Lia D. Juliawaty
Organic Chemistry Division, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

GRANDIFENOL B, SUATU TETRAMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG SHOREA PLATYCLADOS (DIPTEROCARPACEAE) Aisyah, Siti; Syah, Yana M.; Hakim, Euis H.; Juliawaty, Lia D.; Latif, Jalifah
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.333

Abstract

Grandifenol B, suatu tetramer resveratrol yang memiliki unit tetrahidrofuran, telah berhasil diisolasi dari ekstrak aseton kulit batang Shorea platyclados (Dipterocarpaceae). Struktur senyawa ini ditetapkan berdasarkan analisa data spektroskopi UV, IR, NMR 1D dan NMR 2D.  Kata kunci: Dipterocarpaceae, Grandifenol B, Shorea platyclados
Antibacterial Curcuma xanthorrhiza Extract and Fractions Diastuti, Hartiwi; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Singgih, Marlia
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 46, No 3 (2014)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.416 KB) | DOI: 10.5614/j.math.fund.sci.2014.46.3.2

Abstract

An acetone extract of Curcuma xanthorrhiza rhizomes and the n-hexane and chloroform fractions obtained from it were tested on eight pathogenic bacteria. The results showed that the acetone extract and the nhexane fraction exhibited significant activities against Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus aureus, and weak activities against Shigella dysenteriae and Vibrio cholerae. They were inactive against Escherichia coli, Enterobacter aerogenes and Salmonella thypi, while the chloroform fraction was devoid of activities. NMR analysis disclosed the presence of α-curcumene, xanthorrhizol and an unknown monoterpene in the nhexane fraction. In the chloroform fraction, curcumin was found to be the main compound, together with xanthorrhizol as a minor compound. These results suggest that the antibacterial potency of acetone extract of C. xanthorrhiza is contained in the n-hexane fraction, in which the active constituents are terpenoid compounds. This is the first report of the use of NMR analysis for compound identification contained in an extract or fractions of C. xanthorrhiza.
SENYAWA DIMER DAN TRIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG DIPTEROCARPUS INTRICATUS (DIPTEROCARPACEAE) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL MURIN LEUKIMIA P-388 Muhtadi, Muhtadi; Hakim, Euis H.; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Achmad, Sjamsul A.; Latip, Jalifah
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua senyawa oligomer resveratrol, (-)-?-viniferin (2) dan (-)-?-viniferin (3), bersama-sama satu senyawa turunan asam fenolat, bergenin (1) telah berhasil diisolasi untuk pertama kalinya dari ekstrak aseton kulit batang Dipterocarpus intricatus. Struktur molekul senyawa-senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, 1H-NMR dan 13C-NMR serta perbandingan dengan data sejenis yang telah dilaporkan. Senyawa (-)-?-viniferin (2) dan (-)-?-viniferin (3)menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel murin leukemia P-388 dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 7,8 dan 17,5 ?g/mL.
AMPELOPSIN A DAN α-VINIFERINDARI KULIT BATANG SHOREA GIBBOSA BRANDIS (DIPTEROCARPACEAE) Saroyobudiyono, Haryanto; Hakim, Euis H.; Syah, Yana M.; Achmad, Sjamsul A.; Juliawaty, Lia D.; Latip, Jalifah
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua senyawa oligomer resveratrol yaitu (-)-ampelopsin A dan (-)-?-viniferin, telah berhasil diisolasi untuk pertama kalinya dari ekstrak aseton kulit batang Shorea gibbosa. Struktur senyawa ini telah ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV,IR, 1H NMR, 13C NMR serta melalui perbandingan terhadap data senyawa sama yang telah dilaporkan. Pengujian sifat sitotoksikbterhadap dua senyawa oligomer resveratrol tersebut menunjukkan hasil IC50 berturut-turur adalah 17,0 µg.mL-1 ,dan 18,2 µg.mL-1.
Three resveratrol’s oligomers from the stem bark of H. gregaria (dipterocarpaceae) and their toxicity and citotoxicity ., Sahidin; Hakim, Euis H.; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Achmad, Sjamsul A.; Latip, Jalifah
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 17 No 3, 2006
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.948 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp109-115

Abstract

Three resveratrol oligomers have been isolated from the stem bark of H. gregaria including a resveratrol trimer i.e. α-viniferin (1), and two resveratrol tetramers i.e. vaticanol B (2) and hopeaphenol (3). These structures were determined by spectroscopic evidence including UV, IR, 1H , 13C NMR and compared with that of the reported data in the literatures. Activities of the compounds were determined toward brine shrimp Artemia salina (toxicity) and murine leukemia P-388 cells (cytotoxicity). The compound 1 is the most active against A. salina (LC50 = 49,0 ± 5,8 μg/mL), and the compound 3 has very active level toward murine leukemia P-388 cells (LC50 = 5,7 ± 0,3 μM).Key words : Resveratrol oligomers, H. gregaria, toxicity, and cytotoxicity.
N-METIL LAUROTETANIN DAN BOLDIN, DUA SENYAWA TURUNAN ALKALOID APORFIN DARI Cryptocarya tawaensis Merr (Lauraceae) Kurniadew, Fera; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Hakim, Euis H.
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.961 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.02

Abstract

Cryptocarya  (Lauraceae),  yang  dikenal  dengan  nama  daerah  â??medangâ?  merupakan  salah  satu  kelompok tumbuhan  endemik  hutan  tropik  Indonesia.  Kelompok  tumbuhan  ini  secara  fitokimia  merupakan  penghasil metabolit sekunder golongan alkaloid, α-piron, flavonoid dan triterpen. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, kajian fitokimia terhadap senyawa alkaloid dari spesies Cryptocarya tawaensis  Merr (Lauraceae) belum pernah dilaporkan  sebelumnya.  Hasil  penelitian  terhadap  spesies  ini  telah  berhasil  diisolasi  dan  diidentifikasi  dua senyawa turunan alkaloid aporfin, yaitu N-metillaurotetanin (1) dan  boldin (2), dimana struktur molekul kedua senyawa  tersebut  ditetapkan    berdasarkan  sifat  fisika,  data  spektroskopi  UV,  IR,  1H-NMR  dan  serta perbandingan dengan data senyawa standar yang telah dilaporkan. Senyawa 1 pernah dilaporkan sebelumnya dari spesies C. longifolia, sementara senyawa 2 baru pertama kali ditemukan dalam tumbuhan Cryptocarya. Berdasarkan penemuan kedua senyawa tersebut, dapat disimpulkan bahwa C. tawaensis dapat dikelompokkan ke dalam tumbuhan Cryptocarya penghasil alkaloid. Kata kunci: Alkaloid, Aporfin, N-metil laurotetanin, boldin, Cryptocarya tawaensis  Merr, Lauraceae