La Karimuna
Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH FORMULASI WORTEL (Daucus carota L.) DAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI NUGGET AMPAS TAHU Febriana, Tia Nanda; karimuna, La; asyik, nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.551 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh formulasi wortel dan rumput laut terhadap sifatorganoleptik dan nilai gizi produk nugget berbahan dasar tepung ampas tahu. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan perlakuan. Setiap perlakuan tersebut diulang sebanyak tigakali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan formulasi wortel danrumput laut mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap penilaian organoleptik dan nilai gizi nugget ampas tahu.Sampel P8 (wortel 40%, rumput laut 50%, tepung ampas tahu 10%) merupakan perlakuan yang paling disukaipanelis dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur berturut-turut sebesar 3.78(suka), 3.71 (suka), 3.76 (suka) dan 3.78 (suka). Sedangkan kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat padasampel 8 berturut-turut sebesar 56.79%, 0.89%, 11.70%, 6.67% dan 23.95%.  Kata kunci: Nugget ampas tahu, wortel, rumput laut.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG TAPIOKA,TEPUNG BERAS MERAH (Oryza sativa L) DAN SARI WORTEL (Daucus carota L) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI NUGGET TEMPE surtini, surtini; karimuna, La; asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.101 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formulasi tepung tapioka, tepung beras merah dan sari wortelterhadap sifat organoleptik dan nilai gizi nugget tempe. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yangterdiri atas tujuh perlakuan. Komposisisi tepung tapioka, tepung beras merah dan sari wortel terdiri dari 100%:0%:0% (M0);90%:5%:5% (M1); 80%:10%:10 (M2); 70%:15%15% (M3); 60%:20%:20% (M4); 50%:25%:25% (M5); 40%:30%:30% (M6).Data dianalisis menggunakan analisis of variances (ANOVA) apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji JarakBerganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwaperlakuan terbaik formulasi tepung tapioka, tepung beras merah dan sari wortel dalam pembuatan nugget tempe yakni padaperlakuan 50% tepung tapioka, 25% tepung beras merah dan 25% sari wortel dengan rerata penilaian organoleptik disukaipanelis.  Kata Kunci: Nugget tempe, tepung tapioka, tepung beras merah, sari wortel.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG BERAS DAN TEPUNG UBI KAYU FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN TERHADAP PENILAIAN ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI KERIPIK BAYAM (Amaranthus spp) Shihab, Shihab; karimuna, La; tamrin, tamrin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.778 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh interaksi antara formulasi tepung beras dan tepungmocaf terhadap penilaian organoleptik dan kandungan gizi keripik bayam, untuk mempelajari pengaruh formulasi tepungberas dan tepung mocaf dengan penambahan maltodekstrin terhadap penilaian organoleptik dan kandungan gizi keripikbayam dan, untuk mempelajari pengaruh penambahan maltodekstrin terhadap penilaian organoleptik dan kandungan gizikeripik bayam. Penelitian ini terdiri atas dua faktor dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakankombinasi proporsi tepung beras : tepung mocaf dan Maltodekstrin. Faktor pertama adalah formulasi antara tepung berasdan tepung mocaf dengan taraf 100% : 0% (T1), 80% : 20% (T2), dan 60% : 40% (T3). Faktor ke dua adalah penambahanmaltodekstrin yang terdiri atas tiga taraf, yakni 0% (M0), 0,2% (M1), dan 0,4% (M2). Variabel pengamatan yang dilakukanadalah uji organoleptik dan kandungan gizi. Data dianalisis dengan menggunakan Analyses of Variances (ANOVA),berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penilaian organoleptik terpilih oleh panelis terdapat pada komposisi 100% tepung beras : 0% tepungmocaf dengan penambahan maltodekstrin 0,2% dengan skor penilaian terhadap warna 4,48% (Disukai), aroma 4,24(Disukai), tekstur 4,25 (Disukai), rasa 4,18 (Disukai) dan nilai fisikokimia meliputi: kadar air 3,50 (%), kadar abu 1,74 (%),kadar protein 5,05 (%), kadar lemak 43,37 (%), dan kadar pati 46,34 (%). Hal ini menunjukan bahwa keripik bayam denganformulasi beras dan tepung mocaf dengan penambahan maltodekstrin disukai dan diterima oleh konsumen. Kata kunci: Keripik Bayam, Tepung hasil Fermentasi, Maltodextrin, Tepung Beras.
PENGARUH PENGGUNAAN SIRUP GLUKOSA TERHADAP KARAKTERISTIKORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI KUE NASTAR KEJU Febrianti, Febrianti; karimuna, La; ansharullah, ansharullah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.571 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sirup glukosa sagu terhadap karakteristikorganoleptik dan nilai gizi kue nastar keju. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yangterdiri atas lima perlakuan yaitu substitusi gula pasir : sirup glukosa (100%:0% (P0) ; 75%:5% (P1) ; 50%:50%(P2) ; 25%:75% (P3) ; 0%:100% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan sirup glukosasagu berpengaruh sangat nyata terhadap penilaian organoleptik dan kandungan nutrisi kue nastar keju.Perlakuan penggunaan gula pasir 50% dan sirup glukosa 50% merupakan perlakuan yang paling disukai panelisdengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa berturut-turut sebesar  4.00 (suka),3.95 (suka), 3.95 (suka) dan 4.22 (suka). Sedangkan berdasarkan analisis kandungan nutrisi meliputi kadar air,abu, lemak, protein dan kadar glukosa berturut-turut sebesar 4.25%, 0.97%, 13.52%, 2.42 % dan 68.44%. Kata kunci: gula pasir, kue nastar keju, sirup glukosa.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG KEDELAI DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN KAKAP PUTIH (Lates carcarifer, Bloch) Eni, Wa; karimuna, La; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.847 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung kedelai dan tapioka terhadorganoleptik dan nilai gizi nugget ikan kakap putih.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),yang terdiri atas empat perlakuan yaitu tepung tapioka : tepung kedelai (100%:0%, 85%:15%, 75%:25%,65%:35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung kedelai dan tepung tapioka menunjukkanberpengaruh sangat nyata terhadap organoleptik aroma, rasa, kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadarlemak tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap organoleptik warna, tekstur dan karbohidrat. Berdasarkan hasilpenelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik formulasi tepung kedelai dan tepung tapioka padapembuatan nugget ikan kakap putih yaknii formulasi tepung kedelai 15% dan tepung tapioka 85%.Kata Kunci: ikan kakap putih, nugget, tepung kedelai.
KAJIAN FORMULASI BUBUR JAGUNG (Zea mays L.) DAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus L.) pada PEMBUATAN DODOL JAGUNG TERHADAP NILAI GIZI DAN SIFAT ORGANOLEPTIK Taswin, Nurul Cahya; Karimuna, La; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.821 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the effect of the formulation of corn porridge and katuk leaf powder on the characteristics ofnutritional value and organoleptic characteristics of corn dodol. This research uses Completely Randomized Design (RAL)with 5 treatment of corn and katuk leaf addition ie. 100: 0%, 90: 10%: 80%: 20%, 70%: 30% and 60%: 40. The resultsshowed that the difference ratio of corn porridge and katuk leaf powder had a very significant effect on organoleptic quality.The results of nutritional content test of corn dodol on selected product consisting of water, ash, protein, fat, carbohydrateand fiber contents were 15,50 (% bb), 2.58 (% bb), 10, 05 (% bb), 10.51 (% bb), 61.33 (% bb), and 9.16 (% bb), respectively.The selected product based on organoleptic test of corn dodol was K1 sample (90%: 10%) with the score of favorite ratingon color, aroma, taste, and texture were 3.30 (rather like), 3.43 (somewhat like), 3.37 (rather like) and 3.37 (rather like),respectively. Based on the study, the corn dodol was accepted by panelists with acceptance level of organoleptic test.Keywords: Corn, katuk leaf, nutritional, organoleptic, dodol. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi bubur jagung dan tepung daun katuk terhadap karakteristiknilai gizi dan organoleptik produk dodol jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5perlakuan penambahan bubur jagung dan daun katuk yaitu 100:0%, 90:10% : 80% : 20%, 70% : 30% dan 60% : 40. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan bubur jagung dan tepung daun katuk berpengaruh sangat nyataterhadap kualitas organoleptik. Hasil uji kandungan gizi dodol jagung pada produk terpilih terdiri dari kadar air, kadar abu,kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan kadar serat berturut-turut sebesar 15,50 (%bb), 2,58 (%bb), 10,05 (%bb),10,51 (%bb), 61,33 (%bb), dan 9,16 (%bb). Produk terpilih berdasarkan uji organoleptik dodol jagung adalah sampel K1(formulasi bubur jagung 90% : tepung daun katuk 10%) dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, dantekstur berturut-turut sebesar 3,30 (agak suka), 3,43 (agak suka), 3,37 (agak suka) dan 3,37 (agak suka). Berdasarkanpenelitian, dodol jagung dengan formulasi bubur jagung dan tepung daun katuk dapat diterima panelis dengan tingkatpenerimaan uji organoleptik.Kata kunci: Jagung, daun katuk, nutritional, organoleptic, dodol. 
The Use of Bokashi to Enhance Agricultural Productivity of Marginal Soils in Southeast Sulawesi, Indonesia. Karimuna, La; Rahni, Nini Mila; Boer, Dirvamena
Journal of Tropical Crop Science Vol 3 No 1 (2016): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Journal of Tropical Crop Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.134 KB)

Abstract

The yield of agriculture crops tends to be decreasing in many parts of world including in Indonesian farmers’ land.  One of the causes of the decreased yields is the reduction of organic matter in the soil. Peanut is one of the important crops in southeast Sulawesi and is usually intercropped with maize. However, the yield of peanut and maize crops were low as they were grown in marginal lands that have low nutrient contents, low CEC, high acidity, and low organic matter. The objectives of this paper were to summarize the results of our studies on the use of bio fertilizer bokashi plus fertilizer to improve peanut yields grown in marginal soil in southeast Sulawesi, Indonesia. The study also examined the agronomical performance of several local peanut varieties which had high adaptability to the local conditions and marginal lands. The results of this study demonstrated that application of mulch and bokashi increased maize and peanut production, seed dry weight and 100-seed weight. This practice has potentials to be applied in other agricultural lands of southeast Sulawesi region with similar soil and climatic condition to increase peanut yield, and promote the sustainable agriculture production of the region.
Pengaruh Jarak Tanam dan Pemangkasan terhadap Kualitas Silase Dua Varietas Jagung (Zea mays L.) Karimuna, La; Safitri, Safitri; Sabaruddin, La Ode
Jurnal Agripet Vol 9, No 1 (2009): Volume 9, No. 1, April 2009
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.738 KB)

Abstract

Effects of crop arrangement and cutting on the silages quality of two varieties of maize (Zea mays L.)ABSTRACT. The objective of this experiment was to study the interaction effect of varieties, spacing and cutting on the quality of silage as foodstuff. The experiment had been conducted from January to April, 2007 at the experimental Garden of Faculty of Agriculture, University of Haluoleo. This experiment was arranged in Split-Split plot design with three factors. The first factor was variety as main plot, consisting of BISI-2 variety and local variety; the second factor was space arrangement as sub plot, consisting of 60 cm x 40 cm (J1), 75 cm x 40 cm (J2), 90 cm x 40 cm (J3), the third factor was cutting period as sub plot, consisting of no cutting (Po), cutting on 40 days (P1), and cutting on 55 days (P2). So that there were 2 x 3 x 3 x 3 = 54 experimental units. Analysis of variance was applied to know the effect of treatment. If so, least significant difference (LSD) 0.05 (95 %) confidence level was used. Variables observed was plant growth determining silages quality, consisting of quality of crude protein, crude fiber, crude fat, and water. Results of research revealed that interaction affect of spacing and cutting periods on 40 days of BISI-2 variety gave the best yield of plant growth for plant height. While the local variety tended to adverse effect of cutting. However, the quality of silages of two varieties tended to be similar. Every crop spacing had a positive effect of cutting on 40 days. The best quality of silages of two varieties was resulted from the interaction between spacing 75 cm x 40 cm and cutting of 40 days.
KAJIAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI BROWNIES YANG BERBASIS SAGU HMT (HEAT MOISTURE TREATMENT) Hajiana, Hajiana; Karimuna, la; ansharullah, ansharullah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : Jurnal Sains dan Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.063 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the composition of HMT (heat moisture treatment)-treated sago flour, which was used to substitute wheat flour in brownies, and to determine the nutritional values in the product favored by panelists. This study used a completely randomized design (CRD) with five treatments and four repetitions. The five ratios of wheat flour and HMT-treated sago flour were S0 (wheat flour 100%: HMT-treated sago flour 0%), S1 (wheat flour 90%: HMT-treated sago flour 10%), S2 (wheat flour 80%: HMT-treated sago flour 20%), S3 (wheat flour 70%: HMT-treated sago flour HMT 30%), and S4 (wheat flour 60%: HMT-treated sago flour 40%). The products (brownies) most preferred by panelists was the S2 treatment (wheat flour 80%: HMT-treated sago flour 20% with favorite rating scores of color, texture, aroma, and taste reached 3.87 (like), 3.97 (like), 4.00 (like), and 3.93 (like), respectively. Brownies in S2 treatment had 40.88% moisture content, 1.14% ash content, 3.03% fat content, 1.22% protein content, and 23.52% carbohydrate content. The results indicate that substitution of wheat flour with HMT-treated sago flour in brownies had a significant effect on the nutritional value of the product. The panelists also preferred the product.Keywords: Sago Brownies (Heat Moisture Treatment), wheat flour, organoleptic, nutritional value ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi tepung sagu HMT (Heat Moisture Treatment) yang digukan untuk mensubtitusikan tepung terigu dalam pembuatan produk brownies dan mengetahui kandungan nilai gizi dalam pembuatan produk brownies yang disukai oleh panelis.Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. perlakuan  subtitusi dengan perbandingan S0 (tepungteigu 100% : tepung saguHMT 0%), S1(tepungteigu 90% : tepung sagu HMT 10%), S2 (tepungteigu 80% : tepung sagu HMT 20%), S3(tepungteigu 70% : tepung sagu HMT 30%), S4 (tepungteigu 60% : tepung sagu HMT40%).Penilaian organoleptik produk  brownies yang disukai panelis terdapat pada perlakuan S2 (subtitusi tepung terigu 80% : tepung sagu HMT20%) dengan penilaian kesukaan warna 3,87% (suka), tekstur 3,97% (suka), aroma 4,00% (suka) dan rasa 3,93% (suka). brownies pada perlakuan S2 mengandung kadar air sebesar 40,88%, kadar abu sebesar 1,14%, kadar lemak sebesar 3,03%, kadar protein sebesar 1,22%, kadar karbohidrat sebesar 23,52%.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa tepung terigu dengan substitusi tepung sagu HMT dalam pembuatan brownies memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komposisi kimia produk brownies, sehingga disimpulkan brownies tepung terigu subtitusi tepung sagu HMT dapat meningkatkan nilai gizi brownies dan hasil penilaian panelis terhadap perlakuan substitusi tepung terigu dengan tepung sagu HMT pada produk brownies disukai oleh panelis.Kata kunci :Brownies sagu HMT  (Heat Moisture Treatment), tepung terigu, organoleptik, nilai gizi 
HASIL DAN NILAI GIZI BERBAGAI EKOTIPE KACANG TANAH PADA PERTANAMAN AGROFORESTRY YANG DIBERI BERBAGAI DOSIS PUPUK BOKASHI PLUS Karimuna, La; Halim, Halim; Resman, Resman; Rufendi, M; Marfi, Waode Ernawati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.625 KB)

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisa hasil dan nilai gizi berbagai ekotipe kacang tanah yang diberi berbagai dosis pupuk bokashi plus pada lahan pertanaman agroforestry, yang telah dilaksanakan di Kebun Petani Desa Kotawo, Kecamatan Kulisusu Barat, berlangsung sejak Desember 2016 sampai Juni 2017. Kegiatan ini disusun dalam bentuk penerapan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dalam pola faktorial. Faktor pertama terdiri atas 4 ekotipe kacang tanah dan 1 kacang tanah varietas unggul nasional yaitu Ekotipe Rakadua (V1), Ekotipe Kolasa (V2), Ekotipe Lamaeo (V3), Ekotipe Poleang (V4) dan Varietas Domba (V5). Faktor kedua terdiri atas empat taraf pupuk boakshi plus yaitu pupuk bokashi plus 0 t ha-1 (B0), pupuk bokashi plus 6 t ha-1 (B1), pupuk bokashi plus 12 t ha-1 (B2) dan pupuk bokashi plus 18 t ha-1 (B3). Sehingga diperoleh 20 kombinasi perlakuan dan diulang tiga kali sebagai kelompok, dengan demikian secara keseluruhan terdapat 60 unit percobaan. Variabel pengamatan terdiri atas komponen hasil dan nilai gizi kacang tanah. Komponen hasil meliputi jumlah polong isi, jumlah polong total, bobot kering 100 biji dan bobot kering tanaman, bobot kering biji tanaman. Nilai gizi meliputi kadar air, lemak, protein dan karbohidrat dengan melalu uji proksimat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi pupuk bokashi plus berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong total, jumlah polong isi, bobot kering 100 biji, bobot kering tanaman dan bobot biji kering tanaman. Produksi kacang tanah terbaik didperoleh pada perlakuan Ekotipe Rakadua dengan 35,64 g hasil biji atau 2,67 t ha-1 yang diperoleh pada dosis pupuk bokashi plus 18 t ha-1. Nilai gizi rata-rata kacang tanah yang diperoleh secara berturut-turut untuk kadar air 8.16%, kadar abu 2.23%, protein 26.94%, lemak 46.74% dan karbohidrat 15.56%, sedangkan kandungan gizi terbaik diproleh untuk kadar air, kadar abu dan kadar lemak pada ekotipe Kontumere secara berturut-turut dengan 8.89%, 2.31% dan 48.25%, untuk kadar protein pada ekotipe Bombana dengan 27.78%, dan untuk kadar karbohidrat pada varietas Bogor dengan 17.81%. Hasil kegiatan menunjukkan pula bahwa kandungan gizi berpengaruh tidak nyata antara biji kacang tanah yang ditanami secara monokultur (tanpa naungan) dan di areal pertanaman agroforestry.Kata kunci: agroforestry, kacang tanah, mikoriza, nilai gizi, bokashi plus