Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Strategi Make A Match untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Nurani Sujana, Laeli Dwi; Juariah, Juariah; Karso, Karso; Kariadinata, Rahayu
Jurnal Analisa Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2013
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.072 KB) | DOI: 10.15575/ja.v1i1.2890

Abstract

Komunikasi di dalam proses belajar sangat diperlukan karena komunikasi merupakan sesuatu yang utama dalam mengajar, menilai dalam pembelajaran matematika serta memudahkan dalam menyelesaikan permasalahan. komunikasi matematik mencakup beberapa hal yaitu kemampuan menulis, membaca, diskusi, evaluasi, dan berwacana.  Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah model pembelajaran yang diterapkan guna menghadapi era globalisasi. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah Make a Match. Make a Match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada siswa
Pemenuhan Hak Konsumen di Institusi Pelayanan Kesehatan di Kota Bandung dan Kota Cimahi Juariah, Juariah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 3 No. 6 Juni 2009
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.785 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v3i6.208

Abstract

Kebijakan pelayanan medis secara legal formal telah memberikan perlindungan hak konsumen kesehatan. Namun, sampai kini belum terungkap upaya institusi pelayanan kesehatan untuk memenuhi dan melindungi hak konsumen kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi berbagai kebijakan pemenuhan hak-hak konsumen kesehatan oleh institusi pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi ini dilaksanakan pada Agustus 2008 - Januari 2009 di institusi pemerintah RSUD Cibabat-Cimahi, RSKIA Astanaanyar dan Puskesmas Garuda serta institusi swasta RS Muhammadiyah dan RB Barokah. Data dikumpulkan dengan telaah dokumen dan wawancara mendalam terhadap lima orang informan serta dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian meliputi: tiga institusi pelayanan kesehatan sudah menyusun hak-hak dan kewajiban konsumen kesehatan dan melakukan sosialiasi hak dan kewajiban konsumen kesehatan; telah dikembangkan standar pelayanan, tindakan dan uraian tugas petugas serta kebijakan sistem pembayaran, penyediaan fasilitas dan tenaga; sistem pengaduan pelanggan sudah ada meski belum ada tindak lanjut; forum evaluasi pelanggan belum sinambung serta penghargaan dan sanksi untuk petugas belum jelas.Kata kunci : Kebijakan, pemenuhan hak konsumen, institusi pelayanan kesehatanThis study objective is to explore policies of public and private health care institutions in order to comply consumers rights. This study applies qualitative approach with case study method. This study conducted from August 2008 to January 2009 in three public health care institutions that included Cibabat-Cimahi Hospital, Astanaanyar Mother and Child Hospital and Garuda Public Health Center and two private health care institutions that included Muhammadiyah Hospital and Barokah Birthing Center. Data was collected with indepth interview from 5 informants and policy documents study. Data was analyzed with us- ing content analysis. Results of the study shows that: three health care institutions have already regulated rights and duties of health consumers and two in-stitutions have not have the formal regulation yet; socialization about rights and duties of consumers have been done; health care standard and job descriptions have been regulated; policy of payment system, equipping of facility and personnel have been regulated; there is a system of consumer advocacy but the regulation of follow up has not been clear; Forum of consumer evaluation has not been continued; reward and punishment for providers have not been regulated clearly; the main constraint in the application of regulation is monitoring and evaluation; Documents to comply the rights of consumers have not been completed. There is a necessity to monitor and evaluate implementation of the regulations and also to arrange evaluation of provider performance in application of consumer rights.Key words : policy, compliance of consumer rights, health care institution
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN FORMULATE SHARE LISTEN CREATE (FSLC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Juariah, Juariah; Sari, Ratna
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.3320

Abstract

Abstrak: Kemampuan penalaran matematis siswa yang masih rendah. Mengakibatkan masih banyaknya siswa yang pasif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Model pembelajaran kooperatif dengan Formulate Share Listen Create (FSLC) menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan quasi experimental design bentuk nonequivalen control group design terdapat 2 kelas yaitu, kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran dengan FSLC dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (a)aktivitas guru dan siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan FSLC; (b)perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari Pengetahuan Awal Matematika (PAM) siswa; (c)sikap siswa terhadap model pembelajaran kooperatif dengan FSLC. Hasil penelitian sebagai berikut: (a)rata-rata aktivitas guru pada ketiga pertemuan adalah 80,56% Sedangkan, rata-rata aktivitas siswa adalah 77,78%; (b)Hasil analisis gain ternomalisasi menggunakan uji ANOVA dua jalur terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa antara yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan FSLC dan pembelajaran konvensional secara keseluruhan dan terdapat faktor PAM siswa yang berpengaruh kepada peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa; (c)Sikap siswa terhadap model pembelajaran kooperatif dengan FSLC sebagian besar siswa memberikan respon positif.
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis juariah, Juariah
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.039 KB)

Abstract

Proses pendidikan di sekolah merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, termasuk di dalamnya peningkatan kemampuan matematis. Kemampuan komunikasi matematis siswa salah satunya dapat ditingkatkan dengan melaksanakan proses pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan keterampilan proses matematika dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan Disain penelitian  yang digunakan berbentuk pretest-postest-control group. Penelitian ini menganalisis pengaruh perlakuan yang sudah ada dan yang telah terjadi menurut apa adanya Penelitian semacam ini dikategorikan disain “ex post facto”. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses atau konvensional, dengan catatan peningkatan kemampuan matematis siswa pada kelompok eksperimen jauh lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan matematis siswa antara kelompok eksperimen dibanding kelompok kontrol.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN FORMULATE SHARE LISTEN CREATE (FSLC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Juariah, Juariah; Sari, Ratna
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.3320

Abstract

Abstrak: Kemampuan penalaran matematis siswa yang masih rendah. Mengakibatkan masih banyaknya siswa yang pasif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Model pembelajaran kooperatif dengan Formulate Share Listen Create (FSLC) menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan quasi experimental design bentuk nonequivalen control group design terdapat 2 kelas yaitu, kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran dengan FSLC dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (a)aktivitas guru dan siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan FSLC; (b)perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari Pengetahuan Awal Matematika (PAM) siswa; (c)sikap siswa terhadap model pembelajaran kooperatif dengan FSLC. Hasil penelitian sebagai berikut: (a)rata-rata aktivitas guru pada ketiga pertemuan adalah 80,56% Sedangkan, rata-rata aktivitas siswa adalah 77,78%; (b)Hasil analisis gain ternomalisasi menggunakan uji ANOVA dua jalur terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa antara yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan FSLC dan pembelajaran konvensional secara keseluruhan dan terdapat faktor PAM siswa yang berpengaruh kepada peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa; (c)Sikap siswa terhadap model pembelajaran kooperatif dengan FSLC sebagian besar siswa memberikan respon positif.
KEPERCAYAAN DAN PRAKTIK BUDAYA PADA MASA KEHAMILAN MASYARAKAT DESA KARANGSARI, KABUPATEN GARUT Juariah, Juariah
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.10668

Abstract

Desa Karangsari Kabupaten Garut telah mengalami perubahan secara fisik karena adanya beberapa tempat wisata, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai praktik-praktik budaya pada masa kehamilan di daerah tersebut, termasuk apakah masyarakat masih mempertahankan budaya yang dianut selama ini, ataukah sudah terjadi pergeseran nilai budaya  sebagai pengaruh dari perubahan fisik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepercayaan dan praktik  budaya masyarakat Desa Karangsari pada masa kehamilan, serta manfaat dan dampak dari praktik tersebut terhadap kesehatan ibu dan janinnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, melalui pendekatan studi kasus, dengan informan berjumlah 20 orang. Data hasil wawancara dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  masyarakat Desa Karangsari masih mengikuti kebiasaan yang harus dilakukan ibu pada saat hamil  dan juga pantangan/larangan yang harus dihindari oleh ibu hamil, dengan keyakinan jika pantangan itu dilanggar akan mengakibatkan hal buruk pada ibu dan bayi yang dikandungnya. Masyarakat Desa Karangsari juga masih mempertahankan adat upacara opat bulanan dan nujuh bulanan walaupun dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan ibu hamil dan keluarganya. Suami terlibat dalam kehamilan istrinya dengan mengikuti keharusan dan pantangan dan meyakini akan ada akibat buruk jika tidak mengikuti kebiasaan tersebut. Tenaga kesehatan dan maraji pemanfaatannya saling berdampingan, walaupun maraji memiliki otoritas terutama dalam ritual seremonial.
Pemenuhan Hak Konsumen di Institusi Pelayanan Kesehatan di Kota Bandung dan Kota Cimahi Juariah, Juariah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 3 No. 6 Juni 2009
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.785 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v3i6.208

Abstract

Kebijakan pelayanan medis secara legal formal telah memberikan perlindungan hak konsumen kesehatan. Namun, sampai kini belum terungkap upaya institusi pelayanan kesehatan untuk memenuhi dan melindungi hak konsumen kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi berbagai kebijakan pemenuhan hak-hak konsumen kesehatan oleh institusi pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi ini dilaksanakan pada Agustus 2008 - Januari 2009 di institusi pemerintah RSUD Cibabat-Cimahi, RSKIA Astanaanyar dan Puskesmas Garuda serta institusi swasta RS Muhammadiyah dan RB Barokah. Data dikumpulkan dengan telaah dokumen dan wawancara mendalam terhadap lima orang informan serta dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian meliputi: tiga institusi pelayanan kesehatan sudah menyusun hak-hak dan kewajiban konsumen kesehatan dan melakukan sosialiasi hak dan kewajiban konsumen kesehatan; telah dikembangkan standar pelayanan, tindakan dan uraian tugas petugas serta kebijakan sistem pembayaran, penyediaan fasilitas dan tenaga; sistem pengaduan pelanggan sudah ada meski belum ada tindak lanjut; forum evaluasi pelanggan belum sinambung serta penghargaan dan sanksi untuk petugas belum jelas.Kata kunci : Kebijakan, pemenuhan hak konsumen, institusi pelayanan kesehatanThis study objective is to explore policies of public and private health care institutions in order to comply consumers rights. This study applies qualitative approach with case study method. This study conducted from August 2008 to January 2009 in three public health care institutions that included Cibabat-Cimahi Hospital, Astanaanyar Mother and Child Hospital and Garuda Public Health Center and two private health care institutions that included Muhammadiyah Hospital and Barokah Birthing Center. Data was collected with indepth interview from 5 informants and policy documents study. Data was analyzed with us- ing content analysis. Results of the study shows that: three health care institutions have already regulated rights and duties of health consumers and two in-stitutions have not have the formal regulation yet; socialization about rights and duties of consumers have been done; health care standard and job descriptions have been regulated; policy of payment system, equipping of facility and personnel have been regulated; there is a system of consumer advocacy but the regulation of follow up has not been clear; Forum of consumer evaluation has not been continued; reward and punishment for providers have not been regulated clearly; the main constraint in the application of regulation is monitoring and evaluation; Documents to comply the rights of consumers have not been completed. There is a necessity to monitor and evaluate implementation of the regulations and also to arrange evaluation of provider performance in application of consumer rights.Key words : policy, compliance of consumer rights, health care institution
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS IV SD Juariah, Juariah
JURNAL SEKOLAH Vol 1, No 3 (2017): Juni 2017
Publisher : JURNAL SEKOLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.374 KB)

Abstract

Abstrak : Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Guna Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV SD. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model NHT. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IV dengan jumlah 23 siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I rata–rata sebesar 77.83 dengan tuntas klasikal sebesar 65.22%, pada siklus II rata-rata sebesar 88.70 dengan tuntas klasikal sebesar 91.30%, ini menunjukkan tuntas secara individu dan kelas sesuai KKM PAI. Data aktivitas siswa pada siklus I: membaca/membaca (43%), mengerjakan LKS (25%), bertanya sesama teman (13%), bertanya kepada guru (9%), dan yang tidak relevan dengan KBM (10%). Data aktivitas siswa pada siklus II: membaca/membaca (26%), bekerja (43%), bertanya sesama teman (16%), bertanya kepada guru (11%), dan yang tidak relevan dengan KBM (5%).Kata Kunci : Hasil belajar, Numbered Heads Together, PAI
Adolescents reproductive health in north coastal line West Java: perceptions of adults Juariah, Juariah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.066 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37288

Abstract

PurposeThe aims of this study were to explore adults’ perceptions of issues related to adolescents reproductive health in North Coastal line of West Java, difficulty experiences of adults to help adolescents in dealing with their reproductive health problems and also perceptions of adults about solutions for adolescents reproductive health problems.MethodThis qualitative study was be done in Pusakajaya, Subang District, West Java Province. Number of informants were 45 adults people. They were teachers, parents and community leaders. Focus Group Discussion and Indepth Interview provided data for the content analysis. ResultsThis study showed that the mayor problems of adolescents reproductive health in this community were unintended pregnancy for the girls and smoking and substance misuse for the boys. The adults had some difficulties in interaction with adolescents. The teens preferred to make peers as their role models was an impediment. Troubles in adult-adolescent communication also accured. Teachers had diversity providing information on reproductive health due to the limitations of reference in the curriculum, materials and teaching aids. Poverty, residential environment of the adolescents, less attention from the local government were some barriers and challenges impacting adolescent reproductive health. Strengthening the family, increasing the schools capacity to give reproductive health information, continuous sensitization that supported by government regulation were identified by the informants as solutions in facing adolescent reproductive health problems. ConclusionInvolving adults to find the issues of adolescent reproductive health provide an overview of adolescent reproductive health, difficulty in dealing with adolescents and solutions that can be done to solve the problem of adolescent reproductive health
KEPERCAYAAN DAN PRAKTIK BUDAYA PADA MASA KEHAMILAN MASYARAKAT DESA KARANGSARI, KABUPATEN GARUT Juariah, Juariah
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.10668

Abstract

Desa Karangsari Kabupaten Garut telah mengalami perubahan secara fisik karena adanya beberapa tempat wisata, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai praktik-praktik budaya pada masa kehamilan di daerah tersebut, termasuk apakah masyarakat masih mempertahankan budaya yang dianut selama ini, ataukah sudah terjadi pergeseran nilai budaya  sebagai pengaruh dari perubahan fisik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepercayaan dan praktik  budaya masyarakat Desa Karangsari pada masa kehamilan, serta manfaat dan dampak dari praktik tersebut terhadap kesehatan ibu dan janinnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, melalui pendekatan studi kasus, dengan informan berjumlah 20 orang. Data hasil wawancara dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  masyarakat Desa Karangsari masih mengikuti kebiasaan yang harus dilakukan ibu pada saat hamil  dan juga pantangan/larangan yang harus dihindari oleh ibu hamil, dengan keyakinan jika pantangan itu dilanggar akan mengakibatkan hal buruk pada ibu dan bayi yang dikandungnya. Masyarakat Desa Karangsari juga masih mempertahankan adat upacara opat bulanan dan nujuh bulanan walaupun dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan ibu hamil dan keluarganya. Suami terlibat dalam kehamilan istrinya dengan mengikuti keharusan dan pantangan dan meyakini akan ada akibat buruk jika tidak mengikuti kebiasaan tersebut. Tenaga kesehatan dan maraji pemanfaatannya saling berdampingan, walaupun maraji memiliki otoritas terutama dalam ritual seremonial.