Articles

Found 2 Documents
Search

Phosfat Tersedia, Serapannya Serta Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Akibat Amelioran dan Mikoriza pada Andisol Karnilawati, Karnilawati; Sufardi, Sufardi; Syakur, Syakur
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Juni 2013
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.173 KB)

Abstract

Effects of Ameliorant and Mycorrhiza on Soil Phosphate Availability, Phosphorus Uptake, Growth, and yield of Corn (Zea mays L.) in Andisol.Abstract. Andisol is soil with a very high P adsorption, whereas available P is very low. As low P availability, P becomes limiting to plant growth. This study was aimed at determining the effect of ameliorant and mycorrhiza application on availability of phosphate and growth and phosphorus uptake of corn in Andisol. Soil samples of Andisol were taken from Tunyang Village, Timang Gajah Sub District at 0-20 cm depth of typic hapludand. The experiment was carried out in pots and arranged in a randomized complete block design (RCBD) 4x2 factorial with 3 replications. The first factor was types of ameliorant, consisting of 4 levels, i.e. without ameliorant, manure, rice straw and Gliciridia leaves, each 20 t ha-1 or equivalent to 111 g per polybag. The second factor was mycorrhiza with 2 levels, i.e. without mycorrhiza and mycorrhiza 10 g per polybag. Results showed that various types of ameliorants affected soil pH, total P, available P (Bray 1), and index of soil P availability and improved growth, phosphorus uptake, and yield of corn. Mycorrhiza affected soil pH, plant height at 15 and 30 days after planting and mycorrhizal root infection, but did not affect soil P availability and yield of corn. There was no interaction between ameliorant and mycorrhiza. Types of ameliorant providing the best P availability and yield of corn were manure and Gliciridia leaves at dose of 20 t ha-1.Abstrak. Andisol merupakan tanah yang mempunyai jerapan P yang sangat tinggi sedangkan P tersedia sangat rendah. Ketersediaan P relatif rendah, P menjadi pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amelioran dan mikoriza terhadap ketersediaan fosfat dan pertumbuhan serta serapan fosfor tanaman jagung (Zea mays L.) pada Andisol. Sampel tanah ordo Andisol dari Desa Tunyang Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah pada kedalaman 0 – 20 cm dari jenis typic hapludand. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan percobaan pot yang ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 4x2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis amelioran yang terdiri atas 4 taraf (jenis) yaitu tanpa amelioran, pemberian pupuk kandang, jerami padi dan daun gamal masing-masing sebanyak 20 ton ha-1 atau setara 111 g per polibag. Faktor kedua adalah aplikasi mikoriza dengan 2 taraf yaitu tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza sebanyak 10 g per polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran dari berbagai jenis berpengaruh terhadap pH tanah, P total, P tersedia (Bray 1) dan indek ketersediaan P tanah serta dapat meningkatkan pertumbuhan, serapan fosfor dan hasil tanaman jagung. Pemberian mikoriza berpengaruh terhadap pH tanah, tinggi tanaman 15, 30 HST dan infeksi akar bermikoriza, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketesediaan P tanah dan hasil jagung. Tidak ada interaksi antara faktor jenis amelioran dengan faktor pemberian mikoriza. Jenis amelioran yang memberikan pengaruh terbaik terhadap ketersediaan P dan hasil jagung diperoleh pada pemberian pupuk kandang dan daun gamal dengan dosis 20 t ha-1. 
PENGARUH KONSENTRASI SERTA WAKTU APLIKASI CAMPURAN EKSTRAK DAUN SEMBUNG DAN DAUN TEMBAKAU SEBAGAI PENGENDALI HAMA PENGGULUNG DAUN PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) Fadhli, Rudi; Karnilawati, Karnilawati; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Warta Dharmawangsa No 61 (2019)
Publisher : Jurnal Warta Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.23 KB)

Abstract

AbstrakPenurunan produksi kedelai sebesar 24,37 persen dari tahun 2014 hingga 2015, selain terjadi karena penurunan luas panen seluas 9,99 ribu hektar (23,35 persen) dan produktivitas sebesar 0,20 kuintal/hektar (1,35 persen) (BPS, 2016), juga dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya benih yang digunakan bermutu rendah, pemupukan tidak berimbang, dan pengendalian hama belum efektif. Untuk meningkatkan produksi kedelai dibutuhkan inovasi teknologi yang memperhatikan lingkungan, sehingga perlu mengkaji dengan alternatif lain, salah satunya memanfaatkan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati yaitu ekstrak daun sembung dan ekstrak tembakau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu faktor konsentrasi, yaitu; 0 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml. Faktor waktu pemberian, yaitu; 15 hst dan 30 hst Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi campuran ekstrak daun sembung dan daun tembakau berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan larva spodoptera litura pada umur tanaman 37 hari, 52 hari dan sangat nyata pada umur tanaman 67 hari dengan konsentrasi ekstrak 20 ml mampu mengendalikan dan menghambat perkembangan larva spodoptera litura serta dengan waktu pemberian berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan pada umur tanaman 37 hari, 52 hari dan 67 hari tanam dan tidak terjadi interaksi dari konsentrasi dan waktu pemberian terhadap intensitas serangan larva spodoptera litura.Kata kunci : konsentrasi, waktu aplikasi, daun sembung, daun tembakau dan kedelai.