggunakan Bio Impedance Analyzer dan microtoise. Data dianalisis dengan uji korelasi Product Moment dari Pearson, Rank Spearman dan regresi linier berganda. Hasil : Subjek berusia 14-17 tahun. Sebesar 1,9 % subjek mengalami obesitas, dan 5,6% kelebihan berat badan. Sebanyak 50 subjek (46,7%) mengalami ketidakpuasan citra tubuh, padahal 38 subjek diantaranya berstatus gizi normal dan 7 subjek tergolong kurang, 68,2% menginginkan bentuk tubuh tinggi langsing, dan 50,4% pernah melakukan upaya pencapaian bentuk tubuh ideal secara tidak tepat, antara lain diet yang salah (22,2%), konsumsi obat/teh pelangsing (9,3%), diet dan olahraga berlebih (37%). Persen lemak tubuh dan pengaruh teman sebaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ketidakpuasan citra tubuh. Ada hubungan positif antara ketidakpuasan citra tubuh dan motivasi dengan perilaku tidak tepat dalam pencapaian bentuk tubuh idea remaja. Simpulan : Persen lemak tubuh dan pengaruh teman sebaya berpengaruh terhadap ketidakpuasan citra tubuh. Selanjutnya ketidakpuasan citra tubuh meningkatkan motivasi remaja putri untuk melakukan upaya pencapaian bentuk tubuh ideal secara tidak tepat.

Co-Authors Adriana Egam, Adriana Alwina, Hanin Imtinan Ana Puji Astuti Andika Rikarno Putra, Andika Rikarno Andini Aridewi, Andini Angela Astrid Pramesti, Angela Astrid ANGELINE DEWI SUHENDRO Ani Margawati Anies Anies Anisatul Khofidzoh, Anisatul Anna Mieke, Anna Anneke Suparwati Anugrah, Riva Mustika Apoina Kartini Ardiati Setianingsih Ari Suwondo Arulita Ika Fibriana Astri Praba Shinta Atik Mawarni Awanis Farisa Setyarahma, Awanis Farisa Ayun Sriatmi Budhi Setianto Cahya Tri Purnami Daniati Ristia Ayu, Daniati Ristia Dharminto Dharminto Diah Krisnansari Dian Fajriyah Pangestika, Dian Fajriyah Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Rahayuning Djauharoh A. Hadie, Djauharoh Eijsvogels, Thijs Eko Wigiantoro, Eko Emy Shinta Dewi, Emy Shinta Endah Purwaningsih, Endah Erni Yuliastuti FILLAH FITHRA DIENNY Hagnyonowati Hagnyonowati Hana Sofia Anugraheni Hanik Machfudloh, Hanik Hardhono Susanto Henry Setyawan, Henry Hijra Hijra, Hijra Hikma Hikma, Hikma Indarwati, Novi Julia Pertiwi, Julia Karina Marcelia, Karina kasriatun, kasriatun Kis Djamiatun Kudarti Kudarti, Kudarti Kurnia Purwandini Kurnianingtyas, Bintari Fajar Kusmiyati . Kusmiyati Tjahjono Kusumastuti Kusumastuti Laksmi Widajanti Layli, Alvia Nur Lestari, Susanti Lucia Ratna Kartika Wulan Lucia Ratna Kartika Wulan, Lucia Ratna Kartika Lukmono, Djoko Tri Hadi Lukmono, Djoko Tri Hadi M. Zen Rahfiludin Mahalul Azam Marantina Diska Widayani, Marantina Diska Maria Mexitalia Martini Martini Mateus Sakundarno, Mateus Muhamad Nur Aini, Muhamad Nur Nadia Hapsari Oktarina Nico L. Kana, Nico L. Niken Puruhita Nunuk Sri Lestari, Nunuk Sri Nurhidayanti, Sitti Nurjazuli Nurjazuli Nyoman Suci Widyastiti Pandora, Janet Patemah Patemah, Patemah Pratama, Intan Pujo Semedi Putri Sriwulandari Pangestika, Putri Sriwulandari Ratnawati Ratnawati Retno Wulandari Riezky Aulia Yulandani, Riezky Aulia Rifatul Masrikhiyah, Rifatul Rimbun Situmorang Riny Henderawaty, Riny Riski, Finia Rismayanti Rismayanti Ronny Aruben Sari, Silvia Etika Sentha Kusuma PJ, Sentha Septo Pawelas Arso Siti Fatimah Pradigdo Siti Fatimah-Muis, Siti Siva Candra Rukmana Soejoenoes, Ariawan Sri Achadi Nugraheni Sri Rahayu Sri Ratna Rahayu, Sri Ratna Sri Rulihari, Sri Sri Winarni Suhartono Suhartono Sutopo Patria Jati Suyatno Suyatno Teguh Ady Nur Cahyo, Teguh Ady Teungku Nih Farisni, Teungku Nih Thamrin, Jumianti Lestari Thamrin, Jumianti Lestari Triana Widiastuti, Triana Udin Bahrudin, Udin Warih Respitowati, Warih Yasi Anggasari, Yasi Yudhy Dharmawan Yuliati, Asif Zaenab Ismail, Zaenab