Kafrawi Kafrawi
Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Karakteristik Morfologi Fase Vegetatif Berbagai Varietas Jeruk Pamelo Pangkep dengan Teknik Sambung Mini Kafrawi, Kafrawi; Kumalawati, Zahraeni
Jurnal Agrista Vol 12, No 3 (2008): Volume 12 Nomor 3 Desember 2008
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.491 KB)

Abstract

Morphology Characteristics of Vegetatif Phase on Several Varieties Pangkep Pummelo (Citrus maxima) with Mini Grafting TechniqueABSTRACT. The main objective of this research was to learning several stump effect to morphology characteristics of vegetatif phase of several varieties pangkep pummelo and to know various stump was compatible to growty support several pummelo pangkep. The project was conducted in green house and laboratory of Politani Pangkep, South Sulawesi from April to November 2007. The experiment was design in randomized block design consisted of two factors. Firstly, several entres pummelo i.e. pangkep merah, pangkep putih and sigula-gula. The second factor was several stump various pummelo i.e. swingle citrumelo, pangkep merah, pangkep putih and si gula-gula. The result showed pangkep merah pummelo have better vigor was use entres or stump. All growth variants show pangkep merah pummelo induced statistically significant effect (caulis diameter, bud length bud, sum bud, leaf area, root length, moisture content of root and tree).
Skrining Isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteri (PGPR) dari Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Gorontalo Kafrawi, Kafrawi
Prosiding Seminar Biologi 2015: Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2284.775 KB)

Abstract

Sebanyak 25 rizobakteri telah diisolasi dari tanaman bawang merah di Gorontalo dan telah diuji kemampuannya  sebagai  isolat  potensial  (PGPR).  19  isolat  yang  menghasilkan  metabolit  sekunder komponen PGPR seperti auksin, giberelin, fiksasi N2, pelarut fosfat, siderophores dan sifat antagonis terhadap Fusarium oxysporum f, sp cepae. Isolat GR 7, GR 11, GR 21, GR 24 dan GR 25 berpotensi sebagai  konsorsium  formulasi  bakteri  PGPR  karena  dapat  menghasilkan  metabolit  sekunder  yang berguna untuk pertumbuhan tanaman bawang merah.
Tingkat Produksi Lateks Tanaman Karet (Havea Brasiliensis L.) Pada Berbagai Umur Tanaman kafrawi, Kafrawi; Kumalawati, Zahraeni; Sufyan, Sufyan; Arham, Arham
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.836 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi lateks tanaman karet pada berbagai tingkat umur tanaman. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan pengamatan panen lateks pada berbagai umur tanaman (tahun) yang terdiri atas : 9, 10, 23, dan 37. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat lateks sebelum dan setelah giling serta setelah pengasapan paling tinggi diperoleh pada tanaman berumur 37 tahun (tahun tanam 1979) yaitu masing-masing sebesar 238.48 kg, 221.05 kg, dan 218.58 g. Namun kadar kering karet (K3) terberat diperoleh pada tanaman berumur 23 tahun (tahun tanam 1983) yaitu  97%.
Kelimpahan Spora Dua Jenis Cendawan Mikoriza Arbuskula pada Rizosfer Bibit Lada (Piper ningrum L.) Setelah Aplikasi Pupuk Majemuk Kumalawati, Zahraeni; Kafrawi, Kafrawi; Elfasela, Ina
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.859 KB)

Abstract

Pemanfaatan cendawan mikoriza arbuskula menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dalam kegiatan budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit tanaman lada pada berbagai dosis pupuk majemuk serta kelimpahan dua jenis mikoriza arbuskula dalam rhizosfer tanaman. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, dengan perlakuan konsentrasi pupuk majemuk, yaitu 1 mg.L-1 air (P1), 1.5 mg.L-1 air (P2), dan 2 mg.L-1 air (P3).  Bibit lada diinokulasikan dua jenis CMA yaitu Glomus sp. dan Acaullusspora sp. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman lada melalui volume akar yang terbentuk lebih baik pada konsentrasi pupuk majemuk 1 mg.L-1 dibandingkan dengan konsentrasi pupuk cair yang lebih tinggi (2 mg.L-1). Kelimpahan spora CMA jenis Glomus sp. lebih besar (175-233) dibandingkan jenis Acauluspora sp (49-74). Kelimpahan spora CMA jenis Glomus sp. dan Acauluspora sp., dalam rhizosfer bibit lada paling tinggi pada  konsentrasi pupuk majemuk  yang rendah (1 -1,5 mg.L-1) dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi (2mg.L-1).
UJI PENGHAMBATAN PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERENDAMAN ALLELOPATI EKSTRAK BERBAGAI ORGAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersium L.) kafrawi, kafrawi; Kumalawati, Zahraeni; Thamrin, Syahruni
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui penghambatan perkecambahan  benih kakao pada berbagai variasi jenis zat allelopati dari ekstrak tanaman tomat dan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao. Percobaan terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama yaitu mengamati viabilitas benih kakao yang diberi allelopati ekstrak berbagai organ tanaman tomat dengan cara perlakuan perendaman benih kakao, sedangkan percobaan kedua mengamati pertumbuhan benih kakao yang telah diberi allelopati, dan percobaan disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 4 macam  perlakuan yaitu: tanpa perlakuan (M0), ekstrak daun tomat buah (M1), ektrak batang tomat buah (M2), ekstrak daun tomat sayur (M3), dan ekstrak batang tomat sayur (M4). Hasil percobaan menunjukkan bahwa penghambatan pengecambahan terbaik diperoleh dari perlakuan pemberian  allelopati ekstrak daun tanaman tomat sayur dengan daya kecambah terkecil sebesar 20% dan indeks vigor sebesar 10,42, sedangkan pertumbuhan vegetatif bibit kakao terbaik akibat perendaman allelopati ekstrak  tanaman tomat diperoleh dari kontrol (tanpa perlakuan) yaitu tinggi tanaman (13,53 cm), jumlah daun, (10,50 helai ), luas daun (13,53 cm2) dan volume akar (10,67 mL), kecuali diameter batang yang terbaik pada ekstrak allelopati daun tanaman tomat buah ( 3,57 mm).