Articles
9
Documents
FORMULASI TABLET ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine bulbosa Mill.Urb)

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.209 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi tablet antioksidan ekstrak bawang hutan (Eleutherine bulbosa mill.urb) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan pada mutu fisik dan aktivitas antioksidan tablet, mengetahui konsentrasi ekstrak yang memenuhi mutu fisik yang paling optimum dan mengetahui aktivitas antioksidan (IC50) dari tiap formula. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Proses pembuatan tablet dengan metode granulasi basah. Dilakukan uji mutu fisik granul dan uji mutu fisik tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara in-vitro menggunakan metode DPPH pada formula 1, formula 2, formula 3 dan kontrol negatif dengan penggunaan Vitamin C sebagai kontrol positif. Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik menggunakan metode ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan dengan konsentrasi 3,57%, 7,14% dan 10,71% pada sediaan tablet memperoleh mutu fisik tablet yang baik pada penyimpanan selama ± 1 bulan. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan IC50 yang diperoleh pada hari ke-1 dan hari ke-28 kontrol negatif, formula 1, formula 2, dan formula 3 berturut-turut adalah 2110 ppm dan 2210 ppm; 126,18 ppm dan 135,73 ppm; 91,00 ppm dan 95,45 ppm; 46,87 ppm dan 50,93 ppm; dibandingkan dengan IC50 Vitamin C sebesar 4,93 ppm. Formula 1 mempunyai mutu fisik tablet yang paling optimum. Aktivitas antioksidan dari tiap formula masuk dalam kategori dari sangat kuat sampai sedang.

Perbandingan Waktu Pemberian Atrakurium Besylate Intravena 0,5 mg/kgbb 5 Detik dan 90 Detik Terhadap Peningkatan Nadi Saat Induksi Anestesi Umum di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang

JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Atracurium besylate, merupakan obat pelumpuh otot nondepolarisasi kelas bisquaternary benzylisoquinolinium yang menghasilkan beberapa efek samping selama uji klinis luas di berbagai penelitian, berupa pelepasan histamin yang dikaitkan dengan refleks takikardia, hipotensi berat dan ruam pada pengamatan klinis. Beberapa kasus reaksi anafilaksis parah dilaporkan setelah injeksi atrakurium, menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Pemberian lambat injeksi Atrakurium besylate, menurunkan manifestasi refleks peningkatan nadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, perbandingan waktu pemberian Atrakurium besylate intravena dapat menurunkan tingkat kejadian peningkatan nadi saat induksi anestesi umum di RSSA Malang.Metode : Penelitian ini merupakan uji klinis tersamar tunggal, bersifat eksperimental. Pasien dengan kriteria klinis ASA I-II sejumlah 32 orang dilakukan randomisasi sederhana menjadi 2 kelompok P dan mendapatkan perlakuan pemberian Atrakurium besylate 0,5 mg/kgBB iv dalam waktu 5 detik. Kelompok lainya dilakukan pemberian Atrakurium besylate 0,5 mg/kgBB iv dalam waktu 90 detikHasil : Penelitian ini didapatkan, perbedaan peningkatan nadi yang bermakna secara statistik (p < 0,05), pada saat kelompok O dan P dibandingkan pada menit ke 3 (0,005) dan ke 4 (0,004), sedangkan pada menit ke 5 (0,210) tidak didapatkan perbedaan peningkatan nadi pasienKesimpulan :  Disimpulkan bahwa, pemberian Atrakurium besylate intravena 0,5 mg/kgBB dalam waktu 90 detik menurunkan tingkat terjadinya peningkatan nadi daripada pemberian dalam waktu 5 detik.

SEBARAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN DI KALIMANTAN TIMUR

AGRIFOR Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.814 KB)

Abstract

Hasil Sensus Pertanian tahun 2003 dan 2013 menunjukkan jumlah rumah tangga pertanian pada tahun 2013 (22% dari total rumah tangga) di Kalimantan Timur  menurun dibandingkan tahun 2003 (34,85%). Penurunan jumlah rumah tangga pertanian dapat berdampak pada kuantitas dan kualitas produksi pertanian yang dihasilkan setiap kota/kabupaten. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui jumlah dan pertumbuhan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di Kalimantan Timur serta sebaran RTUP tahun 2003 dan 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2017 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Data sekunder dikumpulkan dalam penelitian ini.  Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil studi menunjukkan bahwa jumlah RTUP di Kalimantan Timur pada tahun 2003 dan 2013 berturut-turut adalah 203.179 rumah tangga dan 180.614 rumah tangga. Berarti terjadi pertumbuhan negatif jumlah RTUP di Kalimantan Timur sebesar -11,11% dalam kurun waktu 10 tahun tersebut dan rumah tangga pertanian tersebar tidak merata di seluruh kota/kabupaten di Kalimantan Timur.

Pengaruh Tingkat Komitmen Lingkungan Freight Forwarder Terhadap Respon Kebijakan Green Freight Transport

Warta Penelitian Perhubungan Vol 25, No 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan transportasi barang memberikan dampak negatif berupa polusi udara yang cukup signifikanpada lingkungan. Kebijakan uji kir kendaraan bermotor saat ini masih belum efektif untuk mengurangiemisi polusi udara karena emisi co2 harus dikontrol melalui pengurangan konsumsi bahan bakar.Diperlukan kebijakan yang dapat mengurangi polusi udara melalui pengurangan konsumsi bahan bakarkendaraan bermotor dengan pendekatan ASI (Avoid, Shift, Improve). Respon freight forwarder sebagai pihakyang terkena dampak langsung kebijakan akan berbeda-beda, diperkirakan dipengaruhi oleh tingkatkomitmen lingkungan perusahaan. Analisis klaster digunakan untuk mengelompokkan tingkat komitmenlingkungan freight forwarder, sedangkan untuk mengetahui pengaruh tingkat komitmen lingkungan freightforwarder terhadap respon kebijakan green freight transport dilakukan analisis Anova satu jalur. Hasil analisisklaster menunjukkan hampir separuh perusahaan (40% atau 24 perusahaan) mempunyai tingkat komitmenreaktif, 33 % (20 perusahaan) perusahaan mempunyai tingkat komitmen akomodatif dan 27% (16 perusahaan)perusahaan mempunyai tingkat komitmen proaktif. Dari uji hipotesis, dapat diketahui bahwa perusahaandengan tingkat komitmen yang berbeda (proaktif, akomodatif, reaktif) tidak memberikan respon yangberbeda terhadap usulan kebijakan green freight transport.

Penerapan Metode Ceramah Variasi Dan Diskusi Serta Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas V Di SDN 3 Grobogan.

Jurnal Guru Kita PGSD Vol 1, No 2: Maret 2017
Publisher : Jurnal Guru Kita PGSD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penerapan Metode Ceramah Variasi Dan Diskusi Serta Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas V Di SDN 3 Grobogan. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui penerapan metode ceramah variasi dan diskusi serta penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan siswa pada mata pelajaran PKn Standar Kompetensi Memahami Kebebasan Berorganisasi Kelas V. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Ngambakrejo. Dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan belajar meningkat yaitu siklus I siswa tuntas sebanyak 13 siswa dengan nilai rata-rata 73,10. Siklus II siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa dengan nilai rata-rata kelas 78,94.                                                                                                                                                 Kata Kunci : Hasil Belajar PKn, Metode Ceramah Variasi, Diskusi

Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak melalui Bermain Peran di KB Al Hikmah Tajungsari Pati

Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether role play can improve the social skills of children aged 4-5 years in Al Hikmah Tajungsari Tlogowungu Pati. This research is a Classroom Action Research. This research was conducted in first semester of academic year 2016/2017. This research will be carried out in 2 cycles, and each cycle aims to improve childrens social skills through main role. The analysis is done following the concept given by Miles and Hubberman, that is Reduction data, Display data and Conclusion Drawing / Verification. The results showed that the observation results of students social ability by using the role playing method of KB Al Hikmah Tajungsari Tlogowungu Pati. The students social skills are improved after attending the students ability development by applying role playing methods. In pre cycles of students social ability 24% in developed as espected (BSH) category. In the first cycle students social ability of 52% in the very good development (BSB) category. In the second cycle students social ability score of 80% or an increase of 28% compared to cycle I.

Penerapan Metode Ceramah Variasi Dan Diskusi Serta Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas V Di SDN 3 Grobogan.

JGK (Jurnal Guru Kita) Vol 1, No 2: Maret 2017
Publisher : PGSD FIP UNIMED

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penerapan Metode Ceramah Variasi Dan Diskusi Serta Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas V Di SDN 3 Grobogan. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui penerapan metode ceramah variasi dan diskusi serta penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan siswa pada mata pelajaran PKn Standar Kompetensi Memahami Kebebasan Berorganisasi Kelas V. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Ngambakrejo. Dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan belajar meningkat yaitu siklus I siswa tuntas sebanyak 13 siswa dengan nilai rata-rata 73,10. Siklus II siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa dengan nilai rata-rata kelas 78,94.                                                                                                                                                 Kata Kunci : Hasil Belajar PKn, Metode Ceramah Variasi, Diskusi

Zonation of Development Area of Agriculture, Forestry, and Fisheries Sector in West Kutai Regency

AGRIFOR Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.697 KB)

Abstract

The effort of development on agriculture, forestry, and fisheries sector in West Kutai Regency needs to be done by integrating the working program that will be formulated for a specific region.  The aim of this study was to know the activities distribution and production of agriculture, forestry, and fisheries products in West Kutai Regency alsothe zone of development area for basis to formulate the efforts to develop agriculture, forestry, and fisheries sector. Studi was done from January to March 2018 in West Kutai Regency, East Kalimantan Province.  Data collected in this study were secondary data from Statistics West Kutai Regency. Data analysis by using descriptive statistics was applied to determine zone of development area.Geografics Information System (GIS) was used to make map of area zonation.Area of West Kutai Regency could be divided into 3zonesbased on wide of agriculture and fisheries areas, they are narrow  area of agriculture and fisheries (Zone I = 5.030,65 – 11.397,71 ha), medium (Zone II = 11.397,72 – 17.764,80 ha), and wide (Zone III = 17.764,81  – 24.131,89 ha).Zone I includes Districts of Bongan, Penyinggahan, Muara Pahu, Muara Lawa, Bentian Besar, Linggang Bigung, Nyuatan, M. Manaar Bulatn, and Tering. Zone II consists Districts of  Barong Tongkok and Long Iram. Zone III is Districts of Jempang, Damai, Melak, Siluq Ngurai, and Sekolaq Darat.

Analisis Pengaruh Asal Perjalanan Penumpang Bandara Terhadap Akses Menuju Bandara (Studi Kasus: Semarang, Yogyakarta dan Surabaya)

WARTA ARDHIA Vol 44, No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.91 KB)

Abstract

Analysis of Airport Passangers Trip Origin Towards The Access To The Airport (Case Study: Semarang, Yogyakarta and Surabaya): The economic development of a city will be accompanied by an increase in the number of population, which means it will generate more mobility as well as the need of transportation. Changes in travel time due to congestion will also affect travel cost. From the relationship between the growth of the number of vehicles in a city and the accessibility to the airport, it is necessary to research the significance of that relationship. Three airports namely Ahmad Yani Airport, Adisucipto Airport and Juanda Airport with the correspondent cities they served used as the case study. The data of travel time and travel distance of the respondents processed using the relation analysis. The problem solving method exercised the distribution of modal choice, the difference of travel time to theairport and to forecast the number of passengers if mass transport is utilized. The result of the study indicates that the growth of air transport demand correlate positively with the population growth. Respondents indicates mass rail transport is required if the possibility of loss of flight can occur in cities with varying fluctuations in travel time. Berkembangnya ekonomi kota akan diiringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatkan tingkat bermobilitas yang menyebabkan kebutuhan transportasi bertambah. Perubahan waktu perjalanan juga akan mempengaruhi biaya perjalanan yang diakibatkan kemacetan. Dari hubungan antara pertumbuhan jumlah kendaraan disuatu kota dan aksesibilitas menuju bandara, maka perlu dilakukan penelitian signifikansi hubungan tersebut. Sebagai studi kasus digunakan data 3 bandara yaitu Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisucipto dan Bandara Juanda. Data waktu tempuh dan jarak perjalanan responden diolah dalam analisis hubungan waktu tempuh dan jarak perjalanan. Metode penyelesaian permasalahan yang ada adalah mengidentifikasi distribusi penggunaan moda, menghitung perbedaan waktu tempuh perjalanan menuju bandara dan dilakukan peramalan jumlah penumpang apabila diadakan transportasi massal. Hasil Penelitian menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pertumbuhan demand transportasi udara seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Responden menunjukkan transportasi massal rel dibutuhkan jika kemungkinan terjadinya kehilangan penerbangan dapat terjadi pada kota dengan fluktuasi perubahan waktu tempuh yang sangat bervariasi.