Articles

Found 19 Documents
Search

PROFESI AKUNTAN MERESPON DAMPAK MEMBURUKNYA KONDISI EKONOMI Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2000): NOVEMBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The economic crisis has already generated some audit risks. Audit practices become more complex. Going concern issues, litigation toward accounting profession, changes in laws and regulations affecting the profession have created the risk environment. Accounting profession responses such changes by managing them properly. Two approaches that are used to mitigate such risks are the comprehensive approach, and the appropriate policies and procedures approach. Moreover Indonesian Accountant Association as a Standard Board Authority has issued some PSAK (Indonesian GAAP) and SPAP (Indonesian GAAS) to provide the guidance for implementing audit engagement in the risk environment. Abstract in Bahasa Indonesia : Dampak memburuknya kondisi ekonomi telah menimbulkan berbagai resiko audit. Praktek audit menjadi semakin kompleks. Isu going concern, makin maraknya tuntutan terhadap profesi akuntan, perubahan hukum dan peraturan perundang-undangan yang memiliki dampak terhadap profesi akuntan telah menciptakan lingkungan resiko tersendiri. Profesi akuntan merespon perubahan ini dengan melakukan pengelolaan resiko yang memadai. Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk memindahkan resiko yaitu pendekatan komprehensif dan penyusunan kebijakan dan prosedur yang memadai. Disamping itu Ikatan Akuntan Indonesia sebagai badan penyusun standar telah menerbitkan beberapa PSAK dan SPAP baru untuk memenuhi kebutuhan akan pedoman untuk melaksanakan pengauditan dalam lingkungan resiko. Kata kunci: profesi akuntan, krisis ekonomi, lingkungan resiko, manajemen resiko
Pengaruh Good Corporate Governance, Voluntary Disclosure terhadap Biaya Hutang (Costs of Debt) Juniarti, Juniarti; Sentosa, Agnes Andriyani
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 11, No 2 (2009): NOVEMBER 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study is aimed to investigate the influences of good corporate governance and voluntary disclosure conducted by a company on its costs of debt.. Good corporate governance would be estimated by using the proportion of independent commissionare; managerial ownership; institutional ownership; and audit quality. Voluntary disclosure would however be calculated based on the scoring method of some selected criterias. The study also includes debt equity ratio and firm size as controlled variables in its estimated model. The result proves that institutional ownership and quality audit negative-significantly affect the companies’ costs of debt. In contrast the other variables as well as the both controlled variables do not contribute to the to costs of debt. Abstract in Bahasa Indonesia:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah good corporate governance dan voluntary disclosure berpengaruh signifikan terhadap cost of debt. Good corporate governance diproksikan dengan proporsi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan kualitas audit. Voluntary disclosure diukur dengan menggunakan metode scoring atas kriteria voluntary disclosure yang telah ditetapkan.  Penelitian ini menggunakan debt to equity ratio dan firm size sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara parsial kepemilikan institusional dan kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap cost of debt. Sementara itu proporsi komisaris independen kepemilikan manajerial, voluntary disclosure dan variabel kontrol tidak berpengaruh signifikan terhadap cost of debt. Kata kunci: Good corporate governance, voluntary disclosure, costs of debt.
CONTEMPORARY THEORY SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KONSOLIDASI Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 3, No 1 (2001): MAY 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Consolidated financial statements must be prepared if one of the combining entities obtain control over another. These reports should not be biased in favor of any group and must be based on the underlying substance of the economic events. There are some approaches or methods in preparing consolidated financial statements such as parent company theory, entity theory, proportional consolidation and contemporary theory. Certain problems and inconsistency in accounting procedures under each method arise in case the company owns less than 100% shares of the subsidiaries. Moreover there is no concencus among theorists which approach should be applied. Eventhough the pros and cons in arguing the proper approach has been going on in dabate, this paper attempts to set forth theoretical investigation to support the argumentation that contemporary theory is more appropriate approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi. Terdapat beberapa pendekatan atau metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi seperti parent company theory, entity theory, proportional consolidation dan contemporary theory. Masalah dan inkonsistensi dalam prosedur akuntansi dengan menggunakan masing-masing prosedur tersebut muncul jika kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%. Selain itu masih belum ada kesepakatan dari para teoritisi di bidang akuntansi mengenai metode yang harus diterapkan. Meskipun pro dan kontra dalam memperdebatkan pendekatan mana yang lebih sesuai terus berlangsung, tulisan ini mencoba mengetengahkan kajian teoritis untuk mendukung argumentansi bahwa contemporary theory merupakan pendekatan yang lebih sesuai. Kata kunci: laporan keuangan konsolidasi, penggabungan perusahaan, pendekatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PERPINDAHAN AUDITOR (AUDITOR SWITCH) PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN DI SURABAYA DAN SIDOARJO Juniarti, Juniarti; Kawijaya, Nelly
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 4, No 2 (2002): NOVEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research intends to predict factors that drive client to switch their existing auditor based on prior research undertaken by Chow and Rice (1982). The main independent variable used in this research is qualified audit opinion. In addition, this study also include merger, management changes and expansion as the control variables. The analysis unit for the four independent variables are some companies in East Java especially Surabaya and Sidoarjo area which have been audited by Audit Firm. The data collection is conducted by using mail survey. The multivariate techniques, i.e binary logistic is used to test the hypothesis. Overall, the finding showed that there is no significant evidence that qualified audit opinion and the other three control variables as the predicted variable for auditor switch by some companies in Surabaya and Sidoarjo. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi faktor-faktor yang mendorong klien untuk mengganti auditor yang ada, berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Chow dan Rice (1982). Variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah qualified audit opinion. Disamping itu penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yang terdiri dari merger, management changes dan expansion. Unit analisis yang diteliti adalah perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang pernah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Data diperoleh dengan cara mengirimkan kuesioner kepada responden yang dituju. Secara keseluruhan, temuan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan tidak terdapat bukti yang signifikan bahwa qualified audit opinion dan ketiga variabel kontrol yang lain merupakan variabel yang memprediksi perpindahan auditor yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Kata kunci: audit, pergantian auditor, qualified audit opinion.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INFORMASI YANG DIHASILKAN OLEH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI JAWA TIMUR Evelyne, Evelyne; Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 2 (2003): NOVEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Only limited empirical evidence has confirmed the relationship of information resulted by management information systems and the management performance. One of the previous research indicated that the information with certain characteristic leads to improve performance (Nazaruddin 1998). Based on the previous research finding, this study is intended to examine the relationship between the characteristic of information and the managerial´s performance. Indicators to measure the characteristic of information consist of broadscope, aggregation, integration and timeliness, while performance of management represented by the capability of manager in making planning, in achieving target, and in playing their role outside of the company. This research results revealed that in general there is a correlation between the characteristic of information consists of broadscope, aggregation, integration and timeliness and the performance of manager, eventhough the degree of correlation vary depend on the management need in achieving their performance. Abstract in Bahasa Indonesia : Hanya sedikit bukti empiris yang menunjukkan hubungan antara informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen dengan kinerja manajemen. Salah satu penelitian terdahulu menunjukkan bahwa informasi dengan karakteristik tertentu dapat meningkatkan kinerja (Nazaruddin 1998). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara karakteristik informasi dan kinerja manajerial. Indikator untuk mengukur karakteristik informasi adalah broadscope, agregasi, integrasi dan timeliness, sedangkan kinerja manajerial diwakili dengan faktor kemampuan manajer dalam membuat perencanaan, mencapai target dan melakukan kiprahnya diluar perusahaan. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara karakteristik informasi yang terdiri dari broadscope, agregasi, integrasi dan timeliness dengan kinerja manajerial, meskipun tingkat hubungan tersebut bervariasi tergantung pada kebutuhan manajer dalam mencapai kinerja mereka. Kata kunci: kinerja, karakteristik informasi, sistem informasi manajemen.
PENGARUH TINGKAT DISCLOSURE TERHADAP BIAYA EKUITAS Juniarti, Juniarti; Yunita, Frency
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 2 (2003): NOVEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purpose of this research is to examine the effect of disclodure level to cost of equity and the significancy of the influence to companies with bluechips and nonbluechips stock. Thirty listed companies in Jakarta Stock Exchange (JSX) selected based on certain criteria were used as research sample. Data are collected from documentation of financial statements and are analyzed by using statistical tool i.e. multiple regression. This research indicate that there is significant influence of disclosure level to cost of equity. However, this research cannot prove that there is a significant different of the influence of disclosure level to cost of equity to the companies with bluechips and nonbluechips stocks. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat disclosure terhadap biaya ekuitas dan signifikansi pengaruh tersebut pada perusahaan yang sahamnya tergolong sebagai saham bluechip dan non-bluechip. Sebanyak tiga puluh perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diambil sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil dokumentasi laporan keuangan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan diolah dengan menggunakan uji statistik regresi berganda. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan tingkat disclosure terhadap biaya ekuitas. Namun penelitian ini gagal untuk membuktikan akan adanya perbedaan signifikansi pengaruh tingkat disclosure pada biaya hutang pada perusahaan yang sahamnya tergolong sebagai saham bluechip dan nonbluechip. Kata kunci: Disclosure, Biaya ekuitas.
MANA YANG LEBIH MEMILIKI VALUE-RELEVANT: NET INCOME ATAU CASH FLOWS (Studi Terhadap Siklus Hidup Organisasi) Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research is aimed to examine the relative value-relevant of net income and cash flow measures in different life cycle stages. Corporate life cycle consists of four stages: start up, growth, mature, and decline stage. Firms in different life cycle stages have different characteristics, and therefore in each life cycle stages the usefulness of accounting measures also different. Net incomes are predicted to be more value relevant in mature stages, while cash flows are expected to be more value relevant in stages characterized by start up, growth, and decline stages. The results prove that in the growth stage, the analysis supports the hypothesis that cash flows are more value relevant than net income. However, in the mature stage, the analysis results reject the hypothesis. This research do not analyze for the start up stage and decline stage, because of the limitation of the sample data. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menguji manakah yang lebih memiliki value-relevant pengukuran laba atau arus kas pada masing-masing siklus hidup perusahaan. Siklus hidup perusahaan umumnya terbagi dalam tahap start-up, growth, mature dan decline. Karakteristik perusahaan berbeda untuk setiap tahap siklus hidup tersebut, karena itu kegunaan pengukuran akuntansi juga akan berbeda. Laba diperkirakan lebih memiliki value-relevant pada tahap mature, sementara arus kas diekspektasikan lebih memiliki value-relevant ketika perusahaan berada pada tahap start-up, growth dan decline. Penelitian ini membuktikan bahwa pada tahap growth, hasil pengujian yang dilakukan mendukung hipotesis bahwa cash flow lebih memiliki value relevant dibanding laba. Tetapi, untuk tahap mature, hipotesis yang diajukan tidak berhasil dibuktikan. Penelitian ini tidak dapat melakukan pengujian untuk tahap start-up dan decline, dikarenakan data sampel untuk kedua tahap tersebut tidak mencukupi untuk dilakukan pengujian. Kata kunci: siklus hidup organisasi, value-relevant, laba, arus kas.
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN GO PUBLIC Corolina, Corolina; Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 2 (2005): NOVEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The objective of this research is to identify factors which have an influence on income smoothing. This research involved 54 listed companies in Surabaya Stock Exchange during 6 years from 1994 until 2001 which excluded the data of 1997 and 1998. The results of univariate test in H01 indicated that there is no significant difference of company size and industrial sector between smoothing and non-smoothing company, while profitability proved to have significant difference between smoothing and non-smoothing company. However, the result of univariate test was not supported by the result of multivariate test in H02 which indicated that company size, profitability, and company industrial sector did not prove to have an influence on income smoothing. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba. Penelitian ini melibatkan 54 perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Surabaya dengan mengambil 6 tahun penelitian mulai tahun 1994 sampai dengan tahun 2001, tidak termasuk tahun 1997 dan 1998. Hasil pengujian univariate untuk H01, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan atas ukuran perusahaan dan sektor indsutri antara perusahaan yang tergolong dalam smoothing dan non-smoothing, sedangkan untuk profitabilitas, terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua klasifikasi perusahaan. Hasil pengujian univariate tersebut tidak didukung oleh hasil pengujian multivariate pada H02, yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas dan sektor industri tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Kata kunci: perataan laba, ukuran perusahaan, profitabilitas.
Good Corporate Governance and Predicting Financial Distress Using Logistic and Probit Regression Model Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 15, No 1 (2013): MAY 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.9744/jak.15.1.43-50

Abstract

The study aims to prove whether good corporate governance (GCG) is able to predict the probability of companies experiencing financial difficulties. Financial ratios that traditionally used for predicting bankruptcy remains used in this study. Besides, this study also compares logit and probit regression models, which are widely used in research related accounting bankruptcy prediction. Both models will be compared to determine which model is more superior. The sample in this study is the infrastructure, transportation, utilities & trade, services and hotels companies experiencing financial distress in the period 2008-2011. The results show that GCG and other three variables control i.e DTA, CR and company category do not prove significantly to predict the probability of companies experiencing financial difficulties. NPM, the only variable that proved significantly distinguishing healthy firms and distress. In general, logit and probit models do not result in different conclusions. Both of the models confirm the goodness of fit of models and the results of hypothesis testing. In terms of classification accuracy, logit model proves more accurate predictions than the probit models.
The Use Of Concept Map Strategy In Improving Students’ Ability In Composing Descritive Text Rizal, Syamsul; Juniarti, Juniarti
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.075 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis deskriptif teks menggunakan strategi peta konsep di SMPN 1 Taba Penanjung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Sample dari penelitian ini dalah siswa kelas VIIID di SMPN 1 Taba Penanjung yang terdiri dari 30 siswa. Data diperoleh dengan pemberian tes awal yang dilakukan sebelum adanya perlakuan dan memberikan tes pada siklus I, siklus II dan siklus III setelah adanya perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada peningkatan terhadap pemahaman menulis siswa dengan menggunakan peta konsep di SMPN 1 Taba Penanjung (Bengkulu Tengah). Hal ini dibuktikan dengan perolehan perbedaan nilai rata-rata tes awal dan nilai rata-rata tes akhir. Rata-rata nilai tes awal adalah 47,06 atau 6,89% sedangkan rata-rata tes akhir adalah 54,41 atau 20,68% pada siklus I, 72,27 atau 96,55% pada siklus II, dan 82,44 atau 100% pada siklus III. Peningkatanya dari tes awal sampai tes akhir pada siklus III adalah 35,38 atau 93,11%.