Ika Junianingsih
Master Program of Environmental Resources Management, Graduate Program, University of Brawijaya, Malang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

UJI KUALITAS MUTU PINDANG CUE-BESEK IKAN LAYANG(Decapterus sp.) DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.072 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.289

Abstract

Ikan dalam bentuk segar bersifat mudah rusak dan membusuk (Perishable Food) sehingga diperlukan pengolahan terhadap ikan segar agar daya simpan lebih tahan lama, lebih mudah di distribusikan dari pusat produksi ke pusat konsumsi, serta lebih mudah dikonsumsi. Pengolahan tradisional Pindang Cue yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Desa Jangkar Kabupaten Situbondo merupakan pengolahan ikan segar yang diawetkan secara tradisional dengan proses kombinasi penggaraman dan perebusan (pemanasan) pada suhu tinggi dan waktu yang relatif singkat menggunakan wadah Besek. Usaha pengolahan tradisional tersebut harus memperhatikan mutu produk olahan, sebab kualitas mutu produk olahan akan mempengaruhi harga jualnya. Mutu yang baik atau tinggi pada produk olahan akan berdampak pada harga ikan yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa kualitas mutu ikan pindang layang dengan metode pemindangan cue-besek.Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2014, dengan lokasi penelitian di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo.Tahapan penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel, preparasi sampel, yang dilanjutkan dengan uji laboratorium di Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Brawijaya. Metode pengujian kimia dilakukan melalui analisa proksimat (% berat basah) meliputi; kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak, dan kadar mineral berdasarkan standart analisa proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji proksimat ikan pindang untuk kadar karbohidrat sebesar 0.99%, kadar protein 27.00%, kadar lemak 3.80%, kadar mineral 2.26% kadar air 64.45% dan kadar abu sebesar 1.50%. Komposisi kimia ikan layang pindang menunjukkan bahwa kualitas mutu dari produk tersebut sesuai dengan standar syarat mutu yang ditetapkan dan aman dikonsumsi bagi masyarakat luas.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PENGOLAHAN TRADISIONAL IKAN TONGKOL ASAP DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 2 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.884 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v4i2.206

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis nilai profitabilitas usaha pengolahan ikan tongkol asap. Analisis profitabilitas usaha dilakukan untuk mengukur seberapa efektif/efisien suatu usaha akan menghasilkan laba dengan menggunakan sumber daya (resources) yang ada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2012, dengan lokasi penelitian di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo. Tahapan penelitian dilakukan melalui wawancara langsung (depth interview) terhadap key person (pengolah), menggunakan kuesioner semi-terstruktur yang dilanjutkan dengan kajian kelayakan finansial usaha pengasapan. Metode analisis untuk Uji profitabilitas usaha pengasapan dilakukan dengan perhitungan nilai keuntungan, rasio R/C, dan nilai ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha yang digunakan oleh usaha pengolahan ikan tongkol asap ialah sebesar Rp. 409.967.550,-/tahun dengan penerimaan sebesar Rp. 540.000.000,-/tahun dan keuntungan yang didapat sebesar Rp. 130.032.450,-/tahun. Hasil perhitungan rasio R/C sebesar 1.31/tahun menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan tongkol asap tersebut efisien dan layak diterima. Sedangkan untuk nilai ROI sebesar 13.4%/tahun menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan tongkol asap menguntungkan untuk terus dikembangkan. Pengolahan ikan tongkol asap berbasis kearifan lokal di desa Jangkar, Kabupaten Situbondo memiliki potensi untuk terus dipertahankan sebagai salah satu produk olahan perikanan yang bernilai dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Situbondo sehingga keberadaannya perlu untuk tetap dijaga.
PROSES PENGOLAHAN TERI NASI (Stolephorus commersonii) Di PT. DWI BINA UTAMA (DBU) DUSUN KALIASIN DESA TANJUNG PECINAN KECAMATAN MANGARAN, KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika; Ramli, Ramli
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 1 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.08 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v4i1.200

Abstract

Teri nasi (Stolephurus Commersonii) merupakan salah satu hasil perikanan yang menjadi komoditas ekspor non migas yang sedang dikembangkan, sehingga perlu adanya suatu penanganan atau pengolahan yang baik, agar teri nasi ini dapat pula di konsumsi di daerah yang jauh dari daerah penghasil. Dalam pemasarannya, teri nasi ini dapat di temukan dalam bentuk ikan segar dan dalam bentuk ikan olahan. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan tentang proses pengolahan teri nasi  (Stolephorus Commersonii).Dari hasil  penenelitian ini dapat di simpulkan bahwa bahan baku dalam produksi teri nasi di perusahaan ini adalah ikan teri nasi (stolep horus commersonil) dalam bentuk basah (Raw Material). Sedangkan bahan tambahan pangan yang digunakan adalah garam (NaCl) dan bahan pembantu berupa air dan es. Proses produksi teri nasi terdiri dari penerimaan bahan baku. Pencucian, perebusan, penirisan, penjemuran, sortasi, sizing, pengemasan, penyimpanan dingin di dalam cold storage.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN TRADISIONAL IKAN TONGKOL ASAP DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.495 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.214

Abstract

Research conducted in December 2012 to February 2013 in the Village Anchor, Situbondo. Stages of the research done by identifying various factors systematic review of the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that exist in the processing units of curing and subsequent collection of primary data to the internal-external factors will be conducted through field observations. The method of analysis is done by reviewing all data collected, reducing the data and compile into elements of SWOT. SWOT matrix analysis was used to compare the strengths and weaknesses internal factors of business, as well as external factors opportunities and threats effort to obtain some alternative management strategies accordingly. The results of a study reported 4 development strategy is a top priority because it has an important role, namely: 1) Tuna smoke as exotic indigenous food require help and support from the local government and the local Office for the provision of facilities and infrastructure as well as growth capital. 2) Development of the traditional treatment of hereditary done can be indigenous product offering educational tours for visitors who come to the area Situbondo. 3) Increased and improved processing quality traditional smoked swordfish will create products that can compete with other processed products. 4) Local knowledge processing needs to be maintained and preserved.
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN TRADISIONAL IKAN KERING DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.399 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.215

Abstract

Tujuan Penelitian in adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai profitabilitas usaha pengolahan ikan kering. Analisis profitabilitas usaha dilakukan untuk mengukur seberapa efektif/efisien suatu usaha akan menghasilkan laba dengan menggunakan sumber daya (resources) yang ada. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober hingga Desember 2013 di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo. Tahapan penelitian dilakukan melalui wawancara langsung (depth interview) terhadap key person (pengolah), menggunakan kuesioner semi-terstruktur yang dilanjutkan dengan kajian kelayakan finansial usaha pengeringan. Metode analisis untuk Uji profitabilitas usaha ikan kering dilakukan dengan perhitungan nilai keuntungan, rasio R/C, dan nilai ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha yang digunakan oleh usaha pengolahan ikan kering ialah sebesar Rp.132.600.000,-/tahun dengan penerimaan sebesar Rp.144.000.000,-/tahun dan keuntungan yang didapat sebesar Rp.11.400.000,-/tahun. Hasil perhitungan rasio R/C sebesar 1.08 menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan kering tersebut menguntungkan untuk terus dikembangkan. Sedangkan untuk nilai ROI sebesar 8.59%/tahun menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan kering kurang efisien dalam pengembalian modal investasi. Kondisi tersebut disebabkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun karena semakin besarnya biaya produksi sedangkan harga penjualan relatif tetap.
PROSES PEMBEKUAN IKAN KATAMBA (Lethrinus lentjan) PRODUK WGGS (WHOLE GILLED GUTTED SCALED) Naimah, Habibatun; Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 2 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.09 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i2.278

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  proses pembekuan  ikan katamba lethrinus lentjan  produk Whole Gilled Gutted Scaled Wggs (WGGS) yang dilaksanakan di PT SULINDO (Sukses Lautan Indonesia) Mayangan Probolinggo Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan tanggal Februari 2013. Metode yang digunakan adalah survei, data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, partisipasi, dan dokumentasi,dan  selanjutnya dilakukan analisis secara secara deskriptif. Tahapan pada proses pembekuan ikan katamba produk WGGS adalah sebagai berikut: penerimaan bahan baku, sortasi I, penimbangan I,  pencucian I, penyisikan, pencucian, pembuangan insang dan isi perut, pencucian III, sortasi II, penimbangan II, pencucian IV, penyusunan dalam long pan, pembekuan, metal detecting, penimbangan 3, glazing, pengemasan dan pelabelan,  dan penyimpanan.
PENERAPAN SISTEM GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PROSES PEMBEKUAN IKAN ANGGOLI (Pristipomoides multidens) Juhariyah, Juhariyah; Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 2 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.434 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i2.279

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung tentang penerapan system Good Manufacturing Practise (GMP) pada proses pembekuan ikan anggoli di CV. Bee Jay Seafoods Kelurahan Mayangan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur pada bulan Januari sampai dengan April 2014. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode survey, dengan teknik pengambilan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta partisipasi langsung di lapangan. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka. Good Manufacturing Practise (GMP) merupakan suatu pedoman cara memproduksi makanan dengan tujuan agar produsen memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan bermutu sesuai dengan tuntutan konsumen. Pengelolahan sistem manajemen manufaktur yang baik dimulai dari proses pengendalian bahan baku hingga penyerahan produk terhadap konsumen. Tahapan kegiatan pembekuan ikan Anggoli (Pristipomoides multidens) di CV. Bee Jay Seafoods meliputi Pengadaan Bahan Baku, Penimimbangan I, Penimimbangan II, Penampungan,  Filleting, pencabutan Duri Ikan, Skin Lest, Triming, Pencucian, Pembungkusan dan penyusunan, Pembekuan, Deteksi logam/MetalDetector, Pengepakan, Penyimpanan, Distribusi dan Pemasaran. Secara umum proses pembekuan ikan anggoli yang dilaksanakan di CV. Bee jay seafoods telah menerapkan sistem GMP tersebut.
PROSES PEMINDANGAN IKAN LAYANG (Decapterus sp) DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO. Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 1 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.965 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i1.286

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengatahui proses pengolahan tradisonal, prinsi-prinsip pengolahan ikan pindang dan nilai ekonomi ikan pindang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengolahan ikan pindang adalah sebagai berikut. 1) Penerimaan bahan baku, 2) penyimpanan, 3) sortasi, 4) pencucian, 5) penataan dan penggaraman, 6) penyusunan, 7) perebusan, 8) pendinginan, 9) pengangkutan, 10) pemasaran. Prinsip-prinsip pengolahan ikan pindang adalah sebagai berikut. 1) pencucian ikan, 2) penyusunan ikan, 3) persiapan wadah, 4) penggaraman ikan, 5) perebusan ikan. Nilai ekonomi dari usaha pemindangan ikan adalah sebagai berikut. keuntungan sebesar Rp. 437.160.000 / tahun,  nilai Rasio R/C sebesar 1.448 % dan nilai ROI sebesar 14,48. Dalam proses pemindangan ikan diharapkan meningkatkan sanitasi dan higienis terutama pada sanitasi lingkungan. Pada saat proses pencucian perlu adanya pencucian yang berulang-ulang agar produk yang dihasilkan benar-benar terjaga kualitasnya. Mengenai keuntungan yang didapat oleh unit usaha pemindangan ikan layang ini, sebaiknya terus ditingkatkan kualitas ikan yang sedang diproses, agar laba yang diperoleh terus meningkat dari tahun ketahun.
STUDI PERBANDINGAN HASIL PEMINDANGAN IKAN LAYANG (Decapterus ruselli Rupel) DI UD. SAMUDERA EXECUTIVE DAN UD. BAROKAH DI DESA SUMBERANYAR KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Jasila, Ismi; Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.53 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.291

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proses pemindangan serta hasil yang diperoleh dari cara pemindangan yang dilaksanakan di UD. Samudera Executive dan UD. Barokah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Data primer diperoleh secara langsung dengan cara observasi, wawancara dengan pihak yang berkompeten di lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang terkait dengan materi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perlakuan terhadap proses pemindangan ikan yang dilakukan di UD. Samudera Executive  dengan yang dilakukan di UD. Barokah . Pada UD. Samudra Ekskutif, penambahan garam untuk 1 ton ikan sebanyak 3 kwintal pada tahap penggaraman, 50 kg pada tahap penyusunan dan 50 kg pada tahap perebusan. Sedangkan di UD. Barokah penambahan garam sebanyak 2 kwintal dalam 1 ton ikan untuk semua perlakuan. Sehingga, hasil pemindangan di UD. Samudera Executive tekstur ikan lebih padat dan lebih kering dan ikan terlihat utuh serta tidak patah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan jumlah garam dapat mempengaruhi kualitas ikan pindang