Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NAHDHATUL ULAMA PACE NGANJUK Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMK NU Pace Kabuptaen Nganjuk. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengumpulan  datadilakukan dengan menggunakan metode kuesioner/angket tentang motivasi belajarsiswa,  dan dokumentasi berupa nilai tes ulangan semester genap siswa semestergenap tahun 2013/2014. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS forWindows v.21.0 (Statistic Programme for Social Scient) for Windows, dan dasarpengambilan keputusan dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significanted).Berdasarkan hasil análisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1). Motivasi belajarmatematika siswa kelas X SMK NU Pace dengan klasifikasi rendah sebanyak 11,1%,responden dengan klasifikasi cukup sebanyak 64,4%, dan responden dengan klasifikasitinggi sebanyak 24,4%. (2). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasibelajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa dengan nilai  = 0,322 > =0,288.Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar
Perangkat Pembelajaran 4D Sebuah Rekam Jejak Proses Pembuatan Perangkat Pembelajaran Berbasis Video Animasi 3D Portofolio Jatmiko, Jatmiko; Fiantika, Feny Rita
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan tulisan ini adalah menuliskan laporan rekam jejak pembuatan video animasi 3D Portofolio tahap define dan design. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis video 3D portofolio yang digunakan dalam penelitian pengembangan perangkat ini adalah menggunakan teori pengembangan perangkat pembelajaran Thiagarajan (Thiagarajan, Semmel dan Semmel, 1974: 5) yang dikenal dengan Four - D Model atau model 4-D. Model ini terdiri atas empat tahap, yaitu: Define (pendefinisian), Design (perencaaan), Develop (pengembangan), dan Desseminate (pendiseminasian). Adapun alasan penulis memilih model pengembangan Thiagarajan untuk dipakai dalam penelitian ini karena model tersebut terperinci dan sistematis sehingga memudahkan dalam melakukan proses pengembangan perangkat dan instrumen. Namun demikian model tersebut dimodifikasi sehingga yang digunakan dalam penelitian ini hanya memuat: Define, Design, dan Develop. Modifikasi yang dilakukan meliputi: 1) analisis tugas dilakukan setelah analisis konsep/topik, 2) perancangan awal didahului oleh perancangan instrumen, dan 3) penyederhanaan langkah-langkah pada tahap pengembangan (develop).Ada 3 tahapan pembuatan video animasi 3 dimensi Portofolio yaitu menggambar sketsa 2 dimensi dengan menggunakan program autocad dan google sketchup, merender gambar 2 dimensi ke 3 dimensi dengan menggunakan program lumion dan mengedit video dengan menggunakan adobe after effect.
Eksperimen model pembelajaran think pair share ditinjau dari kecerdasan interpersonal peserta didik Jatmiko, Jatmiko; Santia, Ika; Setyaningrum, Dita
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah diantara Model Pembelajaran TPS atau Pembelajaran langsung yang menghasilkan prestasi yang lebih baik?, (2) Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika peserta didik  yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang atau rendah?, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS dan Pembelajaran langsung pada peserta didik  yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental), dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik  kelas VII MTs NU Joho Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2015/2016. Dipilih dua kelas secara acak sebagai sampel dengan jumlah sampel 62 peserta didik. Sampel selanjutnya dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol yang masing-masing 31 peserta didik. Uji prasyarat anava yaitu uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1).Model pembelajaran TPS memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung; (2). Peserta didik  dengan kecerdasan interpersonal tinggi, kecerdasan interpersonal sedang maupun kecerdasan interpersonal rendah mempunyai prestasi belajar yang sama; (3). Pada masing-masing kecerdasan interpersonal peserta didik , baik tinggi, sedang  ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS lebih baik dari pada pembelajaran langsung.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Model Pembelajaran Learning Cycle Andriani, Desi Gita; Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v4i2.12329

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu tujuan diterapkannya kurikulum K-13, namun kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 8 Kediri masih belum dapat maksimal karena siswa kurang mampu memberikan penjelasan seperti menganalisis soal matematikan, menggunakan pengetahuan awal penalaran matematika dan menentukan cara lain dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Kediri. Teknik analisis data yang digunakan adalah Idependent Sample t Test. Hasil penelitian ini menyatakan model pembelajaran Learning Cycle berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP, dengan thitung = 5,499 dan ttabel, 5%;66 = 1,997.
Pengembangan modul pembelajaran matematika berdasarkan proses berpikir relasional dalam upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah aljabar siswa SMP Santia, Ika; Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir secara matematis dan menggunakannya dalam penyelesaian masalah merupakan tujuan penting dari pembelajaran matematika sekolah. Tetapi pada kenyataannya, pembelajaran matematika di sekolah selama ini difokuskan untuk menghitung jawaban akhir. Kenyataan ini mengindikasikan bahwa proses berpikir siswa kurang diperhatikan oleh guru. Di pihak lain, dalam materi matematika sekolah khususnya menyelesaikan persamaan aljabar, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah tersebut karena siswa dituntut memahami simbol samadengan sebagai suatu relasi ekivalensi. Hal ini menunjukkan sebuah karakter yang berbeda daripada hanya mengaplikasikan algoritma untuk mendapatkan jawaban akhir. Sehingga diperlukan kemampuan berpikir relasional. Melihat pentingnya berpikir relasional, khususnya untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerima aljabar sebagai materi baru bagi mereka, diperlukan suatu media pembelajaran aljabar yang merangsang kemampuan berpikir relasional. Untuk itu,penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu bahan ajar berupa modul pembelajaran untuk siswa SMP dengan mengutamakan kemampuan berpikir relasional sebagai upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah aljabar.  Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model 4-D menurut Thiagarajan, Semmel dan Semmel yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Namun pengembangan ini hanya sampai tahap pengembangan (develop) dan tahap keempat tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak, ditinjau dari kelayakan isi sebesar 84,11%, kelayakan bahasa sebesar 86,61%, kelayakan penyajian sebesar 84,82%, kelayakan kegrafikan sebesar 84,72%. Hasil ujicoba terbatas pada tiga puluh orang siswa mendapat respon positif sebesar 98,25%sehingga modul sangat layak digunakan sebagai bahan ajar. Kata kunci: Modul Pembelajaran, Berpikir Relasional, Menyelesaikan Masalah, Aljabar
Pengembangan BKS Berbasis MCK (Mathematical Content Knowledge) Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Matematika Siswa SMP Santia, Ika; Fiantika, Feny Rita; Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v3i2.909

Abstract

Abstrak: Rendahnya hasil PISA dan TIMSS siswa Indonesia kontradiktif dengan motivasi belajar matematika dan sains mereka yang berada di atas Singapura dan Malaysia. Permasalahan tersebut dikarenakan kurangnya MCK khususnya domain penalaran di setiap Mathematical Content. Mereka perlu penguatan kemampuan mengintegrasikan informasi, menarik kesimpulan, serta menggeneralisasikan pengetahuan yang dimiliki.  Untuk itu dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan Buku Kerja Siswa (BKS) yang valid, praktis dan memiliki efek potensial bagi literasi matematika siswa SMP. Penelitian ini mengacu pada modifikasi model 4-D Thiagarajan yaitu Define, Design dan  Develop.  Prosedur penelitiannya adalah: 1) menganalisis MCK awal siswa SMP di Kota Kediri berdasarkan domain TIMSS dan literasi matematika PISA; 2) mengembangkan BKS yang valid, praktis dan layak.  Hasil penelitian menunjukkan BKS yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak, ditinjau dari kelayakan isi sebesar 84,11%, kelayakan bahasa sebesar 86,61%, kelayakan kegrafikan sebesar 84,72% dan Hasil ujicoba terbatas pada tiga puluh orang siswa mendapat respon positif sebesar 98,25%.   Kata Kunci: BKS, MCK, Literasi Matematika, Siswa SMP
Pemberdayaan kemampuan kolaborasi mahasiswa menggunakan model pembelajaran student teams achievement division Widodo, Suryo; Jatmiko, Jatmiko; Santia, Ika; Katminingsih, Yuni
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v5i2.13795

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Nusantara PGRI Kediri menggunakan model pembelajaran Student Teams Achiievement  Division (STAD) melalui penelitian tindakan kelas yang dikolaborasikan dengan Lesson Study yang mempunyai 3 tahapan yaitu pland, do, dan see. Penelitian terdiri dari 2 siklus, yang setiap siklus terdiri dari 4 pertemuan. Upaya yang dilakukan dosen model berhasil meningkatkan kemampuan kolaborasi mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achiievement  Division. Hasil ditunjukan dari peningkatan presentase pada kemampuan kolaborasi mahasiswa dari 73,67% pada siklus I menjadi 78,17% pada siklus II