Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ4R( Survey, Read, Review, Recite, Reflect ) DI KELAS VIII SMP. GUPPI SAMATA GOWA Bahri, Aliem; Karmila, Mila
JURNAL KONFIKS Vol 2, No 1 (2015): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.849 KB) | DOI: 10.26618/jk.v2i1.402

Abstract

AbstractThis research was a classroom action research (PTK) with the presentation of data and descriptions kuantitatif. Qualitative research descriptions was conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation, and reflection. Data learning process of each cycle were analyzed descriptively qualitative. The data were analyzed descriptively learning outcomes kuantitatif.Subjek this research is class VIII totaling 16 orang.Tindakan given is intended to determine the increase in the learning process and learning outcomes in cycle I. As for the second cycle in the form of corrective actions against deficiencies experienced in cycle I. Results of the data analysis of the results of the study in the first cycle and the second cycle is concluded that, teaching intensive reading in class VIII SMP-I Guppi Samata Gowa by using SQ4R method can improve the learning process and learning outcomes intensive reading. Conclusions based on these results, the researchers suggested to the teachers to always use the methods that can stimulate students attention so that the students were interested in learning. For other researchers and students who pursue teaching Indonesian language and literature are expected to conduct research in the areas of reading by using other methods, as well as in intensive reading so it can be found a variety of learning methods that can be used as learning in school.Keywords: Intensive Reading, Methods SQ4R AbstrakPenelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pemaparan data deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data proses pembelajaran setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 16 orang.Tindakan yang diberikan dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran pada siklus I. Adapun siklus II berupa tindakan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang dialami pada siklus I.Hasil analisis data yang dilakukan terhadap hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa, pembelajaran membaca intensif pada siswa kelas VIII-I SMP Guppi Samata Gowa dengan menggunkan metode SQ4R dapat meningkatkan kemampuan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran membaca intensif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru agar senantiasa menggunakan metode yang dapat merangsang perhatian siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk belajar. Bagi peneliti lain dan mahasiwa yang menekuni pengajaran bahasa dan sastra Indonesia diharapkan melakukan penelitian dalam bidang membaca dengan menggunakan metode lain, demikian pula dalam membaca intensif sehingga dapat ditemukan berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pembelajaran di sekolah. Kata Kunci: Membaca Intensif, Metode SQ4R
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL-SPASIAL MELALUI KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KB-TK KHODIJAH 04 TEMBALANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Lestari, Dwi; Munawar, Muniroh; Karmila, Mila
PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.163 KB) | DOI: 10.26877/paudia.v7i1.2468

Abstract

ABSTRAKLatar belakang yang mendorong penulis melakukan penelitian ini adalah kurangnya kemampuan visual-spasial khususnya pada anak Usia 5-6 tahun di kelompok B. Anak anak kesulitan dalam mengungkapkan imajinasinya ke dalam suatu gambar.Beberapa permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan dalam mengvisualisasikan ide dangagasan pada anaka Kelompok B, anak belum mampu menghubungkan gambar dengan benda nyata, anak belum mampu menghubungkan benda di sekitarnya dengan warna. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Visual-spasial anak usia 5-6 tahun pada kelompok B Ayyub di KB-TK Khodijah 04 Tembalang.            Metode penelitian dilakukan dengan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah anak usia 5-6 tahun kelompok B, yang terdiri dari delapan anak, di Kecamatan Tembalang. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif persentatif dan aktivitas anak-anak didik.            Hasil penelitian menunjukkan kemampuan Visual-spasial yang dicapai anak didik lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya dimana kondisi awal kemampuan visual-spasial pada anak hanya mencapai 12,5%, namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas melalui kegiatan membatik, pada siklus I mengalami peningkatan 50%, selanjutnya dilakukan penelitian ulang pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87,5%, dimana tingkat pencapaian tersebut sudahmemenuhi target penelitian yaitu 80%. Disimpulkan bahwa melalui kegiatan membatik dapat meningkatkan kemampuan visual-spasial pada anak. ABSTRACT                    The background that encourages authors to do this research is the lack of visual-spatial ability especially in children aged 5-6 years in group B. Children difficulties in expressing his imagination into a picture.               Some of the problems that occur in this research is the lack of ability to visualize the idea dangagasan in anaka Group B, children have not been able to connect the image with real objects, the child has not been able to connect objects around it with color. The objective of this research is to improve the visual-spatial ability of 5-6 year olds in group B Ayyub at KB-TK Khodijah 04 Tembalang.The research method is done by classroom action research. Research subjects are children aged 5-6 years group B, which consists of eight children, in Tembalang District. Data analysis technique used is descriptive qualitative percentage and activity of children.               The result of the research shows that the visual-spatial ability achieved by the students is higher than the previous one where the initial condition of visual-spatial ability in children only reaches 12.5%, but after the classroom action research practice through the batik activity, in the first cycle has increased 50% , then re-examined in cycle II has increased by 87.5%, where the level of achievement is alreadymeet the research target of 80%. It was concluded that batik activity can improve visual-spatial ability in children.
PENGARUH METODE BERCERITA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL KARMILA, MILA
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Volume 7, Nomor 2, November 2013
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak mendapatkan masalah dalam mengeksplorasi tindakan emosional, sehingga kecerdasan emosional anak usia dini perlu dikembangkan. Hal ini terjadi karena orang tua tidak membimbing anak dalam jalur yang benar dan guru menggunakan metode konvensional atau tradisional dalam mengajar dimana guru sebagai pusat pengajaran dan proses belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode cerita dan pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional anak. Desain penelitian adalah 2x4 penelitian eksperimental faktorial. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel adalah semua siswa TK kelas B Al-Hidayah dan Daarul Quran School, Semarang selatan. 20 anak diajarkan bercerita dengan boneka tangan dan 19 anak-anak diajarkan bercerita dengan buku cerita. Instrumen penelitian terdiri 30 pertanyaan tentang bimbingan orang tua dan 29 pertanyaan tentang pengamatan mengenai kecerdasan emosional. Teknik analisis data adalah ANAVA dua aarah dipercepat oleh hipotesis t-Dunnet. Hasil penelitian adalah metode cerita menggunakan boneka kain lebih efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak dibandingkan dengan bercerita menggunakan buku dengan nilai df α = 0,05. Kecerdasan emosional anak yang menggunakan pola asuh otoritatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang tua menggunakan pola asuf otoriter, memanjakan permisif dan permisif acuh tak acuh. Akhirnya, bimbingan orang tua dengan menggunakan metode otoritatif sangat berpengaruh signifikan dengan tingkat kecerdasan emosional anak.
PERAN GANDA PEREMPUAN DI LINGKUNGAN PARIWISATA BANDUNGAN, JAWA TENGAH Karmila, Mila
PALASTREN Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.658 KB)

Abstract

Masalah peran ganda perempuan tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga terjadi diindustri pariwisata yang saat ini merupakan andalan bagi pendapatan asing setelah sektor minyak dan gas. Selain tu, sektor pariwisata selama ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesempatan kerjabagi perempuan. Fokus penelitian ini adalah: (1) Bentuk peran (produktif) perempuan di bidang pariwisata di kawasan Pariwisata Bandungan, Jawa Tengah. (2) Peranapa yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan menunjukkan kebutuhan untuk memberdayakan bidang perempuan di sektor yang terkait dengan pariwisata.Pemberdayaan ini juga akan memberikan efek dalam meningkatkan kualitas kegiatan pariwisata di daerah yang bersangkutan. Menyadari heterogenitas perempuandan keragaman kegiatan pariwisata, penentuan langkah langkah untuk pemberdayaan perempuan di bidangpariwisata harus menarik dan beragam terutama yang diperlukan selama pelaksanaan.kata kunci: Peran perempuan, pariwisata, pemberdayaan. The problem of multiple roles of women not only occurin the field of economy and social but also occur in thetourism industry which  now is a mainstay for foreignincome after oil and gas sector. In addition, the tourismsector during this period, does not show significantresults to increase employment opportunities for women. The focus of this research are: (1) The shape of the role(productive) women in the field of tourism in the areaof Tourism Bandungan, Central Java. (2) What role canimprove the income of a family. The findings indicatethe need of women empowerment in the sectors relatedto tourism. This empowerment will also give effect inimproving the quality of tourism activities in the areasconcerned. Recognizing heterogenity of women and thediversity of tourism activities, determination of the stepsto empowerment of women in the field of tourism shouldcharming and diverse that is especially needed duringimplementation.Keywords: Multiple Roles Of Women, Tourism, Empowerment.
IDENTIFIKASI MODEL SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) JENJANG SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SE-KECAMATAN SEMARANG SELATAN Kristanto, Kristanto; Khasanah, Ismatul; Karmila, Mila
PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SRA (Sekolah Ramah Anak) dalam pelaksanaan pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data diperoleh melalui kajian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya dilakukan secara deskriptif untuk mendapatkan pemahaman tentang identifikasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa identifikasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran anak usia dini di Jenjang Satuan Paud Se-Kecamatan Semarang Selatan sudah cukup baik. Pada prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak sudah hampir mendekati teori yang ada. Ini dibuktikan dengan hasil pengamatan dan dokumentasi pada setiap Jenjang Satuan PAUD se-Kecamatan Semarang Selatan. Pengamatan dan dokumentasi difokuskan pada kelengkapan Sarana dan Prasarana yang digunakan dalam Satuan Paud se-Kecamatan Semarang Selatan, pelaksanaan metode pembelajaran, sikap terhadap siswa, dan kesehatan lingkungan. Sarana dan prasarana yang digunakan di Satuan PAUD se-kecamatan semarang selatan telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara keseluruhan dapat mendukung kegiatan anak, baik secara fisik, mental maupun motorik. Hanya saja pelaksanaa metode pembelajaran yang telah dirancang dan dipersiapkan oleh guru tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan beberapa sebab. Selain itu, dalam penyampaian materi pembelajaran, guru sudah cukup bervariatif dalam penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan materinya dan didukung dengan media permainan serta komunikasi yang aktif antara guru dan peserta didik sudah cukup aktif. Keyword : SRA (Sekolah Ramah Anak), Pembelajaran Anak Usia Dini, Jenjang Satuan PAUD Se-Kecamatan Semarang Selatan.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN BAHASA PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK Karmila, Mila; Suharno, Agus; Purwadi, Purwadi
PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kreativitas anak pada kelompok eksperimen baik sebelum atau sesudah perlakuan dengan metode pembelajaran permainan bahasa dengan tingkat kreativitas anak pada kelompok kontrol pada yang tidak diberi perlakuan. Serta mengetahui pengaruh metode pembelajaran permainan terhadap peningkatan kreativitas Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen, menggunakan teknik T test untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari metode pembelajaran permainan bahasa terhadap peningkatan kreativitas anak. Dengan tingkat kepercayaan α = 0,05, dan Asymp Sig (0,022) < a (0,05), maka Ho ditolak. Maka Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang siginifikan pada tingkat kreativitas anak antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hal tersebut dikarenakan sesudah diberikan perlakukan (treatment) dengan metode pembelajaran permainan bahasa pada kelompok eksperimen, sehingga tingkat kreativitas anak pada kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakukan (treatment) dengan pembelajaran yang tidak menggunakan metode permainan bahasa. Hasil dari penelitian ini adalah: Tingkat kreativitas anak pada kelompok eksperimen sebelum diberi perlakukan (treatment) atau pre test memiliki kategori yang beragam. Begitu pula tingkat kreativitas anak pada kelompok kontrol (pre test) memiliki tingkat kreativitas yang beragam.Tingkat kreativitas anak pada kelompok eksperimen setelah di beri perlakuan dengan pembelajaran bermain permainan bahasa menunjukan peningkatan secara signifikan. Sedangkan tingkat kreativitas anak pada kelompok kontrol setelah post test dengan tanpa pemberian perlakuan (treatment) menunjukan peningkatan namun tidak secara signifikanMetode permainan bahasa terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kreativitas anak. Hal tersebut terlihat dari perbedaaan secara signifikan pada tingkat kreativitas anak antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan  dengan kelompok kontrol tanpa di berikan perlakuan permainan bahasa.   Kata-kata Kunci: Metode Pembelajaran, Permainan, Kreativitas, anak.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KLARIFIKASI NILAI ATAU VALUES CLARIFICATION TECHNIC (VCT) DALAM PEMBELAJARAN MORAL PADA ANAK USIA DINI Karmila, Mila
PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan moral menduduki atau memiliki arti penting dalam rangka dan pembentukan manusia yang aktif, kritis, kreatif dan inovatif. Pendidikan moral sebagai pembelajaran nilai memiliki sasaran bukan semata-mata pengalihan atau transfer pengetahuan belaka, akan tetapi lebih ditekankan pada pembentukan sikap. Oleh karena itu, pembelajaran moral harus menyentuh semua aspek, baik aspek kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotor dengan lebih menitikberatkan pada aspek afektif. Moral berkenaan dengan ajaran tentang baik buruk perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban dan sebagainya. Pembelajaran moral yang ideal dan sesuai untuk anak usia dini adalah pembelajaran yang memeberikan kesempatan kepada anak untuk mengkaji dan menilai sendiri perbuatan tersebut bukan dengan cara pemberian teoretis dan ajaran yang bersifat doktrinatif. Value Clarification Techique adalah sebuah pendekatan pembelajaran moral yang memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk dapat menilai, mengkaji dan menganalisis suatu perbuatan sehingga anak dapat memahami sebab akibat dari sebuah perbuatan atau nilai moral tertentu. Dengan model VCT yang beragam guru dapat mendesain pembelajaran moral yang menyenangkan sehingga pendidikan moral yang berlangsung dikelas menjadi efektif.Kata kunci: moral, pendidikan moral, anak usia dini, values clarification technic
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN MUCA (MOVING MOUTH PUPPET ) PADA KELOMPOK A TK KEMALA BHAYANGKARI 01 SEMARANG Anggalia, Asri; karmila, Mila
PAUDIA Vol 3, No 1 Oktober (2014)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pada pentingnya kemampuan berbahasa bagi anak usia dini. Berdasarkan pengamatan dalam studi pendahuluan yang dilakukan penulis di TK Kemala Bhayangkari 01 sebagai guru kelas di kelompok A2 menunjukkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak khususnya dalam mengungkapkan perasaan dengan kata sifat masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak dengan menggunakan media boneka tangan Muca (Moving Mouth Puppet) pada kelompok A TK Kemala Bhayangkari 01 Semarang. sehingga dengan penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi anak, menumbuhkan kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran maupun perasaannya. Bagi guru dapat menambah wawasan dalam upaya menumbuhkan daya inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran. Bagi sekolah dapat menumbuhkan daya inovasi dan kreativitas bagi semua pihak sekolah dan acuan penelitian berbagai bidang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah kelompok A2 TK Kemala Bhayangkari 01 Semarang sebanyak 23 anak. Pengambilan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketercapaian indikator kinerja pada kondisi prasiklus sebesar 13,0%, siklus I mencapai 65,2% dan pada siklus II mencapai 91,3%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media boneka tangan Muca (Moving Mouth Puppet) dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak kelompok A TK. Kemala Bhayangkari 01 Semarang. Saran peneliti hendaknya guru dapat menggunakan media boneka tangan Muca untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak.Kata Kunci : Kemampuan Bahasa Ekspresif, Media Boneka Tangan Muca (Moving Mouth Puppet)
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI MEDIA FLASH PROFESSIONAL PADA ANAK KELOMPOK PLAYGROUP PAUD PELITA HATI KEDUNGJATI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Luthfiatulbana, Aulia; Karmila, Mila
PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan pembelajaran dikelas. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kemampuan menyimak bagi anak, baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kurangnya kemampuan menyimak akan menghambat perkembangan anak dalam berkomunikasi. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan kemampuan menyimak melalui media flash professional? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak kelompok playgroup PAUD Pelita Hati Kedungjati Tahun Ajaran 2015/2016. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan kegiatan menyimak, peningkatan rata-rata kemampuan menyimak pada kelompok playgroup PAUD Pelita Hati Kedungjati Tahun Ajaran 2015/2016 dari sebelum pelaksanaan siklus adalah sebesar 11%, dan sesudah dilakukan percobaan atau pelaksanaan siklus I meningkat menjadi 39%, dan dilakukan lagi percobaan siklus yang kedua maka dihasilkan peningkatan kemampuan menyimak menjadi 78%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa “menggunakan media flash professional dapat meningkatkan kemampuan pada anak kelompok playgroup PAUD Pelita Hati Kedungjati Tahun Ajaran 2015/2016”.
PENTINGNYA BINTEK (BIMBINGAN TEKNIS) DALAM PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK TENAGA PENGAJAR DI POS PAUD SEBAGAI PERWUJUDAN MUTU PENDIDIK PROFESIONAL Prasetyo, Agung; Khasanah, Ismatul; Karmila, Mila; Rakhmawati, Ellya
E-DIMAS Vol 2, No 2 maret (2012): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Technical assistance in developing a cadre post in early childhood Pudak Payung Banyumanik Semarang is an activity undertaken in order to provide insight into the implementation of early childhood in every RW Pos in order to realize the City/County Eligible Children. City/County deserve a child is the implementation of child rights in three areas, namely: profisi (meeting the needs of children of love), protection (childrens rights in obtaining protection), and participation (involvement of childrens rights in decision making). Third child rights will not be fulfilled properly, without a beginning and involving parents, teachers or early childhood educators. This activity aims to provide assistance for citizens in the realization of decent child starts from the family environment. The solutions offered are: (1) provide training and mentoring for teachers/teacher/early childhood in a cadre post bintek to achieve professionalism in the field of early childhood, (2) provide the skills for early childhood cadre post about active learning and creative developmentally appropriate early childhood, (3) provide training and skills in the construction of educational games based waste/scrap materials as a source of learning for AUD; (4) provide assistance in conducting the evaluation of early childhood education at the post, and (5) monitoring the implementation of sustainable results. Therefore, with this activity, is expected to citizens, parents, and children receive the same rights in accordance with the ideals that the realization of decent kids program. Key Words: Guidance, Lecturer, and Educator Quality  Abstrak Bimbingan Teknis dalam mengembangkan Kader Pos Paud di Pudak Payung Banyumanik Semarang adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Pos PAUD di setiap RW dalam rangka mewujudkan Kota/ Kabupaten Layak Anak. Kota/Kabupaten layak anak merupakan implementasi hak-hak anak dalam tiga bidang, yakni: profisi (pemenuhan kebutuhan anak yang berupa kasih sayang), proteksi (hak anak dalam mendapatkan perlindungan), dan partisipasi (hak anak dalam keterlibatan pengambilan keputusan). Ketiga hak anak tersebut, tidak akan terpenuhi dengan baik, tanpa dimulai dan melibatkan orang tua, guru ataupun pendidik PAUD. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan bagi warga masyarakat dalam merealisasikan kota layak anak dimulai dari lingkungan keluarga. Solusi yang ditawarkan ini adalah: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga pengajar/guru/kader Pos PAUD dalam bintek untuk mewujudkan profesionalisme di bidang PAUD; (2) memberikan keterampilan bagi kader Pos PAUD tentang pembelajaran aktif dan kreatif yang sesuai dengan tahapan perkembangan AUD; (3) memberikan pelatihan dan keterampilan dalam pembuatan alat permainan edukatif berbasis limbah/bahan bekas sebagai sumber belajar bagi AUD; (4) memberikan pendampingan dalam melakukan evaluasi pendidikan di Pos PAUD; dan (5) monitoring hasil pelaksanaan secara berkelanjutan. Dengan kegiatan ini, diharapkan warga masyarakat, orang tua, dan anak memperoleh hak yang sama sesuai dengan cita-cita agar terealisasinya program kota layak anak. Kata Kunci: Bimbingan, Tenaga Pengajar, dan Mutu Pendidik