Asep Kadarohman
Department of Chemistry Education, Faculty of Mathematics and Sciences Education, Indonesia University of Education, Bandung, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 West Java

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Garam 1,3-Alkilmetil-1,2,3-benzotriazolium: Sistem Pelarut Ionik Baru pada Proses Pelarutan dan Rekonstitusi Selulosa Mudzakir, Ahmad; Aisyah, Siti; Kadarohman, Asep; Anwar, Budiman; Setiadi, Yanuar
C H E M I C A Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.233 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi cairan ionik berbasis kation benzotriazolium sebagai pelarut selulosa. Sembilan cairan ionik telah berhasil disintesis dan diujicobakan sebagai pelarut selulosa dengan bantuan pemanasan microwave. Kesembilan cairan ionik tersebut merupakan garam dari tiga jenis kation yaitu kation 1,3-etilmetil-1,2,3-benzotriazolium ([MEBzt]+), kation 1,3-heksilmetil-1,2,3-benzotriazolium ([MHBzt]+), dan kation 1,3-metiloktil-1,2,3-benzotriazolium ([MOBzt]+) dengan tiga jenis anion untuk masing-masing kation. Anion yang digunakan adalah bromida ([Br]-), asetat ([CH3COO]-), dan tiosianat ([SCN]-). Cairan ionik [MEBzt]Br, [MHBzt]Br, dan [MOBzt]Br berhasil disintesis melalui dua tahap reaksi yaitu reaksi metilasi menggunakan dimetilsulfat dan reaksi alkilasi-kuartenerisasi masing-masing menggunakan etilbromida, heksilbromida dan oktilbromida. Keenam cairan ionik lainnya disintesis melalui reaksi metatesis anion antara garam 1,3-alkilmetil-1,2,3-benzotriazolium bromida dengan garam perak dari masing-masing anion. Analisis spektroskopi inframerah (FTIR) dan spektroskopi resonansi magnetik inti (1H-NMR) yang digunakan untuk menentukan struktur menunjukkan bahwa kesembilan garam berhasil disintesis. Analisis kelarutan selulosa menunjukkan bahwa cairan ionik [MOBzt]CH3COO menujukkan nilai kelarutan paling tinggi untuk selulosa yaitu sebesar 26 % b/b. Panjang alkil dalam kation benzotriazolium dan jenis anion yang digunakan tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada kelarutan selulosa. Pengaruh proses pelarutan ini sedikit meningkatkan kestabilan termal dari selulosa. Namun pengaruh proses ini terhadap struktur permukaan selulosa tidak nampak dengan jelas. Kata kunci: selulosa, cairan ionik, garam 1,3-alkilmetil-1,2,3-benzotriazolium pelarutan, dan rekonstitusi ABSTRACT The aim of research to know the potency of ionic liquid based on the benzotriazolium cation as cellulose solvent. Nine ionic liquids have been synthesized successfully and   tried out as a solvent of cellulose by conducted microwave heating. The nine of the ionic liquids are salt of three kinds of  cations represent the salt from three cation type those are 1,3-ethylmethyl1,2,3-benzotriazolium cation ([MEBZT]+), 1,3-hexylmethyl-1,2,3-benzotriazolium cation ([MHBZT]+), and 1,3-methyloctyl-1,2,3-benzotriazolium ([MOBZT]+) cation with three anions type for each cation. Those are Anion used bromide ([Br]-), acetate ([CH3COO]-), and thiocyanate  ([SCN]-). The ionic liquids [MEBZT]Br, [MHBZT]Br, and [MOBZT]Br have been synthesized successfully throughout  two phases  namely methylation reaction using  dimethylsulphate  and quaternary-alkylation reaction using ethyl bromide, hexyl bromide and octyl bromide respectively. The Six others of the ionic liquid are synthesized throughout anion metathesis reaction between 1,3-alkylmethyl-1,2,3-benzotriazolium bromide salt with the silver salt from each anion. The analysis  of the structures by Infrared (FTIR) and Nuclear Magnetic Resonance (1HNMR) spectroscopy. Determine the structure show that the nine of salts have been synthesized successfully. Solubility Analyze of cellulose show that the ionic liquid of [MOBzt]CH3COO indicate the highest of solubility value for cellulose that is 26 % w / w.  The long alkyl chain in benzotriazolium cation and the type of anion is used do not show the significant influence on solubility of cellulose. The Influence this solubility process less improve stability thermal of cellulose. But the influence of this process on surface structure of cellulose is not clear. Key Word: Cellulose, ionic liquid, solubility of 1, 3-alkyl methyl-1,2,3benzotriazolium salt , and reconstitution
Kinetics of Complex Reaction of Eugenol Hydrogenation to 2-Methoxy-4-Propylphenol in Pd/Y Catalyst Kadarohman, Asep
Jurnal ILMU DASAR Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.627 KB)

Abstract

Eugenol and isoeugenol hydrogenations using Pt, Pd, Ni as a single or combined metal, that was supported on X and Y zeolite have been carried out. The experiment result showed that in hydrogenation reaction using metal that was supported on zeolite, eugenol is more easily hydrogenated than isoeugenol. Pd metal that was supported on Y zeolite as a catalyst in eugenol hydrogenation is more effective than Ni, Pt or combined metal (Pt,Pd,Ni/X). The highest conversion selectivity of eugenol hydrogenation is in 6% catalyst of Pd (10%)/Y that produced 98.24% of 2-methoxy-4- propylphenol. Kinetic of reaction is very important data that is needed in processing for industry scale, because kinetic can show how fast the starting material is converted into products. In this research, kinetic of the reaction was done by eugenol hydrogenation at 245oC with variation of time using Pd/Y catalyst. The result shows that eugenol hydrogenation is a complex reaction, because the reaction yields not only 2-methoxy-4-propylphenol as a main product, but also cis-isoeugenol and trans-isoeugenol as the side products. The reaction pathway of eugenol hydrogenation in Pd/Y catalyst is a combination of parallel and consecutive pathway and pseudo first order reaction with k = 0.5509. Keywords: Kinetic, eugenol, hydrogenation, 2-methoxy-4-propylphenol
MINYAK ATSIRI SEBAGAI TEACHING MATEMAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN KIMIA Kadarohman, Asep
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.338

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu bahan ekspor non migas andalan Indonesia. Namun harga senyawa turunan minyak atsiri yang diimpor ke Indonesia jauh lebih mahal daripada harga minyak atsiri yang dieskpor. Untuk mengatasi permasalahn tersebut pemerintah telah menetapkan penelitian bidang minyak atsiri merupakan topik penelitian unggulan saat ini. Minyak daun cengkeh, minyak sereh, minyak terpentin, minyak pefinen, minyak nilam, dan minyak akar wangi merupakan beberapa contoh minyak atsiri yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Minyak atsiri awalnya digunakan sebagai bahan pewangi, parfum, obat-obatan, dan bahan aroma makanan. Dalam perkembangan sekarang hasil sintesis senyawa tuunanan minyak atsiri dapat digunakan sebagai feromon, aditif biodisel, antioksidan, polimer, aromaterapi, penjerap logam, sun screen block dan banyak lagi kegunaan lainnya. Pendidikan merupakan salah satu media strategis yang dapat digunakan untuk mempercepat transfer ilmu. Penggunaan bahan lokal sebagai teaching material dengan pendekatan life skill banyak disarankan dalam proses pembelajaran kimia. Pada makalah ini akan dibahas konsep-konsep kimia minyak atsiri dan penerapannya dalam pembelajaran kimia, YanE diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan terhadap pemanfaatan komponen senyawa minyak atsiri lebih lanjut. Ilmu kimia sebagai produk dan proses sains berimpilikasi terhadap proses pembelajaran yang dikembangkan. Agar minyak atsiri dapat digunakan sebagai teaching material dalam proses pembelajaran kimia, maka kajian minyak atsiri harus memenuhi pada kedua kriteria tersebut. Pada pembahasan yang dilakukan ditemukan bahwa sebagai produk dan proses, minyak atsiri merupakan bahan dasar yang dapat digunakan untuk mendapatkan produk-produk yang lebih bermanfaat yang terus diteliti oleh para ahli kimia sampai saat ini. Banyak konsep kimia yang dapat dijelaskan dengan mengunakan minyak atsiri sebagai teaching material, seperti konsep isolasi, pemurnian, analisis, dan berbagai macam jenis reaksi. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa Kimia minyak atsiri mengandung konsep-konsep kimia yang dapat digunakan sebagai teaching material dalam proses pembelajaran kimia. Pembelajaran kimia dengan menggunakan contoh proses dan reaksi yang berhubungan dengan minyak atsiri akan meningkatkan kebermaknaan belajar.Kata Kunci: Teaching material, pembelajaran, dan minyak atsiri.
MISKONSEPSI DAN SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN LEMAK MELALUI PRAKTIKUM PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN Kadarohman, Asep; Nahadi, Mr; Asri M, Mira Ratna
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.202 KB) | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.295

Abstract

The students’ misconceptions and attitudes in teaching learning fat through transparent soap-making lab has been investigated. The study was conducted on 36 science students on the 3th grade at one of the state senior high school in Bandung. The research used descriptive method, with diagnostic tests, questionnaires attitude scale “Likert”, observation, and interviews as the instruments. It was found that, 50% of students had misconceptions on physical properties of fats and oils concepts. The students had a good perception on teaching learning process as well as the relationship of fat with daily life.Keywords: misconceptions, attitudes, fat
EKSPLORASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR SOLAR Kadarohman, Asep
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.543 KB) | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.366

Abstract

Minyak atsiri merupakan produk bahan alam dari keragaman hayati Indonesia yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioaditif bahan bakar solar. Minyak cengkeh, minyak terpentin, minyak pala, minyak gandapura, minyak sereh dan minyak kayu putih adalah minyak atsiri yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bioaditif bahan bakar solar karena senyawa-senyawa penyusunnya memiliki rantai siklik dan ketersediaan oksigen yang cukup besar. Temuan penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai minyak atsiri yang paling berpotensi untuk dijadikan sebagai bioaditif bahan bakar solar, yang selanjutnya dapat dilakukan kajian lebih lanjut tentang potensi minyak atsiri tersebut. Secara umum, penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama karakterisasi minyak solar dan bioaditif menggunakan GC-MS, tahap kedua karakterisasi fisik solar-bioaditif pada berbagai komposisi, dan tahap ketiga penentuan laju konsumsi pada mesin satu silinder skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak cengkeh dapat menurunkan laju konsumsi bahan bakar sebesar 4,43% pada penambahan bioaditif 0,6%, minyak terpentin 5,07% pada penambahan bioaditif 10%, minyak pala 0,16% pada penambahan bioaditif 0,4% dan minyak kayu putih 1,82% pada penambahan bioaditif 3%, sedangkan  laju konsumsi bahan bakar yang ditambah minyak gandapura dan minyak sereh lebih tinggi dibandingkan solar murni. Dapat disimpulkan bahwa minyak cengkeh memiliki kemampuan paling tinggi dalam menurunkan tingkat laju konsumsi bahan bakar solar.Kata kunci: Minyak Atsiri, Solar, Bioaditif.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN STEREOKIMIA BERBASIS VISUALISASI 3D MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL Setyarini, M.; Liliasari, Liliasari; Kadarohman, Asep; A. Martoprawiro, Muhamad
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i1.11082

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menyelidiki keefektifan program pembelajaran stereokimia berbasis visualisasi 3D molekul menggunakan salah satu chemical drawing software berbasis open source yakni Avogadro, dan animasi kekiralan melalui komputer untuk meningkatkan kemampuan? spasial mahasiswa calon guru. Studi menggunakan quasi experimental control group pretest-posttest design. Instrumen penelitian terdiri dari 25 soal pilihan ganda disertai alasan, disusun berdasarkan indikator tiga dimensi utama? kemampuan spasial. Penelitian dilaksanakan di satu LPTK di Provinsi Lampung,? semester ganjil Th. Akademik 2014/2015. Subjek penelitian terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing ada sebanyak 30 mahasiswa.? Hasil penelitian menunjukkan bahwa? rata-rata skor post test kemampuan spasial kelompok mahasiswa dengan pembelajaran stereokimia berbasis visualisasi 3D molekul secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok mahasiswa yang media pembelajarannya menggunakan molymod. Keefektifan program ditunjukkan oleh peningkatan N-gain dalam kategori sedang dan efek size (d) dalam kategori tinggi untuk ketiga dimensi utama kemampuan spasial.??Kata kunci: stereokimia, visualisasi 3D, kemampuan spasial, software open-source,?THE EFFECTIVENESS OF STEREOCHEMISTRY BASED ON 3D VISUALIZATION OF MOLECULES IN IMPROVING SPATIAL ABILITY?Abstract: The purpose of this study is to investigate the effectiveness of stereochemistry learning programs based on 3D visualization of molecules using the open source chemical drawing softwares, Avogadro, and animation of chirality to improve spatial ability of teacher candidates. This study used a quasi-experimental control group pretest-posttest design. The research instrument consisted of 25 multiple choice questions along with the reasons elaboration, composed based on three major indicator dimensions of spatial ability. The research was conducted at a LPTK in Lampung Province, in the first semester of Academic Year 2014/2015. The subjects consisted of control class and experimental class, each of which consisted of 30 students. The results showed that the average post-test scores of spatial ability of students learning stereochemistry based on 3D visualization of molecules was significantly higher than the group of students learning using molymood media. The effectiveness of the program was shown by the increase in N-gain in the medium category and effect size (d) in high category for the three main dimensions of spatial ability.?Key words: stereochemistry, 3D visualization, spatial ability, open-source software
PROFIL KEMAMPUAN BERINKUIRI SISWA SMA PADA TOPIK PENGARUH PERUBAHAN SUHU TERHADAP SISTEM KESETIMBANGAN KIMIA Handayanti, Yuli; Sopandi, Wahyu; Kadarohman, Asep
Jurnal Tadris Kimiya Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Chemical Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.037 KB) | DOI: 10.15575/jta.v1i2.1249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kemampuan berinkuiri siswa SMA pada topik pengaruh perubahan suhu terhadap sistem kesetimbangan kimia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, dengan subjek siswa kelas XI sebanyak 212 orang yang berasal dari 4 SMA di kota Bandung dan 1 SMA di kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian utama berupa tes dan instrumen pendukung berupa pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kemampuan berinkuiri siswa SMA secara keseluruhan pada topik pengaruh perubahan suhu terhadap sistem kesetimbangan kimia diantaranya aspek mengajukan pertanyaan 69,34%, aspek merumuskan hipotesis 58,02%, aspek merancang percobaan 32,08%, aspek mengumpulkan data 75,94%, aspek interpretasi data 75,47% dan aspek menyimpulkan 68,40%. 
Kinetics of Complex Reaction of Eugenol Hydrogenation to 2-Methoxy-4-Propylphenol in Pd/Y Catalyst Kadarohman, Asep
Jurnal ILMU DASAR Vol 11 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.627 KB)

Abstract

Eugenol and isoeugenol hydrogenations using Pt, Pd, Ni as a single or combined metal, that was supported on X and Y zeolite have been carried out. The experiment result showed that in hydrogenation reaction using metal that was supported on zeolite, eugenol is more easily hydrogenated than isoeugenol. Pd metal that was supported on Y zeolite as a catalyst in eugenol hydrogenation is more effective than Ni, Pt or combined metal (Pt,Pd,Ni/X). The highest conversion selectivity of eugenol hydrogenation is in 6% catalyst of Pd (10%)/Y that produced 98.24% of 2-methoxy-4- propylphenol. Kinetic of reaction is very important data that is needed in processing for industry scale, because kinetic can show how fast the starting material is converted into products. In this research, kinetic of the reaction was done by eugenol hydrogenation at 245oC with variation of time using Pd/Y catalyst. The result shows that eugenol hydrogenation is a complex reaction, because the reaction yields not only 2-methoxy-4-propylphenol as a main product, but also cis-isoeugenol and trans-isoeugenol as the side products. The reaction pathway of eugenol hydrogenation in Pd/Y catalyst is a combination of parallel and consecutive pathway and pseudo first order reaction with k = 0.5509.
MISKONSEPSI SISWA YANG MENGGUNAKAN TEKS PERUBAHAN KONSEPTUAL MENGENAI HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA Fajriani, Gita N; Sopandi, Wahyu; Kadarohman, Asep
Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3 No 1 (2019): Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia
Publisher : Chemistry Education Department of Education and Teaching Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.569 KB) | DOI: 10.19109/ojpk.v3i1.3361

Abstract

Miskonsepsi merupakan pemodelan yang salah dari suatu fenomena, dimana bagi siswa pemodelan tersebut nampak masuk akal dan berpotensi benar. Pembelajaran yang baik adalah dengan cara memunculkan pengetahuan lama untuk dihubungkan dengan pengetahuan baru.Salah satu metode pembelajaran untuk mendukung proses ini yaitu dengan menggunakan teks perubahan konseptual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa yang belajar menggunakan teks perubahan konseptual mengenai materi hukum-hukum dasar kimia.Penelitian dilakukan pada 69 siswa kelas X di SMA Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa, terdapat sepuluh miskonsepsi yaitudalam hukum kekekalan massa, jika massa salah satu unsur dilipatgandakan, maka massa unsur lain juga harus dilipatgandakan dengan kelipatan yang sama (M-1); dalam hukum perbandingan tetap, massa senyawa hasil reaksi adalah penjumlahan massa unsur-unsur yang direaksikan (M-2); dalam hukum perbandingan tetap, massa unsur yang dijumlahkan adalah massa atom relatifnya (M-3); dalam hukum perbandingan tetap terdapat kesalahan matematis dalam menghitung massa unsur yang bereaksi sesuai dengan perbandingannya (M-4); dalam hukum perbandingan berganda, membandingkan salah satu unsur tanpa membuat perbandingan unsur yang lain sama (M-5); dalam hukum perbandingan berganda, menyatakan perbandingan unsur X dengan perbandingan unsur yang bukan X (M-6); dalam hukum perbandingan berganda, persentase unsur X adalah kebalikan dari persentase unsur yang bukan X (M-7); dalam hukum perbandingan volume, jumlah koefisien sebelum dan setelah reaksi adalah sama (M-8); dalam hukum perbandingan volume, jumlah volume sebelum dan setelah reaksi adalah sama (M-9); dalam hipotesis Avogadro, perbandingan koefisien menunjukkan perbandingan massa (M-10).
APAKAH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING MAMPU MELATIHKAN KETERAMPILAN ABAD 21? Mayasari, Tantri; Kadarohman, Asep; Rusdiana, Dadi; Kaniawati, Ida
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.275 KB) | DOI: 10.25273/jpfk.v2i1.24

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat, peran pendidikan menjadi sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan abad 21. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan ini dengan merubah peran guru dari dari penyedia dan peyampai informasi menjadi fasilitator untuk berbagi informasi dan pengetahuan serta melatihkan kemampuan memecahkan masalah kepada peserta didik. Pembelajaran konstruktivisme menjadi salah satu alternatif dalam melatihkan keterampilan abad 21. Model pembelajaran project based learning dan problem based learning menjadi model yang paling poluler pada pendekatan konstruktivisme. Namun, masih banyak para pendidik yang mengalami kebingungan dalam membedakan dan mengoperasikan  kedua model pembelajaran ini. Oleh karena itu, artikel ini mengulas persamaan dan perbedaan antara project based learning dan problem based learning, serta menjawab apakah kedua model pembelajaran tersebut mampu melatihkan keterampilan abad 21.