Articles

Found 15 Documents
Search

VISUALISASI PETA KONTUR DALAM SUDUT PANDANG TIGA DIMENSI Jimmy, Jimmy
Jurnal Informatika Vol 7, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.55 KB) | DOI: 10.9744/informatika.7.2.pp. 77-84

Abstract

A Contour map is commonly displayed in two dimensional view, where the earth's contours captured from above the earth. A Two dimensional contour map often difficult to express the earth's surface velocity. The problem arose when trying to visualize a contour map in three dimension environment, is about how to connect each contour lines that exist within the two dimensional contour map. In order to solve that problem, writer creates an algorithm that able to convert earth's coordinate data into a collection of polygonal mesh data. Conversion process is done by using a square polygon web. At the beginning, the square polygon web was set flat at the height of 0 meter. Then, every vertex on the square polygon web must be altered to the same height as the height of the contour map at the same coordinate. Experiments conducted shows that the square polygon web, which the height has been altered, able to display earth's contours in three-dimensional view. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada umumnya peta kontur disajikan dalam sudut pandang dua dimensi, dimana kontur dilihat dari atas permukaan bumi. Penyajian peta kontur secara dua dimensi sering kali sulit memberikan gambaran mengenai ketinggian dari permukaan bumi yang sedang diamati. Permasalahan yang muncul ketika akan melakukan visualisasi peta kontur secara tiga dimensi adalah bagaimana cara menghubungkan garis kontur yang satu dengan yang lain. Permasalahan tersebut muncul karena sering kali data peta kontur yang didapat hanya berupa data koordinat bumi dari tiap kontur yang ada. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, penulis membuat sebuah algoritma yang dapat meng-konversi kumpulan data koordinat bumi menjadi kumpulan data koordinat mesh polygon yang merupakan komponen penyusun objek tiga dimensi. Pembentukan data koordinat mesh polygon dilakukan dengan memanfaatkan sebuah jaringan poligon bujur sangkar yang menutupi seluruh daerah peta kontur. Pertama-tama, jaringan poligon bujur sangkar diletakkan mendatar pada ketinggian 0 meter. Kemudian tiap vertex pada jaringan poligon bujur sangkar akan diubah ketinggiannya sesuai dengan ketinggian peta kontur pada koordinat sumbu X dan Y yang sama dengan koordinat X dan Y vertex. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaringan poligon, yang ketinggian tiap vertexnya telah disesuaikan dengan ketinggian peta kontur, dapat menggambarkan kontur permukaan bumi secara tiga dimensi. Kata kunci: peta kontur, koordinat bumi, konversi, mesh polygon, tiga dimensi.
Publications Repository Based on OAI-PMH 2.0 Using Google App Engine Hendra, Hendra; Jimmy, Jimmy
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 12, No 1: March 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.295 KB)

Abstract

Online publication of scientific papers by the colleges aims to improve the dissemination and access by the public and the industry to the research result. OAI-PMH standard 2.0 is a protocol that allows the publication metadata exposed by a data provider can be harvested online by a service provider without any human intervention . A publication portal that is equipped with metadata exposure will increase the access and wider spread through the services provider. This study aims to developing a publications repository application completed with meta data exposure facility based on OAI-PMH 2.0 that running on Google App Engine. Google App Engine is a PaaS service provided by Google. Application development is done using SDLC approach, and using OOAD at the analysis and design phases. The purpose of the application is to publish scientific papers by lecturers at STMIK IBBI named Portal Garuda STMIK IBBI. Based on the results of testing using OAI-PMH Validator, BASE OAI-PMH Validator, and successful registration of portal Garuda STMIK IBBI in OpenArchive.org, OpenDOAR, and the ROAR, as well as the result rating reaching 95% by WebArchivability, it is believed that the application is complies with OAI-PMH standard 2.0 and the W3C standard. By implementation of the application will help higher education institutions meet the obligations of the scientific paper publication that can be accessed online as well as letter of Dikti number 2050/ET/2011.
IT OUTSOURCING SUCCESS FACTORS FOR THE CLIENT ORGANIZATION Jimmy, Jimmy
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 7, No 2, Juli 2008
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information and Technology Outsourcing (ITO), as defined by Willcocks et al.[1], is the practice of sourcing all or part of an organization‘s IT and IS functions along with its related services from an outside vendor. Due to the huge sum of money involved on each ITO contract, ITO managers were under pressure to successfully deliver what has been expected from the contract. This paper will focus on synthesizing ITO success factors from the current literatures to suggest a complete list of factors which influence the ITO success for the client organization. Based from the literatures, the following list of factors is proposed as the ITO key success factors: selective outsourcing, client core capabilities, relationship, ITO process, ITO configuration fit, supplier capabilities, ITO contract and stakeholder management. With a clear understanding on both the expectations and the success measurements, an ITO manager could use the proposed key success factors to enhance the success of his/her outsourcing ITO contract.   Keywords: Information Technology Outsourcing, Key Success Factor
PENGGUNAAN MINYAK NYAMPLUNG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH Jimmy, Jimmy
Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetable oil have a higher flash point compared with kerosene. Because of the higher flash point, it would require an effort to lower the flash point. This study aimed to determine the effect of the composition ratio of ethanol and ethyl lactate in lowering nyamplung oil flash point. To determine the ratio of ethanol and ethyl lactate, preliminary experiments carried out by the addition of additives in the ratio 1:1; 1:2; 1:3; 2:1; 2:3 on nyamplung oil for determining the solubility of additives in the nyamplung oil. The result gives good  solubility for ratio 1:1. Concentrations of ethanol additive used each are 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Nyamplung oil used as much as 200 grams. Additives mixing made in stirred vessel at room temperature with slow stirring for 10 minutes. It can be concluded that the addition of ethanol and ethyl lactate additive effect on the decline in oil flashpoint nyamplung, nyamplung oil with ethanol and ethyl lactate concentration of each of the 2% obtained by the flash point 550C, density 0.9358 g/cm3 and viscosity 43.71 mm2/s. Nyamplung oil with additive ethanol and ethyl lactate more appropriately applied to the press stove. Keywords: composition of ethanol and ethyl lactate, flash point, nyamplung oil
PENGGUNAAN MINYAK NYAMPLUNG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH Jimmy, Jimmy
Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak nabati merupakan alternatif substitusi minyak tanah, karena titik nyala minyak nabati lebih tinggi dari minyak tanah, maka diperlukan suatu upaya untuk menurunkan titik nyala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbandingan komposisi etanol dan etil laktat dalam campuran aditif terhadap titik nyala minyak nyamplung. Untuk memperoleh perbandingan etanol dan etil laktat yang ditambahkan, dilakukan percobaan pendahuluan melalui penambahan aditif dengan rasio 1:1; 1:2; 1:3; 2:1; 2:3 pada minyak nyamplung. Tujuannya untuk mengetahui kelarutan aditif dalam minyak nyamplung. Penambahan etanol dan etil laktat dengan perbandingan 1:1 memberikan kelarutan etanol yang baik dalam minyak nyamplung. Setelah itu, dilakukan variasi konsentrasi aditif terhadap minyak nyamplung. Peubah konsentrasi aditif etanol yang digunakan masing-masing adalah 0%; 1%; 2%; 3%; 4%; 5%. Minyak nyamplung yang digunakan sebanyak 200 gram. Pencampuran bahan aditif dilakukan dalam bejana berpengaduk pada temperatur kamar dengan pengadukan lambat selama 10 menit agar homogen. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan aditif etanol dan etil laktat terjadi penurunan titik nyala minyak nyamplung, minyak nyamplung dengan konsentrasi etanol dan etil laktat masing-masing 2% diperoleh titik nyala 55°C, densitas 0,9358g/cm3 dan viskositas 43,71 mm2/s. Minyak nyamplung dengan aditif etanol dan etil laktat lebih tepat diaplikasikan pada kompor tekan dari pada kompor sumbu. Kata kunci : komposisi  etanol dan etil laktat, titik nyala, minyak nyamplung
KINETIKA REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT Jimmy, Jimmy
Teknik Kimia Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaction kinetics data is one of the models which can help in making transesterification process efficient. This research aims to learn the kinetics of transesterification reaction of palm oil, and to make the research data usable as initial data for further research. To obtain the best kinetics data, we used temperature variation of 30, 45, and 60 oC, NaOH concentration of 1% of the oil weight, molar ratio of oil:methanol is 1:6. Reaction times used in this stud are2, 4, 6, 8, 10, 20, 30, 45, 60, 90 and 120 minutes. Transesterification of palm oil takes place in the second order reaction with temperature of 600C, the best reaction rate  0.0158 mol/(L.minute, reaction rate constant k1 = 1,6846x10-4 L/(mol.minute) and k2 = 5.1872x10-5L/(mol.minute), conversion 86.61% FAME(Fatty Acid Methyl Ester).
Analisis Morfologi Selulosa Kristalin Serbuk Kayu Belian (Eusideroxylon Zwageri) Jimmy, Jimmy; Malino, Mariana Bara; Sitorus, Berlian
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1650.327 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis morfologi selulosa kristalin hasil sintesis dari serbuk gergajikayu belian (Eusideroxylon Zwageri). Selulosa kristalin diperoleh melalui proses ekstraksi, bleaching danhidrolisis. Proses hidrolisis disertai dengan sonifikasi dan sentrifugasi dengan memvariasikan kelajuansentrifugasi adalah untuk mempelajari pengaruh kelajuan sentrifugasi terhadap ukuran kristalin yangterbentuk. Berdasarkan analisis SEM, morfologi selulosa kristalin yang dihasilkan berupa fiber denganukuran partikel rerata adalah 14,27 ?m untuk kelajuan sentrifugasi 3.500 rpm dan 13,71 ?m untukkelajuan sentrifugasi 4.500 rpm.Kata kunci: Analisis morfologi, Kayu belian, Selulosa kristalin, Sentrifugasi, Sonikasi
PEMBUATAN GLISEROL TRIBENZOAT DARI GLISEROL (HASIL SAMPING INDUSTRI BIODIESEL) DENGAN VARIASI RASIO REAKTAN DAN TEMPERATUR REAKSI Rastini, Endah Kusuma; Jimmy, Jimmy; Auwalani, Wahyuda; Setiawati, Nur Aini
Teknik Kimia Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gliserol merupakan hasil samping produksi biodiesel yang perlu diolah menjadi produk turunannya untuk memaksimalkan pemanfaatannya. Keberadaan gliserol akan melimpah saat produksi biodiesel berkembang. Meskipun gliserol bukan merupakan zat yang beracun, buangan limbah gliserol dengan volume yang besar tetap akan menimbulkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan sehingga diperlukan usaha diversifikasi gliserol menjadi berbagai product urunanna untuk meningkatkan konsumsinya. Proses esterifikasi gliserol merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam konversi gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut proses reaksi gliserol dan asam benzoat dengan menggunakan katalis asam klorida untuk mendapatkan kondisi optimum proses produksi gliserol tribenzoat dengan variasi temperatur dan rasio reaktan (gliserol dan asam benzoat). Penelitian dilakukan dengan mereaksikan antara asam benzoat yang larut dalam metanol dengan gliserol dan asam klorida sebagai katalis dalam reaktor berpengaduk dengan tekanan 3 atm, kecepatan pengadukan 100 rpm, volume reaktor 500 mL, waktu reaksi 60 menit, dan katalis 7%. Variabelnya adalah temperatur (50, 65, 70, 80, 90 0C) dan rasio mol gliserol/asam benzoate (1:3; 1:3,5; 1:5 dan 1:7). Kondisi optimum terjadi pada rasio reaktan 1:5 dan temperatur 70 ⁰C yang menghasilkan massa gliserol tribenzoat sebesar 55,48 g, yield terhadap gliserol sebesar 5,44 dan yield terhadap reaktan total hasil reaksi sebesar 77,87%.
Repositori Publikasi Berbasis OAI-PMH 2.0 dengan Google APP Engine Hendra, Hendra; Jimmy, Jimmy
Jurnal Eksplora Informatika Vol 3 No 1 (2013): Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.918 KB)

Abstract

Publikasi karya ilmiah secara online oleh perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan penyebaran dan akses oleh masyarakat maupun industri kepada hasil penelitian. OAI-PMH 2.0 adalah suatu protokol yang memungkinkan metadata publikasi yang diekspos oleh suatu data provider dapat dipanen secara online oleh service provider tanpa intervensi manusia. Suatu portal publikasi yang dilengkapi dengan fasilitas ekspos metadata akan meningkatkan penyebaran dan akses secara luas melalui layanan yang disediakan oleh service provider. Penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu Repositori Publikasi yang dilengkap dengan fasilitas ekspos metadata berbasis OAI-PMH 2.0 yang berjalan diatas Google App Engine. Google App Engine merupakan layanan PaaS yang disediakan oleh Google. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan pendekatan SDLC, dan pada tahapan analisa dan perancangan menggunakan OOAD. Aplikasi hasil pengembangan diimplementasi untuk publikasi hasil penelitian dosen-dosen STMIK IBBI yang diberi nama Portal Garuda STMIK IBBI. Berdasarkan hasil pengujian dengan OAI-PMH Validator, BASE OAI-PMH Validator, dan berhasil didaftarkannya Portal Garuda STMIK IBBI di OpenArchive.org, OpenDOAR, dan ROAR, serta hasil rating yang mencapai 95% oleh WebArchive, maka diyakini aplikasi telah sesuai dengan standard OAI-PMH 2.0 dan W3C sehingga nantinya membantu institusi perguruan tinggi untuk memenuhi kewajiban publikasi karya ilmiah yang dapat ditelusuri secara online sebagaimana surat Dikti nomor 2050/E.T/2011.  
PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM JARINGAN SYARAF TIRUAN BERULANG ELMAN UNTUK PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM Talahatu, Julian; Benarkah, Njoto; Jimmy, Jimmy
CALYPTRA Vol 4 No 1 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.783 KB)

Abstract

Prediksi pasar saham adalah sebuah tindakan untuk menentukan nilai  sebuah saham perusahaan pada masa yang akan datang. Namun, dalam melakukan prediksi pasar saham tidaklah mudah  karena sifat pasar saham yang selalu berubah dan susah ditebak. Banyak peneliti yang menyelidiki tentang pasar saham dengan metode-metode data mining, salah satunya adalah menggunakan neural network untuk membantu para investor untuk mengambil keputusan. Neural network dapat mencari pola antara data input dan output untuk menjadi pembelajaran bagi sistem. Dalam pembuatan aplikasi ini digunakan elman neural network yang merupakan pengembangan dari neural network. Elman neural network dapat melakukan pemodelan sistem yang lebih baik karena mempunyai internal state yang menyimpan nilai dari penghitungan sebelumya. Hal ini membuat Elman neural network sesuai untuk melakukan prediksi pasar saham. Aplikasi ini akan menerima input data saham dan akan mengeluarkan output berupa prediksi harga saham untuk keesokan harinya. Input data yang digunakan adalah Open, Low, High, Volume dan Close sedangkan output nya adalah harga Close untuk keesokan harinya. Aplikasi yang dibuat akan divalidasi dengan cara membandingkan dengan aplikasi yang menggunakan fungsi dari library Encog . Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa aplikasi yang dibuat memberikan hasil yang lebih baik dan lebih stabil dibandingkan dengan library Encog.