Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrista

Dry Matter Accumulation, Seed Yield and Calcium (Ca) Content of Several Peanut (Arachis hypogaea L.) Cultivars Grown under Different Shade Levels Kamal, Muhammad
Jurnal Agrista Vol 11, No 3 (2007): Volume 11 Nomor 3 Desember 2007
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.101 KB)

Abstract

Akumulasi Bahan Kering, Hasil Biji dan Kandungan Kalsium (Ca) Beberapa Varietas Kacang Tanah yang Ditanam pada Tingkat Naungan BerbedaABSTRAK. Akumulasi bahan kering dan serapan kalsium (Ca) memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan hasil kacang tanah. Intensitas cahaya rendah menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan kacang tanah sebagai tanaman sela pada lahan perkebunan, sehingga sangat dibutuhkan varietas kacang tanah toleran naungan. Pemahaman yang lebih baik terhadap proses yang terlibat pada adaptasi tanaman terhadap naungan dapat membantu dalam perakitan. varietas-varietas kacang tanah toleran naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akumulasi bahan kering, komponen hasil dan serapan kalsium (Ca) serta keterkaitannya dengan penurunan hasil pada kondisi naungan. Perlakuan disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama berupa naungan dengan dua taraf, yaitu 0% dan 50%, sedangkan faktor kedua berupa varietas kacang tanah yang terdiri dari Gajah, Jerapah, Mahesa, Panter dan Sima. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penurunan akumulasi bahan kering akibat naungan 50% paling besar terjadi pada akar, sedangkan penurunan akumulasi bahan kering terkecil terjadi pada batang kacang tanah. Varietas sima pada naungan 50% menunjukkan penurunan produksi bahan kering, hasil biji dan kandungan kalsium (Ca) yang relative kecil dibandingkan varietas Gajah. Penurunan serapan Ca pada kondisi naungan mungkin dimediasi oleh peningkatan kelembaban relative (RH). Tampaknya ada keterkaitan antara kepekaan terhadap naungan dengan tingkat serapan kalsium (Ca) kacang tanah.
Agronomic Performance of Green Beans (Vigna radiata L.) Grown under Different Shade Levels Kamal, Muhammad
Jurnal Agrista 2008: Edisi Khusus Nomor 1 November 2008
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.311 KB)

Abstract

Penampilan Agronomi Tanaman Kacang Hijau yang Ditanam Pada Tingkat Naungan BerbedaABSTRAK. Intensitas cahaya rendah akibat adanya naungan merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan tanaman pangan sebagai tanaman sela pada areal perkebunan. Pemahaman yang lebih baik terhadap karakter agronomi tanaman pangan pada kondisi naungan sangat membantu dalam pengelolaan tanaman pangan sebagai tanaman sela secara produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan agronomi beberapa varietas kacang hijau pada tingkat naungan berbeda. Perlakuan disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama berupa naungan dengan dua taraf, yaitu 0% dan 50%. Faktor kedua berupa varietas kacang hijau yang meliputi Merpati, Parkit, Walet, Jelatik, Betet, Kenari, dan Perkutut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 50% secara nyata menurunkan jumlah daun, akumulasi bahan kering, hasil biji dan indeks panen. Pada kondisi naungan 0% dan 50%, jumlah polong, jumlah biji dan indeks panen secara nyata tetap berkolerasi positif dengan hasil biji tanaman kacang hijau. Tampaknya, jumlah polong, jumlah biji, dan indeks panen juga menjadi karakter agronomi penentu hasil kacang hijau pada kondisi naungan.
The Tolerance of Several Genotypes of Upland Rice to Shading at Different Growth Stages Kamal, Muhammad
Jurnal Agrista Vol 11, No 1 (2007): Volume 11 Nomor 1 April 2007
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.443 KB)

Abstract

Toleransi Beberapa Genotip Padi Gogo terhadap Naungan pada Fase Pertumbuhan BerbedaABSTRAK. Keberhasilan pengembangan padi gogo sebagai tanaman sela pada areal perkebunan tanaman karet sangat tergantung pada tingkat toleransinya terhadap naungan. Metode penyaringan yang tepat dan akurat sangat membantu dalam penyediaan padi gogo toleran naungan dalam jumlah banyak. Dua set penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi apakah toleransi padi gogo terhadap naungan selama fase vegetatif memiliki konsistensi dengan naungan selama masa pertumbuhan tanaman (fase vegetatif dan reproduktif). Perlakuan pada penelitian 1 dan 2 disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama berupa naungan dengan menggunakan paranet hitam dua taraf yaitu 0% dan 50%, sedangkan faktor kedua berupa genotip padi gogo yang meliputi Jatiluhur, B9048C, TB177E, Batutegi, Kalimutu, dan Limboto. Naungan diberikan selama fase pertumbuhan vegetatif dan selama masa pertumbuhan tanaman (fase vegetatif dan reproduktif). Hasil percobaan menunjukkan bahwa genotip Jatiluhur, B9048C, TB177E, Batutegi secara konsisten menunjukkan hasil lebih tinggi daripada genotip Kalimutu dan Limboto baik pada naungan selama fase vegetatif dan naungan selama masa pertumbuhan tanaman. Padi gogo yang toleran terhadap naungan selama fase vegetatif juga menunjukkan toleransi terhadap naungan selama masa pertumbuhan tanaman (fase vegetatif dan reproduktif).