Articles

Representation of Power in Class Discourse: A Study of Communication Ethnography Jumadi, Jumadi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 12, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.363 KB)

Abstract

This study is aimed at describing the use of power in class discourse covering representation of power in speech act, representation of power in communication patterns and function of power in class discourse. Communication ethnography and pragmatic methods were used. The research results show that the use of directive, assertive, and expressive acts in class discourse represent the power with certain domination; that the control of speech topics, interruptions, and overlapping tend to represent the power with certain domination that also effect the legitimacy of the user of this strategy. In relation to its function, power in class discourse is applied as a preventive, supportive, and corrective acts in order to achieve instructional objective.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MATERI KENAMPAKAN ALAM MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING SISWA KELAS IV SDN GEBANGSARI 01 SEMARANG TAHUN AJARAN 2010 / 2011 Jumadi, Jumadi
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 2 Desember (2012): MEDIA PENELITIAN PENDIDIKAN
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS kebanyakan lebih didomonasi oleh penggunaan metode ceramah yang kegiatannya berpusat pada guru dan tidak adanya media pembelajaran yang optimal. Sehingga siswa kurang aktif, cepat merasa bosan dan penggunaan media pembelajaran masih kurang, maka peneliti menggunakan salah satu metode pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran Quantum Learning. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode pembelajaran Quantum Learning yang menekankan aktivitas siswa dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran yang dikembangkan. Kata Kunci : pemahaman, IPS, Quantum Learning.
PENGEMBANGAN APLIKASI WEB GIS CLIENT SIDE DENGAN MODEL HEXSAGONAL GRID UNTUK MENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA BANJIR LAHAR DI KABUPATEN SLEMAN Jumadi, Jumadi; Priyono, Priyono
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.686 KB)

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi Web GIS untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam penanggulangan bencana banjir lahar terutama pada tahap tanggap darurat dan pemulihan dari dampak bencana pada infrastruktur di Kabupaten Sleman. Kuesioner dan wawancara semi-terstruktur yang digunakan untuk menginventarisir kebutuhan sistem, ketersediaan data, prosedur kolaborasi, dan evaluasi dari prototype aplikasi yangtelah dibuat. Aplikasi yang telah dibangun dilengkapi dengan analisis spasial khusus untuk pemilihan lokasi hunian sementara, dan beberapa alat untuk memilih prioritas pada perbaikan infrastruktur menggonakan hexagonal grid model. Hasil evaluasi dari prototype menunjukan bahwa hampir semua responden memberikan penilaian yang baik untuk sistem. 80% dari mereka setuju bahwa aplikasi ini akan sangat berguna. Namun, beberapa saran dan masukan perlu diakomodasi untuk membuat sistem sepenuhnya diimplementasikan dan user friendly.Kata kunci : lahar, manajemen bencana, Web GIS, dan MCDA
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL SUSAN LOUCKS-HORSLEY Jumadi, Jumadi; Tiarani, Vinta Angela; Retnowati, Rahayu Dwi S. S.
Jurnal Kependidikan (Penerbit : Lembaga Penelitian UNY) Vol 44, No 1: Mei 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.283 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Model Susan Loucks-Horsley yang layak digunakan untuk pembelajaran IPA Terpadu di SMP, menyelidiki efektivitas perangkat pembelajaran dalam meningkatkan sikap terhadap IPA, keterampilan proses IPA dan penguasaan materi IPA siswa. Penelitian menggunakan metode R&D model Borg & Gall. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Pengumpulan data menggunakan lembar validasi perangkat pembelajaran untuk penilaian Silabus, RPP, dan LKS oleh ahli; angket untuk mengetahui sikap siswa terhadap IPA; lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa, dan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan Model Susan Loucks-Horsley; serta lembar pretest-postest untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi yang dicapai siswa setelah pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan (1) perangkat pembelajaran Model Susan Loucks-Horsley yang dikembangkan layak digunakan untuk pembelajaran IPA Terpadu di SMP, berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan; (2) perangkat pembelajaran yang dikemangkan efektif untuk meningkatkan sikap terhadap IPA, keterampilan proses IPA dan penguasaan materi IPA siswa.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN AFEKTIF Puspitorini, Retno; Prodjosantoso, A.K.; Subali, Bambang; Jumadi, Jumadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.857 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi, hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif peserta didik dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan media komik. Penelitian dilakukan lewat quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 57 peserta didik kelas VII SMPN 1 Banjarnegara. Media komik digunakan dalam pembelajaran IPA selama 6 kali tatap muka. Data motivasi dan hasil belajar afektif diperoleh lewat angket dan observasi, sedangkan hasil belajar kognitif lewat pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media komik di dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan nilai gain skor sebesar 0,55 (sedang); hasil belajar ranah kognitif dengan gain skor sebesar 0,42 (sedang); dan meningkatkan hasil belajar ranah afektif dengan gain skor sebesar 0,34 (sedang). Hasil uji beda antara sebelum dan setelah perlakuan menunjukkan adanya perbedaan baik yang menyangkut motivasi belajar, hasil belajar ranah kognitif, maupun hasil belajar ranah afektif. Kata Kunci: media komik, pembelajaran IPA, motivasi, hasil belajar kognititf, hasil belajar afektifTHE USE OF COMIC MEDIA IN SCIENCE INSTRUCTION TO IMPROVE MOTIVATION AND COGNITIVE AND AFFECTIVE ACHIEVEMENT Abstract: This study was aimed to describe the improvement of students? motivation, cognitive and affective learning achievement in science instruction using comic media. The study was carried out using the quasi experiment with the one group pretest-posttest design. The subjects consisted of 57 seventh grade students of SMPN 1 Banjarnegara.Comic media were used in science instruction for six times. The data on motivation and affective learning achievement were obtained through questionnaires and observation, while the cognitive learning achievement was obtained through the pretest and posttest. The findings of the study showed that the use of the comic media in the science instruction could improve the students? motivation with a gain score of 0.55; improve the cognitive learning achievement with a gain score of 0.42; and improve the affective learning achievement with a gain score of 0.34. There was a significant difference in the students? motivation, cognitive learning achievement, and affective learning achievement before and after the treatment. Keywords: comic media, Science instruction, motivation, cognitive achievement, affective achievement
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DISERTAI MEDIA ANIMASI PADA MATERI GERAK TUMBUHAN Jumadi, Jumadi; Yeni, Laili Fitri; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.24 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pelaksanaan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif disertai media animasi pada materi gerak tumbuhan. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, dilaksanakan di kelas VIII A SMP Negeri 2 Sandai Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi untuk melihat pelaksanaan pembelajaran dan soal tes pilihan ganda berjumlah 10 butir untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukan persentase pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 sebesar 91,67% dan meningkat menjadi 95,83% pada siklus II. Sedangkan hasil belajar diperoleh rata-rata sebesar 73,60 pada siklus I dan meningkat  menjadi 91,60 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif disertai media animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Kata kunci :  Pembelajaran kooperatif, media animasi.  Abstract: This research aimed to improve the learning process and to increase students’ achievement through applying the model of cooperative learning and animation media on plant movement’s material. This study conducted through A Classroom Action Research. This research was done in the class VIII A SMP N 2 Sandai in Academic Year 2013/2014. They consisted of 25 students. The instruments was used in this research was an observation sheet and multiple choice questions’ that consisted 10 questions. It revealed that was 91.67% on first cycle, was 95.83% on second cycle. The students’ averages on first cycle were 73.60, and on second cycle were 91.60. Based on the mentioned results above, it can be concluded that improving students’ achievement through cooperative learning and animation media on plant movement’s material of class VIII A SMP N 2 Sandai was successful to be implemented. Keywords :  Cooperative learning, animation
Pemakzulan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam Masa Jabatannya di Mahkamah Konstusi Jumadi, Jumadi
AL-Daulah Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.606 KB)

Abstract

Perubahan UUD telah membuat DPR menjadi lembaga yang sangat berdaya. Landasan atas diberikannya kewenangan yang demikian penting di DPR adalah kebutuhan akan adanya mekanisme kontrol yang kuat akibat dari pelajaran rezim otoritarian di masa lalu yang dipegang oleh penguasa pemerintahan. Mekanisme kontrol yang dilakukan DPR dengan mengawasi jalannya pemerintahan oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden ini pula yang menjadi sebuah awal bagi dimulainya proses pemakzulan di Indonesia.
Studi Komparatif Hasil Belajar Siswa Antara Model Pembelajaran Tipe Student Team Achviement Division ( STAD ) Dengan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw Kelas X TKR Pada Mata Pelajaran Dasar Mekanik Di SMK Yayasan Perguruan Gajah Mada Palembang. Jumadi, Jumadi; Harlin, Harlin; Darlius, Darlius
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.591 KB)

Abstract

Jumadi *Drs. Harlin, M.Pd. **Drs. Darlius, M.M., M.Pd. *** AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  bagaimanakah hasil belajar, aktivitas, dan perbedaaan hasil belajar,   siswa yang diajar dengan menggunakan model Student Team Achviement Division (STAD) dan Model Jigsawdikelas X TKR 1terhadap mata pelajaran dasar mekanik pada kompetensi menggunakan alat ukur di SMK Yayasan Perguruan Gajah Mada.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu) karena dalam desain penelitian ini kelompok yang digunakan dalam penelitian ini tidak dipilih secara random.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKR Di SMK Yayasan Perguruan Gajah Mada Palembang yang berjumlah 146 siswa. Dimana kelas TKR 1 dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa. Sedangkan, pada TKR 2, TKR 3, TKR 4 berturut – turut siswanya sebanyak 34 siswa, 40 siswa dan 36 siswa.  Sampel yang menjadi penelitian ini adalah dua kelas, yaitu kelas X TKR 1 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen 1 dan X TKR 3 yang berjumlah 40 siswa sebagai kelas eksperimen 2. Hasil penelitian menujukan terjadi keaktifan dalam belajar dikelas yang diajar dengan menggunakan model STAD yaitu sebesar 67,97 % yang tergolong aktif dan antusias siswa dalam belajarpun terlihat aktif yaitu sebesar 66,67 % dengan aktifitas mengajar guru sebesar 72,73 % yang tergolong aktif, PadaModel Jigsawterjadi keaktifan dalam belajar hal ini dapat dilihat pada hasil observasi yaitu sebesar 75,15 % yang tergolong aktif dan antusias siswa dalam belajarpun terlihat sangat antusias  yaitu sebesar 88,89 % dengan aktifitas mengajar guru sebesar 90 % yang tergolong sangat aktifHasil penelitian ini ternyata menerima hipotesis penelitian yang diajukan,dimana ada perbedaan anatara kelas yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan kelas yang diajar dengan menggunakan model Jigsaw.  Kata Kunci : model Student Team Achviement Division (STAD) dan Model Jigsaw
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA PERKEBUNAN KARET DI DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Jumadi, Jumadi; sarbino, Sarbino; Astina, Astina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia karet alam merupakan komoditas strategis terutama ditinjau dari total area dan sumber devisa. Desa Sempadian merupakan salah satu daerah penghasil karet. Gulma yang tumbuh dipertanaman karet merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma berbahaya bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui struktur komunitas gulma pada perkebunan karet  di desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis gulma dari 16 family. Pada areal perkebunan karet  TBM ditemukan 19 jenis gulma dari 11 family dan pada areal perkebunan karet TM ditemukan 19 jenis gulma dari 10 family. Spesies gulma yang paling dominan pada jalur tanaman TBM adalah gulma Ischaemum rugosum salisb dengan SDR sebesar 21.27% dan pada gawangan TBM didominasi oleh gulma Rhynchospora corymbosa dengan SDR sebesar 16.27%. Selanjutnya spesies gulma yang paling dominan pada Jalur tanamanTM adalah gulma Paspalum conjugatum dengan nilai SDR 42.44% dan pada gawangan TM didominasi oleh gulma Axonopus compressus SDR sebesar 22.11%.   Kata kunci : Gulma, Perkebunan karet, Struktur komunitas
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN SISWA PENERIMA BEASISWA Jumadi, Jumadi
JURNAL ISTEK Vol 6, No 1-2 (2012): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.544 KB)

Abstract

Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. Pemberian beasiswa dapat dikategorikan pada pemberian cuma-cuma ataupun pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut ikatan dinas) setelah selesainya pendidikan. Lama ikatan dinas ini berbeda-beda, tergantung pada lembaga yang memberikan beasiswa tersebut.Sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan oleh sekolah untuk memperoleh beasiswa, maka diperlukan kriteria-kriteria untuk menentukan siapa yang akan terpilih untuk menerima beasiswa. Pembagian beasiswa dilakukan oleh pihak sekolah untuk membantu seseorang yang kurang mampu ataupun berprestasi selama menempuh studinya. Untuk membantu penentuan dalam menetapkan seseorang yang layak menerima beasiswa maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan.Salah satu metode yang dapat digunakan untuk Sistem Pendukung Keputusan adalah dengan menggunakan pencocokan profile (profile macthing).Pada penelitian ini akan diangkat suatu kasus yaitu mencari alternative terbaik bedasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dengan mengggunakan metode pencocokan profil (profile matching). Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternative terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu yang berhak menerima beasiswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Penelitian dilakukan dengan menentukan asppek dan sub aspek berserta mencari nilai bobot untuk setiap sub aspek, mencari GAP antara profile dengan keadaan data dari siswa dengan menggunakan metode ini ditentukan presentasi kedua unsur aspek dan ditotal kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang optimal, yaitu mahasiswa terbaik.