Made Sumarti Kardha
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi – BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta-Selatan

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Keanekaragaman Bakteri Serta Kandungan Unsur Mikro dan Logam yang Dianalisis Secara Teknik Nuklir pada Beberapa Makanan Olahan Asap

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.888 KB)

Abstract

Makanan tradisional seperti daging ayam dan dendeng sapi asap kemungkinan dapat tercemar bakteri dan mengandung unsur mikro serta logam yang melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (SNI: 7388:2009). Telah diteliti keanekaragaman bakteri serta kandungan unsur mikro dan logam yang terdapat dalam makanan olahan asap berupa daging ayam dan dendeng sapi. Analisis bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total sedang untuk analisis Salmonella dilakukan menggunakan media perbenihan. Analisis unsur mikro dan logam dilakukan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, bakteri koli, Staphylococcus spp, Salmonella, dan kandungan unsur mikro serta logam. Iradiasi dilakukan dengan sinar gamma (Co60) pada dosis 3 kGy dengan laju dosis 1,140 kGy/jam dan kontrol sampel tanpa iradiasi. Penyimpanan dilakukan pada suhu lemari es (6o C)dengan interval waktu pengamatan 0, 1 dan 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis bakteri pada makanan olahan asap terdiri dari bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. Pada dosis 3 kGy tidak ditemukan adanya bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. pada daging ayam asap. Akan tetapi, pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy bakteri aerob dan koli terjadi penurunan masing-masing sebesar 2 dan 1 desimal. Kandungan bakteri Staphylococcus spp pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy tidak ditemukan lagi. Kandungan seng pada daging ayam dan dendeng sapi asap masingmasing adalah 261,734 dan 206,058 ppm yang telah melebihi ambang batas SNI. Pada semua sampel yang diteliti tidak ditemukan adanya Salmonella. Ditemukan beberapa unsur mikro dan logam dalam makanan olahan asap. Teknik nuklir membantu analisis kandungan unsur mikro dan logam serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging ayam asap dan dendeng sapi asap yang diteliti.Kata kunci : makanan tradisional, SNI, bakteri koli, Staphylococcus, iradiasi, AAN, ALT

PREPARATION OF IRRADIATED NATURAL RUBBER LATEX-STYRENE COPOLYMER FOR ELECTRICAL GLOVES

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 3 (2010): Juni 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on irradiated natural rubber latex-styrene copolymer to prepare electrical glove have been done. Vulcanization of natural rubber latex (NRL) was done by mixing 2 phr (per hundred of rubber) of normal butyl acrylate (n-BA) emulsion then irradiated with ã-ray 60Co at the dose of 30 kGy producing irradiated natural rubber latex (INRL). Natural rubber latex-styrene copolymers (SC) were prepared by mixing NRL and styrene monomer at styrene concentrations of 50 phr, 75 phr, 100 phr, 500 phr and irradiated at the doses of 15 kGy, 30 kGy and 45 kGy, then characterized their latex and film properties to obtain optimum SC of SC50. This optimum SC, SC50 then mixed with IRNL at the weight ratio of 0/100, 30/70, 50/50, 70/30 and 100/0, to produce irradiated natural rubber latex-styrene copolymer. The properties of copolymer rubber films made by dipping process i.e., % conversion, total solid content, latex viscosity, tensile strength, modulus 300%, elongation at break, electrical resistance and dielectric constant were then characterized. Characterization result showed that (INRL-SC50) with 50/50 ratio irradiated at the dose of 30 kGy, have % conversion of 80.93%, electrical resistivity of 1.73 x 1014 Ohm cm and dielectric constant of 2.76 which fulfill the requirement as material for electrical gloves.Keywords: Natural rubber latex, Styrene, Irradiation, Copolymer, Electrical gloves.

Keanekaragaman Bakteri Serta Kandungan Unsur Mikro dan Logam yang Dianalisis Secara Teknik Nuklir pada Beberapa Makanan Olahan Asap

Jurnal Aplikasi Isotop Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan tradisional seperti daging ayam dan dendeng sapi asap kemungkinan dapat tercemar bakteri dan mengandung unsur mikro serta logam yang melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (SNI: 7388:2009). Telah diteliti keanekaragaman bakteri serta kandungan unsur mikro dan logam yang terdapat dalam makanan olahan asap berupa daging ayam dan dendeng sapi. Analisis bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total sedang untuk analisis Salmonella dilakukan menggunakan media perbenihan. Analisis unsur mikro dan logam dilakukan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, bakteri koli, Staphylococcus spp, Salmonella, dan kandungan unsur mikro serta logam. Iradiasi dilakukan dengan sinar gamma (Co60) pada dosis 3 kGy dengan laju dosis 1,140 kGy/jam dan kontrol sampel tanpa iradiasi. Penyimpanan dilakukan pada suhu lemari es (6o C)dengan interval waktu pengamatan 0, 1 dan 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis bakteri pada makanan olahan asap terdiri dari bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. Pada dosis 3 kGy tidak ditemukan adanya bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. pada daging ayam asap. Akan tetapi, pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy bakteri aerob dan koli terjadi penurunan masing-masing sebesar 2 dan 1 desimal. Kandungan bakteri Staphylococcus spp pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy tidak ditemukan lagi. Kandungan seng pada daging ayam dan dendeng sapi asap masing-masing adalah 261,734 dan 206,058 ppm yang telah melebihi ambang batas SNI. Pada semua sampel yang diteliti tidak ditemukan adanya Salmonella. Ditemukan beberapa unsur mikro dan logam dalam makanan olahan asap. Teknik nuklir membantu analisis kandungan unsur mikro dan logam serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging ayam asap dan dendeng sapi asap yang diteliti. Kata kunci : makanan tradisional, SNI, bakteri koli, Staphylococcus, iradiasi, AAN, ALT   ABSTRACT Microbial Diversity, Trace Elements and Metals Content Which Analyzed by Nuclear Technique in Smoked Processed Foods. Traditional foods, such as smoked chicken meat and smoked beef jerky are probable contaminated by some bacteria and also contain some trace elements and metals which exceeded the threshold of Indonesia National Standart (No: 7388:2009). The purpose of this research is to study the biodiversity of microbes, trace elements and metals content on smoked chicken and smoked beef jerky. The parameters observed were the initial contamination of aerobic bacteria, total amount of coliform, Staphylococcus spp, Salmonella contamination, trace elements and metal contents. The total number of bacteria were analyzed using Total Plate Count while for Salmonella enrichment medium was used. The trace elements and metals were analyzed using Neutron Activation Analysis. The irradiation was done with dose of 3 kGy at a Multipurpose Panoramic Batch Irradiator (IRPASENA) and the dose rate was 1.140 kGy/h. The result shows that the microbial diversity in smoked foods consist of aerob bacteria, coliform and Staphylococcus spp. At a dose of 3 kGy no aerob bacteria, coliform and Staphylococcus spp found in smoked chicken meat. On the otherhand, at a dose of 3 kGy the total number of aerob bacteriaand coliforms declined 2 and 1 decimals, respectively. Some trace elements and metal were found in smoked foods.The zink content in smoked chicken and smoked beef jerky were 261.734 and 206.058 ppm, respectively. The zink content in both samples exceeded the normal level. No Salmonella was detected in all samples observed. Nuclear technique is very helpful to analysis the trace elements, heavy metal and could inhibit the bacterial growth in those samples. Keywords : traditional food, SNI, coliform bacteria, Staphylococcus, irradiation, NAA, TPC

Pengaruh Radiasi Berkas Elektron dan Kimia Pada Pembuatan Glukosa dari Tandan Kosong Sawit

Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.905 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan glukosa dari tandan kosong sawit (TKS) dengan 2 tahap, yaitu perlakuan pendahuluan iradiasi berkas elektron dilanjutkan dengan alkali dan asam, diikuti dengan proses sakarifikasi. Serat TKS kering diiradiasi menggunakan berkas elektron pada variasi dosis 0, 200, dan 400 kGy. Hasil iradiasi berkas elektron selanjutnya digiling dan diayak untuk mendapatkan butiran berukuran antara 40/60 mesh. Perlakuan pendahuluan dengan NaOH dilakukan pada suhu 1210C selama 30 dan 60 menit, sedangkan perlakuan dengan H2SO4 dilakukan pada suhu 1210C selama 30 menit dengan menggunakan otoklaf. Sakarifikasi dilakukan menggunakan enzim amilase dan selubiase. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dosis iradiasi 0, 200 dan 400 kGy dengan perlakuan NaOH 0, 4, 8, dan 16% telah menghasilkan glukosa maksimum 14,0-14,2%. Perlakuan H2SO4 dengan konsentrasi 1, 2, dan 4% menghasilkan glukosa sekitar 6 – 8,5%.