Articles

KEPRIBADIAN GANDA TOKOH DR HENRY JEKYLL DALAM NOVEL Dr JEKYLL AND Mr HYDE KARYA R.L. STEVENSON

KAJIAN SASTRA Vol 34, No 2 (2010)
Publisher : KAJIAN SASTRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.885 KB)

Abstract

No person in the world is perfect. He/She has both good and bad sides of personality, which should be balanced and cannot be separated. However, Dr Henry Jeckyll, the main character of RL Stevenson’s Dr Jeckyll and Mr. Hyde, tries to seperate his good and bad sides of personality. As Dr Jeckyll with good personality, he enjoys honorable and respectful life. Meanwhile, as Mr Hyde, he enjoys wicked and evil life. To do this he uses special potion as the result of his experiment. This second life, however, is gradually getting stronger, so he needs more and more potion to transform him back to Dr Jeckyll. Finally his potion does not work any longer, and this leads to his horrible death.

Human Existence as Individual Creature Based on Robert Frost’s Poems, "Stopping by Woods on a Snowy Evening" and "the Road Not Taken", Through Stylistic View

Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies Vol 3, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.941 KB)

Abstract

Abstract This article deals with human existence as individual creature in the world based on Robert Frost’s poem ”Stopping By Woods on A Snowy Evening” and ”The Road Not Taken”. In doing research, the writer used method of collecting and analyzing data. Observation through document study was used to collect data. While descriptive qualitative method was used to analayze the data. The result shows that both pooems, through poetic device and figurative language used, tell the readers about the responsibilities of human life to do before he os she dies. These may be reponsibilities of any duties and choices in human life. Through the first poem, Robert Frost reminds human being for having forgotten his or her duties in life. Then through the second poem,  the poet emphasizes the importaance of making choices and its consequences of the choices. Key words: human existence, creature, life, choice, duty

PERSEPSI BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT MENURUT PUISI “MENDING WALL” KARYA ROBERT FROST: SUATU TINJAUAN STILISTIKA

HUMANIKA Vol 20, No 2: DESEMBER 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.155 KB)

Abstract

Human beings are one the best living creatures God created in the world. While living, as their existence, they have duties to do as individual creature,  as social creature, and as God creature. Each existence has its consequences. Through his poem “Mending Wall”, Robert Frost views human existence as social creature that needs relations to the others surrounding. One of human relations happens is described by two opposing characters on human beings within the poem. To make the poem more interested and challenging, Frost applied stylistic writing by choosing good diction and image of words used packed in some figurative language. The figurative language involves personification, metaphor, and symbol. In this article, the writer analyzes the elements of stylistics used by Frost in the poem “Mending Wall”.

The Importance of Decision Making for Information and Library Managers

Anuva Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.53 KB)

Abstract

This articles deals with the importance of decision making done by Information and Library Managers. The method used is document study with qualitative approach. The results of the analysis show that decision making for Information and Library Managers are an essential function in managing libary and information service. It is the primary task of Information and Library Managers, since every function of management a library needs a decision to be applied. It involves the stages of decision making process, such as defining objectives, collecting information, choosing and discussing alternatives, implementing decisions, delegating jobs, and evaluating them. Furthermore, there two types of Information and Library Managers, rational and irrationa[ managers. Rational managers worked with their subordinates in group, delegated to their subordinates, and the final decision belonged to the subordinates. On the other hand, in planning and solving problems dealing with decision making proccess, the irrational manager never involved and communicated with subodinates at all.

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KEBERADAAN GEDUNG UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Persepsi Pemustaka terhadap Keberadaan Gedung UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta”. Adapun tujuan dari laporan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap keberadaan gedung di UPT Perpustakaan Muhammadiyah Surakarta. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan berjumlah 14.223 pemustaka yang berkunjung ke UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan sampel penelitian berjumlah 99 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik insidental sampling (teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/ incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner dan subjek dan objek penelitian. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding dan tabulating. Adapun teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemustaka memberikan tanggapan yang baik sesuai harapan pemustaka terhadap keberadaan gedung UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil ini ditunjukkan dengan perhitungan skor variabel-variabel tanggapan pemustaka berdasarkan kategori accessible, organized, compact, comfortable, varied, dan secured. 53,5% responden mempersepsikan keberadaan gedung UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta sesuai dengan harapan pemustaka, dan sejumlah 19,2% mempersepsikan kurang sesuai dengan harapan pemustaka. Dengan demikian, keberadaan gedung UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta sudah sesuai dengan harapan pemustaka

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI DIPONEGORO (SIPDIPO) DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan ringkasan dari laporan skripsi yang berjudul “Analisis Penerimaan Sistem Informasi Diponegoro (SIPDIPO) di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro dengan  Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)”.          Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian secara deskriptif dengan desain penelitian kuantitatif dan jenis penelitian studi kasus. Jumlah populasi selama penelitan yang dilakukan berjumlah 28.219 mahasiswa. Sampel yang diambil berjumlah 100 responden dengan menggunakan teknik non probability sampling, dengan cara sampling insidental. Untuk memperkuat data peneliti menyertakan 4 orang informan dalam penelitian.          Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, kuisioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi ganda, dan analisis koefisien determinasi. Uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F, yang diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 21.          Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa adanya penerimaan terhadap Sistem Informasi Diponegoro (SIPDIPO) di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi yang menunjukkan 0,436, artinya 43,6% tingkat penerimaan terhadap sistem dipengaruhi oleh aspek kebermanfaatan dan kemudahan. Semua hipotesis dalam penelitian ini diterima karena nilai t dan nilai F hitung lebih besar dibanding dengan nilai t dan nilai F tabel. Hal ini berarti dapat diketahui bahwa kebermanfaatan berpengaruh positif terhadap penerimaan sistem, kemudahan berpengaruh positif terhadap penerimaan sistem, serta kebermanfaatan dan kemudahan secara bersama sama berpengaruh positif terhadap penerimaa sistem. Hasil penelitian tentang SIPDIPO melalui wawancara menunjukkan adanya peningkatan produktiftas kerja, bekerja lebih cepat, efektifitas kerja, kemudahan dalam mempelajari dan bekerja, kejelasan dalam memahami program, fleksibilitas program, serta singkatnya waktu dalam mahir menggunakan program. 

PENGARUH FASILITAS GEDUNG DAN PERABOT TERHADAP TINGKAT KUNJUNG PEMUSTAKA DI UNIT PELAYANAN TEKNIS UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pengaruh fasilitas gedung dan perabot terhadap tingkat kunjung pemustaka di UPT Perpustakan Universitas Islam Sultan Agung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas gedung dan perabot di Unit Pelayanan Teknis Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung terhadap tingkat kunjung pemustaka. Desain dan jenis penelitian ini menggunakan desain dan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sampel sejumlah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas gedung dan perabot perpustakaan terhadap tingkat kunjung pemustaka sebesar 2,164. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara fasilitas gedung dan perabot perpustakaan terhadap tingkat kunjung pemustaka.  

PENERAPAN SISTEM PENCAHAYAAN, PEWARNAAN DAN PENGATURAN UDARA DI PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN REMBANG UNTUK MENUNJANG LAYANAN PERPUSTAKAAN

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 4 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Sistem Pencahayaan, Pewarnaan dan Pengaturan Udara di Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang untuk Menunjang Layanan Perpustakaan”. Salah satu faktor penting yang dapat menunjang keberhasilan sebuah layanan perpustakaan adalah desain gedung dan interior perpustakaan, karena  dalam gedung tersebut segala perencanaan dan aktifitas perpustakaan diselenggarakan. Dilihat dari pencahayaan, pewarnaan gedung dan pengaturan suhu udara di Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang masih kurang ideal untuk sebuah perpustakaan umum. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pencahayaan, pewarnaan dan pengaturan udara di Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang untuk menunjang layanan perpustakaan. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang dan kepala bagian perpustakaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pencahayaan buatan di Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang secara umum belum menunjang layanan perpustakaan karena ada bagian-bagian yang kurang pencahayaan seperti di rak buku. Selanjutnya dari segi pewarnaan, dinding Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang sudah menunjang layanan perpustakaan karena sudah menggunakan warna cream. Secara umum pengaturan udara di Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang sudah menunjang layanan perpustakaan karena sirkulasi udara berlangsung lancar.

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP DESAIN INTERIOR RUANG PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan ringkasan dari hasil penelitian yang berjudul “Persepsi Pemustaka terhadap Desain Interior Ruang Perpustakaan di Perpustakaan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap desain interior ruang Perpustakaan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif yakni mendeskripsikan, menggambarkan, kemudian menarasikan penelitian sehingga mudah dipahami. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 8 orang yang merupakan mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang dari angkatan 2010 sampai angkatan 2013. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi, yakni observasi, wawancara, dan dokumen. Adapun analisis data menggunakan Miles and Huberman, yaitu pengujian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain interior ruang perpustakaan yang mencangkup 4 unsur desain interior yakni tata letak, pencahayaan, pewarnaan, dan pengaturan udara serta suhu ruang sudah baik dan memberikan kenyamanan pada pemustaka. Tata letak perabot perpustakaan sudah baik, namun untuk jarak antar rak perlu diperlebar. Pencahayaan dan pewarnaan di ruang perpustakaan tersebut sudah memberikan kenyamanan pada pemustaka. Pengaturan udara dengan sistem buatan dengan menggunakan AC (Air conditioning) sudah memberikan kenyamanan pula untuk pemustaka. 

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP TATA RUANG DI PERPUSTAKAAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI JAWA TENGAH

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): APRIL 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan berdasarkan pada latar belakang bahwa perpustakaan khusus perkantoran yang dimiliki oleh intansi pemerintahan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah memiliki tata ruang yang perlu dikaji melalui sudut pandang pemustaka dan standar teori yang berlaku untuk kepentingan perkembangan jangka panjang perpustakaan tersebut. Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian adalah bagaimana persepsi pemustaka terhadap tata ruang di Perpustakaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tanggapan pemustaka mengenai tata ruang perpustakaan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah ditinjau dari 6 unsur tata ruang: tata letak, pewarnaan, pengaturan udara, pencahayaan, danfurniture/ perabot. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara semi terstruktur dengan 6 informan yang bekerja di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data, kemudian menyajikan, dan menarik simpulan. Adapun teori yang dipakai untuk menjadi standar penilaian dalam penelitian adalah elemen-elemen tata ruang yang sesuai dengan daftar terbitan IFLA/ UNESCO Guideliness. Hasil penelitian diketahui persepsi pemustaka terhadap aspek tata ruang menunjukkan bahwa tata letak yang strategis, pemilihan warna netral, pencahayaan alami dan buatan yang mencukupi kebutuhan cahaya, sirkulasi udara menggunakan ventilasi, jendela, dan air conditioner, serta furniture/ perabot berupa mebel, meja, dan kursi. Hal ini dibuktikan dengan keseluruhan jawabandariinformanmengenaitataruangyangcenderungbaikdanrelevansinyadenganteoriyangdigunakan.