Juningtyastuti Juningtyastuti
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

COMPARATIVE ANALYSIS OF GROUNDING RESISTANCE VALUE IN SOIL AND SEPTICTANK Syakur, Abdul; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Dermawan, Arif
TEKNIK Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.007 KB)

Abstract

The aim of grounding system to protect of electrical equipment and instrumentation system and peopletogether. The lightning stroke near the strucutre of building can damage of equipment and instrumentationsystem. Therefore, it is very important to protect theese electrical and electronic equipment from lightningstrike uses lightning protection system and grounding system.This paper presents kind of grounding system at type of soil and place. The measurement of groundingresistance in soil and septictank have done. Types of soil for grounding resistance measuring aremarshland, clay and rockland.The measurement results of grounding resistance show that value of grounding resistance depend ondeepness of electrode and kind of soil and septictank. Grounding resistance value in septictank is morelower than soil.
ANALISIS DAMPAK TERPUTUSNYA KAWAT NETRAL TERHADAP JTM 20 kV Juningtyastuti, Juningtyastuti; Karnoto, Karnoto; Riyanto, Riyanto
TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Pada sistem distribusi tenaga listrik yang menggunakan sistem Bintang 4 kawat Multy Grounded Common Neutral (Y-4 W-MCGN), jika kawat netral hilang maka tidak akan ada lagi sistem tersebut, karena sistem  MGCN  akan terselenggara dengan baik hanya jika ada saluran netral, sehingga hilangnya kawat netral di beberapa tempat pada saluran merupakan suatu kondisi tidak normal dan akan menyebabkan resiko yang tidak baik terhadap performance operasi sistem distribusi tenaga listrik dan kualitas pelayanan beban di sisi pelanggan.
ANALISIS KARAKTERISTIK DIELEKTRIK MINYAK HIDROLIK SEBAGAI ALTERNATIF ISOLASI CAIR UNTUK TRANSFORMATOR DAYA Martono, Andy; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Syakur, Abdul
TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.825 KB)

Abstract

Abstrak   Transformator daya merupakan salah satu peralatan tegangan tinggi yang mempunyai peranan cukup penting dalam Sistem Tenaga Listrik. Permasalahan terpenting pada transformator daya adalah isolasi atau dielektrik. Bahan dielektrik yang digunakan berbahan cair yaitu minyak isolasi, berfungsi sebagai media isolasi dan pendingin. Tiga sifat yang paling penting dari dielektrik cair adalah: viskositas kinematik (kinematic viscosity), kekuatan tegangan tembus (breakdown voltage), dan faktor rugi-rugi (tan δ). Kualitas dielektrik cair yang buruk akan menyebabkan kegagalan isolasi, dan berakibat tembus listrik (electrical breakdown). Untuk itu, penulis melakukan penelitian terhadap minyak hidrolik dengan tingkat kekentalan rendah, sebagai alternatif minyak isolasi transformator daya. Pengujian dimaksudkan untuk menganalisis karakteristik minyak hidrolik, dengan pembanding standar minyak isolasi transformator daya. Hasilnya menunjukkan bahwa: viskositas kinematik pada 200C adalah 27,38cSt, kekuatan tegangan tembus sebesar 16,80kV/2,5mm, dan faktor rugi-rugi (tan δ) bernilai 0,002-0,0032.   Kata kunci : minyak hidrolik, sifat-sifat terpenting  isolasi cair, transformator daya     Abstract   Power transformer is one of the high voltage equipment that has an important function on Power System. The most important problems in power transformers is the dielectrics or insulation. dielectrics material used is a liquid dielectrics namely oil insulation, has a function as an insulating and cooling. The three most important properties of liquid dielectrics are: kinematic viscosity, breakdown voltage, dissipation factor. Poor liquid dielectrics will cause insulation failure, and the resulting electrical breakdown. Therefore, authors research on hydraulic oil with low viscosity level, as an alternative to the power transformer insulating oil. testing is intended to analyze the characteristics of hydraulic oil, then comparison with standard power transformer insulating oil. The results showed that : kinematic viscosity at 200C is 27,38cSt, dielectric strength 16,80kV/2,5mm, and dissipation factor 0,0021-0,0032.   Keyword: hydraulic oil, most important properties of  liquid dielectrics, power transformer
Optimisasi Kinerja Pencahayaan Buatan Untuk Efisiensi Pemakaian Energi Listrik Pada Ruangan Dengan Metode Algoritma Genetika Juningtyastuti, Juningtyastuti; Warsito, Agung; Hadisusanto, Fanny
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 13, No 2 (2012): Volume 13 No 2 Agustus 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, namun energi listrik juga dapat membahayakan keselamatan manusia. Salah satu pemanfaatan energi listrik adalah untuk pencahayaan buatan. Jika hanya dari kuantitas cahaya, pencahayaan yang berlebihan tidak akan menjadi lebih baik bagi penglihatan manusia (mata). Pencahayaan yang baik harus memperhatikan kuantitas, kualitas pencahayaan yang ditentukan dari tingkat refleksi cahaya dan rasio pencahayaan pada ruangan. Selain itu juga harus memperhatikan efisiensi konsumsi energi listrik,dengan tetap memperhatikan intensitas penerangan pencahayaan buatan dan efisiensi daya listrik pada ruangan tersebut. Penulis mencoba melakukan penelitian pada ruang laboratorium dengan pencahayaan buatan menggunakan metode Algoritma Genetik, untuk mendapatkan kinerja pencahayaan buatan sehingga dapat menekan efisiensi energi listrik yang digunakan secara optimal. Dari hasil pengujian dan simulasi menunjukkan bahwa pada ruang laboratorium dengan lampu TL sebanyak 16 buah memberikan nilai intensitas penerangan 250,132 lux, dan efisiensi pemakaian energi listrik adalah 3,1289 watt/m2 .
ANALISA PEMANFAATAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT TERDISTRIBUSI UNTUK MENGURANGI RUGI-RUGI PADA JARINGAN DISTRIBUSI KABUPATEN PELALAWAN Anggoro, Dony C.; Karnoto, Karnoto; Juningtyastuti, Juningtyastuti
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.895 KB)

Abstract

Abstrak Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu daerah admisistratif di Provinsi Riau. Daerah ini memiliki jaringan distribusi listrik yang cukup panjang. Jarak antara pembangkit utama dengan beban terjauh  mencapai 100 km. Panjangnya jaringan distribusi menyebabkan tegangan di ujung jaringan tidak sesuai dengan standart SPLN 72: 1987. Disisi lain terdapat potensi energi baru terbarukan dengan jumlah besar di Kabupaten Pelalawan, yaitu limbah cair hasil pengolahan minyak sawit dari 20 pabrik kelapa sawit yang tersebar di seluruh Kabupaten Pelalawan. Potensi energi ini didapat dari proses anaerobik pengolahan limbah cair kelapa sawit berupa gas metana (CH4). Apabila gas ini dikumpulkan dan ditampung, dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangit teridistribusi. Hasil penelitian potensi energi limbah cair, Kabupaten Pelelawan memiliki potensi energi sebesar 965.494,386 MWh. Sedangkan simulasi  menggunakan ETAP 7.5.0 menujukkan  pemanfaatan energi dari limbah cair kelapa sawit sebagai pembangkitan terdistribusi dapat mengurangi drop tegangan sebesar 7,084 kV serta mengurangi rugi daya sebesar 3,331 MVA pada jaringan distribusi Kabupaten Pelalawan. Dengan memanfaatkan potensi energi dari limbah cair kelapa sawit menjadikan jaringan distribusi listrik Kabupaten Pelalawan sesuai dengan standart SPLN 72:1987. Kata Kunci: limbah cair kelapa sawit, pembangkitan terdistribusi, rugi tegangan, SPLN 72: 1987  Abstract Pelalawan Regency, an administration area in Raiu Province. This Regency has electrical distribution network that long enough. Distance between main power plant to the farthest loads up to 100 km. The length causes the voltage recived by customer at the end of the network not in compatible with SPLN standard. On the other hand there is the potential for renewable energy in Pelalawan, that is palm oil mill effluent from. Potential energy is obtained from the anaerobic wastewater treatment process of palm oil mill effluent. The results of the processing is methane gas (CH4). If the gas is collected and stored, can be used as distributed generaton fuel. The result of study on potential energy from palm oil mill effluent, shows that Pelalawan Regency has potential energy up to 965.494,386 MWh. Meanwhile, simulation using ETAP 7.5.0 shows that utilization of palm oil mill effluent as distributed generation can reduce voltage drop up to 7,084 kV and reduce power loss up to 3,331 MVA. The utilization of potential energy from palm oil mill effluent make electical distribution network on Pelalawan Regency suit to SPLN 72:1987 Standart. Keyword: palm oil mill effluent, distributed generation, voltage loss, SPLN 72:1987
PENENTUAN TARGET INDEKS KEANDALAN, DROP TEGANGAN, DAN RUGI DAYA PADA FEEDER SRL07 GI SRONDOL MENGGUNAKAN ETAP 7.5.0 Aziz, Thariq Fathony; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Winardi, Bambang
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.709 KB)

Abstract

Abstrak Feeder SRL06 GI Srondol Semarang yang menyuplai sebagian kawasan Tembalang termasuk kampus Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang memiliki tingkat keandalan yang kurang baik dengan indeks SAIFI 20 kali/tahun dan SAIDI sebesar 14,12 jam/tahun. Angka ini tidak sesuai dengan tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan dalam Standar PLN (SPLN) 59 : 1985. Oleh karena itu PT. PLN (Persero) Semarang Selatan menambah sebuah feeder baru yang menyuplai khusus wilayah kampus Universitas Diponegoro termasuk Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Perumahan Bukit Diponegoro, dan Jurang Belimbing  yang diberi nama feeder SRL07. Penelitian ini membahas target indeks SAIFI dan SAIDI feeder SRL07 tersebut dengan simulasi ETAP 7.5.0 berdasarkan laju kegagalan komponen yang terdapat pada jaringan. Simulasi drop tegangan dan rugi daya memastikan nilainya telah memenuhi standar regulasi tegangan desain Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV yang terdapat pada SPLN 72 : 1987 dengan hasil simulasi menunjukkan nilai SAIFI sebesar 2,1727 kali/pelanggan.tahun dan SAIDI 6,5016 jam/pelanggan.tahun. Sedangkan tegangan pada ujung saluran SRL07 sebesar 19,648 kV atau mengalami drop tegangan sebesar 1,76% dari tegangan nominal dengan rugi daya pada saluran sebesar 0,034 MW. Kata kunci: SAIFI, SAIDI, drop tegangan, rugi daya.  Abstract SRL06 feeder from Srondol Substation supplies a half of Tembalang region including Diponegoro University and National Diponegoro Hospital has a poor reliability levels with SAIFI indices 20 faults/year and SAIDI of 14,12 hours/year. This performance doesn’t fulfill with the level of quality service according to PLN standard (SPLN) No. 59 : 1985. Therefore, PT. PLN (Persero) Semarang Selatan adds a specific feeder that supplies area of Diponegoro University, National Diponegoro Hospital, Bukit Diponegoro, and Jurang Belimbing regency and this feeder is named SRL07. This final assignment discusses the SAIFI and SAIDI indices of SRL07 feeder using ETAP 7.5.0 simulation based on the failure rate of the components contained in the network. The voltage drop and power loss simulation make sure it value have met the standard of Medium Voltage Network (JTM) 20 kV design according to SPLN 72 : 1987 with the simulation results of SRL07 feeder show SAIFI value 2,1727 faults/customer.year and SAIDI 6,5016 hours/customer.year while the voltage at the end of the line SRL07 is 19,648 kV or experiencing a voltage drop of 1,76% from the nominal voltage with total power loss of 0,034 MW.Keyword: SAIFI, SAIDI, voltage drop, power loss.
EVALUASI SETTING RELAY PROTEKSI GENERATOR DAN TRAFO GENERATOR DI PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 1 Fitriyani, Maria Oktavia; Facta, Mochammad; Juningtyastuti, Juningtyastuti
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.112 KB)

Abstract

Abstrak PLTGU Tambak Lorok terdiri dari blok 1 dan blok 2. Blok 1 sejak 2011 beroperasi sebagai pembangkit cadangan dan pada tahun 2015 akan diaktifkan kembali sebagai pembangkit yang menyuplai daya secara terus menerus ke sistem dengan mengganti bahan bakar menjadi gas, akan tetapi sejak 2011 hingga saat ini setting relay di Blok 1 belum dievaluasi. Untuk menghindari kesalahan kerja dari relay ini maka akan dilakukan evaluasi setting relay proteksi di PLTGU Tambak Lorok Blok 1 khususnya relay proteksi pada generator dan trafo generator dengan menggunakan ETAP 12.6.0. Setelah dievaluasi, setting relay proteksi generator dan trafo generator masih layak untuk digunakan, kecuali relay arus lebih, relay urutan negatif dan under frequency relay yang mengalami perubahan dari nilai eksisting. Pada setting relay urutan negatif unit 4, setting I2 sebelum dilakukan evaluasi adalah 0,1813 A, sedangkan setting I2 setelah dilakukan evaluasi adalah 0,312 A. Pada setting relay arus lebih unit 1, 2, 3, setting TMS sebelum dilakukan evaluasi adalah 10 s, sedangkan setting TMS setelah dilakukan evaluasi adalah 1 s. Pada setting under frequency relay unit 4, setting Fpickup sebelum dilakukan evaluasi adalah 48,80 Hz, sedangkan setting Fpickup setelah dilakukan evaluasi adalah 49,49 Hz. Kata kunci : relay, generator, trafo generator Abstract PLTGU Tambak Lorok consists of block 1 and block 2. Block 1 since 2011 operates as a backup generator and in 2015 will be reactivated as a generator that supplies continuous power to the system by replacing the fuel into gas, but since 2011 until now, relay setting in Block 1 has not been evaluated. To avoid fault of these relays then the protection setting in PLTGU Tambak Lorok Block 1 particularly the protection of generator and transformer will be evaluated by using ETAP 12.6.0. After the evaluation, setting the generator and transformer protection relay generator is still feasible to be used, unless the relay overcurrent, negative sequence relays and under frequency relays are unchanged from the existing value. On the negative sequence relay setting of unit 4, setting I2 before the evaluation is 0.1813 A, while setting I2 after the evaluation is 0.312 A. In setting overcurrent relay unit 1, 2, 3, setting TMS prior to evaluation is 10 s, while setting TMS after the evaluation is 1 s. In the under frequency relay setting unit 4, setting Fpickup before an evaluation is 48.80 Hz, while setting Fpickup after the evaluation was 49.49 Hz. Keyword: relays, generator, generator transformers
PURIFIKASI FAKTOR RUGI DIELEKTRIK (TAN δ) DAN RESISTIVITAS SERTA WARNA DARI MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR SETELAH MENGALAMI PEMBEBANAN, DENGAN BENTONIT AKTIF Mahardika, Swastika; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Syakur, Abdul
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.107 KB)

Abstract

Abstrak Minyak isolasi transformator mengalami penuaan setelah mengalami pembebanan, terkontaminasi uap air, karbon dan debu. Tan δ, resistivitas, dan warna digunakan menjadi indikator kualitas minyak. Untuk memperbaiki kualitas minyak, dilakukan purifikasi dengan bentonit aktif. Pengujian menggunakan lima sampel minyak transformator setelah mengalami pembebanan dari transformator distribusi 3 fasa (transformator 400 KVA, 630 KVA dan 1 MVA). Pengujian tan δ dan resistivitas menggunakan Baur DTL metode standar IEC 60247, sedangkan pengujian warna menggunakan color comparator metode standar ASTM D1500, di Laboratorium Kimia, PT. PLN (Persero) Puslitbang, Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai tan δ dari sampel 1 menurun dari 0,00518 menjadi 0,00145, sampel 2 menurun dari 0,0448 menjadi 0,00455, sampel 3 menurun dari 0,01266 menjadi 0,00126, sampel 4 menurun dari 0,01544 menjadi 0,00128 dan sampel 5 menurun dari 0,02862 menjadi 0,00973. Perbaikan terjadi pada resistivitas, sampel 1 suhu 80°C mengalami peningkatan yaitu dari 171 GΩm menjadi 414 GΩm, sampel 2 dari 10,3 GΩm menjadi 266,5 GΩm, sampel 3 dari 71,4 GΩm menjadi 509,5 GΩm, sampel 4 dari 104,5 GΩm menjadi 483,2 GΩm. Sedangkan nilai resistivitas sampel 5 dari 8,8 GΩm menjadi 23,8 GΩm dan warna pada minyak yang sebelumnya gelap menjadi lebih cerah. Berdasarkan data-data uji tersebut sampel 1, sampel 2, sampel 3, sampel 4 masih layak digunakan, sedangkan sampel 5 tidak layak digunakan. Kata kunci : minyak transformator, tan δ, resistivitas, warna minyak, bentonit aktif  Abstract Used transformer oil aging caused by loading operation, water content, carbon, and ash. Tan δ, resistivity and color is an indicator the quality of the transformer oil. For improvement oil using purification with bentonite activated. Test used  five samples transformator oil from distribution 3 phases transformer (transformers 400 KVA, 630 KVA, and 1000 KVA. Tan δ and resistivity used Baur DTL standard method IEC 60247 and color test used color comparator standard method ASTM D1500 in Chemistry Laboratory of PT. PLN (Persero) Puslitbang, South Jakarta. The result showed that purification can improve tan δ of sample 1 (from 0,00518 to 0,00145), sample 2 (from 0,0448 to 0,00455), sample 3 (0,01266 to 0,00126), sample 4 (0,01544 to 0,00128) and sample 5 (from 0,02862 to 0,00973). Some improvements have been achieved resistivity improved of sample 1 with 80°C from 171 GΩm to 414 GΩm, sample 2 from 10,3 GΩm to 266,5 GΩm, sample 3 from 71,4 GΩm to 509,5 GΩm, sample 4 from 104,5 GΩm to 483,2 GΩm. Whereas resistivity sample 5 from 8,8 GΩm to 23,8 GΩm and the color of used transformer oil is dark after purification become clear. Based on results that sample 1, sample 2, sample 3, sample 4 still deserve for use, whereas sample 5 is not worth using. Keywords: used transformer oil, tan δ,  resistivity, transformer oil color,  activated bentonite
EVALUASI KOORDINASI SETTING RELE PROTEKSI OCR PADA JARINGAN DISTRIBUSI DAYA PEMAKAIAN SENDIRI DI PT INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG TAMBAK LOROK BLOK I DENGAN ETAP 7.5.0 Risangpajar, Ladislaus; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Nugroho, Agung
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.143 KB)

Abstract

Abstrak Sistem tenaga listrik terdiri dari pembangkitan, transmisi dan distribusi. Pada unit pembangkitan terdapat jaringan distribusi daya pemakaian sendiri yang selalu membutuhkan pasokan energi listrik dan diharapkan tidak terjadi gangguan maupun kegagalan.  Akan tetapi, pada jaringan distribusi daya pemakaian sendiri terdapat kesalahan koordinasi setting rele OCR, antara lain ketidaksesuaian jeda waktu / time grading antar rele OCR. Kesalahan koordinasi ini mengakibatkan menurunnya keandalan. Tugas akhir ini membahas evaluasi setting Overcurrent Relay (OCR) pada jaringan distribusi daya pemakaian sendiri di Unit Pembangkitan Tambak Lorok Blok I Semarang dengan menggunakan ETAP 7.5.0. dengan menentukan nilai arus setting untuk menghitung TMS dari masing-masing rele proteksi OCR pada jaringan. Pada existing, rele OCR terdekat tidak bekerja saat gangguan sehingga tidak sesuai syarat koordinasi proteksi. Terdapat rele OCR dengan time grading kurangdari 0,2detik dan lebihdari 0,4detik. Terdapat kurva koordinasi yang tumpang-tindih. Setelah resetting, rele OCR terdekat bekerja saat gangguan. Proteksi back-up bekerja sesuai urutan koordinasi saat rele utama gagal dan tidak ditemukan kurva tumpang-tindih.. Time grading sesuai standar IEEE 242-1986, yaitu 0,2-0,4detik. Penelitian ini memberikan koordinasi proteksi lebih baik daripada  existing dengan time grading sesuai standar IEEE 242-1986. Hasilnya adalah peningkatan keandalan pada jaringan distribusi daya pemakaian sendiri di Unit Pembangkitan Tambak Lorok Blok I Semarang. Kata Kunci : distribusi, gangguan, rele OCR, proteksi  Abstract Electrical power system consists of generation, transmission and distribution. At generation unit, there is a self power distributed network which always needs electrical power supply and expected not to be failure due to the faults. However, at self power distributed network there are possibilities of misscoordination OCR due to unappropriate time-grading that makes a decline reability. This final-assignment will investigate the OCRsetting at self power distributed network in Unit Pembangkitan Tambak Lorok Blok I Semarang by using ETAP7.5.0 to determine current-setting and TMS of each OCR. Based on existing-condition, the closest OCR was not tripped when there was a fault. This condition was incorrect coordination in protection. The time grading of several OCRs were lessthan 0.2s and morethan 0.4s. It was found overlapping curves among OCRs. After resetting, the closest OCR tripped when a fault occurs. The back-up protection was also in correct coordination. The time-grading was adjusted in accordance with IEEE242-1986standard, where the range of time grading was 0.2-0.4s. No overlap curves were found in coordination. This research gives a better OCRs coordination than existing condition and an appropriate time grading in according to IEEE242-1986 an increase the self power distributed network in Tambak Lorok Blok I Semarang reliability. Keyword: distribution, fault, Overcurrent Relay (OCR), protection
EVALUASI SETTING RELAY ARUS LEBIH DAN SETTING RELAY GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK SRONDOL Setiajie, Prayoga; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Handoko, Susatyo
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.44 KB)

Abstract

Abstrak Jaringan tegangan menengah adalah salah satu pendistribusian tenaga listrik dari pembangkit menuju konsumen. Tegangan akan di bagi pada tiap penyulang untuk pendistribusiannya. Semakin besarnya tingkat kebutuhan konsumen, PLN di tuntut untuk menambah penyulang baru. Pendistribusian tenaga listrik membutuhkan keandalan dalam menjaga peralatan penyaluran dari gangguan diantaranya gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk meminimalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan, yang semuanya tergantung pada ketepatan dalam setting peralatan proteksinya Salah satu peralatan proteksi yang di gunakan dalam jaringan tegangan menengah adalah relay arus lebih (OCR) dan relay hubung tanah (GFR). Pada penulisan tugas akhir ini akan dibahas evaluasi antara setting OCR dan GFR sebelum dan sesudah penambahan SRL 06 pada Gardu Induk Srondol. Hasil perbandingan antara perhitungan dan data terpasang pada Gardu Induk Srondol mendekati sama. Hasil perhitungan dari setting OCR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,258. Sedangkan setting OCR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,224. Penyetelan GFR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,423. Sedangkan setting GFR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,287 . Ini menunjukan bahwa setting yang terpasang pada Gardu Induk Srondol masih dalam kondisi baik. Kata kunci : setting OCR ,setting GFR, proteksi, hubung singkat  Abstract Medium voltage network is one of the distribution of electricity from generators to the consumer. The voltage will be separated to each feeder for its distribution. If the rate of consumer needs is higher, PLN demanded to add new feeder. Electric power distribution requires reliability in maintaining the distribution equipment from fault, including short circuit. So, to minimize the fault, protection system that meets the requirements of sensitivity, reliability, selectivity and speed, which is all depends on the precision in setting protection equipment  One of the protective devices  that used in medium voltage network is an over current relay (OCR) and ground fault relay(GFR. This research discusses evaluation between the OCR and GFR setting, in condition before and after the addition of SRL 06 at the Srondol substation.  The  comparison result between calculation and attached data in Srondol substation almost same.  The calculation from OCR setting in incoming side acquired TMS = 0,258. Meanwhile the OCR setting in outgoing side acquired TMS = 0,224. GFR setting in incoming side acquired TMS 0,423. Meanwhile GFR setting in outgoing side acquired TMS = 0,287. This result showed that attached setting in Srondol Substation still considered in good condition. Keywords: OCR settings, setting GFR, protection, short circuit