Articles

Found 37 Documents
Search

Pengukuran Untuk Mendeteksi Deformasi Bangunan Sipil Kahar, Sutomo
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 14, Nomor 1, Edisi XXXIV, PEBRUARI 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.818 KB)

Abstract

Deformation for territory will impact to above the building stability and also will give an impact to the coordinate points as a control the building. The problem will are begin from decided the points as a reference points in the measurement after deformation, because all of the reference points are arguing the truth as a control points. Therefore, the truth of control points in the long term need to watching the various deformations or changing above the land.Keywords: deformation, control point arguing, measurement systemPermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3937[How to cite: Kahar, S., 2006, Pengukuran Untuk Mendeteksi Deformasi Bangunan Sipil, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 14, Nomor 1, pp. 78-84]
MONITORING PERGERAKAN STRUKTUR JEMBATAN DI SEMARANG BERBASIS FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT (STUDI KASUS: JEMBATAN TOL SEMARANG SOLO SEKSI 1 SEMARANG – UNGARAN DI KM 20 DIWILAYAH SUSUKAN, UNGARAN TIMUR, KABUPATEN SEMARANG) Utomo, Amran Nur; Kahar, Sutomo; Suprayogi, Andri
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.631 KB)

Abstract

Jembatan merupakan bangunan yang membentangi sungai, jalan, saluran air, jurang dan lain sebagainya untuk menghubungkan kedua tepi yang dibentangi itu agar orang dan kendaraan dapat menyeberang. Secara umum, jembatan mempunyai struktur atas, bangunan bawah dan pondasi. Kebanyakan pada jembatan mengalami kerusakan fasilitas infrastruktur yang disebabkan oleh keadaan alam, bencana alam, kerusakan pemakaian yang berlebihan maupun penuan. Maka Perlu dilakukan monitoring / pengamatan secara berkala supaya didapat data yang akurat mengenai pergerakan struktur ataupun deformasi yang terjadi pada suatu jembatan. Selama ini untuk mengetahui informasi mengenai struktur dan perubahan dimensi jembatan belum ada dikarenakan untuk melakukannya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tugas akhir ini menerapkan metode Close Range Photogrametry (CRP) atau fotogrametri jarak dekat sebagai metode alternatif untuk melakukan pengukuran dalam menentukan deformasi jembatan dengan memanfaatkan teknologi kamera dijital non metric. Metode fotogrametri jarak dekat mempunyai kelebihan terutama jika objek yang akan diukur sulit untuk dijangkau atau memiliki dimensi yang kecil. Dengan teknik dan metodologi pengukuran deformasi ataupu struktur jembatan dapat dilakukan secara cepat dan akurat hanya dengan kamera dijital SLR. Kata Kunci : Jembatan, Struktur, Deformasi, Kamera digital SLR, Close Range Photogrametry (CRP)
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMODELAN TAMPAK MUKA BANGUNAN (STUDI KASUS: GEDUNG PT. ALMEGA GEOSYSTEMS, KELAPA GADING-JAKARTA) Yuniar Maharsayanto, Pitto; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.461 KB)

Abstract

Perkembangan dunia survei dan pemetaan sangatlah pesat. Di era sekarang ini, pemanfaatan teknologi Terrestrial Laser Scanner  dapat memberikan solusi untuk pendokumentasian suatu bangunan maupun pengukuran topografi. Teknologi ini dinilai sangat efisien jika dibandingkan dengan teknologi pengukuran lainnya. Hasil pengukuran Terrestrial Laser Scanner berupa point clouds yang mempunyai koordinat 3 dimensi.  Dalam tugas akhir ini, metode pengukuran  Terrestrial Laser Scanner   digunakan untuk pemodelan  tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Proses akuisisi  data di lapangan dan pengolahan data menggunakan software Cyclone V.7.4 (compatible with Leica Scan Station 2). Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Pengujian hasil pengolahan model dilakukan dengan dua pengujian, yaitu perbandingan jarak antar sisi gedung hasil  pengukuran Electronic Total Station dan laser disto meter. Nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi mengunakan Electronic Total Station sebesar 0.00527 meter dan nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi dengan laser disto meter sebesar 0.00708 meter.  Kata Kunci : Terrestrial Laser Scanner, Point Cloud, Pemodelan Tampak Muka Bangunan, Cyclone V.7.4
TRANSFORMASI KOORDINAT PADA PETA LINGKUNGAN LAUT NASIONAL DARI DATUM 1D74 KE WGS84 UNTUK KEPERLUAN PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT Permatahati, Anyelir Dita; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.376 KB)

Abstract

Datum adalah sekumpulan parameter yang mendefinisikan suatu sistem koordinat dan menyatakan posisinya terhadap permukaan bumi. Permendagri Nomor 1 Tahun 2006 menyebutkan bahwa Peta Lingkungan Laut Nasional digunakan dalam penentuan batas laut provinsi. Peta Lingkungan Laut Nasional ini masih menggunakan Indonesia Datum 1974 (ID74). Untuk itu perlu suatu model transformasi datum antara datum lokal ID74 ke datum global WGS 84.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis metode transformasi yang paling tepat untuk pemetaan batas wilayah laut provinsi, mengetahui data pengamatan optimal, dan koordinat batas wilayah laut dalam WGS 84.Data yang digunakan adalah Peta Lingkungan Laut Nasional, dan data hasil pengukuran dengan GPS Handheld. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Lauf adalah metode yang paling baik dilihat dari ketelitian geometrik dan dari hasil uji statistik  Chi-Squares.  Batas wilayah laut provinsi Jawa Tengah dan Barat ditentukan dengan prinsip Equidistance Line sejauh 12 mil laut.
PENENTUAN KOMPONEN KOMPONEN PASANG SURUT DARI DATA SATELIT JASON DENGAN ANALISIS HARMONIK METODE KUADRAT TERKECIL Ningsih, Bernadet Srimurniati; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.832 KB)

Abstract

Aplikasi satelit altimetri salah satunya adalah mengamati fenomena pasut laut. Teknologi satelit altimetri menjawab tantangan akan pemenuhan kebutuhan data pasut dalam skala yang luas. Tetapi dalam pengolahannya membutuhkan strategi yang tepat terutama yang berkaitan dengan koreksi-koreksi satelit altimetri seperti tidak diterapkannya koreksi pasut dalam penentuan komponen-komponen pasut. Dalam tugas akhir ini, akan dibahas penggunaan data satelit altimetri Jason dengan analisis harmonik teknik kuadrat terkecil untuk menentukan komponen-komponen pasang surut di perairan Indonesia.
DETEKSI PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG DENGAN TEKNIK DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR) MENGGUNAKAN SOFTWARE ROI_PAC BERBASIS OPEN SOURCE Saputro, Eko Andik; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.708 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang terletak di koordinat -6°58’ LS dan +110°25’ BT. Semarang terbentuk dari endapan alluvial yang terdiri dari material berukuran lempung dan pasir. Lapisan pembentuk tersebut berumur muda (sekitar 10.000 tahun) yang memiliki derajat kompaksi rendah sehingga masih memungkinkan tahapan pemadatan dan berpengaruh dengan penurunan muka tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penurunan muka tanah di Kota Semarang dengan teknik DInSAR. DInSAR adalah teknologi pencitraan radar kesamping dengan memanfaatkan informasi fase, amplitudo dan panjang gelombang dalam pengolahannya untuk mendapatkan topografi dan deformasi. Metode yang digunakan adalah two-pass interferometric dengan menggunakan 3-arsec (90 m) Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) sebagai Digital Elevation Model (DEM) referensi untuk menghapus unsur fase topografi. Data yang digunakan adalah tiga citra satelit ALOS PALSAR (Level 1.0) dengan akuisisi data Juni 2007 sampai September 2009. Teknik DInSAR ini diproses dengan menggunakan software ROI_PAC berbasis open source. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju penurunan muka tanah dengan teknik DInSAR rata-rata sebesar 0.78 cm/tahun hingga 14.13 cm/tahun. Hasil pengolahan DInSAR dibandingkan dengan hasil penurunan muka tanah menggunakan teknik levelling yang menghasilkan nilai standar deviasi sebesar 1.217 cm. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik DInSAR dapat digunakan dalam mendeteksi penurunan muka tanah di kota Semarang.
ANALISIS ZONASI DAERAH RENTAN BANJIR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KOTA KENDAL DAN SEKITARNYA) Matondang, Jhonson Paruntungan; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.469 KB)

Abstract

Kota Kendal merupakan daerah dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Laut Jawa yang sering dilanda bencana banjir, tidak terkecuali daerah-daerah di sekitar Kota Kendal. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota Kendal dan sekitarnya akan memberikan dampak terhadapan pembangunan pemukiman yang baru yang akan mempersempit ruang resapan air. Disamping Kota Kendal dan sekitarnya yang memiliki drainase yang buruk dan banyaknya sungai yang sering meluap ketika hujan turun akan menimbulkan terjadinya banjir. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangatlah penting, dimana kurangnya aplikasi SIG yang bisa menjelaskan, mempresentasikan objek daerah rentan banjir dari dunia nyata yang digunakan di dalam bentuk digital. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah data kemiringan lereng, jenis tanah, jaringan drainase, curah hujan, dan penggunaan lahan tahun 2008 yang diperoleh dalam bentuk peta digital. Peta digital akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3. Setiap data parameter akan diskoring dengan pemberian harkat dan bobot sesuai pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay intersect. Pada tahap akhir dilakukan validasi yang bermanfaat untuk menguji kebenaran kerentanan banjir di lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Peta Kerentanan Banjir Kota Kendal dan Sekitarnya. Kata Kunci : Banjir, Sistem Informasi Geografis, Kota Kendal dan Sekitarnya.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS DAERAH RESAPAN AIR (STUDI KASUS : KOTA PEKALONGAN) Adibah, Niswatul; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.261 KB)

Abstract

Daerah resapan air di daerah perkotaan sangat penting keberadaannya, karena berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian tata air di kawasan perkotaan khususnya dalam pelestarian air tanah dan mencegah terjadinya banjir lokal. Namun dewasa ini, pembangunan telah mengalami kemajuan yang pesat dan menimbulkan perubahan fungsi penggunaan lahan yang berdampak pada permasalahan berkurangnya daerah resapan air di kawasan perkotaan seperti yang terjadi di Kota Pekalongan. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis kondisi daerah resapan air di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode supervised classification yang disertai dengan raster to polygon, metode skoring dan overlay peta-peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan confusion matrix citra landsat di daerah penelitian sebesar 95,75 %. Hasil analisis kondisi daerah  resapan air di Kota Pekalongan yang mempunyai kondisi mulai kritis sebesar 4007,3702 ha (84%) dan daerah resapan air dalam kondisi agak kritis seluas 751,1084 ha (16%). Serta diperoleh hasil perhitungan nilai volume air larian pada tahun 2011 sebesar 55.028.378,9 m3 dengan nilai debit tampungan DASnya sebesar 148.219.200 m³/th. Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan kondisi daerah resapan air di Kota Pekalongan secara umum dalam kondisi mulai kritis namun tidak rentan banjir Kata Kunci :  Daerah Resapan Air, Kota Pekalongan, Penginderaan Jauh dan  Sistem Informasi Geografis
PENGAMATAN LENDUTAN VERTIKAL JEMBATAN KALI BABON DENGAN METODE GNSS KINEMATIK ., Najamuddin; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.557 KB)

Abstract

Jembatan Kali Babon adalah salah satu jembatan yang berada di jalan Pantai Utara Jawa tepatnya di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Jembatan Kali Babon ini dibangun pada tahun 2005 dengan panjang 33,5 meter. Sebuah jembatan akan mengalami dua macam deformasi, yaitu gerakan jangka panjang dan gerakan jangka pendek. Dalam penelitian ini, teknologi Topcon GNSS dual frukuensi akan digunakan untuk memantau besarnya deformasi yang terjadi pada Jembatan Kali Babon. Setiap titik pada jembatan menggunakan interval waktu (logging rate) sebesar 1 detik untuk pengambilan raw data. Hasil penentuan posisi titik pada penelitian ini didapatkan secara post-processing (sesudah pengamatan). Pemanfaatan GNSS secara kinematik ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan vertikal jembatan Kali Babon akibat satuan mobil penumpang yang melintasinya. Teknologi GNSS mampu mendeteksi lendutan vertikal jembatan Kali Babon. Hasil pengukuran metode GNSS kinematik jembatan Kali Babon diperoleh lendutan maksimal sebesar 0,187 meter dengan lama pengamatan 28 menit. Berdasarkan perhitungan teknis pembebanan jembatan dengan menggunakan data struktur dan bahan struktur Jembatan Kali Babon, secara teoritis lendutan yang terjadi adalah sebesar 0,239 meter. Hal ini menunjukan bahwa lendutan jembatan Kali Babon masih memenuhi standar. Kata kunci : Jembatan Kali Babon, GNSS, Lendutan vertikal
VISUALISASI KADASTRAL 3D DALAM PENYUSUNAN PROPERTI HAK MILIK ATAS SATUAN RUMAH SUSUN (HMASRS) UNTUK MENGOPTIMALKAN SISTEM INFORMASI PERTANAHAN (STUDI KASUS: PLASA SIMPANGLIMA) Adhi, Sasongko; Sudarsono, Bambang; Kahar, Sutomo
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.33 KB)

Abstract

Badan Pertanahan Nasional, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional Pertanahan ditugaskan untuk membangun dan mengembangkan suatu sistem informasi pertanahan yang didalamnya meliputi pengelolaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah berbasiskan sistem informasi geografis. Pembangunan sistem informasi pertanahan ini salah satunya ditujukan untuk mengoptimalkan pelayanan pertanahan dalam penyampaian data dan informasi kepada masyarakat. Terkait dengan pengoptimalan pelayanan pertanahan, pemetaan kadastral dua dimensi yang diterapkan pada bangunan rumah susun sudah saatnya mulai dikembangkan kearah tiga dimensi. Hal ini dikarenakan rumah susun merupakan bangunan bertingkat yang memiliki banyak properti dengan pemanfaatan yang berbeda-beda. Sebuah model tiga dimensi memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memilih posisi virtual dalam peta, keakuratan yang lebih baik dalam memahami dan menginterpretasi peta, serta untuk menampilkan bentuk yang lebih perspektif dan dapat memperlihatkan bentuk secara real sehingga dapat memberikan informasi dari bangunan fisik yang ada. HMASRS merupakan salah satu obyek Pendaftaran Tanah sesuai PP No. 24 tahun 1997, namun pada saat ini kegiatan pendaftaran tanah terhadap HMASRS masih dilakukan dengan pendekatan secara 2 dimensi dengan informasi yang terbatas (aspek ruang belum dapat terakomodasi). Sehingga, Pemodelan Kadastral Tiga Dimensi (3D) dalam Penyusunan Properti Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (HMASRS) untuk Mengoptimalkan Sistem Informasi Pertanahan sangat tepat dalam menyediakan informasi yang lengkap atas obyek HMASRS. Data simulasi penelitian diperoleh dari Kantor Pertanahan Kota Semarang dan Kantor Pemasaran Plasa Simpanglima, berupa gambar denah Plasa Simpanglima dalam format digital. Pengolahan data meliputi penggambaran objek dalam tiga dimensi, serta pembuatan relation/link tiap denah dengan informasi yang terkait. Kata Kunci : Sistem Informasi Pertanahan, Kadastral Tiga Dimensi (3D), Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (HMASRS)