Articles

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK MENUJU ACEH MADANI (MODEL PM-RAHMA) Johar, Rahmah
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program studi magister Pendidikan Matematika FKIP Unsri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) saat ini sedang berbenah dari keterpurukannya setelah didera konflik hampir 30 tahun dan disusul dengan bencana alam gempa dan tsunami. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengembangkan suatu model pembelajaran yang memanfaatkan realitas dan nilai-nilai Islami serta mengoptimalkan keaktifan siswa. Model ini dikenal dengan Model Pembelajaran Matematika Realistik menuju Aceh Madani (Model PM-RAHMA). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang bertujuan untuk memperoleh model PM-RAHMA yang memenuhi kriteria valid. Adapun tahap-tahap dalam pengembangan model pembelajaran ini adalah tahap investigasi awal, tahap desain, tahap realisasi, dan tahap tes, evaluasi, dan revisi. Dengan mengikuti tahap pengembangan di atas, diperoleh buku panduan tentang model PM-RAHMA beserta perangkatnya yang memenuhi kriteria valid. Adapun  sintaks model PM-RAHMA adalah (1) orientasi, (2) penyajian masalah real yang bernuansa Islami, (3) pemahaman masalah real secara individu, (4) Diskusi kelompok tentang masalah real, (5) presentasi hasil diskusi kelompok, dan (6) evaluasi dan penguatan. Sedangkan perangkat yang diperoleh adalah buku siswa, Lembar Kerja Siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan tes hasil belajar. Kata kunci: pendekatan realistik, masyarakat madani
Domain Soal PISA untuk Literasi Matematika Johar, Rahmah
Jurnal Peluang Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 No.1, Oktober 2012
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak
PEMBELAJARAN SEGITIGA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KARAKTER DI KELAS VII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Patmawati, Dian; Johar, Rahmah; Zubaidah, Tuti
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada fenomena seiring terkikisnya nilai karakter siswa, pandangan bahwa pengetahuan sebagai seperangkat fakta yang harus dihafal dan masih berfokus pada guru, serta kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah pada materi segitiga yang berkaitan pada dunia nyata. Materi segitiga memerlukan kreativitas dan kerja keras siswa sehingga siswa dituntut untuk membangun pengetahuannya sendiri. Pendekatan kontekstual merupakan salah satu pendekatan yang sesuai pada materi segitiga dengan pengajaran yang mengacu pada kehidupan dunia nyata dan siswa diajak untuk belajar berpikir serta menanamkan karakter kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level karakter kerja keras siswa dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter pada materi segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimendengan desain one shot case study . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMP Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang dengan 3 orang siswa yang diamati karakter kerja kerasnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk mengamati karakter kerja keras siswa sedangkan tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa tentang segitiga. Data level karakter siswa dianalisis dengan menggunakan empat kategori, yaitu Belum Terlihat (BT), Mulai Terlihat (MT), Mulai Berkembang (MB), dan Menjadi Kebiasaan (MK), sedangkan data tes hasil belajar siswa dianalisis dengan cara menghitung persentase dan membandingkan dengan KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter yang digunakan dalam materi segitiga di kelas VII-6 SMP Negeri 3 Banda Aceh level karakter siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada level MB dan MK, hasil tes seluruh siswa mencapai ketuntasan secara klasikal, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kriteria baik.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK SECARA TEMATIK DI KELAS I SD Johar, Rahmah
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program studi magister Pendidikan Matematika FKIP Unsri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on KTSP, Teaching and Learning in early class is held thematically, it means, some subjects are integrated in a theme. Furthermore, realistic mathematics education needs to be improved in order to make it suitable with curriculum need. The purpose of this research is to improve realistic mathematics teaching materials thematically in the first class of Elementary School. This research was done by classroom action research, which was begun by analyzing problem together with the teacher, and then implemented it for three cycles. The first cycle is limited try out for student in the first class of elementary school, the second cycle is modeling try out for PMRI training participants in Medan, and the third cycle is modeling try out for PMRI workshop participants in Aceh.  Based on the try out, we got realistic mathematics teaching and learning thematically materials in the first class of elementary school, namely teaching plan and student worksheet.   Key words: realistics approach, thematics teaching.
Tingkat Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif Rahmatina, Siti; Sumarmo, Utari; Johar, Rahmah
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. This study aims to determine the level of students creative thinking in solving math problems. This study is a qualitative verificative research. Subjects numbered 4 people ie students of SMA Negeri 4 Banda Aceh class X. The selection of subjects was based on Matching Familiar Figure Test ( MFFT ) ie 2 students and 2 students reflective impulsive. The data were obtained from the study subjects written response tests of creative thinking math ( TBKM ) and interviews. To test the credibility of the data the researcher doing triangulation. In this study, triangulation was used to compare the triangulation method TBKM TBKM 1 with 2 and interviews. Creative thinking abilities of students can be seen by thinking of creative mathematics achievement indicators. Creative thinking ability of students surveyed as follows, the level of creative thinking on the subject of reflective material up 1 flat is level 4 which meets four indicators of fluency, novelty, flexibility, and elaboration, the level of creative thinking on the subject of reflective material equation 1 is a straight line that is level 4 meet four indicators fluency, novelty, flexibility, and elaboration. Level of creative thinking on the subject of reflective material up 2 flat is level 4 which meets four indicators of fluency, novelty, flexibility, and elaboration, the level of creative thinking on the subject of reflective material 2 is a straight line equation 4 level indicator which meets four fluency, novelty, flexibility, and elaboration. Level of creative thinking on the subject matter up impulsively 1 flat is level 1 which meet the proficiency indicator, the level of creative thinking on the subject matter impulsive equation 1 is a straight line which meets the level 1 two indicators of fluency and elaboration. Level of creative thinking on the subject matter up impulsively 2 flat is level 3 which meets three indicators of fluency, novelty, and elaboration, the level of creative thinking on the subject matter impulsive equation 2 is a straight line that meets two level 1 indicators fluency and elaboration. Keywords: Creative thinking, reflexive and impulsive cognitive style
Domain Soal PISA untuk Literasi Matematika Johar, Rahmah
Jurnal Peluang Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 No.1, Oktober 2012
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.003 KB)

Abstract

Abstrak             PISA (Program for International Student Assessment) melaksanakan asesmen tiga tahunan untuk mengetahui literasi siswa dalam membaca, matematika, dan sains. Literasi (melek) matematika merupakan kemampuan seseorang individu merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Termasuk didalamnya bernalar secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menjelaskan serta memprediksi fenomena. Sejak tahun 2003, posisi siswa Indonesia berada pada ranking 5-10 dari bawah. Dengan mengetahui sasaran PISA diharapkan ranking siswa Indonesia menjadi lebih baik. Makalah ini membahas tujuan PISA, literasi matematika, domain PISA, level kemampuan matematika pada sosal PISA, contoh soal PISA, dan upaya meningkatkan skor PISA untuk siswa di Indonesia. Kata kunci: PISA, literasi matematika, domain PISA
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA SETARA PISA PADA KONTEN SHAPE AND SPACE DAN CHANGE AND RELATIONSHIP UNTUK SISWA SMP ,, Irnanda; Johar, Rahmah; Subianto, Muhammad
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program International for Student Assessment (PISA) merupakan program penilaian tingkat Internasional yang diselengarakan setiap tiga tahun sekali yang bertujuan untuk meneliti kemampuan siswa usia 15 tahun dalam literasi membaca, matematika, dan sains. Hasil PISA tahun 2009 dan tahun 2013 menunjukkan bahwa prestasi siswa Indonesia pada literasi matematika masih berada pada level 2. Rendahnya prestasi tersebut tidak terlepas dari proses belajar di sekolah, salah satunya siswa belum dibiasakan menyelesaikan soal-soal yang menuntut kemampuan siswa untuk menganalisis, bernalar, beragumentasi, merepresentasikan permasalahan dalam berbagai situasi, dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu dikembangkan soal matematika setara PISA yang sesuai dengan konteks siswa Indonesia yang dapat digunakan guru sehingga literasi matematika siswa dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menghasilkan soal matematika setara PISA pada konten shape and space dan change and relationships untuk siswa SMP yang valid dan praktis dan (2) untuk mengetahui level siswa dalam menyelesaikan soal matematika setara PISA pada konten shape and space dan change and relationships. Penelitian ini menggunakan alur pengembangan instrumen oleh Tessmer. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas IX-5 MTsN Model Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) diperoleh perangkat soal matematika setara PISA pada konten shape and space dan change and relationship sebanyak 12 butir yang valid dan praktis dan (2) rata-rata pencapaian level siswa dalam menyelesaikan soal matematika setara PISA masih berada pada level 2.Kata kunci: penelitian pengembangan, soal PISA
Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level Sulastri, Rini; Johar, Rahmah; Munzir, Said
Didaktik Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. To increase and improve PISA rankings (Programme for International of Student Assessment) of Indonesian students not only starts from the students, but also teachers and prospective teachers. The purpose of this study was to determine the ability of students as prospective teachers to solve problems of high-level PISA (most difficult) is level 5. This study was a descriptive study using a qualitative approach to describe the ability of each student in solving PISA question. The subjects were students taking the Teaching Mathematics I course of Mathematics Education Program FKIP Unsyiah. Data analysis in qualitative research based on the results of the data collection process in the form of field notes, documentation, and interviews. Assessment conducted on students ability to solve problems using the PISA assessment rubric. Furthermore, the score obtained is converted into the interval level of ability. The results showed only one student (14,28 %) of the seven students who have an excellent ability to resolve the matter appropriately. Meanwhile, three students (42,85 %) experienced only a mistake on the problems at the problem of the distance down. However, the ability of the three students vary based on the accuracy of the analysis in solving aspects. For the third ability of other students (42,85 %) were still low due to the settlement of questions that do not quite right with the ability to be at sufficient levels. Based on the results of this study are expected each faculty can use international issues as a matter of PISA in learning, so that students get used to solve the problems of non-routine to improve their ability to understand and solve problems, which can contribute to the future of teaching practice. Keywords: PISA, most difficult level, students as prospective teachers
Students’ Mathematical Communication Ability and Self-Efficacy using Team Quiz Learning Model Johar, Rahmah; Junita, Eka; Saminan, Saminan
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 2 No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.393 KB)

Abstract

This research aims to examine the improvement of mathematical communication skills of the students who learn using the team quiz learning model. This is an experimental research with pretest-posttest-control group design. The population of this study is all of the seventh-grade students in one of the junior high schools in Banda Aceh. We use a simple random sampling technique to obtain two classes as the research samples. The data were collected using tests of mathematical communication skills and self-efficacy questionnaires. The statistical tests used in this study were the paired t-test and two-way ANOVA. The results show that: (1) The improvement of the students’ mathematical communication ability in the team quiz class is higher than the conventional class; (2) The improvement of the students’ self-efficacy in team quiz class is higher than the conventional class; (3) There is no interaction between the learning model and the student level towards the students' mathematical communication ability; and (4) There is no interaction between the learning model and the student level towards the students’ self-efficacy.
Students’ metacognitive skill in mathematics learning with cabri geometry II plus Johar, Rahmah; Khalisna, .; Abidin, Taufik Fuadi
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.183 KB)

Abstract

Metacognitive skill is the awareness of ones thinking about the thinkingprocess itself, whereas consciousness is the awareness of ones thinking about what to do. The subjects for this research were five students from class VII-1 SMP 1 Banda Aceh. Research data collection used the sheet metacognitive questions. Data were analyzed descriptively to interpret students metacognitive skills in learning how to use Cabri Geometry II Plus software. The results showed that the metacognitive abilities of students increased from the first meeting to the fourth meeting