Rahayu Kariadinata
Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

DESAIN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA Kariadinata, Rahayu
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program studi magister Pendidikan Matematika FKIP Unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.298 KB)

Abstract

Perangkat lunak (software) pembelajaran matematika dapat diartikan sebagai bahan ajar matematika yang berbasis teknologi komputer. Penggunaan bahan ajar matematika berbasis komputer sangat memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan komputer memiliki kelebihan, diantaranya komputer memberi fasilitas bagi pengguna untuk mengulang bila diperlukan. Salah satu bentuk teknologi komputer yang saat ini banyak digunakan dalam bidang pendidikan, adalah multimedia. Elemen-elemen yang terdapat dalam multimedia seperti gambar, grafik, warna, animasi, dan video dapat mengoptimalkan peran indera dalam menerima informasi ke dalam sistem memori.  Dalam merancang perangkat lunak (software) pembelajaran matematika berbasis multimedia terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan diantaranya, a) sajian materi harus sesuai dengan kompetensi dasar, b) penyajian harus menarik minat siswa, sistematis, mengikuti  teori-teori belajar, menggunakan bahasa yang tepat, dan memperhatikan tingkat kematangan siswa, c) harus dilengkapi navigasi dan petunjuk penggunaannya, dan d) kualitas fisik perangkat lunak harus baik, sedangkan pada tahap pengembangan bahan ajar menggunakan model CADMAETD, yaitu concept (konsep), analysis (analisis), design (desain), material collecting (pengumpulan bahan), assembly (pembuatan), evaluation (evaluasi), testing (ujicoba), dan distribution (distribusi). Kata Kunci : Perangkat lunak, multimedia,  model CADMAETD 
Pembelajaran Induktif Pada Kemampuan Penalaran Matematis dan Self-Regulated Learning Siswa Wanti, Nopia; Juariah, Juariah; Farlina, Ehda; Kariadinata, Rahayu; Sugilar, Hamdan
Jurnal Analisa Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 (2017)
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.726 KB) | DOI: 10.15575/ja.v3i1.1497

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan penalaran matematis siswa di SMP Triyasa yang masih perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) gambaran proses pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran induktif Taba dan pembelajaran induktif Sharan-Sharma, (b) kemampuan penalaran matematis, (c) self-regulated learning siswa yang menggunakan model pembelajaran induktif Taba dan pembelajaran induktif Sharan-Sharma. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII D, E, dan F SMP Triyasa Bandung yang menggunakan desain Penelitian KuasiEksperimen pada pokok bahasan Segiempat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (a) Gambaran proses pelaksanaan pembelajaran melalui gambaran aktivitas siswa dan aktivitas guru berdasarkan pengamatan observer secara umum terlaksana dengan cukup baik; (b) terdapat perbedaan pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa antara yang menggunakan model pembelajaran induktif Taba, pembelajaran induktif Sharan-Sharma dengan pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut terdapat antara model pembelajaran induktif Taba dengan pembelajaran konvensional dan antara pembelajaran induktif Sharan-Sharma dengan pembelajaran konvensional. (c) self-regulated learning siswa yang menggunakan model induktif Taba dan induktif Sharan-Sharma menunjukkan sikap negatif.
Pengaruh Model Active Learning Teknik Turnamen Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Sub Pokok Bahasan Kubus dan Balok Masitoh, Imas Siti; Kariadinata, Rahayu; Syaf, Agus Hikmat
Jurnal Analisa Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2015
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i1.5373

Abstract

.  Pembelajaran yang diperkirakan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model active learning teknik turnamen belajar. Tujuan penelitian ini: mengetahui proses belajar mengajar dengan model active learning teknik turnamen belajar;  mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dengan pembelajaran active learning teknik turnamen belajar; mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model konvensional; perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model active learning teknik turnamen belajar dibandingkan dengan yang menggunakan model konvensional pada sub pokok bahasan kubus dan balok. Adapun hasil yang diperoleh: persentase rata-rata aktivitas siswa pada tiap pertemuannya meningkat yaitu dari  pertemuan I (56,69%) ke pertemuan II (61,61%) ke  pertemuan III (63,40%). dari pengolahan data hasil posttest kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen, kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan model active learning teknik turnamen belajar diperoleh rata-rata 81,06% dengan kriteria penilaian tinggi; kelas VIIIA sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model konvensional kemampuan pemecahan masalah matematika siswa rata-ratanya adalah 74,44% dengan kriteria penilaian cukup; berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16.0 for window diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model active learning teknik turnamen belajar lebih baik dibandingkan pembelajaran dengan model konvensional pada sub pokok kubus dan balok sehingga dapat meninggkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa
MIND MAP SIKLUS DAN MIND MAP LABA-LABA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG Zuraida, Ida; Kariadinata, Rahayu; Susilawati, Wati
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.472 KB) | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.556

Abstract

This study aimed to determine creative thinking ability of students received Mind Map Cycle, Spiders Mind Map and Conventional learning. Research was quasi experimental method with 8th grade students in one of junior high schools in Bandung as the subjects. Research instrument consist of pretest and posttest that contains questions to determine students ability to think creatively on geometry subjects. Results showed that based on posttest score, students’ creative thinking ability was as follows: average score was 60.0 for Cycle Mind Map class, 66.2 for Spiders Mind Map class and 54.2 for Conventional class, from maximum score of 100. Anova analysis suggested that differences between treatment (class) did occur (p= 0.00, p< 0,05). Furthermore, average N-gain for Cycle Mind Map Class and Spiders Mind Map class were 0.47 and 0.51 (moderate), while for Conventional class was 0.36 (low). Thus, it can be concluded that students’ creative thinking ability was increased after Mind Map Cycle and Spider Mind Map treatment.Keywords: cycle mind map , spiders mind map, creative thinking, conventional classABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran dengan Mind Map Siklus, Mind Map Laba-laba dan Konvensional pada pokok bahasan bangun ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Sampel penelitian adalah siswa kelas delapan di salah satu SMP di Kota Bandung. Instrumen penelitian terdiri atas pretest dan posttest yang berisi soal-soal untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi bangun ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan  nilai rata-rata skor posttest, kemampuan berpikir kreatif siswa di ketiga kelas berbeda yaitu kelas Mind Map Siklus sebesar 60,0,  kelas Mind Map Laba-laba sebesar 66,2 dan kelas Konvensional sebesar 54,2 dari skor maksimum ideal 100. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematika antara siswa yang menggunakan Mind Map Siklus, Mind Map Laba-laba dan Konvensional (p= 0,001, p< 0,05). Rata-rata N-gain untuk kelas Mind Map Siklus dan Mind Map Laba-laba masing-masing adalah sebesar 0,47 dan 0,51 dengan interpretasi sedang, sementara untuk kelas Konvensional adalah sebesar 0,36 dengan interpretasi rendah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diberikan perlakuan pembelajaran Mind Map Siklus dan Mind Map Laba-laba.Kata kunci: mind map siklus, mind map laba-laba, berpikir kreatif,  kelas konvensional
DESAIN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA Kariadinata, Rahayu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat lunak (software) pembelajaran matematika dapat diartikan sebagai bahan ajar matematika yang berbasis teknologi komputer. Penggunaan bahan ajar matematika berbasis komputer sangat memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan komputer memiliki kelebihan, diantaranya komputer memberi fasilitas bagi pengguna untuk mengulang bila  diperlukan. Salah satu bentuk teknologi komputer yang saat ini banyak digunakan dalam bidang pendidikan, adalah multimedia. Elemen-elemen yang terdapat dalam multimedia seperti gambar, grafik, warna, animasi, dan video dapat mengoptimalkan peran indera dalam menerima informasi ke dalam sistem memori. Dalam merancang perangkat lunak (software) pembelajaran matematika berbasis mul­timedia terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan diantaranya, a) sajian materi harus sesuai dengan kompetensi dasar, b) penyajian harus menarik minat siswa, sistematis, mengikuti teori­-teori belajar, menggunakan bahasa yang tepat, dan memperhatikan tingkat kematangan siswa, c) harus dilengkapi navigasi dan petunjuk penggunaannya, dan d) kualitas fisik perangkat lunak harus baik, sedangkan pada tahap pengembangan bahan ajar menggunakan model CADMAETD, yaitu concept (konsep), analysis (analisis), de­sign (desain), material collecting (pengumpulan bahan), assembly (pembuatan), evaluation (evaluasi), testing (ujicoba), dan distribu­tion (distribusi).
LEARNING MOTIVATION AND MATHEMATICAL UNDERSTANDING OF STUDENTS OF ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL THROUGH ACTIVE KNOWLEDGE SHARING STRATEGY Kariadinata, Rahayu; Yaniawati, R Poppy; Sugilar, Hamdan; Riyandani, Dede
Jurnal Infinity Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, Infinity
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v8i1.p31-42

Abstract

This study aims to analyze and describe learning motivation, mathematical understanding and activities of students' and teachers at Islamic Junior High School (Madrasah Tsanawiyah/MTs) through Active Knowledge Sharing strategy. The research is conducted in MTs. Al-Mukhlisin Bandung Indonesia.  The method of this research is a mixed method with Classroom Action Research (CAR). The instruments used were motivation questionnaires, observation sheets, mathematical understanding tests and observation sheets. The results of the research indicate that learning motivation, mathematical understanding and activities of teachers and students through the Active Knowledge Sharing strategy increase in each cycle. Students' learning motivation is shown from the result of the questionnaire, states that the average percentage of motivation indicator increase in each cycle, those are 70,35% (cycle I), 71,17% (cycle II ) and 72.15% (cycles III), student mathematical understanding indicated from the test results states that the average value increases in each cycle and the end of the cycle has reached the classical completeness, that is 79.41%, the activities of students and teachers during teaching- learning increased in each cycle of 60.95% (cycle I), 73.33% (cycle II) and 86.67% (cycles III).
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Fatimah, Titin; Kariadinata, Rahayu; Rahayu, Yayu Nurhayati; Susilawati, Wati
Jurnal Analisa Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2014
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.037 KB) | DOI: 10.15575/ja.v1i2.2899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses pembelajaran matematika siswa, menelaah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada tiap siklus, menelaah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mengikuti seluruh siklus, menelaah sikap siswa kelas IX B SMP N 1 Cileunyi dalam kaitan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terhadap penerapan pendekatan pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada pokok bahasan kerucut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). penelitian tindakan kelas dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari empat “momentum” esensial, yaitu: Penyusunan Rencana, Tindakan, Observasi dan Refleksi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 41 orang yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika, dan skala sikap untuk mengetahui sikap siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Student Fasilitator and Explaining efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Disarankan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan bagi guru bahwa pendekatan SFAE perlu dikembangkan karena dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
MENUMBUHKAN DAYA NALAR ( POWER OF REASON ) SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ANALOGI MATEMATIKA Kariadinata, Rahayu
Infinity Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Number 1, Infinity
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v1i1.3

Abstract

Learning mathematical analogy is one alternative learning that can be applied in order to cultivate the power of reason (power of reason) students. Through mathematical analogy students are required to be able to look for similarities or relationship nature of the two concepts are the same or different by comparison, then draw a conclusion from the similitude. Thus the analogy can be used as an explanation or as the basis of reasoning. Before starting the analogy of learning mathematics, teachers should examine the ability of understanding mathematical concepts of students, because of the level of understanding of students will affect the power of reason. Tasks (problems) mathematical analogy included non-routine matter, therefore the required readiness of teachers to make it. In each question contained mathematical analogy same or different concepts, so it takes quite a lot of material. Steps to make about the mathematical analogy, are: a) assemble all the concepts in mathematics student has learned; b) Similarly stacking properties / relationships contained in any concept, and c) select materials that have a nature / relationship analogous. In this paper is given two forms of matter of mathematical analogy is the analogy of mathematical models and mathematical analogy 1 models 2. Learning mathematical analogy should be carried out after a number of concepts learned. It is better to be given in classes end for many of the concepts that have been learned by the students. Reasoning power (power of reason) the student becomes an important part in the process of learning to drive them toward their future as citizens are intelligent, which will be led by the power of reason (the brain) and not by the strength (muscle) only. As noted by former US President Thomas Jefferson (in Copi, 1978: vii), which states: "In a republican nation, Whose citizens are to be led by reason and persuasion and not by force, the art of reasoning Becomes of first importance"  
Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Komunikasi Matematika Siswa pada Pokok Bahasan Perbandingan Apandi, Dadang; Kariadinata, Rahayu; Susilawati, Wati
Jurnal Analisa Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2014
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.831 KB) | DOI: 10.15575/ja.v1i2.2894

Abstract

Tujuan penelitian ini penulis mencoba menerapkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw dengan harapan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematika siswa, meningkatkan minat siswa terhadap matematika, meningkatkan aktivitas siswa di kelas, dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aktif dan kondusif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap siswa kelas VII.F MTsN Kota Bandung, dengan jumlah siswa sebanyak 39 siswa. Adapun instrumen yang digunakan adalah Lembar Aktifitas Siswa (soal-soal yang didiskusikan dikelompok ahli), tes setiap akhir siklus, tes akhir, lembar observasi dan sekala sikap. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan metode kooperatif tipe jigsaw mengalami peningkatan. Begitu pula dengan tingkat kemampuan Komunikasi Matematikanya yang digambarkan dengan hasil penilaian dengan nilai memuaskan.
PROFIL TECNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Sa’adah, sumiyati; Kariadinata, Rahayu
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.717 KB) | DOI: 10.15575/bioeduin.v8i2.3186

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi TechnologicalPedagogical And Content Knowledge calon guru biologi Program Studi Pendidikan BiologiFakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung yang telah mengikuti programpengenalan lapangan (PPL). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif denganpendekatan kuantitatif. Sedangkan metode pengambilan data yang dilakukan adalah denganmetode survey terhadap 82 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutupyang setiap pernyataannya didasarkan pada setiap komponen TPACK. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Technological Pedagogical And Content Knowladge (TPACK) calonguru biologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Kegurun UIN SGDBandung berada dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 3.6. Hal ini menunjukkan bahwacalon guru biologi telah memahami aspek-aspek yang terkait dengan technologicalpedagogical and content knowladge dalam proses pembelajaran.