Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BASASTRA

KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM KUMPULAN CERITA MADRE KARYA DEWI LESTARI Jatmiko, Jatmiko; Sumarwati, Sumarwati; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.691 KB)

Abstract

  Abstract: The aims of this research are to describe the character of the figures on Madre and Menunggu Layang-layang story; to describe the figure internal conflicts of Madre and Menunggu Layang-layang story by psychoanalysis theory of Sigmund Freud; to describe the perception of readers to Madre and Menunggu Layang story. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative method by literary psychology approach. The sample of this research taken by purposive sampling technique and the data taken from content analysis and interview. Interactive analysis is used to analysis on this research. As result of this reseach are: first, Tansen as a good boy and hard worker, Pak Hadi as a man who has strong principle, Mei as a hardworker although she has a mistake when she was a child, Bu Cory and Bu Sum as subordinate have a big loyality to their leader, Christian as a hardworker who has a regimentation, Starla as a hardworker, but she has a bad personality, and Rako as a man who afraid with the commitment. Second, the historical of Tansen’s family is not clear and suddenly he gets the legacy from anonymous person; Pak Hadi afraid of lost his life identity; Mei has a mistake when she was a child and until now she feels it; Christian afraid of alteration and indeterminancy; Starla afraid of commitment; Rako’s desirability to have a relationship with Starla isn’t attained. Keywords: internal conflict,figure, Madre story, psychology approach Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.   Kata kunci: konflik batin, tokoh,  kumpulan cerpen Madre, psikologi sastra
KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM KUMPULAN CERITA MADRE KARYA DEWI LESTARI Jatmiko, Jatmiko; Sumarwati, Sumarwati; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.691 KB)

Abstract

  Abstract: The aims of this research are to describe the character of the figures on Madre and Menunggu Layang-layang story; to describe the figure internal conflicts of Madre and Menunggu Layang-layang story by psychoanalysis theory of Sigmund Freud; to describe the perception of readers to Madre and Menunggu Layang story. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative method by literary psychology approach. The sample of this research taken by purposive sampling technique and the data taken from content analysis and interview. Interactive analysis is used to analysis on this research. As result of this reseach are: first, Tansen as a good boy and hard worker, Pak Hadi as a man who has strong principle, Mei as a hardworker although she has a mistake when she was a child, Bu Cory and Bu Sum as subordinate have a big loyality to their leader, Christian as a hardworker who has a regimentation, Starla as a hardworker, but she has a bad personality, and Rako as a man who afraid with the commitment. Second, the historical of Tansen’s family is not clear and suddenly he gets the legacy from anonymous person; Pak Hadi afraid of lost his life identity; Mei has a mistake when she was a child and until now she feels it; Christian afraid of alteration and indeterminancy; Starla afraid of commitment; Rako’s desirability to have a relationship with Starla isn’t attained. Keywords: internal conflict,figure, Madre story, psychology approach Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.   Kata kunci: konflik batin, tokoh,  kumpulan cerpen Madre, psikologi sastra