Jumaeri Jumaeri
Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Published : 35 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

THE EFFECT OF NaOH CONCENTRATION AND TEMPERATURE ON ZEOLITE SYNTHETIS FROM FLY ASH BY HIDROTHERMAL ALKALI Jumaeri, Jumaeri; Sutarno, Sutarno; Kunarti, Eko Sri; Santosa, Sri Juari
Jurnal Zeolit Indonesia Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.518 KB)

Abstract

Zeolite synthesis from coal fly ash PLTU Tanjung Jati Japara was conducted by hydrothermal alkali. Preparation was done on fly-ash that has been refluxed with 1M of HCl and without refluxed. NaOH with certain concentration (2, 3, and 4M) was mixed with coal fly-ash by ratio 10 ml each 1 gram of fly ash into Teflon tube 100 ml at autoclave stainless-steel. Then, autoclave was heated on the oven at temperature of 120-1600C. Synthetic zeolite ouput was qualitative tested by using infrared spectroscopy, X-Ray diffraction, and SEM. The result showed that NaOH concentration, temperature, and hydrothermal alkali period of coal fly ash was affecting characterization of zeolite ouput. The temperature which use for optimally hydrothermal processes exist on range 140 –160oC. The increase of temperature causes improving crystallization of zeolite products. Hydrothermal synthetic product from fly ash is alumina-silica compound which are a mixture of some crystals such as P zeolite, Y zeolite, sodalite, mullite, and quartz.
PEMANFAATAN ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI DENGAN AKTIVASI ASAM UNTUK PENURUNAN KESADAHAN AIR Putranto, VH; Kusumastuti, E; Jumaeri, Jumaeri
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivasi menggunakan asam kuat dalam sintesis zeolit dikenal dapat meningkatkan kemampuan zeolit sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan abu sekam padi sebagai sumber silika yang diaktivasi dengan HCl 2 M pada sintesis zeolit secara hidrotermal dan memanfaatkan zeolit hasil sintesis untuk menurunkan tingkat kesadahan air sumur. Proses aktivasi dilakukan dengan menggunakan larutan HCl 2 M. Zeolit hasil sintesis diuji secara kualitatif menggunakan Spektrofotometer Inframerah (FTIR) dan Difraksi Sinar-X (XRD) kemudian dimanfaatkan untuk menurunkan kadar ion logam Ca2+ dan Mg2+ penyebab kesadahan air dengan variasi waktu kontak (0, 20, 30, 40, 50, 60, 90, dan 120 menit) dilanjutkan variasi massa zeolit sintetis (0,05; 0,1; 0,125; 0,25; serta 0,5 gram per volume air sumur 25 ml). Hasil uji komposisi kimia dengan Fluoresensi Sinar-X menunjukkan abu sekam padi yang telah diaktivasi memiliki kadar silika (SiO2) yang lebih tinggi yakni mencapai 95,83%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit sintetis yang dihasilkan merupakan zeolit tipe NaY (zeolite like) dengan kristal cancrinite sebagai fasa dominan. Adsorbsi optimum ion logam Ca2+ dan Mg2+ dalam air sumur oleh zeolit hasil sintesis terjadi pada waktu 60 menit dengan penyerapan optimum sebesar 94,71% Ca2+ dan 84,55% Mg2+ serta pada massa adsorben optimum 0,125 gram dengan penyerapan optimum sebesar 93,02% Ca2+ dan 83,78% Mg2+.Activation using a strong acid in zeolite synthesis is known can enhance the ability of zeolite as adsorbent. This study aims to utilize rice husk ash as a source of silica, which is activated with 2 M HCl in zeolite synthesis hydrothermally and apply the zeolite to reduce the level of hardness in well water. The activation process is performed by using HCl 2 M solution. Zeolite product is analyzed qualitatively using infrared spectrometer (FTIR) and X-ray Diffraction (XRD) and then used to reduce the levels of metal ions Ca2+ and Mg2+ which cause water hardness, with variation of contact time (0, 20, 30, 40, 50, 60, 90, and 120 minutes) followed by variation of zeolite mass (0.05; 0.1; 0.125; 0.25; and 0.5 gram per well water 25 ml). The chemical composition analysis by fluorescence X-rays showed that rice husk ash has been activated had higher levels of silica (SiO2), reaching 95.83%. The results showed that the synthetic zeolites product is an NaY-type zeolite (zeolite like) with crystal cancrinite as dominant phase. The optimum adsorption of metal ions Ca2+ and Mg2+ in the well water by zeolite occurs at 60 minutes as optimum contact time with adsorption of 94.71% Ca2+ and 84.55% Mg2+ as well as 0,125 grams as optumum adsorbent mass with absorption of 93 , 02% Ca2+ and 83.78% Mg2+.
SINTESIS ZEOLIT A DARI ABU LAYANG BATUBARA MELALUI MODIFIKASI PROSES HIDROTERMAL Jumaeri, Jumaeri; Jananti, Pratiwi Dwi; Kusumastuti, Ella
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5574

Abstract

Abu layang batubara telah digunakan untuk sintesis zeolit A melalui modifikasi proses hidrotermal. Modifikasi dilakukan dengan perlakuan homogenisasi campuran abu layang dan larutan NaOH jenuh. Sintesis zeolit diawali dengan melakukan reflux abu layang dengan HCl 1M dan mencucinya kembali hingga netral. Setelah tahap pengeringan sebanyak 10 gram abu layang ditambah dengan larutan jenuh yang mengandung 12 gram NaOH, dan diaduk sampai homogen, kemudian diuapkan. Campuran padat yang diperoleh dilebur dalam krus stainless steel, selama satu jam pada 600 C. Setelah melalui serangkain tahap hidrotermal selama 4 jam pada temperature 90 o C, zeolit hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan diffraksi sinar-X, mikroskop elkctron, spektroskopi FT-IR, metode BET untuk luas permukaan dan kapasitas tukar kation. Karakteristik zeolit A hasil sintesis menunjukkan kesamaan dengan karakteristik zeolit A komersial dalam hal pola difraksi, spektrum inframerah dan morfologi permukaan. Luas permukaan dan kapasitas tukar kation produk zeolit A menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan abu layang yang digunakan. o
PENGUATAN INDUSTRI GARAM NASIONAL MELALUI PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK Rusiyanto, Rusiyanto; Soesilowati, Etty; Jumaeri, Jumaeri
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5572

Abstract

Penelitian bertujuan : mendesain sistem produksi garam yang berkualitas dan diversifikasi produk garam. Penelitian mempergunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan locus PT Garam Mas. Data dianalisis secara interaktif dan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil produksi garam menggunakan membran HDPE lebih putih dan bersih daripada produk garam konvensional “solar evaporation”. Garam konsumsi bermutu tinggi memiliki kandungan NaCl 97%, kadar air dibawah 0,05%, warna putih bersih, butiran kristal halus, digunakan untuk garam meja, penyedap makanan, camilan, industri sosis dan keju, serta industri minyak goreng. Garam konsumsi kelas menengah memiliki kadar NaCl 94,7-97% dan kadar air 3-7% untuk garam dapur, industri kecap, tahu, pakan ternak.Garam konsumsi mutu rendah memiliki kadar NaCl 90-94,7%, kadar air 5-10%, warna putih kusam, digunakan untuk pengasinan ikan dan pertanian. Kualitas dan kuantitas garam dipengaruhi oleh temperatur, iklim/cuaca, kekentalan air yang digunakan dan kedisiplinan petani.Penggunaan air kurang dari 23 Be berakibat produk garam tidak berkualitas. Optimasi proses pengolahan garam bahan baku menjadi garam konsumsi beriodium perlu dilakukan, sehingga memenuhi standar SNI. Sedangkan untuk membangun kelembagaan di tingkat petani diperlukan integrasi kebijakan antar stakeholder yang terkait melalui pembentukan kawasan minapolitan garam. o
PEMURNIAN GARAM DAPUR MELALUI METODE REKRISTALISASI DENGAN ZEOLIT ALAM SEBAGAI BAHAN PENGIKAT IMPURITIES Rukmana, Mutiara Dewi; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi yang sangat besar.Salah satunya garam. Namun sayangnya kadar NaCl garam di Indonesia sangat rendah. Hal ini dikarenakan banyaknya impuritas pada garam. Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan metode rekristalisasi menggunakan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh ukuran zeolit, untuk mengetahuipengaruh waktu, serta untuk mengetahui pengaruh dosis zeolit pada proses pemurnian garam. Penelitian dilakukan dengan membagi sampel menjadi dua tahap yakni pertama kristalisasi tanpa penambahan zeolit dan tahap kedua kristalisasi dengan penambahan zeolit. Hasil yang diperoleh pada garam tanpa penambahan zeolit diperoleh kadar NaCl sebesar 82,3680%, kadar air sebesar 5,0077%, kadar ion Ca2+dan Mg2+masing- masing sebesar212 ppm dan 1245,924 ppm. Sedangkan pada garam dengan penambahan zeolit pada variasi ukuran butir zeolit kadar NaCl tertinggi yakni sebesar 96,1090% pada variasi dosis sebanyak 3 gram. Garam ini selanjutnya ditentukan kadar air, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ dan penentuan struktur kristalnya. Kadar air diperoleh sebesar 2,7247 % dan kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing diperoleh sebesar 9,0222 ppm dan 16,6467 ppm.
PEMANFAATAN ABU DAUN BAMBU TERAKTIVASI UNTUK ADSORPSI Cd(II) DAN DIIMOBILISASI DALAM PAVING hasanah, uswatun; Prasetya, Agung Tri; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi pada waktu kontak (20,40,60, dan 120 menit), pH (3,4,5 dan 6), dan konsentrasi logam Cd(II) (5, 15, 45, 60, dan 90 mg/L) menggunakan abu daun bambu teraktivasi H3PO4 10% terhadap adsorpsi logam Cd(II), yang kemudian diimobilisasi dalam paving. Hasil yang diperoleh yaitu waktu kontak optimal 60 menit, pH larutan optimum pada pH 4 dan konsentrasi optimum 45 mg/L. Isoterm adsorpsi Langmuir menghasilkan kapasitas adsorpsi maksimum logam Cd(II) sebesar 1,3524 mg/g. Selanjutnya adsorben diimmobilisasi dalam paving. Komposisi dalam pembuatan paving yaitu air, semen dan agregat (pasir dan adsorben), perbandingan semen dengan agregat yaitu 1:2 dan FAS 0,2. Uji kuat tekan dengan penambahan adsorben diperoleh nilai kuat tekan 15,9527 Mpa, sehingga memenuhi kualitas paving yang disyaratkan SNI 03-0691-1996 tentang bata beton (paving block). Leaching dilakukan selama 24 jam pada pH 3. Hasil SSA menunjukkan tidak terdeteksi logam Cd(II).
Effect of pH on Adsorption of Cr(III) and Cr(VI) by zeolite A (from Fly Ash) Modified Surfactant HDTMA Jumaeri, Jumaeri; Santosa, Juari; Sutarno, Sutarno; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Physics and Nuclear Applications Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/ijpna.v1i3.145-150

Abstract

Adsorption of Cr(III) and Cr(VI) in aqueous solution by the zeolite A from coal fly ash modified hexadecyltrimethylammonium bromide (HDTMAB) at various pH conditions has been carried out. Zeolite A was synthesized from fly ash through modified alkaline fusion hydrothermal process in a reactor stainless steel. The surface modification was performed using cationic surfactant HDTMAB twice as much as the cationic exchange capacity of the elite A resulted. The surfactant modified zeolite A was then applied to adsorption the metal ion chromium as Cr(III) and Cr(VI) in aqueous solution. The results showed that the  acidity (pH)  of adsorption conditions, affect the ability of adsorption surfactant modified zeolite A (SMZA) to Cr(III) and Cr(VI) in aqueous solution. The optimum pH conditions for the adsorption of Cr(III) and Cr(VI) on SMZA exist at pH 6. Surfactant modified zeolite A capable to adsorb either cation Cr(III) or anion Cr(VI).  Adsorption of SMZA on Cr(III) increased from 36.30% to 97.04% with the increase the acidity of pH of 2 to 6. Adsorption SMZA to Cr(VI) is lower than the adsorption of the Cr3+, adsorption increasing from 19.63 to 64.07% with increase pH of 2 to 6
INTERKALASI MONTMORILONIT DENGAN KITOSAN SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN METHYLENE BLUE Machiril, Dhonirul; Jumaeri, Jumaeri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Montmorilonit terinterkalasi kitosan (MMT-Kts) disiapkan dengan menambahkan larutan kitosan ke dalam suspensi Na-montmorilonit (Na-MMT) selama 24 jam. Na-MMT dan MMT-Kts diuji menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR) dan Surface Area Analyzer (SAA). Interkalasi kitosan ke dalam antar lapis Na-MMT menyebabkan peningkatan basal spacing dari 8,92725 Å menjadi 9,64672 Å dan munculnya serapan baru pada bilangan gelombang 2931,73 dan 1561,1 cm-1. Interkalasi juga menyebabkan naiknya luas permukaan dan volume total pori. Efektivitas adsorpsi methylene blue (MB) menggunakan MMT-Kts telah diteliti pada kondisi pH larutan, waktu kontak, dan konsentrasi awal larutan MB yang berbeda dan dibandingkan dengan adsorpsi MB menggunakan Na-MMT. Hasil penelitian menunjukkan Na-MMT efektif digunakan untuk adsorpsi MB pada pH 4, waktu kontak 60 menit, dan konsentrasi awal larutan MB 1000 mg/L dengan efisiensi 62,43%. Sedangkan MMT-Kts efektif digunakan untuk adsorpsi MB pada pH 2, waktu kontak 90 menit, dan konsentrasi awal larutan MB 1000 mg/L dengan efisiensi 10,17%.
Sintesis dan Karakterisasi Geopolimer dengan Penambahan Serat Eceng Gondok dan Serbuk Aluminium Hakim, Yanuar; Kusumastuti, Ella; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis dan karakterisasi geopolimer penambahan serat eceng gondok dan serbuk aluminium (Al) berbasis abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis ini dilakukan dengan variasi penambahan serat eceng gondok dan serbuk Al. Serat eceng gondok dan serbuk Al yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% (b/b) abu layang dan 0-0,5 g serbuk Al. Hasil penelitian menunjukan bahwa mol SiO2/Al2O3 optimum adalah 4,90 dengan penambahan serbuk Al sebesar 0,2 g dihasilkan kuat tekan 32,03 MPa, kuat tarik 22,91 MPa, densitas 15888,09 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,1001 Watt/m˚K. Penambahan serat optimum pada 2,5% (b/b) abu layang dengan kuat tekan 27,57 MPa, kuat tarik 24,11 MPa, densitas 1590,26 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,0999 Watt/m˚K. Analisa fasa mineral dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bahwa geopolimer terbentuk ditandai adanya pita vibrasi ulur asimetri Si-O-Si atau Si-O-Al pada 995,27 dan 1002,98 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang tebentuk didominasi oleh matriks geopolimer, pori dan serat.   Kata kunci : Abu layang batubara, serbuk aluminium (Al), serat eceng gondok
Konversi Gondorukem menjadi Fine Chemicals melalui Reaksi Hydrocracking Menggunakan Katalis Ni-Mo/γ-Al2O3 Jayanti, Yeni Fitriana; Savitri, Savitri; Rinaldi, Nino; Priatmoko, Sigit; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A preliminary study of the conversion of rosin oil to fine chemicals through hydrocracking reactions using Ni-Mo/γ-Al2O3 catalysts has been studied. The purpose of this study was to determine the effect of temperature, initial pressure of hydrogen gas, and reaction time to the reaction of hydrocracking of rosin oil to produce fine chemicals. Hydrocracking of rosin oil is performed on a batch autoclave reactor by varying the reaction temperature (300-350 °C), hydrogen gas pressure (10-40 bar), and reaction time (60-240 min). The amount of Ni-Mo/γ-Al2O3 catalyst used is 1% w/w of rosin oil. The results showed that the compounds contained in rosin oil experienced hydrocracking reaction with the use of high reaction temperature. The use of low hydrogen gas pressure is able to split of rosin oil into fine chemicals, whereas the long reaction time results in the rosin oil being crushed producing more products. The hydrocracking reaction of rosin oil using Ni-Mo/γ-Al2O3 catalyst produces the optimum product if high temperatures used with low hydrogen gas usage and reaction time are used relatively long.