Dadang Juandi
Jurusan Pend.Matematika

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

STUDY ETHNOMATHEMATICS: PENGUNGKAPAN SISTEM BILANGAN MASYARAKAT ADAT BADUY

Jurnal Online Pendidikan Matematika Kontemporer Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Online Pendidikan Matematika Kontemporer
Publisher : Jurnal Online Pendidikan Matematika Kontemporer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyangkut tentang upaya untuk menunjukkan hubungan yang terjadi secara timbal balik antara matematika dengan budaya. Selama ini matematika dianggap tidak ada kaitannya sama sekali dengan budaya. Anggapan tersebut berperan besar dalam melahirkan praktik kolonialisasi pembelajaran matematika di beberapa negara. Upaya untuk menghilangkan praktik kolonialisasi pembelajaran matematika tersebut didiskusikan oleh para matematikawan dan ahli pendidikan matematika internasional dalam suatu wadah yang disebut ethnomathematics. Penelitian ini dilakukan di daerah adat Baduy, tepatnya di Kampung Gajeboh. Fokus situasi sosial yang diteliti adalah aktivitas di huma (ladang). Tujuannya yaitu mengungkap sistem bilangan (bentuk matematika yang tidak familiar) yang terdapat pada aktivitas tersebut. Metode penelitian terbaru dalam kajian ethnomathematics mengadopsi prinsip mutual interrogation berupa critical dialogue. Metode itu pula yang digunakan dalam penelitian ini. Sebagaimana penelitian-penelitian ethnomathematics di negara-negara lain, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan prinsip-prinsip dalam ethnography, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, hingga pada pembuatan catatan lapangan (field notes). Hasil temuan pada aktivitas pertanian diungkap melalui budaya sebagai kerangka acuan. Penelitian ini merekomendasikan kepada masyarakat Indonesia bahwa sudah seharusnya kita memandang adanya keterhubungan antara matematika dengan budaya.Kata kunci: ethnomathematics, Masyarakat Adat Baduy, mutual interrogation, critical dialogues, dan ethnography.

DEVELOPING MATHEMATICAL COMMUNICATION AND REPRESENTATION OF STUDENTS GRADE VII: A DESIGN RESEARCH

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.681 KB)

Abstract

This research studies mathematical communication and representation through problem based-learning which is developed by design research. There are two objectives of this research. First, in short term, the research is conducted to know: how students‘ mathematical communication and representation develops, does classroom culture support the achievement of basic-competence, and what are students‘ learning obstacles. Second, in long term, this research is conducted to develop ―a theory‖ in mathematics education. These two objectives are expected to be achieved through developmental research (in this case using design research). The first objective is achieved by design research which includes three phases: preliminary design, experiment, and retrospective analysis. The preliminary research showed that: (i) mathematical communication and representation could be developed through contextual learning materials, proper teacher‘s intervention, various learning-teaching settings, a didactical situation developed by the teacher, and the teacher‘s effort in connecting didactical situations i.e., between learning materials and students, and between students and the teacher; (ii) students‘ difficulties include: a difficulty in communicating mathematical idea verbally, representing mathematical idea algebraically, using mathematical representation to solve problems, and proposing argumentation; and (iii) the teacher‘s difficulty is analyzing students‘ mathematical communication and representations.Key Words: learning obstacles, mathematical communication, mathematical representation, design research

ANALISIS REPRESENTASI MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 1 (2011): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.818 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to examine the forms of representation constructed by primary school students in solving mathematical problems. Representation is the basis or foundation of how a student could understand and use mathematical ideas. The forms of representation, such as charts, graphs, and symbols, are essentially a long process of learning mathematics, but unfortunately these representations are often thought of and studied in its final form. Actually, representations should be given as support in the process of understanding concepts, the associations of mathematics, mathematical communication, constructing arguments, and apply mathematical concepts in everyday life through modeling. This research showed that the forms of representation constructed by the students are extremely varied. They are constructed in tables, images, patterns, and in the formal forms of mathematics (the formula). This study was also revealed that some students are able to develop forms of representation using logical mathematical processes. Students begin to formulate a representation using known premise, set the table, make conjecture, and subsequently arrange a formal representation.Keywords: mathematic representation, tables, charts, graphs, statements.

UPAYA MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VII SMPN I JATINANGOR DENGAN TOPIK PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR SUKU SEJENIS DAN BUKAN SEJENIS)

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.271 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui penerapan model pembinaan propesi guru yang dikenal dengan nama “Lesson Study”. Kegiatan Lesson Study dilakukan dalam tiga tahapan yaitu Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan) dan  See (repleksi) yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan  instrumen penelitian berupa Lembar Observasi dan Lembar Kerja Siswa dengan topik penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar suku sejenis dan bukan sejenis, penelitian dilaksanakan terhadap siswa kelas VII  SMPN I Jatinangor, observasi kelas dilakukan oleh 26 guru matematik pada hari Rabu tanggal 22 Desember 2006 bertepatan dengan Implementasi putaran pertama kegiatan Lesson Study. Dari hasil analisis lembar observasi pembelajaran terungkap bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat memotivasi setiap anggota kelompok untuk bekerja sama secara bertanggung jawab mengerjakan tugas yang terdapat pada LKS. Nilai tugas matematik pada LKS yang diperoleh masing-masing kelompok berkategori tinggi, menunjukkan bahwa kegiatan`berdiskusi kelompok kecil untuk menyelesaikan masalah  lebih memotivasi anak dalam menemukan solusi yang lebih baik. Hal-hal penting yang diperoleh guru sebagai observer dari kegiatan lesson study ini adalah adanya penambahan pengetahuan tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw; memilih media pembelajaran sederhana dan menyusun yang LKS dapat memotivasi dan membantu siswa bermatematika secara aktif; cara guru memberikan motivasi pada siswa; dan cara menjalin hubungan yang baik antara guru dengan siswa. Kata kunci:  lesson study, model kooperatif, jigsaw, motivasi

Development Of Didactical Design Of Mathematics Pedagogy Through Professional Program Of Mathematics Teacher Education

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.92 KB)

Abstract

Abstract: This paper discusses about developing model of didactical design on mathematical pedagogy in the area of mathematics. Subject matter proficiency and didactical pedagogy competences of teachers were not mutually exclusive, so the specific studies on how to teach mathematics that anticipate the combination of both subject and pedagogical knowledges, called Mathematical pedagogy (Backer, 1991), need to be conducted. In designing model that can change the participants to become professional mathematics teachers, a didactical design was used as a framework. Further step, the didactical triangle by Kanasen (2003) was used as a guideline by integrating didactical-pedagogical anticipation. How was the step of metapedadidactic, the context of mathematical pedagogy, and how to develop an appropriate design for developing didactical design model in the study of educational program for develop professional teacher education program (PTEP) or Pendidikan Profesi Guru (PPG) of mathematics, later on will be called PTEP. The product of this study is theoretical and empirical models in didactical pedagogical design based on the subject of mathematical pedagogy. Abstrak: Artikel ini membicarakan pengembangan model desain didaktis dalam pedagogi matematis. Mahir dalam matematika dan dalam kompetensi pedagogi matematis tidak saling lepas, sehingga penelitian yang khusus pada bagaimana mengajarkan matematika yang mengantisipasi kombinasi antara penguasaan matematika dan penguasaan pedagogi matematis dinamakan pedagigy matematis (Backer, 1991), perlu dilakukan. Untuk mendesain model yang dapat mengubah para peserta pendidikan profesi guru menjadi guru matematika yang profesional, digunakan framework desain didaktis. Lebih lanjut, segitiga didaktis dari Kanasen (2003) digunakan sebagai petunjuk dengan cara mengintegrasikan pengertian antisipasi didaktis pedagogis. Bagaimana tahapan dari metapedadidactic dalam konteks matematika pedagogis, dan bagaimana mengembangkan desain yang sesuai untuk pengembangan model desain didaktis dalam program pendidikan profesi guru matematika dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah model teoritis dan empiris dari didactical pedagogical design berdasarkan (subject specific pedagogy in mathematics) atau pedagogi matematis.

MODEL PENGEMBANGAN DESAIN DIDAKTIS SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY BIDANG MATEMATIKA MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.426 KB)

Abstract

Salah satu kompetensi inti sebagai guru matematika adalah kompetensi pedagogi yaitu  mengembangkan kurikulum (enacted curriculum) dalam mata pelajaran matematika. Dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Matematika di Universitas Pendidikan Bandung (UPI), kemampuan pedagogi ini dilatih melalui workshop yang disebut subject specific pedagogy (SSP). Tujuan dari kajian ini adalah mengembangkan suatu model/prosedur workshop yang efektif dalam mendorong peserta PPG untuk meningkatkan kompetensi pedagoginya. Model ini dikembangkan atas dasar teori segitiga didaktik antara siswa, guru dan materi yang meliputi Hubungan Didaktik (HD), Hubungan Pedagogik (HP) dan Antisipasi Didaktik-Pedagogik (ADP). Dengan mengikuti prosedur workshop yang telah ditetapkan ini, diperoleh desain pembelajaran matematika yang baru dan efektif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik para peserta  PPG.  Kelemahan peserta akan penguasaan materi dapat diatasi melalui  pendalaman kembali (repersonalisasi) sebagai tugas mandiri, sedangkan kelemahan dalam memprediksi respon siswa dapat diatasi dengan memberikan para peserta pengalaman dalam mengobservasi dan refleksi.Kata kunci:   antisipasi didaktik-pedagogik, desain didaktis, hubungan didaktik, hubungan pedagogik, subject specific pedagogy

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP

Didaktik Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Mathematics is a lesson that is taught from primary education to higher education. However, the implementation of learning, especially SMP were encountered obstacles, one of which is the lack of representative learning device. This study was a response to the need for a valid learning tool, especially book teacher and student book. This research development, namely the development of learning tools based on open-ended approach to improve the ability to think creatively mathematical school students with materials Statistics. Software development models used in this study was a modification of the steps Plomp model, namely (1) preliminary investigation phase (phase preliminary investigation), (2) design phase (phase design), (3) realization/construction phase (phase realization/construction), and (4) test, evaluation, and revision phase (phase test, evaluation and revision. The device consists of learning learning implementation plan (RPP), teacher guide, student books, student worksheet and the test of learning outcomes. Methode of data collection was done through the validation sheet, test, and questionnaire of students’ responses. Results of the validation sheet was obtained that the RPP had an average value of 4.05 with valid criteria, teacher guide had an average value of 3.94 with valid criteria, students’ books had an average value of 3.9 with valid criteria, student worksheet had an average value of 3.83 with valid criteria, and test results of learning had an average value of 4.15 with very valid criteria. Students response to the five components was as much as 94.3%.Keywords: Software development learning, model plomp, open-ended approach, mathematical creative thinking ability

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MADRASAH ALIYAH

Jurnal Analisa Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.995 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah antara siswa yang mendapatkan pembelajaran model investigasi kelompok dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa. Subjek penelitian ini adalah siswa Madrasah Aliyah dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak dari delapan kelas XI yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung dengan teknik purposive sampling. Kelas pertama sebagai kelas kontrol dan kelas kedua sebagai kelas eksperimen. Kelas kontrol memperoleh pembelajaran biasa dan kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model investigasi kelompok. Pengumpulan data hasil penelitian menggunakan instrumen berupa soal-soal tes kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis dianalisis secara kuantitatif. Data sebelum dianalisis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji-t, jika data tidak normal memakai uji Mann-Whitney. Data hasil skala sikap dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menggunakan pembelajaran model investigasi kelompok dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa. Analisis data angket skala sikap memperlihatkan bahwa siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika yang mencakup sikap terhadap pelajaran matematika, pembelajaran dengan model investigasi kelompok maupun terhadap soal-soal kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis.

Analisis Penguasaan Siswa Sekolah Menengah Atas pada Materi Geometri

Didaktik Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Geometry is one of the subjects studied at the high school level. Learning geometry includes the position, distance, and angle of the elements of a space. This study was a qualitative study aimed to look at the students mastery of geometry. Subjects in this study were students in high schools in Banda Aceh were categorized in high school, medium, and low. Categories of student mastery of the geometry were analyzed based on mistakes made by students in answering the questions. Based on the data analysis it can be concluded that (i) high school students in Banda Aceh had not mastered geometry, (ii) there were mistakes made by students in answering the question of geometry. Mistakes made by students include misconceptions, operation, and analysis, (iii) the student mistakes caused by (1) not mastered the concepts, (2) inability to perform the operation, and (3) not able to perform the analysis in accordance with the expected completion problem. Important information obtained through this study was that the mistakes made by students in solving geometry had a close connection with the students mastery of geometry.Keywords: Mastery students, geometry, misconception, mistake perform arithmetic operations, mistake analysis